
Tahu kah kamu jika sebelum seorang bayi lahir ke dunia, ia akan ditanya sebanyak 77 kali oleh malaikat?
Singkatnya begini, malaikat bertanya pada seorang manusia yang masih berada dalam kandungan ibunya,“apakah kamu yakin ingin lahir ke dunia?” lalu malaikat pun memperlihatkan gambaran-gambaran kehidupan nanti saat bayi itu hidup di dunia. Pertanyaan itu terus dilontarkan secara berulang kali, sampai menyentuh nominal 77 kali.
Jadi sebelum lahir ke dunia, seorang manusia sudah punya perjanjian dengan Allah Subhananahu wa ta’ala. Jika menyanggupi perjanjian tersebut, maka ia akan lahir dan hidup di dunia, namun jika tidak, Allah Subhananahu wa ta’ala tidak akan menakdirkannya menjalani kehidupan di bumi. Sebagaimana firman Allah Subhananahu wa ta’ala dalam Qur’an surat Al-hadid ayat delapan. “Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan dia telah mengambil janji (setia) mu, jika kamu orang mukmin.”
Sekarang, para buah hati Nathan dan Alea juga akan segera lahir ke dunia setelah menjawab satu pertanyaan yang dilayangkan sebanyak 77 kali. Mereka ingin hidup di dunia, sekalipun telah melihat gambaran-gambaran kehidupan di mana mereka akan hidup nantinya.
“Tenang, Zaujati (istriku).”
Perkataan itu dibisikkan tepat pada telinga sang istri yang tengah menahan rasa sakit. Ia sempat mendengar informasi bahwa pembukaan istrinya cukup lama, sampai mencapai kata lengkap. Namun, ketika ia sudah berada tepat di samping istri cantiknya itu, secara ajaib pembukaan sang istri dengan sekejap langsung lengkap. Oleh karena itu, para tim medis sudah bersiap untuk proses persalinan.
Nathan tidak dapat membantu apa-apa saat melihat gurat kesakitan tercipta di wajah sang istri, kecuali memberikan dukungan moral. Ia tak berhenti memberi dukungan lewat kata-kata penenang, physical touch, sampai lantunan ayat suci Al-Qur’an yang ikut ia sumbangkan.
Apapun akan Nathan lakukan agar dapat membantu istrinya melewati masa-masa sulit ini. Salah satu kodrat wanita yang menurut Nathan pribadi sangat sulit untuk dilalui. Mengingat proses melahirkan ibarat proses dimana nyawa seorang ibu menjadi taruhannya. Seorang ibu harus berjuang keras guna melahirkan anaknya, serta bertarung melawan malaikat maut yang bisa datang kapan saja untuk menjemput.
“Mas.”
“Iya, Zaujati (istriku). Kenapa? Sakit, ya?” lirih Nathan seraya menggenggam tangan sang istri lebih erat. “Kamu di pasti bisa melewati proses istimewa ini, Zaujati (istriku). Aku percaya kamu pasti bisa. Kamu hebat. Istri yang taat, dan umma yang wanita kuat.”
Air mata mengalir di sudut mata istrinya, tak Nathan biarkan jatuh dan mengalir kemana-mana. Ia dengan sigap menyeka air mata berharga milik istrinya.
Kehamilan adalah anugrah yang luar biasa dari Allah Subhananahu wa ta’ala yang diberikan pada seorang wanita. Dalam agama islam, wanita yang hamil dan menyusui mendapat keistimewaan serta ganjaran pahala. Sebab proses mengandung sampai melahirkan tidaklah mudah. Ada nyawa yang dipertaruhkan. Oleh karena itu, Allah Subhananahu wa ta’ala memerintahkan umat-Nya untuk berbuat baik pada orang tua, terutama ibu yang telah susah payah mengandung, melahirkan, dan menyusui. Hal itu tercantum dalam Al-Qur’an surat Ahqaf ayat 15.
Selain itu, Allah Subhananahu wa ta’ala juga menjanjikan banyak keutamaan bagi ibu hamil, di antaranya salat ibu hamil lebih utama dibandingkan 80 rakaat shalat yang dilakukan perempuan tidak hamil, tertuang dalam hadist Muslim. Memperoleh pahala besar, pahala mati syahid dengan jaminan surga kepada ibu hamil yang meninggal dalam masa kehamilannya, sebagaimana tertuang dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Nasa’I, dan Malik. Dan masih banyak lagi pahala yang dijanjikan Allah Subhananahu wa ta’ala.
“Sakit, ya Zaujati (istriku).”
“Sedikit, Mas.”
“Tahan, ya. Sebentar lagi mereka pasti akan lahir,” ujar Nathan seraya menyeka keringat yang muncul di pelipis sang istri.
Pembukaan sudah lengkap. Alea dipersilahkan untuk mengejan sesuai instruksi dari dokter yang bertugas. Mengutip dari perkataan dokter Dr. Sarah, mengejan yang benar adalah ketika posisi dagu ditempel ke dada. Bukan diangkat tinggi-tinggi dengan posisi kepala ditarik ke belakang. Itu posisi yang kurang tepat.
__ADS_1
Ketika mengejan, mata juga harus terbuka, melihat ke pusar atau perut. Kenapa mata harus terbuka? Supaya pembuluh darah di area mata tidak pecah. Usahakan ketika mengejan tidak keluar suara terlalu berlebihan atau sampai teriak-teriak, supaya tidak mudah capek. Ketika mengejan, bukan di kepala atau di leher, tetapi di perut seperti hendak poop. Jika posisi melahirkan normal ½ duduk, lebih enak tangan di taruh di lipatan antara paha dan betis, di belakang lutut.
“Kepalanya sudah terlihat,” ucap si dokter.
Nathan merasa degup jantungnya semakin tidak beraturan saat mendengar ucapan tersebut. Diamati lagi wajah sang istri yang terlihat cukup tenang untuk ukuran wanita yang baru melahirkan anak pertama. Alea mendengarkan instruksi dokter dengan baik, mulai dari bagaimana cara ia harus mengatur napas, mengejan, mempertahankan posisi, serta apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan, karena bisa berakibat fatal.
Baik Nathan maupun Alea sama-sama baru dalam menghadapi semua ini. Sebagai suami, Nathan berusaha jadi suportif di kala istrinya harus aktif. Berjuang melahirkan para buah cinta mereka setelah sekian lama ditunggu kehadirannya.
Ketika jarum jam menyentuh pukul lima, waktu mustajab untuk berdo’a pada haru jum’at. Suara tangis bayi pertama berhasil terdengar begitu nyaring. Membuat lega seisi ruangan untuk beberapa waktu.
“Alhamdulillah wa syukurillah. Kamu hebat, Zaujati (istriku).” Nathan mengecup kening sang istri dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Mendengar tangis buah cinta pertamanya, hatinya begitu terharu. Senang dan haru menjadi satu padu.
Setelah kelahiran bayi pertama, Alea kembali mengalami kontraksi. Kelahiran bayi kedua tak berlangsung lama, hanya berselang lima menit. Namun, ada yang membuat mereka semua cemas saat bayi mungil berwarna merah itu berhasil dilahirkan. Tidak ada suara tangis seperti bayi yang pertama.
“Mas,” panggil Alea. Ada nada risau terselip dalam panggilannya.
“Insya Allah semua akan baik-baik saja, Zaujati (istriku).” Nathan coba untuk menenangkan sang istri. Walaupun sejujurnya ia juga risau.
Alea masih harus melahirkan satu lagi buah cinta mereka. Ia tidak boleh berpikir yang tidak-tidak. Walaupun begitu, jantung Nathan juga dibuat berdetak tidak karuan, melihat sebagian tim medis berjibaku untuk membuat bayi keduanya menangis.
Ia berjalan mendekat ke arah tempat di mana bayi-bayinya di simpan. Air mata lelaki yang berprofesi sebagai pilot itu jatuh saat berhasil melihat bayi-bayinya untuk pertama kali. Perasaannya jadi mengharu-biru. Sungguh, kini ia telah resmi menjadi seorang ayah.
“Maaf, Tuan. Bayi kedua Anda….”
Nathan mengangguk paham. “Boleh saya menggendongnya sebentar?”
Bayi-bayinya telah dibersihkan oleh para tenaga kesehatan yang sudah siap dan siaga. Walaupun kulit mereka masih begitu merah, di mata Nathan bayi-bayinya sudah begitu bersih. Karena belum diperbolehkan untuk melakukan skin to skin, akhirnya Nathan meminta izin untuk mendekati buah hatinya yang kedua. Ia membawa wajahnya agar lebih dekat pada mahluk mungil tersebut, lantas melantunkan adzan di telinga kanan milik buah cintanya. Ajaib, setelah melantunkan shalawat nabi, masuk ke kalimat takbir, bayi kedua menangis dengan suara keras.
Keajaiban itu tentu membuat para tenaga kesehatan terheran-heran. Namun, tidak bagi Nathan dan Alea. Mereka percaya jika kuasa Tuhan memang luar biasa. Kepada-Nya lah tempat meminta dan memohon, jadi jangan sungkan menyebut nama-Nya ketika butuh pertolongan.
Selang 13 menit kemudian, bayi yang ketiga berhasil dilahirkan. Kali ini bayinya lahir dengan normal, menangis seperti saudara pertamanya. Cuma tidak sekeras tangis nomer dua.
“Selamat, Tuan dan Nyonya. Bayi kalian lahir dengan sehat dan sempurna. Jenis kelaminnya perempuan, laki-laki, dan perempuan.”
__ADS_1
Nathan tersenyum lebar seraya mengucapkan terima kasih. Ia kemudian menatap sang istri, lalu menjatuhkan kecupan lain di kening wanita yang dicintainya itu.
“Terima kasih banyak, Zaujati (istriku). Kamu berhasil melahirkan ketiga buah hati kita.”
Alea yang masih lemah pasca melahirkan hanya bisa merespon lewat kedipan mata. Namun, dari sorot matanya yang berkaca-kaca, Nathan tahu jika istrinya itu sangat terharu. Mengingat sekarang ia sudah resmi jadi seorang ibu.
“Lantunkan adzan untuk buah hati kita, Mas.”
Nathan mengangguk seraya mengecup punggung tangan istrinya. “Pasti, Zaujati (istriku).”
Mengumandangkan adzan untuk pertama kalinya pada bayi yang baru lahir menandakan bahwa bayi itu merupakan seorang muslim. Orang tua bayi yang menjunjung tinggi dan berpegang teguh pada agamanya, tentu ingin anaknya terus berada di jalan islam. Menurut hadist yang diriwayatkan Abu Ya’la Al-mushili, Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda, ringkasnya supaya melantunkan adzan di telinga kanan pada bayi baru lahir, dan melantunkan iqamah di telinga kiri. Maka bayi itu tidak akan celaka oleh ummu shibyan atau jin pengganggu anak kecil.
Setelah bicara sebentar dengan dokter yang menangani proses persalinan Alea, Nathan pun bergegas mengadzani putra-putrinya setelah mengantongi izin.
“Allahumma sholi ‘ala Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad,” ucap Nathan mengawali. Entah karena terlalu terharu, bercampur dengan bahagia yang menyatu. Suaranya terdengar lebih berat dari biasanya. Namun, sebisa mungkin ia tetap tegar guna mengumandangkan adzan dan iqamah untuk putra-putrinya. Sekalipun pandangannya mengabur seiring berjalannya waktu, tertutup oleh perisai air mata. Ini adalah momen paling sakral dalam permulaannya sebagai seorang baba, jadi ia harus bisa memberikan yang terbaik.
“Allaahu Akbar, Allaahu Akbar.”
✈️✈️
THE LAST
TERIMA KASIH BANYAK BUAT READERS YANG SUDAH BACA SAMPAI PART INI 🥰🥰
Setelah sempat Hiatus hampir satu tahun, akhirnya lapak Nathan dan Alea selesai juga. Semua ini tentu berkat antuasiasme para readers yang sudah mendukung lewat like, komentar, vote, subscribe dan sebagainya.
Jangan bosan-bosan Ya, baca cerita Author. Setelah ini akan terbit lapak DAVIAN. Iya, happy virus Radityan bakal debut 🤗
BDJ juga akan ada EPILOG, jadi jangan dihapus dulu dari perpustakaan.
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon 💐
Tanggerang 03-01-23