
...BDJ 25 : BAD FACTA...
...“Damn, dia membuat semua ini semakin rumit dengan hadirnya fakta baru yang kian mempersulit.”—Bukan Dijodohkan...
...****...
Seorang pria rupawan bermanik abu-abu tampak tengah menenggak wine di gelas kaca miliknya berkali-kali. Entah sudah berapa sloki yang dia habiskan, tidak terhitung saking banyaknya. Ruangan tempatnya berada saat ini juga sudah seperti kapal pecah. Pakaian, underware, bad cover, pengaman bekas pakai, semuanya berserakan di mana-mana. Tubuh yang telanjang tanpa busana juga ikut tergolek tidak sadarkan diri di atas ranjang king size yang ada di tengah ruangan.
Pria rupawan itu berdecih, lantas beranjak menuju transparent glass yang menjadi dinding pemisan penthouse tempat berpijaknya saat ini dengan langit dan kota di bawahnya. Hidupnya hanya berotasi di tempat ini semenjak satu fakta besar menggoncang hidupnya bak tsunami yang menerjang sebuah pemukiman.
Kenyataan itu datang tanpa bisa dia prediksi. Namun, tidak juga bisa dia hindari.
Loius menatap pemandangan di hadapannya dengan perasaan hampa. Dia sedang absen dari berbagai jobdesk-nya di dunia. Dia hanya menghabiskan hari-harinya dengan minum minuman beralkohol, dan menjadikan wanita acak sebagai pelarian guna menuntaskan haratnya. Begitu terus-menerus beberapa hari ke belakang.
Bagaimana Louis bisa berpikir logis, setelah mengetahui identitas aslinya. Dia sendiri tidak dapat memahami definisi kehadirannya di dunia ini. Kenyataan soal dia darah daging seorang mafia menampar habis harga dirinya.
Dia memang bajing*n, betul. Dia mencintai alcohol dan hobby bermain wanita, it’s true. Akan tetapi, sehina dan sebrengs*k apapun dirinya. Dia tidak pernah membayangkan akan lahir ke dunia ini dengan latar belakang yang begitu menjijikan, menurutnya.
Dia putra seorang mafia. Penjahat yang sangat terkenal di dunia gelap. Pria yang lebih bajing*n dan lebih brings*k darinya. Pria yang telah menjebak seorang wanita guna menghancurkan hidup dan karier-nya karena pembalasan dendam. Entahlah, dia harus bangga dari sudut pandang mana?
Ayah kandungnya seorang mafia, Ibunya dulu terobsessi kepada mantan kekasihnya.
Toxic sekali orang tuanya itu. Pantas saja dia besar dengan sifat seperti ini. Semua itu tidak terlepas dari perbuatan orang tuanya di masa lampau. Karena pada dasarnya, darah lebih kental dari pada air. Pun sama halnya dengan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Orang tuanya seperti apa, maka kemungkinan besarnya, anaknya juga akan mengikuti jejak mereka.
Namun, Louis benci fakta tersebut. Ditambah lagi kedua orang tuanya memiliki hubungan yang buruk dengan orang tua gadis yang tengah dia incar. Gadis yang telah berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Gadis cantik berpakain tertutup yang hanya memperlihatkan sepasang manik cantik. Namun, dapat membuat siapapun tertarik.
Kendati demikian, sejauh apapun Louis berusaha semuanya terasa semakin mustahil baginya. Mungkin dia memiliki cinta dengan hasrat yang besar untuk memiliki gadis tersebut. Namun sayang, mereka berada di amin yang sama, tetapi iman yang berbeda.
Louis adalah anak yang tumbuh dan besar dengan budaya western. Dia bebas, lepas seperti burung yang bisa terbang kemana saja sesuka hati. Dia bebas melakukan apapun yang dia suka. Agama yang dianut oleh orang tuanya percaya akan adanya tuhan, tetapi tidak pernah mendekatkan diri mereka kepada tuhan yang mereka percaya.
Sedangkan Alea, gadis itu tumbuh dan besar dengan didikan budaya orang timur. Dia lemah, lembut, memiliki attitude & manner yang kental, dan memiki kepercayaan yang taat terhadap apa yang dia yakini. Dia memiliki tuhan yang selalu dia yakini dalam sanubari. Taat akan apa yang orang tuanya terapkan, membuatnya hidup dengan poros yang berjalan secara teratur dan terpusat.
Ibarat kata, Louis dan Alea itu seperti langit dan bumi. Siang dan malam. Matahari dan bulan. Air dan minyak. Jauh terpisahkan oleh pembatas yang amat terpatri. Mereka tidak akan bisa bersatu apalagi memiliki ikatan diantara hati. Pembatas diantara terlalu tinggi untuk didaki. Terlalu terjal untuk dijajal, pun teralalu beresiko untuk taklukkan. Kecuali, jika memang ada diantara mereka yang memiliki mental sekuat baja untuk mengubah kenyataan yang ada.
Derrtt
Derrtt
Getaran dari smartphone miliknya yang teronggok di atas nakas, agaknya mampu membuat konsentrasinya buyar. Dia menelisik ke arah benda tersebut sejenak. Sebelah tangannya lantas bergerak mengambil benda tersebut. Menggeser ikon hijau guna mengangkat panggilan dari kontak ‘CEO Radityan Corp’s’ terssebut.
“Assalamulaikaum, hallo,” sapa suara di seberang sana.
Suara yang tentu berhasil membuat Louis terpaku di tempatnya.
“Excuse me, Mr. Andderson.”
__ADS_1
Louis masih tidak menjawab. Dia masih tidak percaya jika gadis itu meneleponnya duluan.
“Mr. Andderson?”
“Y—es, I’am.” Luois akhirnya memilih buka suara.
Pria yang bertelanjang dada itu memilih menggeser pintu pembatas menuju balkon. Dia butuh ketenangan untuk menerima panggilan dari pujaan hatinya.
“What happened?”
“Sekretaris anda tidak bisa dihubungi, jadi saya berinisiatif menelepon anda. Ada beberapa hal terkait kontrak kerja sama dan evalusi kerja yang harus saya bicarakan dengan anda.”
Louis mengangguk untuk sejenak. Pantas saja nomer telepon sekretsrisnys tidak bisa dihubungi, jikalau wanita itu saja masih tertidur pulas di atas tempat tidurnya.
“Jadi, kapan pihak anda memiliki waktu luang?”
“Secepatnya,” jawab Louis singkat. Kesempatan emas seperti ini tentu saja tidak akan dia sia-siakan.
“Baik, kalau begitu biar saya meminta sekretaris saya untuk mengatur pertemuan kita secepatnya.”
Mendengar kata ‘kita’ terucap dari seberang sana, membuat perasaan Louis semakin tidak terkira. Dia merasa senang jikalau benar ada ‘kita’ diantara mereka. Hanya saja, itu tetap tidak akan memperbaiki suasana hatinya karena itu hanya angan-angan semata.
“Baik, kalau begitu. Saya tutup dulu—“
“Tunggu!” Louis menyela sebelum suara di seberang sana memutuskan sambungan telepon diantara mereka.
“Bisa saya yang merekomendasikan tempat pertemuannya?”
Hening untuk sejenak.
“Hm, tentu saja,” jawab suara di seberang sana. “Anda bisa menyesuaikan waktunya dengan sekretaris saya.”
Louis menerbitkan seulas senyum tipisnya. Senyum yang menghiasi bibirnya yang beberapa ini lupa caranya tersenyum
“Hm. Saya akan segera mengirim lokasinya lewat surel.”
“Baik. Saya akan tunggu konfirmasinya.”
Percakapan tersebut terputus tidak lama kemudian. Alea tentu saja menjadi pihak yang menutup sambungan tersebut. Dengan suara ramah dan bersahabatnya, gadis muda itu mengakhiri percakapan formal diantara dirinya dan Louis. Namun, bagi Louis itu dalah pembicaraan yang lebih dari sekedar pembicaraan formal tentang pekerjaan. Ini special untuknya.
Untuk pertama kalinya, putri Radityan tersebut menghubunginya terlebih dahulu. Sebuah keajaiban yang tidak pernah dia bayangkan sama sekali.
Namun, suara getaran dari smartphone miliknya kembali mengalihkan perhatian. Dengan semangat dia melirik layar benda tersebut. Dengan harapan jika sang pujaanlah yang kembali muncul di layar tersebut. Akan tetapi bukan nama sang pujaan yang muncul di sana. Melainkan sederet angka yang tidak bertuan.
Muncul menghiasi layar smartphone miliknya untuk sejenak. Layar yang menyala-nyala itu meredup untuk detik berikutnya. Berganti dengan munculnya notifikai pesan singkat yang masuk secara beruntuk ke dalam smartphone miliknya.
__ADS_1
Louis membuka pesan-pesan tersebut dengan ogah pada akhirnya. Notifikasi yang muncul itu amat menganggu pendengarannya.
Saat membaca pesan-pesan singkat tersebut, Louis menyerngitkan alisnya bingung. Entah siapa tuan dari pesan singkat tersebut.
^^^+XXXX^^^
^^^Hello, son. Ini dad.^^^
^^^Ada apa dengan smartphone mu?^^^
^^^Kau tidak menggunakannya untuk berkomunikasi?^^^
^^^Dad baru saja menemui ibumu. Dia semakin cantik saja. Sayangnya, dia tidak menyadari kehadiran Dad. Dia mengurus dirinya dan dirimu dengan baik selama ini.^^^
^^^Sekarang, biarkan Dad yang mengurus kalian.^^^
^^^Ah, ya. Dad juga baru saja menyapa calon menantu. Ya, Dad tahu siapa gadis yang sedang kamu incar.^^^
^^^Butuh bantuan, son? Dad siap membantu jika dibutuhkan.^^^
^^^Dada baru saja menyapanya. Dad mengirim sesuatu pagi ini ke kantornya.^^^
^^^Dia pasti senang menerima hadiah dari Dad.^^^
Louis mengepalkan tangannya kuat. Saking kuatnya, buku-buku jemarinya sampai memutih. Rahangnya juga mengeras saat usai membaca serentetan pesan yang dia tebak siapa si pengirimnya.
“Sialan,” umpat Louis.
Dia tentu tidak akan bisa tenang jika pria yang berbagi darah dengannya itu mulai mengusik hidupnya. Apalagi kini pria itu mulai mengusik gadis incarannya.
Gadis itu tidak tahu-menahu soal apapun. Dan, Louis berharap dia tidak akan pernah tahu. Karena Louis tidak mau semuanya menjadi semakin rumit saat dia tahu. Tetapi, sekarang masalahnya ada pada sang Ayah kandung. Mantan ketua mafia ternama itu sudah mulai memainkan taktik.
Louis cuma tidak mau jika sampai Alea diganggu oleh Ayahnya. Sejauh ini dia cuma mendengar dari mulut satu ke mulut yang lain soal track record sang Ayah. Dia belum tahu dengan pasti. Yang terpenting sekarang adalah, dia harus bisa menghalau pria tersebut agar tiadk berbuat semakin jauh. Apalagi jika sampai menganggu sang pujaan hati.
“Tidak akan aku biarkan tangan kotornya menyentuh milikku. Aku tidak akan segan-segan melawan, sekaliapun dia adalah alasan keberadaanku di dunia ini.”
...****...
...TBC...
...GIMANA? SETUJU KAH SAMA LOUIS KALI INI? ATAU, MALAH LUOIS BIARIN AJA PRO SAMA BAPAKNYA?...
...lanjut lagi Minggu depan 👋...
...Jangan lupa komentarnya. Like, vote, follow Author, dan share cerita ini ya❤️...
__ADS_1
...Sukabumi 15 Agustus 2021...