
BDJ 95 : INFORMASI YANG DAVIAN DAPATKAN
“Kenapa kamu tiba-tiba ajak kita ke sini, Dav?”
“Di sini sepi, Teh. Ada yang mau aku bicarakan,” jawab si pemilik nama.
Saat ini mereka tengah berada di sayap barat mansion Radityan. Lokasi terletak nya ruang baca sekaligus perpustakaan pribadi milik keluarga Radityan.
Di dalam ruangan yang dipenuhi dengan buku-buku itu, dibangun ruang rahasia yang hanya diketahui oleh keturunan Radityan. Cara untuk masuk ke dalam ruang rahasia itu cuma satu, yaitu dengan cara mengusap, menekan, lalu mendorong sebuah buku dengan cover usang yang berjudul About Family (read on Bukan Cinta Terencana bab 34 : Hukuman).
Alea juga mengetahui letak ruanga rahasia tersebut. Namun, ia belum sempat memberitahu sang suami. Di dalam ruangan rahasia tersebut ada sebuah kamar peristirahatan yang dibangun oleh Ibra Radityan. Dengan jendela besar yang seolah-olah langsung menghadap ke langit, saat malam tiba akan terasa begitu nyata keindahan sang rembulan dari balik jendela.
Didesain dengan sangat futuristik, memanfaatkan unsur kayu yang menonjolkan kesan alami, di sana Ibra menyimpan foto para anggota keluarga Radityan dari generasi ke generasi. Ada pula dua foto berbingkai yang dicetak besar, yaitu foto pernikahan Ibra dengan Silvia, serta Van’ar dengan Aurra ketika melaksanakan prosesi pedang pora.
Ruangan rahasia tersebut biasanya digunakan sebagai ruang untuk menyendiri atau ruang isolasi bagi putra, putri, maupun cucu-cucunya ketika butuh tempat untuk menenangkan pikiran.
“Memangnya ada apa?” tanya Nathan yang baru saja mempersilahkan sang istri untuk duduk di kursi yang barusa ia tarik.
“Kita bicara soal Louis. Tidak enak kalau bicara di luar, takutnya kedengaran Om atau Tante.”
Mendengar penuturan Davian, pasangan suami istri itu mengangguk paham. Mereka kemudian duduk berdampingan, tepat di hadapan Davian. Siap mendengarkan informasi yang akan Davian bagikan.
“Seperti yang sudah kita ketahui, si bangs*t Louis sekarang ada di Negara ini. Dari informasi yang telah dikumpulkan, Indonesia jadi tempat terakhir yang dia singgahi setelah Myanmar, Thailand, China, Singapura, dan Malaysia. Entah apa tujuan si bangs*t Louis yang sebenarnya. Namun, jika tujuannya adalah untuk mencari teh Alea, dia pasti langsung tancap gas ke seni, bukan malah mampir-mampir terlebih dahulu.
Si bangs*t Louis juga memang sempat mendatangi kediaman Radityan, tapi cuma sampai depan gerbang doang. Huh, cemen.” Davian mendengus seraya menyenderkan punggung pada sandaran kursi.
“Yang lebih mengejutkan lagi, si bangs*t Louis juga send wedding gift buat Teh Alea sama Bang Nathan.”
“Hadiah pernikahan?” ulang Alea dan Nathan bersamaan.
“Iya. Sudah aku cek. Tenang aja, tidak ada barang atau bahan berbahaya yang terdeteksi. Sepertinya itu memang hadiah pernikahan pada umumnya.” Davian menatap lawan bicaranya bergantian. “Aneh bukan? Walaupun belum ada pergerakan yang mencurigakan, alangkah lebih baik jika Teh Alea tetap menghindari pertemuan dengan si bangs*t Louis. Tugas itu secara langsung diemban oleh Bang Nathan sebagai suami Teh Alea.”
Nathan mengangguk paham. “Lagipula aku tidak akan membiarkan dia bertemu istriku.”
“Good job.” Davian tersenyum tipis. “Karena banyak kejanggalan dari kemunculan si bangs*t Louis, aku jadi semakin giat menggali informasi. And then, aku menemukan fakta bahwa wanita yang selama ini menjadi satu-satunya wanita yang paling dekat dengan si bangs*t Louis, ternyata telah menghilang.”
__ADS_1
“Menghilang?” Alea tiba-tiba bereaksi. “Apa wanita itu ….Annante?”
Davian menggeleng. “Si penghianat saat ini sedang mengais rezeki sebagai costumer service di sebuah departemen store.”
“Lalu siapa?”
Davian merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan handphone. Setelah menghidupkan benda pintar tersebut, ia langsung mengaktifkan fitur google asisten untuk mencari informasi tentang seseorang. Ketika sudah menampilkan hasil pencarian, Davian menunjukkannya.
“Dia ….Lea?” kata Alea. Ia pernah beberapa kali bertemu dengan ‘someone’ yang dimaksud Davian. Terakhir, ia bertemu Lea saat terjadi peristiwa penembakan yang menimpa Louis dan Anzar.
“Betul. Sampai saat ini dia belum terlihat update soal kesehariannya, padahal sebagai seorang publik figure, dia cukup rajin menyapa para penggemar.” Davian memindahkan tampilan layar. Sebuah gambar dengan latar belakang salah satu ikonik di kota Kembang kemudian muncul di layar.
“Kemudian salah satu fans update di twitter. Katanya dia bertemu dengan wanita yang mirip sekali dengan super model tersebut. Tapi, hingga saat ini masih belum ada konfirmasi resmi dari pihak agensi.”
“Lalu apa hubungannya?” tanya Nathan.
“Jika si bangs*t Louis benar kehilangan wanita yang paling dekat dengannya, maka jawabannya adalah Leasya Annabeth Carrienella Kim. Wanita yang sudah menemaninya sejak kecil.” Davian bersiul santai. Memberi pasutri di depannya waktu untuk berpikir. “Jika benar dia yang dicari si bangs*t Louis, berarti super model itu telah melarikan diri.”
“Melarikan diri?” Alea tampak terkejut mendengarnya. “Tapi kenapa harus melarikan diri?”
Davian menggelengkan kepala. “Entah. Informasi yang sudah masuk dan aku tampung belum cukup banyak. Jadi belum ada kesimpulan pasti. Tetapi intinya, si bangs*t Louis itu datang ke sini untuk mencari partner friend with benefit nya. Aku akan menggali lebih banyak informasi. Nanti jika sudah ada perkembangan dari masalah ini, aku pasti akan langsung memberitahu kalian.”
“Jadi ini hadiah pernikahan yang dimaksud Davian?”
Nathan dan Alea yang baru saja kembali ke kamar langsung menemukan tiga buah kotak hadiah dengan warna serta ukuran yang berbeda. Dua di antaranya memiliki kartu ucapan di atasnya, sedangkan yang satu lagi polos.
“Ini dari Annante. Your ex-friend,” ujar Nathan, membaca isi salah satu kartu ucapan yang tertera. “Ini dari teman kamu yang itu, Zaujati (istriku).”
Alea mendekat, kemudian melihat apa yang baru saja suaminya baca. Ternyata benar, hadiah pernikahan itu dari Annante. “Iya, Mas.”
“Mau kamu buka? Kalau tidak? jika tidak, aku bisa membuangnya..”
“Jangan,” tahan Alea. “Disimpan saja. Lain kali aku akan membukanya.”
“Hm,” respon Nathan singkat. “Kalau ini dari Anna Kim. Siapa?”
“Anna Kim?” ulang Alea, sama bingungnya dengan sang suami. “Apa mungkin Anna Kim itu kependekan dari nama Leasya Annabeth Carrienella Kim?”
__ADS_1
“Bisa jadi, Zaujati (istriku). Mau membukanya?”
Alea mengangguk. Ia kemudian mengambil alih benda tersebut, lalu membukanya. Kotak berukuran cukup besar warna merah tua berpita itu dibungkus dengan rapih. Ketika dibuka, ada dua kotak dengan brand kelas dunia yang tercetak di atasnya. Lea memutuskan untuk membuka kotak yang paling kecil. Ternyata isinya adalah sepasang jam tangan mewah dari brand terkenal.
Alea sempat menatap sang suami untuk sejenak. Baru kemudian membuka satu kotak lagi.
“Sepatu bayi, Mas.”
Dua pasang sepatu bayi custom dari brand Gucci tersimpan rapih di dalamnya. Masih lengkap dengan price tag-nya. Dari price tag dapat dilihat bahwa, harga masing-masing untuk sepatu bayi itu sekitar US$ 320 dan US$ 395 atau sekitar 4,32 juta dan 5,33 juta. Produk dari perusahaan fashion asal Itali itu memang tidak pernah diragukan lagi. Harga yang dipatok tentu sesuai dengan bahan-bahan berkualitas yang digunakan.
“Masya Allah, lucu sekali,” puji Alea. Dua pasang sepatu bayi itu adalah sepatu untuk bayi laki-laki dan perempuan.
Sudah menjadi hal lumrah jika seorang perempuan akan selalu memberikan respon demikian jika melihat sesuatu yang menggemaskan. Apalagi jika menyangkut soal pernak-pernik bayi.
“Ada suratnya,” ujar Nathan. “Mau aku bacakan?”
“Boleh.”
Nathan berdeham kecil. Ia kemudian membuka lipatan kertas yang merupakan surat dari Lea. “Happy wedding. I wish you all the best for your marriage. May God give you little angels soon. And sorry for the events that happened in the past. Signed, Anna Kim (Aku ikut mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kalian. Semoga tuhan segera memberi kalian malaikat kecil. Dan maaf untuk peristiwa yang terjadi di waktu yang telah berlalu. Tertanda, Anna Kim).”
Alea terdiam seraya menatap sang suami yang baru saja membaca surat dari Lea. Ia tidak percaya jika Lea yang telah mengirimkan hadiah serta surat tersebut dengan tulus.
“Sepertinya dia benar-benar meninggalkan laki-laki itu.”
“Aku juga tidak tahu, Mas. Tapi, jika benar Lea pergi dari Louis, dia pasti punya alasan kuat untuk itu. Aku cuma bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka.”
Nathan mengangguk seraya memeluk pinggang ramping sang istri. “Aku salut sama kamu, Zaujati (istriku).”
“Salut kenapa, Mas?”
“Salut karena kamu memiliki hati yang begitu lapang. Kamu dengan mudah memaafkan mereka yang telah menyakiti kamu, bahkan ikhlas mendoakan kebahagiaan mereka,” jawab Nathan, lantas ia menjatuhkan satu kecupan di pelipis sang istri. “Aku beruntung memiliki kamu, Zaujati (istriku).”
**
TBC
__ADS_1
Jika suka jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, tabur bunga sekebon, dan tonton iklan sampai selesai 😘
Tanggerang 15-10-22