
BDJ 45 : MENJAUHLAH DARI PUTRIKU
“Untuk saat ini aku sedang tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun dari kamu, Ann. kamu sudah menyia-nyiakan kesempatan yang tadi aku berikan.”
“Tapi, Alea, aku harus menjelaskan….”
“Tidak untuk sekarang, Annante.”
Perempuan dengan pakaian formal berupa rok A-line 15 centi di atas lutut yang dipadukan dengan atasan kemeja chiffon berwarna broken white itu langsung tutup mulut pasca Alea mengutarakan penolakan untuk kesekian kalinya. Sepertinya memang benar, Alea sekarang sudah berada di ambang batas maksimal dari kesabaran yang ia miliki.
Lea yang sejak tadi menjadi lakon dan berganti menjadi penonton, tersenyum penuh kemenangan melihat perseteruan mereka. Begini-begini Lea sudah meminta seorang detektif untuk menyelidiki latar belakang Annante dan hubungannya dengan Alea. Ternyata tak sia-sia uang ribuan dollar yang ia keluarkan, karena sekarang sepasang sahabat itu mulai tercerai-berai. Dengan begini, mulai berkurang pula saingan Lea untuk mendapatkan Louis.
Sudah pasti setelah ini Alea akan sangat membenci Annante dan Louis. Lea percaya akan opini tersebut.
“Lou, kamu mau kemana?” tanya Lea risau, saat melihat Louis turun dari bed pasien dengan berpegangan pada tiang infus.
“Diam sial*n. Kau telah membuat semuanya kacau.”
Lea tersentak mendengarnya. “Lou, kamu bicara apa barusan?”
“Diam. Aku benci mendengar suara sial*n mu itu,” pungkas Louis datar. Ia dengan sekuat tenaga mencoba untuk berdiri agar dapat menghampiri Alea. Walaupun rasa sakit masih sangat teras.
“Lou, kamu masih terluka. Kamu tidak boleh banyak bergerak,” kata Lea seraya memegang lengan kanan Louis. Namun, dikibaskan secara kasar oleh si pemilik. “Lou….”
“Enyah dari hadapanku, aku tidak ingin melihatmu.”
“Tapi, aku ingin di sini bersama kamu,” ujar Lea seraya mempertahankan posisinya di samping Louis.
Louis tak menggubris. Tatapan bola mata abu-abu miliknya hanya tertuju pada punggung mungil yang saat ingi membelakangi dirinya. Sosok yang tengah ditahan oleh partner ranjangnya, agar tidak meninggalkan ruangan ini.
Semua jadi kacau gara-gara mulut ember Lea. Jika saja Lea tidak membeberkan hubungan gelap Annante dengannya, mungkin saat ini Alea masih sangat peduli padanya. Argh, Louis ingin marah sekali rasanya. Namun, kondisinya saat ini tidak memungkinkan untuk terlalu banyak bergerak. Apalagi marah-marah secara brutal seperti kebiasannya. Sekarang dia harus memutar otak supaya masalah ini tidak menjadi semakin kacau.
“Alea, tunggu!” panggil Louis. “Tunggu sebentar. Ada yang ingin aku jelaskan kepada kamu.”
Punggung mungil itu memang urung kembali melanjutkan langkah, namun tak kunjung pula berbalik badan. Louis rasa kali ini ia memang sudah benar-benar kehilangan kesempatan karena telah memilih jalan yang salah untuk mendekati Alea.
“Saya sedang tidak ingin bicara dengan Anda, sir. Untuk kedepannya, masalah kerja sama juga akan ditangani oleh sekretaris saya yang bernama Ismi.”
Setelah melontarkan kata-kata demikian, Alea kembali melanjutkan langkah. Membuat Louis semakin bertekad untuk mengejar kepergian gadis pemilik netra bening tersebut.
“Alea!” panggilnya, namun Alea tak kunjung berhenti. Ia tetap melanjutkan langkah sampai menghilang di balik pintu.
Annante saja tidak dapat menahan kepergian perempuan berhijab syar’I tersebut. Ia tampak berdiri dengan bahu yang luruh, lesu.
__ADS_1
“Jangan berani-berani untuk mengejar putriku lagi,” kata Anzar memperingati.
Suara datar dan dingin milik putra Radityan itu menggema di seluruh rungan yang diselimuti keheningan pasca kepergian Alea.
“Tembok di antara kalian terlalu tinggi untuk dilewati. Jangan terlalu banyak bermimpi. Lebih baik berhenti semenjak dini, sebelum kamu membuat dirimu sendiri dan Alea sama-sama tersakiti. Ingat, Alea sudah memiliki calon suami.”
Louis terdiam dengan salah satu tangan yang bebas dari pegangan mengepal dengan kuat. Sudah berapa kali dari seharian ini dia diwanti-wanti untuk menjauhi sang pujaan hati. Tembok di antara mereka terlalu tinggi. Alea sudah memiliki calon suami. Ia hanya akan membuat Alea tersakiti. Ini lah, itu lah. Semua tentang wanti-wanti yang bersifat negatif. Apa memang Louis seburuk itu untuk bersanding dengan Alea?
Jujur, Louis memang menginginkan Alea karena ia tertarik. Entah jenis rasa tertarik apa namanya, karena efek yang ditimbulkan begitu kuat. Cinta? Louis ingin tertawa rasanya. Selama ini ia banyak menaklukkan wanita, namun belum pernah merasakan jatuh cinta. Apa ini yang disebut dengan cinta? Perasaan yang membuat Louis hampir gila. Hanya karena menginginkan keberadaannya.
Lamunan Louis terganggu kala mendengar suara partner simbiosis mutualisme nya bertanya. Padahal ia belum mendapatkan jawaban yang tepat.
“Alea sudah memiliki calon suami?”
“Iya. Kenapa? Ada masalah dengan itu?” tanya Anzar seraya bersidakep dada. Sedangkan Airra—sang istri—beberapa saat yang lalu izin mengejar putri mereka. Alea pasti butuh teman untuk menemaninya di saat-saat seperti ini.
“Kenapa ….Alea tidak pernah memberitahu saya? Bukan kah kita teman?”
Anzar tersenyum miring mendengarnya. “Kamu munafik sekali nona Yosemite. Jika kamu masih menganggap Alea sebagai teman, tidak seharusnya kamu menusuknya dari belakang.” Lucu sekali mendengar perempuan yang telah mengkhianati sang putri masih mengaku sebagai ‘teman’ Alea.
“Sir Anzar, saya tidak pernah bermaksud….”
“Tidak pernah bermaksud mengkhianati Alea?” serobot Anzar. “Dulunya mungkin begitu. Akan tetapi semenjak kamu memiliki kesempatan untuk lebih dekat CEO Anderson Cooperation, kamu menjadi tamak. Kamu mulai menggunakan segala cara untuk melemparkan dirimu ke ranjang laki-laki yang sudah kamu ketahui tertarik pada teman mu.”
“Tidak, bukan seperti itu sir!” Annante tetap bersikukuh bahwa apa yang Anzar katakan tidak benar.
“B-agaimana sir Anzar tahu?” kaget Annante. Ia tidak menyangka Anzar tahu soal kontrak pertukaran tenaga kerja di Khiev.
Anzar bersidakep dada seraya menatap Annante, lalu berganti pada Louis dan Lea. “Tentu saja saya tahu. Itu adalah salah satu cara yang saya gunakan untuk menjauhkan penghianat seperti dirimu dari hidup putriku.”
Deg!
Annante terkejut bukan main mendengarnya. Jadi selama ini ia telah salah paham. Alea benar-benar bukan dalang dari pemindahan tempat kerjanya. Melainkan Anzar yang merupakan pemilik perusahaan yang Alea kelola. Annante sekarang benar-benar merasa malu pada dirinya sendiri, karena selama ini ia telah berbuat jahat pada Alea yang tidak melakukan apa-apa padanya.
“Saya mengetahui semua rencana busuk kalian terhadap putriku, Alea. Kalian jangan pikir bisa lari dari kejaran para Radityan jika sudah berani mengusik salah satu anggota klan Radityan.”
Dengan aura mematikan yang sangat power, Anzar memperingati mereka bertiga dalam satu waktu. Anzar tidak pernah bermain-main dengan setiap ucapannya. Keluarga Radityan tidak pernah kekurangan orang-orang jenius. Aset yang dimiliki keluarga Radityan juga lebih dari cukup untuk menuntas kejahatan mereka dalam sekali gerak.
Walaupun di luar keluarga Radityan hanya dikenal sebagai keluarga terpandang yang taat beragama dan berisi orang-orang jenius yang giat bekerja, jauh di dalam keluarga Radityan tersimpan aset-aset berharga yang sampai diperebutkan berbagai Negara. Sebut saja Black Brother, BigLear, sekutu King of Mafia, Lawyer, anggota FBI, sampai professional hacker yang sudah berulang kali dihubungi Badan Intelejen Negara untuk join bersama mereka.
“Camkan kata-kata saya baik-baik,” kata Anzar untuk terakhir kalinya.
Louis, Lea, hingga Annante belum mendapatkan kesempatan untuk menjawab, karena tiba-tiba pintu dibuka dari luar bersamaan dengan terdengarnya suara beberapa orang yang berdatangan.
“Pa, waktunya kita pulang.”
__ADS_1
Alea juga ikut muncul di antara orang-orang yang menggunakan APD lengkap tersebut bersama sang ibu. Sepuluh menit ternyata berjalan dengan begitu cepat.
“Ayo. Papa juga sudah tidak betah berlama-lama di sini,” jawab Anzar dengan tenang.
Tanpa mempedulikan kehadiran Lea, Louis dan Annante, Alea langsung membantu Airra mengemas barang-barang milik sang ayah juga buah tangah yang dibawa orang-orang yang sempat menjenguk Anzar.
“Alea,” panggil Annante, masih mencoba mengajak Alea berbicara. Walaupun sejak tadi Alea mencoba mengabaikan.
“Tolong menjauhlah untuk beberapa waktu, Ann.” Alea membalas seraya menghadap Annante untuk beberapa saat.
“Tunggu, Alea. Ada yang ingin aku tanyakan.” Annante menahan Alea yang hendak pergi.
“….”
“Apa kamu ….sudah memiliki calon suami?” tanya Annante hati-hati seraya menatap Alea.
“Iya.” Alea tak berniat berbohong. Toh, mungkin ini memang sudah waktunya dunia mengetahui soal hubungannya dengan Nathan. “Aku sudah memiliki calon suami,” tambah Alea seraya menunduk guna menatap cincin yang menghiasi jari kanannya.
“Dia adalah laki-laki pilihan kedua orang tuaku. Laki-laki yang aku yakini sebagai laki-laki terbaik yang akan menyempurnakan agamaku.”
✈️✈️
TBC
NEXT??
LIKE, VOTE, KOMENTAR, FOLLOW AUTHOR & SHARE DULU ❤️
Sukabumi 22-07-22
REKOMENDASI NOVEL KEREN UNTUK KAMU!
Aletta Wijaya, gadis manis berusia 20 tahun dipaksa menikah dengan kekasih mamanya yang bernama Hans Armando Javier, 39 tahun. Nilam Wijaya, 38 tahun, mama dari Letta, meninggal tepat sehari sebelum pernikahannya dengan Hans berlangsung karena mengetahui rahasia kelam sang kekasih.
Arland dan Merlita Javier, memaksa Letta untuk menikah dengan Hans agar pernikahan bisnis antara keluarga Javier dan Wijaya tetap berjalan.
Sedangkan kakek Wijaya hanya bisa pasrah karena perusahaannya sangat bergantung dengan kucuran dana dari keluarga Javier.
Lalu apakah sebenarnya yang menjadi rahasia seorang Hans?
Berhasilkah pernikahan beda usia antara Hans dan Aletta?
Temukan jawabannya disini...
__ADS_1
--