Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?


__ADS_3

°BDJ 85 : MANTAN ISTRI CAPTAIN NATHAN?


Jadi Nichole itu siapa? Kiranya pertanyaan itu pula yang menghantui isi kepala Alea. Semenjak nama salah satu nama kaum Hawa itu terucap dari bibir laki-laki yang baru dua belas hari resmi menjadi suaminya, Alea jadi tidak tenang. Ia kepikiran. Apa mungkin perasaan ini yang namanya cemburu?


Alea sempat menyangkal prasangka itu. Sebab ia merasa tidak perlu menyimpan cemburu hanya karena suami yang baru menikahinya tiba-tiba membawa nama seorang kaum Hawa di antara mereka. Lantas siapa itu Nichole? Kenapa tiba-tiba nama itu muncul pasca ia dan Nathan resmi menjadi suami istri? Apa Nichole adalah seseorang yang datang dari masa lalu Nathan? Alea hanya ingin penjelasan. Namun, pada kenyataannya sang suami menahan diri untuk memberikan penjelasan.


Sesuai janji laki-laki itu, mereka menghabiskan waktu setelah dzuhur untuk kembali berwisata. Salah satunya adalah mengunjungi orchid forest cikole. Salah satu destinasi wisata hits yang juga menjadi salah satu tempat singgah pasangan Van’ar dan Aurra kala honeymoon di Bandung. Napak tilas dari singgahnya pasangan beda usia 5 tahun itu adalah potret-potret lawas yang diabadikan oleh Gemintang Reynaldo Pradipta yang kala itu menjadi bodyguard private mereka.


Orchid forest cikole adalah tempat wisata sekaligus tempat budidaya anggrek yang indah dan populer di kalangan para pelancong. Terdapat berbagai koleksi bunga anggrek yang tumbuh subur di orchid forest cikole. Bahkan saking banyaknya koleksi anggrek yang ada di orchid forest cikole, tempat itu menjadi salah satu tempat dengan koleksi anggrek terbesar di Indonesia. Lokasi orchid forest cikole juga tidak jauh dari penginapan Nathan dan Alea.



Selain bunga anggrek spesies dan hibryd, semua dibalut dengan suasana keindahan alam hutan pinus. Beberapa sajian menarik juga terdapat di orchid forest cikole, salah satunya permainan lighting di malam hari, di mana cahaya warna-warni menyorot ke arah batang-batang pinus yang usianya mungkin sudah ratusan tahun. Garden of light, yaitu instalasi taman lampu yang interaktif, mirip bunga yang berganti-ganti warna. Ada sensor gerak dan suara. Wood bridge berupa jembatan gantung 150 meter yang menyala di malam hari, taman neon, sampai orchid house, yaitu tempat pembudidayaan anggrek.




Kendati demikian, ketika ada yang mengganggu hati dan pikiran, rasa-rasanya tempat seindah apapun akan terasa kurang “kena” feel-nya. Sepulang dari orchid forest cikole, Alea tetap menunggu dalam diam. Ia menunggu sang suami mau menjelaskan siapa itu Nichole.


“Ada apa Zaujati (istriku)? Apa ada yang menganggu pikiran kamu?” pertanyaan itu agaknya sangat tidak cocok dilontarkan untuk situasi dan kondisi saat ini.


Namun, melihat sang suami yang masih belum menunjukkan tanda-tanda akan memberikan klarifikasi soal siapa itu Nichole, Alea memilih menghela napas kecil seraya membaringkan tubuhnya di samping sang suami.


“Ada yang ingin kamu dengar dariku, Zaujati (istriku)?”


Nathan kembali bertanya seraya meringkas jarak di antara mereka. Sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan mereka sudah melaksanakan tugas mereka sebagai umat beragama sepulang dari orchid forest cikole. Sekarang tiba waktunya untuk beristirahat. Namun, sebelum itu sepertinya pasangan pengantin baru itu butuh deep talk.


“Nichole itu siapa, Mas?”


Nathan tertegun untuk beberapa waktu. Sang istri yang saat ini berbaring menyamping—menghadap dirinya dengan bola mata jernih yang tidak dapat menyembunyikan rasa penasaran begitu besar.


Nathan tersenyum kecil menangkap reaksi sang istri yang kentara sekali timbul karena benih-benih rekasi kimia bernama cemburu.


“Jadi sisa hari ini kamu berbeda karena kepikiran soal Nichole?”


Bagaimana tidak kepikiran coba? Tiba-tiba saja sang suami bawa-bawa nama perempuan lain tanpa penjelasan.


“Maaf jika kamu jadi kepikiran,” ujar Nathan seraya menyentuh pipi sang istri dengan lembut. Ia sebenarnya bukan tidak memiliki niat untuk menjelaskan, namun belum menemukan waktu yang tepat.


“Jadi siapa itu Nichole, Mas?”

__ADS_1


Alea adalah perempuan yang sudah dewasa. Jika ada yang tidak dimengerti, maka ia akan bertanya. Ia sudah cukup menunggu sang suami memberi klarifikasi. Karena tak kunjung memberi klarifikasi, ketika diberi kesempatan untuk menyuarakan apa yang menganggu pikiran, maka Alea tak sungkan untuk bertanya.


“Aku jelaskan dari awal, ya. Siapa itu Nichole. Tapi, janji satu hal.”


“Apa?”


“Jangan cemburu.”


Alea menggigit bibir bagian dalamnya tanpa sadar. “Cemburu itu reaksi kimia yang manusiawi, Mas.”


Nathan tersenyum tipis seraya mengelus pucuk kepala sang istri. “Nichole itu satu-satunya perempuan yang dekat dengan ku.”


Alea terdiam. Mendengar kata “dekat” tersemat di antara mereka saja sudah berhasil membuat banyak pertanyaan muncul di kepala. Namun, ia segera beristigfar untuk mengenyahkan semua prasangka tak berdasar muncul secara tiba-tiba.


“Tapi, itu dulu. Saat kita masih duduk di bangku SMA,” lanjut Nathan. “Coba lebih dekat ke sini,” pinta Nathan.”


Alea menanggapinya dengan raut wajah bingung. Karena tak kunjung mendekat, maka Nathan yang berinisiatif untuk merapat pada sang istri. “Kamu bisa lihat kumpulan foto dan video yang menjadi alasan kenapa aku dan Nichole bisa dekat.”


Nathan kemudian meraih benda pipih canggih miliknya. Membuka benda tersebut, lalu bergegas membuka galeri. Jemarinya dengan lincah berselancar membuka sebuah folder yang berjudul old memories. Di dalam folder tersebut ternyata terdapat beberapa foto dan video.


“Ini adaah folder berisi rekapan memori selama tiga tahun.”


“Aku dulu sekolah di sekolah menengah atas yang sempat kita lewati saat hendak berangkat ke rumah baru kita.”


Alea kembali memberikan respon berupa anggukan kepala. Ia menjadi penyimak yang baik bagi sang suami. Nathan kemudian melanjutkan sesi bercerita seraya menyetel sebuah video lawas. Video berdurasi hampir tiga puluh menit itu adalah video yang diambil di sebuah ruangan dengan background dinding berwarna putih. Dalam video terlihat ada beberapa orang laki-laki berpakaian seragam serta dua orang laki-laki berpakaian formal. Ada pula laki-laki yang menggunakan pakaian batik, serta sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang duduk di depan mereka.


Suara-suara orang-orang di dalam video kemudian satu per satu mulai terdengar pada menit ke-tiga.


“Saudara Nathaniel Allugard Hazka Dwiarga binti Algafriel Hazka Dwiarga, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Nichole Anathasia dengan mas kawin berupa uang 1 Milyar, satu jet pribadi, satu griya tawang di jonggol, mas 24 karat seberat 222 gram, seperangkat alat salat dibayar tunai.”


“Saya terima nikah dan kawinnya Nichole Anathasia dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”


“Bagaimana para saksi? Sah?”


“SAH?!”


“Alhamdulillah.”


Prosesi ijab Kabul yang dilaksanakan dalam ruangan yang tidak terlalu luas dan dipadati oleh meja-meja serta kursi itu tampak riuh kata kala “sah” menggema. Di depan laki-laki yang menggunakan jas serta peci hitam, duduk sorang laki-laki muda yang baru saja menikahi seorang perempuan cantik bernama Nichole Anathasia.


“Kamu ….sudah menikah sebelum ini, Mas?” tanya Alea dengan suara begitu kecil, sehingga terdengar samar di telinga Nathan.

__ADS_1


“Menikah?”


Alea menatap Nathan tanpa ekspresi. Ia hanya menatap laki-laki berwajah rupawan itu lekat.


“Bukan, Zaujati (istriku). Itu cuma bagian dari praktek mata pelajaran keagamaan di sekolah.”


“….”


“Kamu lihat sendiri tanggal pengambilan video-nya. Dalam waktu yang tertera di sana, apa mungkin laki-laki se-muda itu memutuskan untuk menikah?”


Alea menggelengkan kepala. “Kalau begitu siapa Nichole, Mas? kenapa dia bisa dekat sama Mas?”


“Nichole itu kembaran Nicholas. Teman seperjuangan ku. Dia bercita-cita menjadi orang yang berguna di dunia penerbangan. Namun, Nicholas kembali ke sisi Tuhan sebelum mewujudkan cita-citanya,” lirih Nathan. “Nichole adalah salah satu dari dua hal yang Nicholas titipkan kepadaku.”


“Tapi, kenapa harus kamu, Mas?”


“Karena dia bilang hanya percaya padaku.” Nathan mengembalikan beda pipih nan canggih miliknya ke atas nakas. “Jika kamu teliti melihat video tadi, Nicholas itu yang bertugas sebagai wali nikah. Wajah mereka mirip, tetapi memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan Nichole.”


“Kenapa dengan Nichole, Mas?”


“Nichole pernah mengalami krisis percaya diri karena dianggap terlalu sempurna.”


Alea tampak terkejut mendengarnya. Ia sekilas sempat melihat wajah Nichole. Perempuan bernama Nichole itu memang memiliki wajah yang cantik, manis, dan dewasa dalam waktu bersamaan.



“Nichole memang diberi kelebihan berupa paras yang rupawan oleh Tuhan. Namun, ia jadi bulan-bulan beberapa oknum karena dianggap terlalu sempurna. Semenjak Nicholas pergi, aku menjadi satu-satunya orang yang Nichole percayai. Oleh karena itu, kami dekat saat masa-masa SMA.”


“Sedekat apa, Mas?”


Nathan tersenyum tipis mendengar pertanyaan sang istri. “Sedekat apapun aku dengan Nichole, tetap tidak akan mampu mengalahkan kedekatan ku dengan kamu. Perempuan yang namanya tertulis di lauh mahfudz bersanding dengan namaku.” Ia kemudian membawa sang istri untuk semakin merapat padanya. “Lagipula aku selalu menjadi diri ketika dekat dengan Nichole, karena ada hati yang harus aku jaga.”


✈️✈️


TBC


Jika suka jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon, dan tonton iklan sampai selesai 😘


NOTE : JANGAN LUPA BACA CERPEN HOROR PERTAMA AUTHOR : TEROR POCONG MELUDAH


Tanggerang 05-10-22

__ADS_1


__ADS_2