Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 67 : MAHAR


__ADS_3

BDJ 67 : MAHAR



Menikah bukanlah perkara yang mudah. Menikah bukan hanya berarti menikahkan dua anak manusia, melainkan menikahkan dua keluarga, kebiasaan, serta adat-istiadat. Ketika dua anak manusia akan dinikahkan, banyak yang harus mereka bicarakan terlebih dahulu. Pre-marriage talk istilah zaman sekarang.


Pre-marriage talks itu penting. Pre-marriage talks biasanya tidak muluk-muluk membahas soal dekorasi pernikahan, konsep pernikahan impian, make up artist yang akan dipilih, gedung mana yang akan digunakan, masalah resepsi, dan masih banyak lagi. Namun, pre-marriage talks di sini lebih condong ke arah pembicaraan antara pasangan yang akan memutuskan untuk menikah. Ada banyak topik yang dapat dibahas, misalnya soal prinsip hidup, visi, misi, impian, masalah keturunan, masalah keuangan atau money talks, tentang perceraian, sampai soal hubungan suami-istri.


Kendati demikian, dalam kasus pernikahan Nathan dan Alea yang serba sat set sat set, boro-boro melakukan Pre-marriage talks, satu bulan jelang pernikahan saja mereka jarang bertemu dan berkomunikasi secukupnya, karena mereka sama-sama memiliki tugas yang harus diselesaikan sebelum resmi menjadi suami istri. Alea selaku mempelai wanita sibuk di Jakarta, sedangkan Nathan—si mempelai pria juga sibuk mempersiapkan banyak hal di kota kelahirannya—kota Bandung.


Pada sisa hari-hari di akhir bulan yang suci, kesibukan semakin menjadi-jadi. Mengingat hari-hari yang dilewati membawa mereka semakin dekat pada Sayyidul Ayyam yang telah ditentukan sejak jauh-jauh hari. Empat Sayyidul Ayyam pilihan Nathan. Hari baik yang ia pilih untuk menorehkan sejarah terbesar dalam hidupnya, yaitu mempersunting sang pujaan hati.


“Masa anak Sultan kota Kembang seserahan nya cuma ini doang? Dih, jangan kayak orang nggak punya deh.”


Nyinyir. Itulah aktivitas yang dilakukan oleh pilot tampan yang sejak tadi mondar-mandir di dalam kamar sang abang. Kamar luas yang sekarang tidak luas lagi, karena dipenuhi oleh barang-barang seserahan.




Seserahan sendiri adalah prosesi atau upacara penyerahan sesuatu, dapat berupa barang atau lainnya—sebagai tanda ikatan untuk kedua calon pengantin. Seserahan juga diartikan sebagai simbol jika calon pengantin pria telah mampu memberi nafkah untuk calon pengantin wanita.


“Menurut kamu ini masih kurang?”


Si pemilik ruangan bertanya seraya membawa sebuah kotak perhiasan berbentuk persegi empat kecil.


Tanpa pikir panjang, adik satu-satunya dari Nathaniel Allugard Hazka Dwiarga itu menganggukkan kepala sebagai jawaban. Menurut Gean, apa yang telah dipersiapkan oleh kakaknya masih kurang. Kurang banyak, tolong catat itu. Mengingat hitungan sedikit versi Gean itu berbeda. Padahal barang-barang seserahan yang Nathan siapkan bukan kaleng-kaleng jumlahnya.


Nathan tidak memiliki perhitungan persis, tetapi ia sudah meminta beberapa list barang yang harus ada dalam seserahan pernikahan. Dibantu oleh onty El yang sangat antusias menyambut pernikahan Nathan. Padahal El sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya sendiri. Dari informasi yang Nathan dapatkan, biasanya ada beberapa jenis barang yang harus ada di seserahan pernikahan. Diantaranya, seperangkat alat ibadah yang biasa terdiri dari sajadah, mukena, tasbih, dan kitab suci Al-Qur’an. Kemudian ada skincare wajah yang terdiri dari facial wash, scrub, micellar water, milk cleanser, toner, essence, serum, masker, day cream, night cream, eye cream, moisturizer, sunscreen, dan banyak lagi.


Skincare tubuh dan rambut juga tak luput dari list, biasanya skincare tubuh dan rambut terdiri dari lulur, hand and body cream, butter cream, lip therapy, minyak zaitun, hair vitamin, conditioner, dan sebagainya. Dilanjut dengan peralatan toiletries, set-make up, tas, sepatu, parfum, jam tangan, set-baju, underwear, perhiasan, bed cover, snack dan kue, buah-buahan, sampai barang elektronik.


Dari informasi tersebut, Nathan kemudian inginnya langsung bertanya lebih spesifik lagi pada sang calon istri. Karena tahu Alea bisa saja malu atau canggung, Nathan kemudian mempercayakan urusan seserahan pada ibu dan onty El. Pada akhirnya dua perempuan itu yang turun tangan secara langsung membeli barang-barang seserahan bersama mempelai wanita.


Nathan juga tadi baru mengambil cincin pernikahan mereka yang telah selesai dibuat. Satu pasang cincin zirconium hitam. Cincin dengan bahan zirconium hitam dipilih karena laki-laki dalam islam dilarang menggunakan emas. Haram hukumnya bagi laki-laki menggunakan emas dan sutra, tertuang dalam sebuah hadist riwayat Ahmad. “Emas dan sutra diharamkan bagi orang-orang muslimin (laki-laki).”


Bahkan dalam sebuah riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, bahwa suatu ketika Rasulullah shalallahu alaihi wasalam melihat sorang laki-laki memakai cincin emas, lantas beliau melepaskannya dan menyatakan, “Adakah di antara kalian yang mengambil bara api neraka lalu memakainya di tangannya?”


Dari pernyataan tersebut menyatakan sebuah ancaman, bahwa memakai perhiasan emas bagi laki-laki sama halnya merelakan diri dibakar api. Selain cincin zirconium hitam, laki-laki dalam islam boleh menggunakan perak, palladium, tungsten karbida, platinum, platina, dan titanium, dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti emas.


Zirconium hitam kemudian menjadi pilihan Nathan dan Alea untuk bahan pembuatan cincin pernikahan mereka. Bedanya cincin milik Alea diberi hiasan berlian dari India sebagai pemanis. Sedangkan cincin milik Nathan polos, namun terdapat nama Alea dalam tulisan arab pada bagian dalamnya.

__ADS_1



(Contohnya begitu, tetapi model Cincin Alea lebih sederhana. Sedangkan punya Nathan ada dua garis melintang panjang di bagian luar.)


Berlian yang terdapat pada cincin Alea juga berlian dengan kualitas terbaik. Walaupun memiliki ukuran karat yang relatif kecil, yaitu 31,09 karat. Tetapi memiliki kedalaman warna serta bias cahaya yang sangat sempurna. Berlian yang digunakan pada cincin Alea menyerupai berlian Wittelsbach yang harganya mencapai 23,4 USD atau sekitar 335,6 Miliar.


“Bisa ditambahin lagi deh, Bang.”


Gean kembali bersuara. Ia kemudian mengambil posisi duduk seraya mengibaskan selembar kertas HVS yang ia bawa bersamanya.


“Oh, iya. Ini, aku datang ke sini buat mastiin ke Abang soal mahar.”


“Kenapa lagi dengan mahar yang aku berikan? Kurang?”


Nathan balik bertanya seraya menyimpan kotak cincin pernikahan miliknya dan Alea di atas meja.


“Bukan. Dengerin dulu, deh. Aku udah print out hasil pendengaran aku soal mahar yang Abang siapkan.”


“Hm.”


“Anggap aja aku sedang menjadi Ayah Van’ar pas ijab-kabul. Ok?”


“Hm.” Nathan merespon dengan satu alis terangkat.


“Hm. Bawel,” komentar Nathan. Membuat sang adik tertawa garing.


“Ok, listen.” Gean mengambil ancang-ancang, tarikan napas dalam. Lalu ia kembali berucap setelahnya. “Saudara Nathaniel Allugard Hazka Dwiarga bin Algafriel Hazka Dwiarga, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya, Alea Ananta Rumi Al-faruq binti Keevanzar Radityan Al-faruq dengan mas kawin surat Ar-Rahman, kitab suci Al-Qur’an, satu kitab Helyatul Aulia, uang sebesar 500 dirham, dan seperangkat alat salat dibayar tunai.”


“Qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan!”


Spontan, Nathan menjawab dengan suara yang cukup lantang.


“Dih, Abang nggak sabaran amat. Ini masih simulasi, Bang. langsung dijawab aja,” goda Gean dengan tawa yang menggelora.


Nathan sendiri tersenyum tipis menanggapinya. “Refleks,” katanya. Ia memang suka refleks menjawab jika sudah mendengar kalimat ijab dengan nama sang pujaan hati tercatut di dalamnya.


“Aciee yang udah nggak sabar mau menikah.” Gean kian gencar menggoda. “Ini mahar Abang beneran 500 dirham?”


“Ada apa memangnya? Apa mahar 500 dirham terlalu sedikit untuk diberikan kepada putri seorang Radityan?”


“Kalau dari sudut pandang Gean pribadi, keluarga Radityan tidak melihat besaran mahar yang diberikan. Tetapi, melihat bagaimana keseriusan laki-laki yang hendak menikahi putri mereka.” Gean menatap sang kakak lekat. “Tapi, aku penasaran deh. Kenapa Abang mau kasih mahar Mbak Alea 500 dirham? Aku tahu Abang mampu. Tapi, pasti ada alasan khusus ‘kan? atau Mbak Alea sendiri yang meminta?”

__ADS_1


Nathan menggelengkan kepala. “Alea tidak pernah meminta secara spesifik soal mahar. Dia bilang yang penting aku ikhlas dan mampu.”


“Terus kenapa Abang ngasih 500 dirham buat mahar? 500 dirham loh, Bang. Lumayan itu, kalau dikalkulasikan ke rupiah, you know lah.” Gean berujar seraya mengedipkan bahu.


“Hm, tidak ada alasan spesifik. Cuma ingin mengikuti jejak Rasulullah saat menikahi Sayyidinah Aisyah.”


“Really? Memang mahar Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam saat menikahi Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar 500 dirham?”


“Hm. Mahar yang diberikan Rasulullah Sallallahu alaihi wasalam kepada Sayyidah Aisyah sebagai mas kawin berupa uang 500 dirham atau jika dikonversikan ke dalam emas setara 200 gram emas terbaik pada saat ini. Jika merujuk pada hasil konversi dalam emas, maka mahar Rasulullah Sallallahu alaihi wasalam yang diberikan kepada Sayyidah Aisyah senilai Rp1,3 miliar. Sedangkan ketika menikah dengan Sayyidah Khadijah, Rasulullah Sallallahu alaihi wasalam memberikan mahar sebanyak 20 bakrah.”


“20 bakrah? Bakrah itu apa, Bang?”


“Bakrah adalah unta betina yang muda,” jawab Nathan. “Jika seekor unta harganya sedikit di atas harga sapi, misal Rp 30 juta per ekor. Maka setidaknya nilai secara akumulatif 20 bakrah sekitar Rp 600 juta.”


“Masya Allah.” Gean tak bisa berhenti berdecak kagum. Jika soal wawasan keagamaan, Nathan memang jangan diragukan lagi. “Tapi, tidak semua orang bisa memberikan mahar seperti Rasulullah, Bang. Menurut pandangan Abang gimana?”


“Pada dasarnya kita harus berusaha semaksimal mungkin. Jika dirasa mahar yang besar memberatkan, maka cukup semampunya saja. Dalam sebuah riwayat dikisahkan ada seorang laki-laki yang hidup miskin. Karena kemiskinannya itu, bahkan ia tidak mampu membelikan mahar untuk istrinya meski hanya berupa cincin dari besi. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam kemudian memerintahkan orang tersebut agar maharnya berupa mengajarkan ayat Al-Qur'an kepada istrinya,” terang Nathan. “Terlepas dari kisah itu, Sayyidina Ali bin Abu Thalib ketika menikahi Sayyidah Fatimah putri Rasulullah juga hanya mampu mempersembahkan mahar berupa baju besi.”


“Jadi intinya, mahar yang diberikan oleh seorang laki-laki dilihat pada kemampuannya. Akan tetapi, sudah sepantasnya jika laki-laki berusaha semaksimal mungkin mempersembahkan sesuatu yang terbaik untuk calon istrinya, tidak selamanya harus mahal dan mewah. Begitu, Bang?”


Nathan tersenyum tipis melihat jawaban sang adik saat meringkas maksud dari ucapannya barusan. “Hm. Kurang lebihnya seperti itu.”


“Oleh karena itu, Abang berusaha semaksimal mungkin untuk mempersembahkan sesuatu yang terbaik untuk Mbak Alea. Contohnya saja, satu unit rumah di kawasan Dago atas, dilengkapi dengan kandang kuda, Helper, pacuan kuda, perkebunan, rumah kaca, serta taman bunga. Satu unit kendaraan mewah yang ramah untuk Mbak Alea, satu unit apartemen di daerah SCBD, satu toko bunga atas nama Mbak Alea di Bandung, satu butik pakaian muslimah, sampai beberapa properti di luar negeri.” Gean melirik kakaknya. “Begitu toh, Bang?”


Nathan tertawa kecil seraya manggut-manggut. Padahal ia sudah menyembunyikan properti-properti yang sudah sejak lama ia siapkan untuk diberikan pada Alea, namun sang adik bisa saja mengendusnya. Dasar Gean.


“Sumpah, Abang ternyata selama ini diam-diam nabung properti buat Mbak Alea. Semua sudah atas nama Mbak Alea. Kalau misalnya, amit-amit nih, Abang nggak jodoh sama Mbak Alea gimana coba?”


“Sedekahkan saja,” kata Nathan enteng. “Gitu aja dibuat susah,” tambahnya seraya menepuk pundak sang adik sebelum berlalu.


“Bohong banget. Kalau nggak sama Mbak Alea, memang Abang mau berjodoh sama orang lain? enggak sih kayaknya.”


Gean sangsi jika sang kakak bisa melirik perempuan lain. Wong sudah bucin akut sama Alea.


“Kalau sudah tahu jawabannya, kenapa bertanya?” sahut Nathan dengan nada tak biasa. “I always love my Ar-Rumi. She always in my heart.”


✈️✈️


TBC


BESOK KONDANG, JANGAN LUPA 😘

__ADS_1


Like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon 💐💐💐


Tanggerang 10/09/22


__ADS_2