
Tawa garing mengudara dari bibir Anzar Radityan kala mendengar ucapan dokter perempuan yang baru saja memeriksa putri sematawayangnya. Hamdalah tidak lupa diucapkan berulang kali sebelum ia kembali buka suara. “Cepat sekali, ya,” komentarnya pasca mendengar kabar baik yang dibawa si dokter.
Di sampingnya, sang menantu tampak mematung dengan pandangan fokus pada sang istri yang berbaring di atas hospital bed. Jelas sekali tergambar raut penuh keterkejutan, kebahagiaan, juga bertanya-tanya. Pasti pertanyaannya sama. Kok bisa cepat sekali?
“Bravo, anak muda. Padahal Papah pikir kalian akan menikmati masa di awal-awal pernikahan untuk beradaptasi, ternyata ….do’a kalian sangat mustajab,” tambah Anzar seraya merangkul bahu sang menantu, akrab. “Ada apa dengan ekspresi kamu, calon Baba? Kamu tidak senang?”
Gelengan kepala diberikan sebagai jawaban. Namun, ia masih mogok buka suara.
“Terkejut?” tebak Anzar. “Peristiwa ini normal terjadi, calon Baba. Kamu barusan dengar sendiri apa kata dokter?”
Anggukan kepala diberikan sebagai jawaban.
“Itu menantu kita masih shock, Mas. Antara terkejut dan gembira luar biasa,” sahut Airra. Menimpali ucapan sang suami.
Ada yang pernah mendengar cerita pasangan suami istri yang baru menikah tiga minggu, tetapi sang istri sudah hamil satu bulan? Eits, jangan berburuk sangka terlebih dahulu. Itu bukan berarti “hamil di luar nikah” dikarenakan ada penjelasannya secara medis.
Kehamilan bisa langsung terjadi jika saat menikah si istri sedang dalam masa subur. Menurut dokter. Devika Yuldharia, kehamilan terjadi saat sel telur berhasil dibuahi sel sp*rma. Sel telur akan dilepaskan wanita saat ovulasi di masa subur. Sedangkan sel sp*rma setelah masuk ke dalam tubuh wanita akan bertahan sampai 7 hari. Jadi tidak perlu takut atau risau, karena peristiwa tersebut dapat dikatakan normal terjadi.
Bahkan kehamilan dapat terjadi sekalipun hanya satu kali berhubungan badan, dengan catatan dilakukan dalam mas subur, sehingga sel sp*rma bisa langsung bertemu dengan sel telur dan terjadilah pembuahan. Usia kehamilan sendiri dihitung berdasarkan HPHT (hari pertama haid terakhir). Bukan berdasarkan hubungan badan dilakukan.
Sekarang peristiwa itu dialami oleh pasangan pengantin baru, Nathan dan Alea. Setelah anjuran dari orang tuanya untuk mengecek menggunakan alat tes kehamilan, Alea kemudian memberanikan diri untuk mengikuti anjuran tersebut.
Cara yang paling tepat menggunakan test pack adalah di pagi hari, setelah bangun tidur. Pada waktu itu kondisi urin masih pekat, sehingga alat tes kehamilan bisa memberikan hasil yang lebih akurat. Menggunakan alat ini di siang hari tidak disarankan, karena sudah banyak cairan yang masuk ke tubuh, sehingga urin menjadi lebih encer. Kondisi urin encer dapat membuat hormon hCG sulit untuk terdeteksi. Test pack memang bekerja dengan cara mendeteksi hormon hCG.
Setelah hasil test pack menunjukkan hasil positif, maka langkah selanjutnya adalah pergi ke dokter agar kehamilan dapat dipastikan dengan cara ultrasonografi atau USG. USG penting dilakukan, selain untuk memastikan kehamilan, juga untuk memastikan perkembangan janin sesuai usia kehamilan dan mencegah terjadinya komplikasi pada kehamilan.
“Kamu mau sampai kapan berdiam diri di sini, calon Baba?” sindir Anzar seraya menepuk-nepuk bahu sang menantu. “Tidak berniat untuk mendekat ke arah istrimu?”
Nathan mengangguk. Ada keinginan sangat besar untuk itu, namun hamdallah saja yang sejak tadi terucap dari bibirnya masih belum mampu menormalkan kinerja sistem di seluruh tubuhnya. Rasa bahagia yang membuncah di dada akibat dilimpahi rizki dari sang Ilahi, berhasil membuat Nathan merasa dunia seolah berhenti untuk beberapa saat. Ia seolah-olah masih tidak percaya, jika istrinya tengah mengandung lima minggu.
__ADS_1
Lima minggu loh, tolong dicatat. Padahal mereka baru menikah empat minggu, itu pun belum genap. Namun, setelah mendengarkan penjelasan dokter, tidak ada lagi keraguan yang hingga di kepala. Mengingat ada penjelasan logis dari segi medis.
“Untuk pemeriksaan berikutnya sudah saya jadwalkan. Sekarang tugas saya sudah selesai,” tukas dokter perempuan yang sudah cukup berumur tersebut. “Sekali lagi saya mengucapkan selamat untuk pernikahan serta kehamilan pertama putri Anda, Mr. Radityan.”
Anzar tersenyum ramah seraya mengangguk. Ia kemudian meminta sang istri untuk menemani dokter senior yang sudah kenal akrab dengan keluarga Radityan tersebut.
“Kalian sepertinya butuh waktu untuk bicara. Kalau begitu Papah susul Mamah dulu,” kata Anzar seraya menatap menantu serta putranya bergantian. “Hari ini adalah hari terbaik sepanjang Papah menjadi orang tua. Melihat putri Papah menikah dengan laki-laki pilihannya, kemudian dianugerahi seorang anak secepat ini ….rasanya baru kemarin Papah gendong putri kecil Papah.”
“Pah,” cicit sang putri. Kristal bening mulai tercipta di bola matanya.
“Papah senang sekali. Sebentar lagi akan ada mahluk kecil yang akan hadir di antara keluarga kita. Papah sudah cukup lama menunggu momen ini,” jujur Anzar. “Akhirnya, Papah bisa menjadi seorang Kakek seperti Van’ar.”
Anzar sangat bahagia, sungguh. Ia sejak dulu ingin memiliki keturunan banyak, namun Allah telah berkehendak dengan memberinya satu putri. Sekarang ia dikarunia cucu dari sang putri, padahal belum genap satu bulan mereka menikah.
“Tolong jaga putri serta calon cucu Papah dengan baik, Kapten Nathan,” tambah Anzar seraya memanggil Nathan dengan panggilan kebesarannya. “Sekarang bertambah lagi tanggung jawab mu.”
“Tentu saja, Pa. Aku akan menjaga mereka dengan sangat baik.”
“Mas.”
“Hm.”
“Mas kenapa?” tanya Alea yang tengah duduk bersandar di head board hospital bed. “Apa kabar kehamilan ini terlalu tiba-tiba, sampai-sampai….”
“Aku akan menjadi Baba!” potong Nathan dengan raut wajah gembira.
“Iya,” jawab Alea. Ia tersenyum di balik kain penutup wajahnya. “Sedangkan aku akan menjadi Umma.”
“Aku akan menjadi Baba!” seru Nathan lagi seraya menghampiri sang istri.
__ADS_1
“Aku akan menjadi Umma.”
“Aku akan menjadi Baba!” seru Nathan untuk ketiga kalinya. Kali ini ia berhasil tiba di samping hospital bed tempat sang istri berada. “Baba dari tiga bayi sekaligus,” lanjut Nathan seraya memeluk sang istri penuh rasa sayang. Kecupan juga tak lupa ia jatuhkan di pucuk kepala sang istri berulang kali.
Hari ini berkali-kali lipat rizki yang dilimpahi oleh sang Ilahi. Istrinya tengah hamil lima minggu, dan lagi bukan satu janin, melainkan tiga janin sekaligus. Itulah kenapa Nathan tadi sempat terkejut luar biasa. Mengingat dari pihaknya tidak ada riwayat keturunan kembar. Kendati demikian, dari pihak Radityan keturunan kembar bukan lagi sesuatu yang aneh. Contohnya saja pasangan kembar Van’ar dan Lunar, Arsyad dan Arrabelle, serta Triple D. maka tidak heran jika sekarang Alea mengandung bayi kembar.
“Sekarang bagaimana perasaan kamu, Zaujati (istriku)? Apa kamu menginginkan sesuatu?” tanya Nathan bertubi-tubi pasca pelukan mereka terurai.
Alea menggelengkan kepala. Untuk sekarang tidak ada yang ia inginkan, selain merayakan kebahagiaan ini bersama sang suami. Tidak ada pula perasaan lain selain kebahagiaan yang ia rasakan.
Alea juga tidak menyangka jika sekarang ada tiga kehidupan baru yang tumbuh di rahimnya. Sungguh, dilimpahi rizki sebanyak ini oleh sang Ilahi membuat Alea tidak henti-hentinya memanjatkan puji serta syukur kepada-Nya.
Bagi Nathan sendiri, mulai detik ini hingga ke depannya, ia harus banyak belajar dari ayah Van’ar atau om Arkan mengenai cara menjadi suami siaga bagi istri yang tengah mengandung bayi kembar. Mengandung adalah salah satu keistimewaan perempuan yang melibatkan perjuangan hidup dan mati didalam prosesnya. Apalagi saat ini sang istri langsung mengandung bayi kembar tiga.
“Kalau kamu merasakan sesuatu yang menganggu, atau tengah menginginkan sesuatu, langsung katakan kepadaku, Zaujati (istriku). Jika aku mampu, aku akan segera memenuhi keinginan kamu.”
“Iya, Mas.”
Nathan tersenyum lebar seraya menatap wajah sang istri lekat-lekat. “Terima kasih, Zaujati (istriku). Hari ini aku sangat bahagia.”
“Sama-sama, Mas,” jawab Alea seraya menatap balik sang suami dengan lembut. “Aku juga sangat bahagia berkat kehadiran mereka.”
Nathan mengangguk. Kehadiran “mereka” yang pernah ia lihat dalam mimpi benar-benar membawa kebahagiaan bagi Alea, Nathan, serta keluarga besar mereka. Karena kehadiran “mereka” pula, besar kemungkinan jika planning mereka untuk pergi ke tanah suci, Makkah Al-Mukarramah juga ditunda hingga waktu yang tidak dapat tentukan. Sebagai gantinya, mereka bisa pergi ke sana untuk baby moon, atau holiday bersama jika si kembar telah lahir ke dunia.
✈️✈️
TBC
YEAY, NAMBAH KEPONAKAN ONLINE LAGI 😚🥳
__ADS_1
Semoga suka. Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai 😘
Tanggerang 30-10-22