
“Iya, Mah. Mana ada Nathan bohong. Sekarang usia mereka sudah memasuki minggu kelima.”
Laki-laki rupawan yang sedang duduk di samping sang istri itu kembali mengulas senyum lebar. Aura bahagia begitu terpancar dari matanya. Oleh karena itu, ia sangat tidak sabar ingin membagi kabar bahagia tersebut pada orang-orang tersayang di kota kembang. Jauhnya jarak yang terbentang, membuat mereka harus mengandalkan panggilan lewat video.
“Masya Allah, Pah. Mamah akan segera punya cucu!” seru suara di seberang sana gembira. Ia tak lupa mengucapkan banyak puji serta syukur pada sang Ilahi.
“Ekhem.”
Nathan tersenyum kecil saat layar telepon pintar miliknya menjadi terarah kepada sosok yang selama ini begitu ia hormati. “Selamat atas kehamilan pertama istri kamu, Nak. Papah ….masih agak terkejut mendengar kabar jika Papah akan segera Kakek secepat ini.”
“Terima kasih, Pah,” jawab Nathan. “Maaf jika kabar bahagia ini mengejutkan Papah dan Mamah.”
“Tidak perlu minta maaf, sayang. Mamah justru sangat gembira mendengar kabar ini. Apalagi jika Opa kamu juga sudah mendengarnya. Opa pasti akan langsung datang ke New York dengan jet pribadinya yang baru,” sahut Gea yang duduk di samping sang suami. Sedangkan di sampingnya, sang suami yang masih menggunakan pakaian kerja tampak gagah, terlihat tersenyum kecil seraya merangkul pinggang istrinya yang tampak begitu bahagia.
Orang tua mana yang tidak bahagia mendengar kabar jika anak mereka akan segera memiliki momongan. Apalagi bukan satu momongan, melainkan tiga sekaligus. Walaupun sempat terkejut, rasa itu tidak dapat mengalahkan perasaan yang namanya bahagia.
Sebentar mereka akan menyandang gelar baru sabagai kakek dan nenek. Al maupun Gea rasanya masih agak tidak menyangka. Apalagi si bungsu yang sampai saat ini masih tampak shock.
“Gean sendiri gimana. Bahagia enggak sebentar lagi bakal jadi Uncle?” tanya Gea kemudian.
Kini lensa kamera mengarah ke putra bungsu mereka. Naress Algean Hazka Dwiarga yang masih belum banyak memberikan respon.
“Bahagia, pakai banget!” sahut si empunya nama, excited. “Nanti kalau baby-baby Abang sama Mbak udah lahir, pasti bakal ada satu baby yang bakal mirip aku.”
“Ngawur,” sahut Al. “Itu anak-anak Nathan sama Alea, masa mirip kamu. Nanti orang tua biologisnya dipertanyakan.”
Gean tampak tidak setuju dengan ucapan sang ayah. Namun, hal itu tetap tidak mengurangi rasa bahagianya. “Pokoknya aku ikut bahagia dengan kehamilan Mbak Alea. Semoga Ibu dan bayi-bayinya sehat selalu.”
“Aamiin. Terima kasih, Gean,” jawab Alea. Ia sejak tadi duduk di samping sang suami seraya tersenyum di balik kain niqob miliknya.
“Kalau begitu lusa Mamah sama Papah nyusul ke New York, ya. Kita mau jenguk cucu.”
Nathan tertawa kecil. Tawa yang sempat membuat orang tua serta adiknya terpana. Sungguh, menikah dengan orang yang tepat dapat membuat hidup seseorang Nathan lebih berwarna. Ia tampak lebih leluasa berekspresi.
“Boleh. Mamah sama Papah datang saja kalau ada waktu luang.”
__ADS_1
“Kita pasti datang. Kemungkinan besar sama Opa juga,” tambah Lea. Crazy rich satu itu pasti akan senang sekali mendengar kabar jika ia akan segera memiliki cicit. Tiga cicit sekaligus pula.
Sambungan telepon kemudian berakhir setelah satu jam lebih beberapa menit terhubung. Selesai sudah tugas mereka memberitahu para keluarga serta orang-orang terdekat. Dari pihak Alea, keluarga besar Radityan dan Pradipta yang pertama kali diberitahu. Sedangkan dari pihak Nathan, tentu saja orang tua serta adik Nathan yang mendapat kesempatan tersebut. Meraka bahagia? Tentu saja. Sempat terkejut pula, karena ternyata usia kandungan Alea sudah memasuki lima minggu. Keterkejutan meraka bertambah jadi dua kali lipat, pasca mengetahui bahwa Alea mengandung bayi kembar tiga seperti Lunar dahulu.
Alea dan Nathan tentu banjir doa serta ucapan selamat. Selain itu, Nathan juga dapat ucapan antimainstream dari para sepupu Alea. Siapa lagi jika Davian, bersama Fajar Pradipta yang punya sifat sebelas dua belas. Mereka bilang Nathan itu punya bibit unggul dengan kualitas terbaik. Buktinya, belum genap satu bulan menikah, sudah jadi saja 3 calon penerusnya. Intinya Nathan sempat jadi bulan-bulanan mereka berdua.
Memang ada-ada saja mereka itu. Padahal menurut Nathan, semua kembali pada yang Maha Kuasa.
Sebelum menikah, pada umunya calon pengantin akan melakukan cek pra nikah atau rangkaian tes pemeriksaan yang dilakukan pasangan sebelum menikah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit yang beresiko menular ke diri sendiri atau pasangan dan keturunan di masa mendatang. Ketika hasil pengecekan kesehatan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena Nathan dan Alea sama-sama dalam kondisi yang sehat. Meraka juga sudah siap memiliki keturunan, jadi tidak ada niatan untuk menunda. Ternyata do’a mereka dikabulkan dengan begitu cepat oleh sang Ilahi.
Bagi pejuang garis dua di luar sana jangan mudah putus asa. Jangan pernah merasa lelah untuk berdoa dan meminta. Setiap do’a punya waktunya masing-masing untuk dikabulkan. Allah itu As Samii, Maha Mendengar. Al ‘Aliim, Maha Mengetahui. Al Hakim, Maha Bijaksana. Serta Ar Razzaaq, maha pemberi karunia.
“Sudah. Sekarang kamu istirahat dulu.”
Nathan berkata setelah menyimpan telepon pintar miliknya di atas nakas. Ia kemudian membenarkan posisi bantal, guling, serta selimut, supaya sang istri merasa lebih nyaman. Bagaimana pun juga semarang sang istri membawa tiga kehidupan di dalam perutnya.
“Tidur siang, nanti aku bangunkan sebelum masuk waktu salat Ashar.”
Alea mengangguk seraya menyudahi acara makan buah kurma muda yang baik bagi ibu hamil. Kurma muda juga dipercaya efektif untuk meningkatkan kesuburan. Kurma muda mengandung fruktosa, folat, zat besi, serat, vitamin K, magnesium, serta kalium. Bagi ibu hamil, kurma muda bermanfaat untuk menambah energi, mendukung perkembangan saraf otak janin, menguatkan pertumbuhan tulang dan gigi, mencegah anemia, sampai mencegah infeksi saat persalinan.
Nathan tersenyum, kemudian mengangguk. “Tentu saja boleh. Mau dibacakan surat apa untuk pengantar tidur?”
Alea menggelengkan kepala. Membuat Nathan kebingungan. “Lalu mau dilantunkan apa, Zaujati (istriku)?”
“Bisa nyanyikan lagu Rahmatan lil ‘Alameen, punya Maher Zain.”
Nathan tampak terkejut untuk beberapa waktu. Bukan masalah ia tidak percaya diri dengan suara yang ia miliki, namun ia benar-benar tidak tahu banyak soal lagu. “Hm. Aku boleh menyanyi seraya mencontek, Zaujati (istriku)? Aku benar-benar tidak tahu lagu itu.”
Alea tersenyum lebar seraya mengangguk. Ia kemudian mengambil handphone miliknya, membuka aplikasi yout*be musik, lalu mulai mencari lagu Maher Zain yang berjudul Rahmatan lil ‘Alameen.
“Mas bisa dengarkan satu putaran. Habis itu nyanyikan.”
Nathan tampak tidak punya waktu untuk berpikir. Oleh karena itu, ia dengan cepat mengangguk. Alhamdulillah, Nathan punya suara yang cukup bagus. Entahlah menurut sang istri, namun menurut perempuan yang telah melahirkannya ke dunia, suara Nathan itu bagus. Nathan juga pernah ikut band kala masih duduk di bangku SMA. Akan tetapi, tidak lama. Ia juga pernah menyabet beberapa penghargaan berkat suaranya yang menurut beberapa orang sangat merdu.
“Sudah?” tanya sang istri yang sejak tadi menunggu dengan perasaan haru. Entah kenapa, tiba-tiba tercetus keinginan mendengar suara sang suami menyanyikan salah satu lagu islami yang ia sukai.
__ADS_1
Nathan mengangguk. Ia kemudian mulai mengambil ancang-ancang untuk menyanyikan lagu pengantar tidur bagi sang istri. “Sebelumnya aku minta maaf terlebih dahulu jika suaraku tidak sebagus penyanyi aslinya.”
Alea tersenyum seraya meraih telapak tangan sang suami, memberinya kekuatan lewat Physical touch tersebut. Mendapatkan support yang begitu besar dari sang istri, Nathan kemudian menarik napas panjang, menghelanya perlahan, kemudian mulai memenuhi permintaan sang istri.
"Yaa Man Shollaita Bikullil Anbiya." Nathan mulai melantunkan lagu yang diminta istri cantiknya.(Wahai engkau yang menjadi imam semua Nabi dalam shalat)
"Yaa man fii qolbika Rohmatun linnas (Wahai enkau yang hatinya berisi rahmat buat semua manusia)."
"Ya man allafta quluuban bil Islam (Wahai yang menyatukan hati melalui Islam)."
"Yaa habiibii yaa shafii’i yaa Rasula Allah (Kekasihku, syafaatku, Ya Rasulullah)."
"Masya Allah," ucap Alea seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan. Wallahi, ia sangat terpukau dengan suara emas milik sang suami.
Nathan sangat menghayati bait demi bait yang ia lantunan. Suaranya juga stabil dan halus. Selain melantunkan ayat suci Al-Quran dengan merdu, ternyata melantunkan lagu Islami juga sang suami tak kalah mahir. Apalagi saat memasuki bagian reff. Alea suka sekali.
"Habibi yaa … yaa Muhammad (Kekasihku, Ya Muhammad! )!"
"Ya rahmatan lil’alameena ya Muhammad (Rahmat untuk umat, Ya Muhammad)."
"Ya man hallayta hayatana bil iman (Wahai engkau yang menentramkan hidup kami dengan iman)."
✈️✈️
TBC
CALON BABA APA SIH YANG NGGAK BISA 😁🤗
MENDEKATI ENDING HARUS DIAKSIH YANG MANIS-MANIS 😘
JANGAN LUPA ADD KE LIBRARY LAPAK BARU AUTHOR 👇
Tanggerang 01-11-22
__ADS_1