
...BDJ 21 : TRUE...
..."Apa yang kamu anggap benar, belum tentu benar. Karena terkadang, apa yang terlihat benar, bukan berarti benar."-Bukan Dijodohkan...
...✈️✈️✈️...
Seorang gadis berhijab syar'i, baru saja keluar dari mobil hitam yang biasa mengantar-jemput dirinya. Hari ini, dia memang pulang agak malam selepas mengantar Nathan di Air port tadi. Dia juga sudah membertahu orang tuanya lewat pesan. Perihal kepulangannya yang akan terlambat hari ini.
"Nona, tunggu."
"Iya. Ada apa?" Tanya Alea.
Dia baru saja ingin melangkahkan kakinya memasuki pintu utama yang menjulang tinggi di hadapannya. Namun, suara perempuan yang berprofesi sebagai bodyguard-nya lebih dulu menyela.
"Boleh simpan benda-benda elektronik nona di sini?"
Alea menyerngit mendengarnya. "Ada apa Aileen?"
"Ada sesuatu yang harus saya chek, nona." Jawab Aileen.
Alea mengangguk sembari menyerahkan tasnya. Di dalam benda tersebut, ada smartphone, macbook iphone, earphone, dan beberapa peralatan yang biasa dia bawa bekerja.
Perempuan bernama Aileen itu mengeluarkan semua barang-barang elekronik milik Alea, lantas menggunakan sebuah benda yang biasanya digunakan untuk mendeteksi benda yang mencurikan. Benda tersebut juga sudah dimodifikasi dan disempurnakan oleh G1.
"Aku masuk dulu ya, Aileen. Kamu bisa antar barang-barang aku ke dalam nanti." Pesan Alea.
"Baik, nona."
Alea mengangguk, lantas berjalan memasuki tempat tinggalnya. Biasanya, bodyguard pribadinya itu tidak pernah memeriksa barang-barangnya. Namun, dia juga tidak mau berpikiran terlalu jauh. Toh, semua itu dilakukan demi keamanannya. Dia tidak akan keberatan jika barang-barangnya harus disita untuk sejenak.
"Assalamulaiku, Papa, Mama."
Ucapnya, menyapa kedua orang tuanya yang tengah duduk di ruang tengah. Pasangan suami istri itu tampak tengah menonton televisi sambil menikmati macaron warna-warni dengan segelas hot mint tea.
Alea bergantian meraih tangan orang tuanya untuk dia salami. Anzar dan Airra menyambutnya dengan suka cita. Mereka senantiasa menyambut kepulanagn putri terkasihnya dengan demikian.
"Tunanganmu itu sudah berangkat, nak?" Tanya Anzar, sambil menyentuh pucuk kepala sang putri sayang.
"Iya, Pah. Kak Nathan sudah berangkat tadi."
"Jadi, sekarang LDR-an ceritanya?" goda Airra.
Alea tersenyum kecil di balik kain penutupnya. "Kak Nathan, kan, pergi kerja. Sudah seharusnya Alea menunggu di sini."
Anzar dan Airra tersenyum senang mendengar jawaban dari sang putri. "Bulan depan rencananya kita mau pulang ke tanah air. Alea ada waktu?" Tanya Airra.
"Insaallah, mah."
__ADS_1
"Iya. Kita pulang ke Jakarta. Di sana banyak yang kangen." Imbuh Anzar. Pria itu sendiri memang sudah rindu kampung halamannya.
Alea mengangguk faham. Dia juga rindu tanah air. Rindu sanak-saudaranya yang berada di sana. Rindu akan segala kehangatan yang ada di mansion utama keluarga Radityan.
"Kalau gitu, Alea naik ke atas dulu, Pah, Mah."
Anzar dan Airra mengangguk sebagai jawaban. Pasangan suami istri itu menatap kepergian putrinya dengan perasaan lega. Mereka senang, karena hubungan Alea dan Nathan semakin hari semakin dekat. Perjuangan pria muda itu tampaknya sudah mulai membuahkan hasil.
Sebagai orang tua, Anzar dan Airra tentu selalu menginginkan yang terbaik untuk putri semata wayang mereka. Terlebih lagi, Nathan adalah calon yang paling unggul sejauh ini. Dari bibit, bebet, dan bobotnya, dia tentu unggul. Hampir mendekati kriteria sempurna yang pantas menjadi pendamping Alea menurut orang tua gadis tersebut.
"Mr. Anzar."
Keduanya menoleh. Mendengar ada suara yang mengintruksi. Ada Aileen--salah satu Agen rahasia yang ditugaskan untuk menjadi bodyguard sang putri. Berdiri tepat di dekat sofa sebelah tempat mereka duduk.
"Why Aileen?"
"Saya menemukan sesuatu yang mencurigakan."
Anzar memfokuskan pendengarannya. Dia menatap lawan bicaranya lekat. "What this?"
"Sejenis alat pelacak atau penyadap. Benda itu ada di gantungan smartphone milik nona muda."
Anzar dan Airra tertegun mendengarnya.
"Benda itu sudah dinon-aktifkan. Sekarang sedang dalam pengawasan mr. Galaksi."
"Baru-baru ini. Kemungkinan hari ini baru diletakkan di sana."
Anazr menghela nafasnya lega. "Mas," panggil sang istri.
"Tenang, Ra. Aku akan selesaikan masalah ini." Jawabnya, sambil menenangkan sang istri.
"Aileen, saya mau informasi selengkapnya malam ini. Jangan biarkan pelakuknya menghirup udara bebas terlalu lama."
"Baik, Mr."
"Dan satu lagi,"
"Ya, Mr?"
"Aku ingin bertenu Galaksi dan Gemintang malam ini juga."
"Yes Mr." Jawab Aileen sebelum pamit undur diri.
Sepeninggalan Aileen, Anzar langsung beranjak dari duduknya. Pikiran pria itu langsung kalut saat mendengar ada yang sudah mulai berani menganggu putrinya. Untungnya, semua ini cepat diketahui. Tidak sia-sia dia membayar mahal puluhan bodyguard ternama yang terlihat maupun tidak guna menjaga putri sematawayangnya.
Alea memang bak putri raja. Dia diawasi selama 24 jam lamanya. Baik oleh bodyguard yang terlihat-yang selalu bersamanya ataupun bodyguard taak kasap mata--yang kerjanya di belakang layar. Anzar tidak mau kecolongan lagi.
__ADS_1
Dia tidak mau jika Alea mengalami hal buruk seperti calon adiknya dahulu. Anzar tidak mau lagi melihat istrinya larut dalam kesedihan yang mendalam karena buah hati mereka kenapa-kenapa. Oleh karena itu, sejak dini dia selalu over protectif, possesive dan sensitive menjaga sang putri.
"Mas, kira-kira siapa yang sudah berbuat seperti ini kepada putri kita?" Airra bertanya dengan perasaan cemas.
Ibu satu anak itu tidak percaya jika ada yang berbuat seperti ini pada putrinya. Padahal, putrinya itu sangat baik hati juga rendah hati. Alea tidak sungkan berbagi, menolong ataupun menerima nasihat orang lain soal dirinya. Siapa sangka, ada saja yang mau mencelakai putrinya yang amat baik tersebut.
"Kamu tenang saja, Irra. Tidak akan aku biarkan tikus itu berkeliaran terlalu lama." Ujar Anzar meyakinkan.
Lagi pula, Anzar tidak pernah berniat untuk bermain-main jika soal keselamatan keluarganya. Kali ini, dia juga tidak akan tinggal diam. Dia akan memastikan jika orang yang berani menganggu buah hatinya menerima ganjaran yang setimpal.
...✈️✈️✈️...
Tiga orang pria tampak tengah duduk sambil bersitegang di bawah percahayaan yang cukup minim. Mereka tengah melakukan pertemuan di sebuah bungker bawah tanah. Bukan di caffe bintang lima, tempat biasanya para pria berdompet tebal bersarang.
"Jadi, wanita itu yang menaruhnya di sana?"
"Hm. Itu terekam jelas dari CCTV ruangan putri abang." Jawab pria yang duduk di hadapannya.
"Kamu yakin Gemintang? Dia itu…. Sahabat putriku." Ujar Anzar kurang yakin. Dia sudah berulang kali menonton rekaman CCTV di ruangan sang putri.
Di sana, terpangpang jelas percakapan putrinya dan wanita berambut pirang. Sampai benda pelacak itu bisa sampai bisa berada di smartphone sang putri. Dia masih tidak menyangka dengan kebenaran yang baru diketahuinya ini.
Bagaimana bisa, seseorang yang begitu dekat dengan putrinya berbuat demikian. Dia ingat betul bagaimana putrinya memperlakukan wanita muda tersebut. Mungkin perumpamaan ‘air susu dibalas air tuba’ itu ada benarnya.
"Aku sudah menyelidi identitas gadis tersebut. Lengkap dengan aktivitasnya beberpa bulan kebelakang." Kini, giliran pria yang duduk di sebelahnya yang berujar.
"Dia menerima banyak panggilan dan melakukan banyak panggilan kepada satu nomer yang sama akhir-akhir ini." Dia menyodorkan kertas HVS yang berisikan catatan panggilan telepon.
"Sudah kamu selidiki pemilik nomer telepon itu, Galaksi?"
Si empunya nama mengangguk, sambil menyodorkan sebuah dokumen. "Ini identitasnya. Dia CEO Andderson Cooperation, salah satu perusahaan yang bekerjasama dengan proyek yang tengah digarap oleh Alea."
"CEO Andderson Cooperation?" Anzar menerimanya. Lantas dengan cepat, dia membuka dokumen tersebut.
Membacanya dengan teliti dan mencerna setiap informasi yang dia dapatkan dari dokumen tersebut. Hingga tiba pada akhir halaman dari dokumen tersebut, dia menggeram lirih. Manik gelapnya menatap lawan bicaranya bergantian. Dia didera keterkejutan yang luar biasa. Bak disambar petir di siang bolong. Dia tak menduga semua ini bisa sampai terjadi.
"Dia…" ujarnya tak mampu menyelesaikan kalimatnya. Maniknya terkunci pada sebuah foto pria muda yang tengah makan di sebuah caffe ternama.
"Putra mantan kekasih abang dan ketua Mafia yang berhasil kabur itu."
****
Jangan lupa komen, vote, like dan follow Author.
Duoble Up❤️
16/07/21
__ADS_1