Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
101


__ADS_3

nameera memegang dadanya yang terasa bergemuruh, sedangkan zayn terus saja mengetuk pintu kamar mandi,


"hey, sayang kenapa pintunya ditutup, " ucap zayn dari luar kamar mandi,


sedangkan nameera sendiri merasa takut jika dia keluar, nanti zayn akan berhuat hal itu lagi kepadanya,


"ku mohon keluarlah dulu, aku mau ganti baju, " ucap nameera sambil tangannya memegang gagang pintu kamar mandi,


"kenpa aku harus keluar, aku bahkan sudah melihat serta merasakan tubuhmu itu sayang, " ucap zayn sambil menggoda istrinya itu,


"ish kenapa dia mesum sekali, " gerutu nameera di dalam kamar mandi


"ayolah, " ucapan nameera seperti memohon,


"ya baiklah, " zayn berjalan dan membuka pintu kamar istirahatnya itu, namun apa yang di lakukan zayn, dia malah tak keluar dari dalam dia hanya membuka dan menutupnya dengan keras,


zayn sedikit bersembunyi agar tak ketahuan oleh nameera,


nameera sedikit mengeluarkan kepalanya, mencoba melihat apakah suaminya itu benar benar sudah keluar atau tidak,


"mungkin sudah aman, " ucap nameera sambil membuka pintu kamar mandi, ia sedikit berlari dan langsung naik ke atas ranjang, di tariknya selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya,

__ADS_1


"hiks, nameera menangis sambil melihat ke arah bajunya yng bergeketak di atas sofa dengan ke adaan yang mengenaskan,


zayn yang mendengar isakan nameera langsung keluar dari persembunyian nya dan langsung mendekap tubuh istrinya,


nameera tercengang ia kaget bukan main, " bukan kah tadi dia sudah keluar, " batin nameera


"hey kenapa hem, " ucap zayn sambil mendekap tubuh nameera


nameera menatap ke arah suaminya itu lalu pandangannya kembali ke arah bajunya yang tergeletak di atas lantai,


"bagaimana aku bisa pulang, " ucap nameera


zayn menautkan alisnya, belum sepenuhnya mengerti maksud istrinya itu,


"bagaimana aku bisa pulang, jika ke adaan bajuku seperti itu,, hiks, " nameera mulai menangis


zayn mulai melihat ke arah pandang nameera, ia tersenyum sambil sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal, akibat ketidak sabarannya ia malah merusak kemeja nameera,


"hey, lihat aku, " zayn menangkup pipi nameera hingga Netra meraka berdua bertemu,


"aku akan menyuruh lisa membelikanmu pakaian tenang saja, " ucap zayn lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi asistennya itu,

__ADS_1


"tidak, " nameera langsung mengambil ponsel dari tangan zayn,


"kenapa, " ucap zayn sambil tersenyum,


"aku tidak mau orang lain mengetahui ukuran pakaianku, " ucap nameera sinis, zayn hanya tersenyum saja,


"kalau begitu aku harus bagaimana hem, " zayn kembali memeluk tubuh nameera yng di baluti selimut,


nameera tak menjawab ia malah semakin menangis, rasa kesal terhadap zayn semakin menjadi,


"ish, jangan peluk peluk, " ucap nameera sambil mencoba melepaskan dirinya dari pelukan zayn,


bukannya terlepas zayn malah semakin mengeratkan pelukannya sambil menghujani wajah istrinya dengan kecupan mesra,


"ish, lepaskan aku mau pakai baju ," ucap nameera kembali membebaskan dirinya,


"pakai baju, " tanya zayn sambil mengurai pelukannya,


nameera turun dari atas ranjang dan berjalan ke arah sofa, mengambil pakaiannya yang sudah tak terbentuk itu,


berjalan ke kamar mandi nameera mulai menggunakan branya yang terlihat sobek namun masih bisa ia pakai, sedangkan cdnya sudah sobek jadi dua, "ah, kenapa dia ganas sekali, " gerutu nameera

__ADS_1


sedangkan zayn hanya bisa tersenyum bagaimana bisa semua pakaian istrinya seperti itu, " ah, tangan sialan, " ucap zayn sambil menepuk tangannya sendiri


__ADS_2