
Hari itu bisa dikatakan hari baik, namun dipenuhi dengan roman-roman tidak menyenangkan. Perubahan mood membuat suasana hati kian tidak sejalan. Ditambah lagi karena alasan menunggu penumpang, baik yang baru melapor, pindah pesawat, atau penerbangan lanjutan. Serta terjadinya antrian pesawat udara lepas landas (take off), mendarat (landing), atau alokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di Bandar udara, membuat pesawat yang ia kemudikan gagal terbang pada waktu yang telah ditentukan.
Pesawat yang sore itu harus dikemudikan oleh Nathan mengalami delay. Istilah delay sendiri adalah istilah yang biasa digunakan ketika sebagian waktu pelaksanaan yang tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana, sehingga menyebabkan beberapa kegiatan yang mengikuti menjadi tertunda atau tidak dapat diselesaikan tepat sesuai jadwal yang telah direncanakan. Alhasil ketika tiba di bandara JFK atau bandara internasional John F. Kennedy, Nathan telah mangkir dari jam yang telah ia janjikan pada sang istri.
Padahal Nathan sudah rindu sekali pada istrinya yang sedang hamil tua itu. Satu minggu lama penerbangan kali ini, terasa sebanding dengan satu bulan perjalanan saat dulu ia masih single. Terasa begitu lamaa. Bedanya, dulu tidak ada yang menunggu ketika pulang ke rumah. Sekarang beda lagi. Ada istri serta calon buah hatinya.
Baru saja menginjakkan kaki dari pintu kedatangan, hal pertama yang ia lihat adalah lautan manusia yang sedang menunggu kedatangan para penumpang. Namun, bukan itu yang menarik perhatian. Melainkan airport announcement yang terdengar menyebut-nyebut namanya.
“Good Afternoon, ladies and gentlemen. Emergency call for Captain Nathaniel Dwiarga. His presence was waited in the waiting room of terminal three.”
(Selamat sore, hadirin sekalian. Panggilan darurat untuk kapten Nathaniel Dwiarga. Kehadirannya ditunggu di ruang tunggu terminal tiga)
Setelah menangkap maksud dari airport announcement tersebut, Nathan sepat terdiam beberapa detik. Ketika rekan sejawatnya menepuk bahunya, ia langsung sadar dan segera mencari telepon yang dimatikan semenjak lepas landas. Ketika ia kembali berjalan setelah berpamitan pada rekan-rekannya, telepon miliknya baru menyala. Setelah menghidupkan data internet, ternyata sudah ada beberapa pesan yang masuk. Dari sekian banyak pesan, cuma 2 butir pesan dari ayah mertuanya yang langsung ia baca.
Dari dua pesan singkat tersebut, intinya sang istri akan segera melahirkan. Jadwal persalinan sang istri diperkirakan masih dua minggu ke depan, ternyata maju. Mungkin para buah hati mereka sudah tidak sabar untuk menyapa dunia. Secara naluriah, Nathan langsung mempercepat langkahnya menuju ruang tunggu terminal tiga di bandara John F. Kennedy. Pasti sudah ada yang menjemputnya.
“Bang!”
Tuh, kan. Benar dugaannya, sudah ada yang menjemput.
“Gean kira Abang udah landing dari….”
“Kunci mobil,” potong Nathan seraya menyerahkan koper miliknya pada sang adik yang sore itu tampak fresh dan ganteng seperti biasa dengan outfit branded.
__ADS_1
“Hah?”
“Kunci mobil,” ulang Nathan.
Gean mengangguk, lalu menyerahkan kunci mobil mewah yang sore itu ia bawa. Kebetulan ia hendak hangout dengan teman-teman lamanya saat mendengar kabar jika sang kakak ipar akan melahirkan. Jadi tak heran jika outfit yang ia kenakan branded dan berduit.
“Kamu parkir di mana?”
“Di daily parking biasa, dekat pintu keluar,” jawab Gean.
Nathan mengangguk tipis kemudian berjalan cepat meninggalkan sang adik. Gean sampai dibuat melongok melihat aksi abangnya itu. Jangan-jangan karena saking buru-buru nya, sang abang akan mengorbankan mobil mewah miliknya yang baru keluar dari showroom. Bukan masalah mobil beserta harga yang utama, melainkan keselamatan calon baba tersebut.
“Bang!”
“Aku aja yang nyetir. Abang lagi risau begitu, mending tenangkan diri. Banyakin istighfar selama di perjalanan.”
“Tidak. Lebih baik—“
“Nggak ada penolakan pokoknya,” potong Gean. Ia dengan segera merebut kunci mobilnya, lantas membuka lock door. Koper sang abang juga sudah ia amankan ke bagasi. “Buruan naik, Bang. Keburu Mbak Alea nya lahiran!” serunya setelah berhasil mengambil alih kemudi.
Nathan mengangguk. Ia memang sangat mencemaskan kondisi sang istri. Tulang rusuknya itu pasti menunggu kehadirannya. Nathan bisa merasakannya. Pantas saja sejak pagi ada saja yang membuat suasana hatinya tak nyaman juga tak tenang.
Keputusan menjadikan Gean sebagai driver memang sudah sangat tepat. Mereka bisa tiba di rumah sakit dengan lebih cepat dan selamat. Entah bagaimana ceritanya jika Nathan yang menjadi driver, mengingat ia tidak bisa fokus jika sedang ada yang menganggu pikirannya.
__ADS_1
Tiba di rumah sakit New York Presbyterian University Hospital of Columbia and Cornell, Gean langsung mengawal sang abang menuju ruang bersalin kakak iparnya. Menurut informasi terbaru yang ia dapatkan, kakak iparnya masih belum melakukan persalinan, karena pembukaannya belum lengkap. Secara tidak langsung, itu berarti para calon keponakannya menunggu kehadiran ayah mereka.
“Nathan,” sambut Airra yang sudah berkaca-kaca. “Lekas masuk, Nak. Alea tidak mau ditemani siapa-siapa, karena tahu Mamah dan Papah masih bunya issue dengan ruang bersalin.”
Nathan mengangguk setelah menyalami para orang tua satu per satu. Kedua orang tuanya juga ada di sana, mereka baru tiba kemarin. Mungkin sudah ada feeling, jadi Gea mendesak Al untuk segera bertolak ke New York. Mereka berdua tentu tidak mau melewatkan kelahiran cucu-cucu pertama mereka.
“Satu langkah lagi, Nak,” ujar ayah sebelum Nathan menyusul sang istri. “Temani istrimu di dalam sana. Ini adalah momen paling penting bagi seorang wanita. Sudah sepatutnya sebagai pria yang menjadi suaminya, kamu mendampingi dan memberinya support sepenuh hati.”
“Iya, Pah. Nathan paham,” sahut sang putra. “Kalau begitu Nathan masuk dulu. Mohon do’a nya untuk Alea dan bayi-bayi kami.”
Para orang tua beserta Gean mengangguk, menjawab permintaan terakhir Nathan sebelum mengikuti seorang petugas medis, memasuki ruang bersalin. Calon baba itu siap mendampingi calon umma melahirkan buah cinta mereka.
✈️✈️
Welcome 2023🎉🎉
Semoga tahun ini banyak lagi cerita yang dapat Author bagi untuk readers. Jangan bosan-bosan baca cerita Author ☺️
COMING SOON 👇
BESOK LAST PART BDJ SAMA UFB 👋
__ADS_1
Tanggerang 01-01-22