
Annante tidak perlu terkejut lagi ketika mendengar jika wanita beruntung yang berhasil mengandung benih Louis Gallion Anderson Kim adalah Leasya Annabeth Carrienella Kim. Rasa terkejut memang ada, tetapi tidak dalam konotasi “sangat” terkejut. Ia memang sudah bisa menebak sejak lama, jika hubungan mereka lebih dari sekedar friends with benefit. Terlebih dilihat secara langsung maupun tidak langsung, mereka berdua sama-sama peduli terhadap satu sama lain. Walaupun terkadang ego menyakiti keduanya.
Kendati demikian, yang membuat Annante terkejut bukan main adalah tiga puluh menit pasca pertemuannya dengan Louis, ia langsung dipanggil oleh Human Resources Development. Annante tentu terkejut tiba-tiba dipanggil pada hari pertamanya bekerja—lebih tepatnya menjalani masa uji coba atau trainee selama tiga bulan ke depan. Yang lebih mengejutkan bagi Annante adalah empat puluh lima menit kemudian, semua barang-barang yang baru ia tata harus kembali dimasukkan ke dalam sebuah box berwarna coklat. Box yang identik digunakan sebagai wadah untuk menyimpan barang-barang pegawai yang akan keluar, entah itu resign atau dipecat secara tidak hormat.
Lebih gilanya, Annante baru bisa menelaah keadaan ketika sudah berada dalam lift yang akan membawanya naik ke lantai atas. Bukan lantai bawah. Kenapa ke lantai atas—lebih tepatnya lantai 45, bukan lantai dasar? Karena Annante baru saja dipecat dari kerjaannya sebagai staf secretariat biasa. Lalu untuk apa ia pergi ke lantai atas? Tentu saja untuk menemui atasan barunya.
Entah apa yang dilakukan oleh Louis, tetapi yang jelas laki-laki itu telah merekomendasikan Annante pada pihak Human Resources Development untuk diberi posisi yang lebih tinggi, misalnya sekretaris Direktur, atau bahkan Presiden Direktur atau Presdir. Mengingat pengalaman Annante terlalu sayang jika hanya ditempatkan pada posisi staf biasa.
Atas rekomendasi Louis yang merupakan salah satu pemegang saham di perusahaan Star up tersebut, Annante langsung naik jabatan. The power of orang dalam memang beda. Walaupun demikian, Annante jadi merasa sungkan. Ia malah takut karena hal ini ia akan dipandang sebelah mata. Namun, ternyata teman-teman di divisi secretariat cukup kooperatif. Meraka yang sudah tahu latar belakang, skill, serta pengalaman Annante tidak terlalu terkejut lagi.
Bagaimana pun juga perusahaan Star up tersebut tidak sebesar perusaan Radityan Cooperation. Mereka tidak perlu menyangkal lagi jika orang-orang yang bergabung dengan perusahaan tersebut punya kemampuan yang mumpuni, termasuk Annante. Walaupun alasan kenapa Annante resign sampai saat ini belum diketahui dengan jelas. Annante hanya mengatakan bahwa ia resign karena ingin mencari pengalaman kerja di tempat baru.
“Selamat siang, maaf menganggu waktu Anda, sir.”
Annante mendapat arahan dari sekretaris calon atasannya untuk langsung masuk jika ketukannya tidak dijawab-jawab. Kemungkinan besar sang pemilik ruangan sedang sibuk.
“Sir?” panggil Annante lagi untuk kedua kalinya. Ia pun memberanikan diri untuk melangkah lebih dalam, karena hanya terdengar suara ketikan di dalam ruangan besar yang sunyi dan senyap.
“Sir. Maaf menganggu waktu Anda. Saya pegawai baru yang diminta untuk datang ke sini,” ujar Annante memberanikan diri.
Di hadapannya, ada dua gunung dokumen yang menutupi aksesnya untuk melihat rupa si empunya ruangan.
“Ah, jadi kamu pegawai baru yang direkomendasikan oleh Louis.”
Annante mengangguk, walaupun ia tahu pemilik ruangan yang ia tebak seorang pria itu tidak akan melihatnya. “Yes, Sir.”
“Hm. Baik, kalau begitu kamu bisa langsung bekerja.”
“Baik, Sir.”
Keheningan kembali menyapa setelah Annante merespon demikian. Atasan barunya juga tidak punya inisiatif untuk beranjak, sehingga mereka bisa bertatap muka.
“Sir.”
“Hm?”
“Jika boleh tahu, posisi saya di sini sebagai apa?” tanya Annante. Ia lihat posisi sekretaris pria dengan jabatan Presiden Direktur itu sudah terisi. Lalu, apa pekerjaannya?
“My personal assistant.”
__ADS_1
“Asisten pribadi?” gumam Annante. Jantungnya tiba-tiba berdebar. Untuk kali ini ia tidak mau salah mengambil langkah. Jika Louis menyodorkannya pada kandang buaya, ia akan segera mundur dengan segera. “Pekerjaan utama saya apa saja, Sir? jika boleh tahu.”
Cukup lama hening mendera. Membuat Annante resah sendiri.
“Ternyata Anda cukup banyak bicara, Lady.”
Kalimat itu terdengar bersamaan dengan suara kursi yang terdorong. Detik berikutnya, Annante akhirnya bisa melihat wajah atasan barunya. Pria pemilik ruangan tersebut baru saja berdiri, memperlihatkan wajahnya yang terlihat lelah. Kedua bola mata nya yang berwarna biru tampak dibingkai oleh frame kacamata, menatap langsung ke arah Annante.
“Saya Immanuel Asrahan. Kamu bisa memanggil saya Nuel.”
“Yes, Sir Nuel.”
“Pekerjaan kamu adalah meng-handle jadwal kerja saya yang sudah diatur oleh sekretaris. Kamu juga diharuskan untuk mendampingi saya dalam perjalanan bisnis, sedangkan sekretaris saya tetap bekerja bekerja perusahaan.”
Oke, sejauh ini Annante bisa bernafas lega karena pekerjaannya manusiawi. Jika dilihat-lihat, atasan barunya juga bukan tipikal manusia bermuka dua. Sepertinya bisa dipercaya.
“Baik, Sir. Ada lagi?”
“Untuk lebih detailnya, nanti akan dilampirkan lewat surel.”
Annante mengangguk seraya tersenyum tipis. Mungkin kali ini bisa percaya pada Louis. Pria itu memberinya pekerjaan yang lebih baik. Dengan cara seperti ini, ia bisa sedikit demi sedikit memperbaiki nama, karir, serta kehidupannya.
“Senang bertemu Anda, Sir. Untuk kedepannya, saya harap bisa bekerja dengan baik sebagai asisten Anda.”
✈️✈️
Louis yang baru saja kembali dari luar, langsung mendapatkan informasi dari sang sekretaris jika ada yang menunggu kehadirannya.
“Mereka menunggu di ruang tunggu, Tuan.”
“Mereka? tamunya lebih dari satu orang?” tanya Louis seraya melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya di suhu yang sukup tidak bersahabat.
“Yes, sir,” jawab Jack. “Mereka adalah pasangan suami-istri.”
Louis tidak merespon apa-apa, namun mata abu-abunya menatap Jack lekat. Seolah-olah meminta penjelasan.
“Maksud saya, mereka adalah CEO Arga’s Air dan CEO Radityan Corp’s.”
Louis yang tadinya sedang melangkah langsung terdiam seketika itu juga. Apa telinganya tidak salah dengar? Pasangan pengantin baru itu datang menyambangi perusahannya tanpa undangan?
__ADS_1
“Apa kau sedang bercanda, Jack?”
Pria berpakaian serba hitam dari ujuang rambut hingga ujung kuku itu menggeleng. “Tidak, Tuan. Saya serius, mereka memang ada di ruang tunggu. Sedang menunggu Anda.”
“****! kenapa kau tidak bilang dari tadi,” ujar Louis seraya mempercepat langkah kakinya.
“Saya sudah mencoba memberitahu Anda, Tuan. Namun, Anda terlihat marah sebelum sempat saya jelaskan.”
“Aku bukan marah, cuma sedikit merasa kesal.”
Jack manggut-manggut mendengarnya. Langkah lebar Louis tidak menyulitkan Jack sama sekali untuk mengikutinya. Tiba di ruangan yang dimaksud, pandangan Louis langsung tertuju pada pasangan suami istri yang siang itu datang dengan pakaian serasi. Dominasi warna monokrom.
Si suami menggunakan celana bahan hitam yang dipadukan dengan atasan kemeja putih yang lengannya digulung dengan rapih. Sedangkan sang istri tampak menggunakan pakaian syar’I dengan dominasi warna hitam. Tidak terkecuali cincin berwarna hitam yang tak luput dari pandangan. Namun, di antara dominasi warna hitam tersebut, perempuan yang sempat mengusik relung hatinya datang dengan membawa bouquet bunga mawar kuning. Satu-satunya objek yang mencolok dari segi warna.
“Maaf jika kedatangan kami menganggu waktu makan siang Anda.” Nathan adalah orang pertama yang buka suara. “Kami datang kesini untuk berbicara.” Nathan yang berdiri sembari menggenggam tangan sang istri lantas menoleh. Menatap ke arah istri tercintanya. “Lebih tepatnya menemani istri saya membicarakan sesuatu dengan Anda.”
Alea juga menoleh, menatap wajah rupawan sang suami yang meneduhkan hati. Di balik kain penutup wajah yang digunakan, ada senyum tersungging untuk sang pujaan hati. “Mas.”
Seolah-olah paham akan maksud sang istri, Nathan menyunggingkan senyum tipis seraya melonggarkan tautan tangan di antara mereka. Membiarkan sang istri maju beberapa langkah guna memberikan bouquet bunga yang menjadi simbol persahabatan tersebut.
“Aku datang untuk bicara dengan kamu. Tapi, aku datang bersama suamiku, bukan seorang diri. Karena aku tidak bisa bertemu pria lain tanpa didampingi oleh suamiku.”
✈️✈️
TBC
Halo readers!
Maaf jarang update, padahal seharusnya BDJ ending bulan kemarin 🥲
Tapi, nggak papa. Ending insyaallah bulan ini. Supaya bulan depan bisa launching para Perwira gagah & pemberani. Bisa tebak siapa? waiting ya.
Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share tabur bunga sekebon 💐
MAMPIR JUGA KE UN FAMILIAR BROTHER & MENDADAK JADI ISTRI PRESDIR 👇
__ADS_1
Tanggerang 04-12-22