Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
BDJ 20 : FAULT IS TRUE


__ADS_3

... BDJ 20 : FAULT IS TRUE...


..."Terkadang apa yang salah akan terlihat benar jika tidak seksama dalam menelitinya."—Bukan Dijodohkan...


...****...


Di sebuah penthouse bintang lima di Manhattan, suara lengkingan begitu menggema sejak matahari terbenam. Dari balik jendela besar yang bening bagaikan menembus langit tersebut, sepasang manusia tengah berolahraga di sana. Ditemani semburat jingga hingga malam gelap gulita. Hasrat tetap membawa bagaikan derita yang minta diselesaikan segera.


Sekeras apapun si wanita mendesahkan nama lawan mainnya, tidak ada siapapun yang akan mendengarnya. Terlebih lagi mereka berada di lantai teratas dan ruangan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas kedap suara. Walaupun awalnya menolak karena malu, mereka tetap bermain gila di depan kaca yang menyuguhkan pemandangan langit dan kota Manhattan. Nafsu yang menggelora telah membakar habis urat malu yang mereka miliki.


"Ahhk… faster…"


"faster…. Louis…. Faster…" racau wanita bersurai pirang tersebut. Bersamaan dengan aliran gelora kesekian yang telah mereka lalui bersama.


"Cukup untuk kali ini." Si pria bergerak melepaskan penyatuan mereka. Dia bergerak seraya membawa tubuh patnernya menuju ranjang.


"Istirahatlah. Aku harus ke kamar mandi."


Wanita itu mengangguk sambil mengulas senyum tipisnya. Dia memegang erat selimut yang kini menjadi satu-satunya benda yang menutupi tubuhnya.


Padahal dua atu tiga jam yang lalu, dia datang ke tempat ini dengan pakaian formal. Setelan kemeja dengan bawahan rok span selutut. Ya, itu sebelum pria yang baru saja hilang di balik pintu kamar mandi menerjangnya habis-habisan.


Dia tersenyum malu saat mengingat kegiatan panas yang baru saja mereka lakukan. Namun, getaran dari dalam slim bag miliknya yang teronggok di atas sofa berhasil membuatnya sadar. Dia segera mengambil benda tersebut, seraya membungkus tubuhnya dengan selimut.


"Hallo, Ann. Kamu sudah tiba di rumah?" Sapa suara di sebrang sana, setelah ucapan salam. Dia tahu betul suara siapa tersebut.


"I-ya. Aku baru saja sampai di apartemen."


"Begitukah?" gadis bersurai pirang itu mengangguk. "Aku pikir kamu ada urusan apa, sampai harus izin pulang lebih awal."


"Maaf. Aku tidak bisa menunggu sampai meetingnya selesai."


"Tidak apa-apa." Jawab suara di sebrang sana ramah.


"Siapa?"


Wanita itu menoleh. Tatapannya langsung bertubrukan dengan manik abu-abu milik pria yang baru saja keluar dari kamar mandi. Sisa air masih tampak jatuh dari surainya yang basah melintasi bahu dan dada bidangnya. Dia Shirtless, dan hanya menggunakan handuk putih yang menutupi bagian pinggang hingga lututnya. Sedangkan bagian dada, dia biarkan tersekspose begitu saja.


"Baik. Kalau begitu akau tutup dulu teleponnya. Selamat malam." Ujarnya, memutuskan sambungan telepon tersebut secara cepat.


"Who?" Tanya lelaki itu menuntut, meminta jawaban.


"Alea, atasanku." Jawab gadis bersurai pirang tersebut. Dia bergerak gelisah di balik selimut yang menutupi tubuhnya.


Pria bermanik abu-abu itu tersenyum miring. "Kamu tahu apa tujuanku memanggilmu ke sini?"


"Hm. Ini soal dia."


Lagi, pria itu tersenyum miring. Dia bersidakep dada sambil menatap lawan bicaranya lekat. "Berikan aku semua informasi tentang dia, sedetail mungkin."


"Em, apakah aku boleh tahu apa alasanmu melakukan semua ini?" Tanya Anannte hati-hati. Dia tahu, dia tidak pantas berkata demikian. Dia telah berkhianat kepada sahabatnya sendiri, hanya demi bisa merenggut kenikmatan duniawi bersama pria ini.


Padahal Anannte tahu dia pria yang tidak baik. Tetapi dia tetap merelakan tubuhnya dijamah oleh pria tersebut. Bahkan sekarang, dia telah sepakat menjadi mata-mata untuk pria itu. Dia sudah menjadi musuh di dalam selimut. Karena tanpa sadar, dia telah mengkhianati persahabatan juga kepercayaan seseorang.


"Aku juga mau kau menyimpan alat ini di barang yang selalu dia bawa." Pria berisi abu-abu itu menyerahkan sebuah benda kecil berdiameter bulat mirip batu baterai pada sebuah jam tangan. Namun, ukuran benda ini lebih mungil.


"Apa ini?"


"Kamu tidak perlu tahu." Ujar Louis sambil berlalu menuju walk in closet. "Pergilah setelah pakain gantimu diantar." Imbuhnya, sebelum benar-benar hilang di balik pintu.

__ADS_1


Anannte meremat kuat pegangannya pada selimut. Dia merasa jika harga dirinya begitu rendah. Dia layaknya sama seperti pekerja di club malam yang menjajahkan tubuhnya, lantas diusir jika sudah tidak dibutuhkan. Rasanya nyeri mengingat harga dirinya begitu rendah. Kendati demikian, dia tetap tidak mau lama-lama menyesal ataupun bersedih. Karena semua ini dia lakukan secara sukarela. Ini adalah pilihannya.


****


"Bunya Peoni?" Ucap gadis cantik berhijab syar'I tersebut.


Tubuhnya terbalut gamis berwarna jingga yang tidak terlalu mencolok, dengan model outher sebagai luarannya. Sepasang sneekers Balenciaga juga membalut kakinya. Dia baru saja menyimpan tas selempang keluaran brand Celine Luggage Tote atau Celine. Tas bernilai puluhan juta itu hadiah dari calon mertuanya-Geasya Genandra Putri yang baru tiba kemarin. Tidak enak jika benda tersebut tidak dipakai. Oleh karena itu, pagi ini dia membawa tas mewah itu bekerja. Saat menyimpan tas tersebut, satu buket bunga Peoni sudah tersimpan dengan cantik di atas meja kerjanya.


"Dasar." Ketusnya, sambil meraih sticy note yang terselip di sana.


Dia sudah tahu betul, siapa sander alias pengirim buket bunga dan sticy note tersebut setiap paginya. Dia juga adalah orang yang sama yang selalu, mengiriminya pesan singkat, sekedar menanyakan kabar di setiap ada waktu luang.


...-Bunga yang cantik untuk perempuan cantik, perhiasan surgawi dan duniawi yang ingin sekali segera aku halalkan.-...


Tulis si pengirim pada sticy note tersebut.


Alea tersenyum tipis mendengarnya. Perempuan yang dimaksud perhiasan surgawi dan duniawi adalah perempuan yang baik ahlak dan perbuatannya. Cantik, pintar, kaya, itu sebagian dari perhiasan duniawi. Sedangkan surgawi, bisa dilihat dari ahlak, perbuatan juga ketaatannya terhadap kepercayaan yang dia pegang.


Ketukan nyaring dari arah pintu, membuat Alea tersadar. Dia segera menyimpan sticy note tersebut ke dalam tasnya. Lantas berbalik, guna menatap siapakah gerangan tamu yang datang.


"Bunga Peoni yang cantik."


Alea mengulas senyumnya saat melihat siapa yang datang. Rupanya sang sekretaris. "Ada apa Ann?"


"Pagi ini jadwalmu padat, nona CEO. Jadi tolong disimak dengan baik jadwalnya." Ujar wanita bersurai pirang yang hari ini mengenakan atasan model turtle nick panjang berwarna coral yang dipadukan dengan bawahan rok span selutut tersebut.


Dia datang untuk menjelaskan jadwal sang atasan hari ini.


"Nah, itu jadwalmu hari ini."


"Ok.Terimakasih." Ujar Alea, sambil tersenyum kecil. "Setelah ini aku akan meeting bersama anggota financial."


Wanita berurai pirang itu tampak berpikir sejenak. Detik berikutnya, dia tersenyum tipis sambil menyentuh baju bagian lehernya. "Ah, ini fashion."


"Owh, begitu rupanya."


Annante mengangguk sambil mematikan macbook miliknya. "Dan ya, aku punya sesuatu untuk kamu."


"Apa itu?"


"Taraaa."


Alea tersenyum tipis melihatnya. "Ini karakter fiksi kesukaan kamu 'kan? Kemarin caffe-nya baru buka di Manhattan."


"Benarkah?"


Annante mengangguk, sambil menyodorkan gantungan handphone yang membentuk motif Animasi terkenal era 90-an kesukaan Alea. "Kamu bisa gantungkan di teleponmu. Sini, biar aku pasangkan."


Alea mengangguk, sambil menyodorkan benda tersebut ke arah sang sahabat. Dengan senang hati, Anante membantu memasangkan gantungan tersebut di iphone pro max terbaru milik sang sahabat.


"Cute." Ujar Alea.


"Kamu suka?"


Alea mengangguk kecil. "Lebih suka ini dari pada bunga Peoni di atas meja kerjamu?"


Alea mendongrak, lantas tersenyum kecil di balik kain niqabnya. "Keduanya sama-sama aku sukai."


Annante mengangguk. Dia tentu penasaran, siapa pengirim buket bunga yang tiap pagi datang tersebut. Ketika ditanya ke office boy yang biasa mengantarkan bunga tersebut, katanya tidak ada nama pengirim yang tercatat di samna. Hanya ada alamat penerima dan nama penerimanya saja.

__ADS_1


"Apa dia dari kekasihmu, Alea."


Si empunya nama menoleh tanpa menjawab. "Kamu akan tahu jika waktunya sudah tepat, Ann." Jawabnya, sebelum berlalu menuju kursi kebangganya.


"Siapa sebenarnya pengirim bunga itu?" Batin Annante bertanya-tanya.


****


Cuaca yang cerah tampak menghiasi langit New york sepanjang hari. Cuaca yang cukup panas, membuat lalu lalang di manapun tampak sibuk. Tak terkecuali di sebuah Air port Internasional di New York. Di mana seorang pria rupawan berseragam Pilot tengah duduk menanti dengan segenap hati. Di salah sat tangannya, ada sebuah koper berawarna silver berukuran medium.


Dia akan segera take off. Perjalanan kali ini cukup memakan waktu yang panjang. Padahal, baru seminggu yang lalu dia mengkhitbah pujaan hatinya. Dan baru kemarin, mereka dating untuk pertama kalinya. Namun, sekarang dia sudah harus melakukan penerbangan lagi. Panggilan tugas sudah masuk sejak pagi.


Kali ini, dia akan pergi lama. Padahal, dia sudah membuat planning secara matang untuk bulan depan. Utamanya, dia ingin datang ke pusat kediaman para Radityan untuk mengutarakan niat baiknya. Kendati demikian, kali ini planningnya harus tertunda.


"Apa dia tidak datang?" lirihnya, sambil melirik arloji di pergelangan tangannya.


Padahal dia sudah mengatakan soal kepergiannya lewat pesan. Tetapi, sampai saat ini gadis pujaan hatinya tak kunjung datang. Dia sudah harus masuk ke kabin pesawat sekarang. Dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


"Tunggu." Suara itu, suara yang dia tunggu. Maka dengan segera, pria rupawan itu berbalik guna mencari pemilik suara lembut tersebut.


Tepat ketika sepasang maniknya bergerilya, dia menemukan keberadaanya. Gadis pujaan hatinya berdiiri beberapa meter dari arahnya sambil membawa sebuah paper bag berukuran medium.


"Aku sedikit terlambat." Ujarnya, dengan suara kecil.


"Ini." Dia menyodorkan paper bag bawaanya.


"Apa ini?"


"Lemon tea yang kaya akan vitamin C, dan kue kering homemade berbahan dasar pisang, kurma dan anggur hijau." Jawab gadis cantik tersebut. "Ada flower Oolong tea cookis dan Orchid cookis juga." Imbuhnya.


Gadis berhijab syar'I dan berniqab itu memang hobby memasak. Hobby itu diturunkan oleh dua wanita yang sangat ia sayangi. Airra dan Aurra-kedua Ibunya .


"Terimakasih." Ujar Nathan sambil menerima paper bag tersebut.


"Makanlah selagi ada waktu. Jangan sampai telat makan, sepadat apapun jam terbang kakak. Bisa berbahaya jika asam lambung kakak sampai bermasalah." Tutur gadis cantik tersebut.


Nathan mengangguk, sambil tersenyum kecil. "Aku juga ingin memberikan sesuatu." Pria muda itu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. "Gantungkan ini di teleponmu."


Alea menerimanya dengan segera. Di dalam kotak persegi berwarna hijau toska tersebut, terdapat sebuah gantungan cantik yang terbuat dari reflika bunga Orchid atau Anggrek. "Kenapa harus Anggrek?"


"Karena tidak ada yang tidak menyukai bunga tersebut." Jawab Nathan. "Sekarang aku harus pergi."


Alea mengangguk tanpa suara. Bunyi informasi keberangkatan memang sudah terdengar. Menjadi pertanda tersendiri untuk keduanya.


"Sampai jumpa lagi." Nathan tersenyum tipis sambil melambaikan tangannya.


"Hm. Sampai jumpa lagi, dan semoga selamat sampai tujuan. Safe flight." Jawab Alea. "Aku tunggu kepulangan kakak di sini."


Nathan mengangguk sambil tersenyum kecil. Dia juga berharap semoga perjalanan kali ini lancar dan tidak ada kendala sedikitpun. Karena ya, ada yang menunggunya pulang di sini. Kehadirannya dinanti-nantikan. Jadi, dia berharap besar jika sang maha kuasa juga selalu melindungi dirinya saat bertugas dan menjaga sang pujaan hati selagi jauh dengannya.


****


...TBC...


...BDJ Update guys?! Absen dulu yuk…. Gimana, gimana? Makin penasaran sama kelanjutan kisah cinta mereka? Kita mulai bertemu dengan kaum munafik alias double face. Anannte itu Cuma salah satu cohtohnya. Tetapi dia salah satu tokoh figuran yang berperan besar di setiap konflik yang ada. Jadi, siapkan hati yo guys....


...Ok, Jadi jangan lupa like, vote, komentar, share dan follow Author. Maaf baru bisa update sekarang:') Semoga Readers selalu setia & sabar menunggu ya:...


...Sukabumi 03 Juli 2021...

__ADS_1


__ADS_2