Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
106


__ADS_3

"apa kau mencintaiku, " bisik zayn yang tengah mendekap tubuh polos nameera,


"jawab dulu dari man kau tahu aku ini bukan anak kandung mama, " tanya nameera


"sayang, apa kau lupa aku ini siapa, " ucap zayn


"apa kau mencintaiku "tanya zayn sekali lagi,


nameera tak tahu harus menjawab apa, ia malah mengeratkan dekapan pada suaminya, sambil memejamkn matanya, "sayang," ucap zayn sambil terus mengelus punggung istrinya,


hingga akhirnya nameera tertidur, karena memang ia sudah sangat lelah seharian bermandikan peluh bersama suaminya, zayn hanya tersenyum dan mengecup lama kening istrinya," tidurlah, aku akan menjagamu dan menyayangimu," bisik zayn di telinga istrinya,


hingga malam semakin larut hati ashila menjadi tak tenang, zayn sama sekali tak menatap dirinya walaupun secantik apapun dandananya, " tidak, ini tidak bisa ku biarkan, " geram ashila sambil mengepalkan tangannya,


setalah makan malam berakhir, Arin maid mansion mengantarkan iriana dan ashila ke dalam kamar mereka masing masing,

__ADS_1


tapi setelah ashila masuk kamar, ia tak bisa tenang hatinya berkecamuk karena di hiraukan zayn, "tidak, kamu harus menjadi milikku zayn, " ashila bermonolog sendirian


ashila membuka pintu kamarnya, ia lihat seluruh ruangan mansion gelap karen memang semua lampunya di matikan, ia memilih duduk di sofa ruang tengah berharap zayn akan turun dari dalam kamar tidurnya," zayn kan belum makan malam, dan ini saatnya aku beraksi," senyum licik terbit di bibir wanita itu,


padahal ashila tidak tahu saja, sebelum pulang dari kantor zayn sudah makan bersama istrinya,


sudah hampir setengah jam ashila duduk sendirian di tengah gelapnya mansion, beruntung di ruangan itu terbebas dari nyamuk,


jam semakin berputar, harapan ashila menjadi pupus, "sial, " ucap ashila kemudian bangkit dari sofa untuk masuk ke dalam kamar tidurnya,


"zayn, " batin ashila,


niatnya membuka pintu kamar ia urungkan kini ia berbalik arah untuk kembali menemui zayn, kakinya yang pincang berusaha agar cepat sampai,


"zayn, " panggil ashila di saat sudah berada di samping suami dari saudari tirinya,

__ADS_1


"emm, " zayn acuh ia lebih memilih untuk meneguk minuman yang ada di tangannya,


"em, apa kau lapar, sini biar aku yang akan melayanimu, " ucap ashila segera berjalan untuk menyiapkan makanan untuk zayn,


zayn hanya diam saja, ia malah menatap ashila dengan guratan kebencian, ashila tak menyadari itu ia terlihat sibuk mengmbil piring,


sedangkan zayn, ia lebih memilih memutar arahnya, " aku tidak lapar, " ucap zayn lalu pergi meninggalkan ashila sendirian,


"brengsek, " ashila ingin melemparkan piring yang ada di tangannya namun ia uringkan, mengingat yang lebih terpenting sekarang adalah imejnya,


"sabar ashila, sabar," ashila mengusap dadanya yang bergemuruh menahan amarah, jika terhadap nameera pasti ashila tak akan segan untuk langsung menamar wajah nameera,


zayn kembali ke dalam kamarnya, ia kembali membuka baju kaos yang ia gunakan dan lebih memilih berbarong di samping istrinya dari pada meladeni wanita tak tahu diri itu,


"kenapa bisa aku sesayang ini padamu, " ucap zayn sambil menghujani wajah nameera dengan ciumannya, " engh, " nameera meleguh tidurnya terganggu oleh suaminya itu,

__ADS_1


zayn kembli engusap punggung nameera agar tidurnya tak terganggu, " aku mencintaimu, " kata kata itu selalu zayn bisikkan di telinga nameera hingga ia juga ikut terlelap


__ADS_2