
BDJ 33 : BLACK BROTHER BERTINDAK
“Kenapa kalian butuh bantuanku?”
Laki-laki paruh baya berwajah western itu berkata seraya menatap dua laki-laki yang berdiri di radius tujuh meter di depan sana dengan bola mata ocean blue miliknya. Mereka adalah mantan musuh bebuyutan di masa lalu. Di masa sekarang, mereka adalah keluarga karena wanita yang mereka cintai terikat tali persaudaraan.
“Kami membutuhkan koneksi mu untuk menutup jalur transaksi di dunia hitam. Kami mendapatkan informasi jika hanya kau yang bisa melakukannya.”
“Menutup jalur transaksi? Tapi untuk apa?”
“Kami membutuhkan itu untuk menahan pergerakan seorang mantan ketua Mafia yang dua puluh delapan tahun lalu dijebloskan ke penjara.”
Laki-laki bermata biru itu mengangguk-anggukan kepala. Hal itu malah membuat darah dagingnya yang sejak tadi mendengarkan obrolan melayang protes, karena sejak tadi pembicaraan ini belum sampai pada inti permasalahan.
“Dad, aku sudah mengirimkan maksud dan tujuan papa Gemintang dan Galaksi datang ke sini lewat surel.”
“Oh, ya? Daddy sepertinya melupakan itu. Kamu tahu sendiri, kan, belakangan ini daddy sibuk mengurusi adik-adik kamu. Kaisar mau menggelar Master-nya di Oxford, sedangkan Keanu ingin lanjut di Inggris. Keanu juga berencana untuk bergabung dengan pasukan elit Inggris—Special Air Service atau SAS. Beda dengan Krystal yang ingin membangun bisnis dan melanjutkan pendidikan di Paris. Daddy pusing mendapatkan laporan-laporan tersebut dari adik-adik kamu,” keluh laki-laki yang memiliki gelar kehormatan Lord tersebut.
Hot Daddy yang memiliki total empat anak dari dua wanita. Tiga putra dan satu putri.
Laki-laki yang jauh lebih muda dari tiga laki-laki yang tadi bicara itu mengangguk. Laki-laki yang barusan bicara adalah daddy-nya. Ayah Astronot Reynandra Pradipta secara biologis. Fubuking namanya. Sedangkan dua laki-laki yang lain, Galaksi Reynand Pradipta dan Gemintang Reynando Pradipta adalah papa Astronot secara ikatan batin. Dua laki-laki itu lah yang mengurus dan membesarkan Astronot puluhan tahun lalu. Di saat keduanya masih sama-sama lajang.
“Aku sudah paham apa maksud dan tujuan kalian datang ke sini. Oleh karena itu, orang-orang ku sudah mulai bergerak. Pria bernama Logan Gallion Smith Anderson itu tidak akan bisa lari kemana pun. Setiap jalur transaksi dari New York dan wilayah sekitarnya sudah mulai ditutup.”
Fubuking—daddy Astronot pernah mengenyam pendidikan di Rusia dan pernah mengabdi di kesatuan militer Belanda itu kembali buka suara. Kedatangan dua Pradipta bersaudara itu ke mansion megahnya bersama putra biologisnya, sebenarnya sudah Fubuking ketahui maksud dan tujuannya. Oleh karena itu, Fubuking juga sudah mulai bergerak. Suami dari Arienda, kembaran Arini—istri Galaksi—Itu juga menerima dengan tangan terbuka permintaan bantuan dari suami adik iparnya.
Fubuking adalah ketua Mafia termasyur yang masih eksis hingga saat ini. Pasalnya Fubuking memiliki latar belakang bagus yang menunjang kemampuannya untuk memiliki dua identitas. Ayah Fubuking atau kakek Astronot sendiri adalah mantan sniper—penembak jitu—asal Rusia yang melegenda.
Fubuking sendiri pernah mengenyam pendidikan di Rusia dan kesatuan militer sebelum akhirnya beralih profesi menjadi Mafia. Gembong perdagangan manusia, obat-obatan terlarang, hewan dilindungi, hingga otak dibalik penelitian senjata biologis terlarang di beberapa LAB yang tersebar di benua Amerika.
Kendati demikian, laki-laki itu mulai ‘insaf’ semenjak dikarunia seorang putra. Ditambah sang istri tercinta akhirnya bisa mengandung dan melahirkan 3 buah cinta sekaligus untuknya. Semenjak itu King—panggilan yang diberikan sang istri—mulai berubah agar dapat menjadi daddy yang baik dan dapat dibanggakan putra-putrinya.
“Kalian bisa kembali ke New York dengan tenang. Tidak perlu memikirkan masalah jalur transaksi, karena aku sendiri yang akan turun tangan,” kata King seraya menyeringai tipis.
Dua Pradipta bersaudara tampak mengangguk tanpa kata. Kedatangan mereka ke kediaman Fubuking memang solusi terbaik.
Pembicaraan tiga minggu yang lalu itu pada akhirnya benar-benar membantu melancarkan jalannya misi operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan malam ini.
“Titik koordinat target utama sudah ditemukan D?”
Laki-laki berpakaian serba hitam yang tengah mengoperasikan sebuah laptop itu mengangguk samar saat mendengar pertanyaan dari leader pada misi kali ini. Di sampingnya, seorang laki-laki berpakaian serba hitam yang lengkap dengan rompi pelindung tengah mengatur posisi senapan laras panjang miliknya.
Mereka saat ini tengah berada di balkon sebuah gedung tua bekas apartemen yang sudah terbengkalai. Jauh di bawah sana, mereka tengah memperhatikan gerak-gerik orang-orang yang keluar masuk ke dalam sebuah warung kopi bernuansa klasik yang tampak tidak terawat jika dilihat dari luar.
“Kirimkan titik koordinatnya, D.”
“Baik, G1. Titik koordinat akan segera dikirimkan,” jawab laki-laki dengan kode identitas berinisial D itu.
“Titik koordinat diterima. Kalian harus tetap waspada. Jika aku memberi kode, baru kalian bergerak.”
“Siap, laksanakan,” jawab D dengan suara tegas.
Di sampingnya, laki-laki pemilik bola mata biru sebening samudra tampak ikut mengangguk. Pada kesempatan kali ini mereka adalah partner. Sedangkan tiga anggota yang lain turun ke lapangan untuk mengeksekusi misi.
“D, masuk.”
__ADS_1
“Ya. Di sini D.”
“Atur posisi.”
“Ok,” jawab D sembari menempatkan posisi senapan laras panjang kedap suara miliknya sendiri. “Berikan kami interupsi. Kami sudah siap di posisi.”
“….”
“GI? G2?” panggil D pada leader dan wakil leader yang ada di seberang sana. Suara mereka tiba-tiba menghilang dari alat komunikasi yang mereka gunakan.
“Ada apa?”
“Suara G1 dan G2 tidak masuk. Kemungkinan ada gangguan jaringan.”
Laki-laki bermata biru itu tampak ikut buka suara, memanggil G1 dan G2 yang tak lain dan tak bukan adalah ayahnya.
“Bidik!”
Suara G1 dan G2 kembali terdengar. Mereka memberikan interupsi yang langsung dieksekusi oleh D dan rekannya. Senapan laras panjang dengan suara yang kedap suara itu melesat di keheningan malam, mengincar dua orang pria yang tampak tengah berbincang di depan toko. Bukan timah panas pada umumnya yang mereka gunakan, melainkan peluru modifikasi yang tidak bekerja dengan cara mematikan lawan. Melainkan membuat lawan hilang kesadaran dengan durasi cukup panjang, yaitu 2 x 24 jam.
Tumbangnya dua laki-laki di depan toko itu membuka jalan bagi tiga anggota lain untuk masuk ke dalam toko guna menyapa rival lama.
“Ternyata di sini tempat persembunyian mu, Logan.”
Suara itu kembali terdengar dengan munculnya dua siluet bertubuh tegap dari kegelapan. Kemunculan keduanya lantas membuat target utama mereka waspada tingkat dewa.
“Kalian ….Black Brother?!”
“Yaeh. It’s me,” sahut salah satu dari dua laki-laki berpakaian serba hitam dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mereka juga kompak menggunakan topi untuk melindungi wajah mereka.
“Kenapa kau terlihat sangat terkejut?” laki-laki itu terkekeh seraya menggerakkan senapan laras panjang yang ia soren.
“Untuk apa kalian datang ke sini? Aku tidak memiliki urusan dengan kalian!”
Logan tampak terkejut mendengarnya. “Jadi kalian masih menjadi malaikat pelindung keluarga sial*n itu?” tawa Logan terdengar kemudian.
Membuat Gemintang menggeram marah di posisinya. Berani-beraninya laki-laki itu berkata demikian.
“Jaga bicaramu, sial*n! sebelum aku membungkam mulutmu itu untuk selamanya.”
“Aku tidak takut,” tantang Logan. “Aku sudah pernah merasakan kematian berulang kali. Maut bukanlah sesuatu yang aku takutkan lagi.”
“Kalau begitu jemput lah ajalmu Logan Gallion Smith Anderson!” murka keturunan Pradipta itu seraya mengangkat senapan, mengarahkan pada lawan bicaranya yang tampak tak gentar sama sekali.
Di posisi lain, Louis tampak dibuat sedikit gentar, bingung, dan cemas dalam waktu bersamaan. Ia tidak tahu siapa mereka. Orang-orang berpakaian serba hitam dengan senjata lengkap itu datang-datang langsung menargetkan laki-laki yang tengah berbicara alot dengannya, yang sialnya lagi adalah ayah kandung Louis.
“Tahan,” interupsi sang partner, membuat Gemintang menahan gerakannya untuk menarik pelatuk. “Kedatangan kita bukan untuk ini,” lanjut partner nya yang tak lain adalah kakaknya sendiri, Galaksi Reynand Pradipta.
Gemintang geram, namun hanya bisa meredam. Ia emosi melihat laki-laki yang dulu sempat membuat kacau satu generasi Radityan. Sekarang ia kembali berulah dengan cara menganggu putri Radityan yang sejak kecil sudah Pradipta bersaudara rawat seperti putri sendiri. Ditambah lagi fakta jika anak biologis laki-laki bajing*n itu tengah gencar mendekati Alea. Apa anak bajing*n itu tidak memiliki cermin di rumahnya?
Mana mungkin keluarga Radityan memberikan restu pada anak dari penyebab dua putra kebanggan Radityan menderita puluhan tahun silam. Tidak mungkin!
Kecuali jika Tuhan yang sudah bertindak untuk menyatukan mereka. Karena niscaya, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh-Nya.
“Siapa kalian? Kenapa kalian mengincarnya?” Louis memberanikan diri menyela ketegangan di antara mereka.
Ia bukan berarti berada di pihak sang ayah, kedatangannya ke sini juga untuk memperingati sang ayah agar menjauh dari sang pujaan hati. Kenapa sekarang malah jadi begini?!
“Oh, jadi ini putramu?” Gemintang berdecak seraya berjalan mendekat ke arah Louis. “Lady killer yang tertarik pada putri kesayangan Radityan yang sangat mulia,” cibirnya saat mereka sudah berhadapan.
__ADS_1
“Jangan terlalu menaruh ekspetasi tinggi untuk mendapatkan Alea. Kalian tidak akan pernah bisa bersama,” desis Gemintang.
“Kenapa? Apa karena aku putra seorang kriminal?” sahut Louis tak gentar.
Logan yang mendengar kalimat sang putra hanya bisa menahan sesak di hati. Putranya sendiri menganggap ia seorang kriminal?
“Karena kau lahir dari pria dan wanita yang telah membuat satu generasi Radityan hampir tercerai berai.”
Louis tampak terperanjat mendengarnya. Sebesar itukah kekacauan yang dulu dibuat orang tuanya? Sampai-sampai ia sama sekali tidak diizinkan mendekati garis keturunan Radityan.
“Jangan pernah berharap lebih, anak muda. Karena sampai kapanpun, Alea Radityan tidak akan menjadi milikmu.”
“Tapi aku tertarik padanya,” kata Louis jujur.
“Tertarik? Kau pikir aku tidak tahu track record mu? Kau tertarik pada Alea, tetapi meniduri sahabat baiknya. Kau pikir aku tidak tahu rencana busukmu itu hah?!” setelah melontarkan Kalimat itu, satu pukulan telak dilayangkan oleh Gemintang pada perut Louis.
Louis yang tidak siap menerima pukulan itu langsung tersungkur ke lantai yang dingin dan kotor. Darah segar langsung keluar dari mulutnya saat ia terbatuk-batuk.
“Sial*n. Berani-beraninya kau menyakiti putraku?!”
Ayah mana yang akan tinggal diam saat putranya diperlakukan demikian? Tentu saja tidak ada. Oleh karena itu, Louis langsung bertindak untuk membalas perlakuan Gemintang. Namun, belum sempat ia menyentuh suami Mentari itu, G1 alias Galaksi sudah terlebih dahulu menahan serangannya.
“Lawan mu bukan dia,” kata Galaksi datar.
“Lawan mu adalah aku.”
Suara familiar lain terdengar bersamaan dengan munculnya sosok lain yang juga menggunakan pakaian serba hitam dan perlengkapan sefety yang lengkap. Logan tampak menyambut kedatangan sosok itu dengan seringai yang mulai menjalar di sudut bibir.
“Akhirnya kita bertemu kembali, Keevanzar Radityan Al-faruq.”
“Ya. Memang sudah seharusnya kita bertemu lagi untuk menyelesaikan masalah ini.”
Ayah dari Alea itu berjalan masuk dengan langkah tegas untuk mendekati Logan. Sedangkan Louis yang tengah meredam rasa sakit akibat pukulan Gemintang, langsung terbelalak saat melihat kedatangan laki-laki itu. Ayah kandung dari gadis yang telah membuatnya tertarik setengah mati. Dalam hati Louis hanya bisa merutuki pertemuan pertama mereka dalam kondisi yang tidak menyenangkan ini.
Hancur sudah jalannya untuk mendapatkan putri Radityan, karena Louis bisa melihat jika laki-laki yang sempat mendeteksi keberadaanya itu tampak menatapnya penuh kebencian.
✈️✈️
TBC
TERBAYAR KAH RINDU READERS PADA GG BERSAUDARA? NAK LANJUT LAGI? JANGAN LUPA KOMENTAR YANG RAMAI 👇
LIKE, VOTE, KOMENTAR, FOLLOW AUTHOR & SHARE ❤️
Sukabumi 04-07-22
REKOMENDASI GUYS!
Blurb :
Kehamilan merupakan sebuah impian besar bagi semua wanita yang sudah berumah tangga. Begitu pun dengan Arumi. Wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah di salah satu rumah sakit terkenal di Jakarta. Ia memiliki impian agar bisa hamil. Namun, apa daya selama 5 tahun pernikahan, Tuhan belum juga memberikan amanah padanya.
Hanya karena belum hamil, Mahesa dan kedua mertua Arumi mendukung sang anak untuk berselingkuh.
Di saat kisruh rumah tangga semakin memanas, Arumi harus menerima perlakuan kasar dari rekan sejawatnya, bernama Rayyan. Akibat sering bertemu, tumbuh cinta di antara mereka.
Akankah Arumi mempertahankan rumah tangganya bersama Mahesa atau malah memilih Rayyan untuk dijadikan pelabuhan terakhir?
__ADS_1
Kisah ini menguras emosi tetapi juga mengandung kebucinan yang hakiki. Ikuti terus kisahnya di dalam cerita ini!
-