Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK


__ADS_3

BDJ 76 : BERBANDING TERBALIK



“Kakak cuma bawa satu piring?” pertanyaan polos itu dilontarkan Alea setelah menutup pintu kamar. Ia kemudian menatap nampan yang di bawa sang suami.


Di atas nampan tersebut hanya ada satu piring berisi nasi beserta laut-pauk. Ada segelas air putih, serta satu piring kecil berisi beberapa potong buah segar. Tidak lupa juga tujuh butir buah kurma Ajwa yang warnanya begitu gelap, namun rasanya tidak terlalu manis, sedikit asam, mirip dengan kismis.


“Hm. Ada yang salah?”


“Kakak ….tidak mau makan malam?”


Nathan tersenyum tipis mendengar ucapan istri polosnya. Padahal satu piring yang ia bawa adalah kode. Kendati demikian, sepertinya Alea belum menangkap maksud dari kode tersebut.


“Duduk di sini.” Nathan menepuk-nepuk tempat kosong di sisinya, setelah ia mendudukkan diri di ujung tempat tidur.


Perempuan yang menggunakan gamis berwarna putih—senada dengan warna baju sanga suami—motif bunga-bunga berukuran kecil itu mengangguk. Ia kemudian mendudukkan diri di samping sang istri.


“Dengar Zaujati (istriku), Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang.”


Alea terdiam. Sekarang ia menangkap maksud dari ucapan serta tindakan sang suami. Pantas saja tiba-tiba Nathan hanya membawa satu piring berisi nasi, padahal mereka akan makan bersama. Jadi, ini toh maksudnya. Nathan ingin makan besama, dalam konotasi yang sebenarnya. Makan bersama, satu piring berdua.


“Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda, dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.” Nathan menatap sang istri dengan senyum tipis. “Selain itu, Sayyidah Aisyah juga pernah berkata jika beliau dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam biasa makan dan minum dari tempat yang sama. Jadi, alangkah lebih baik jika kita mengikuti sunah Rasulullah. Lagipula kita sudah resmi menjadi suami-istri.”


Alea menunduk malu. Sungguh, selalu ada saja perkataan sang suami yang membuatnya tersipu malu. Mulai dari malam pertama mereka saja, saat hendak tidur, Nathan izin memeluk sang istri dengan alasan tidur menghadap sebelah kanan adalah salah satu sunah Rasulullah. Dari segi medis, posisi tidur menghadap kanan merupakan posisi tidur yang baik, karena memudahkan untuk bangun, dan sangat baik untuk organ tubuh, yaitu organ jantung karena dapat mengurangi tekanan jantung. Ditambah lagi alasan yang paling kuat adalah Nathan memang sangat ingin tidur sambil memeluk sang istri untuk pertama kalinya.


Intinya, begini. Nathan itu selalu bertindak dengan didasari oleh sebuah alasan. Terutama tindakan kecil yan menjadi ladang pahala bagi pasangan suami-istri, misalnya makan bersama istri dari piring yang sama. Supaya Alea tidak merasa canggung, ia sengaja mengutip sabda Rasulullah yang berkaitan dengan tindakan yang hendak dilakukan. Melestarikan sunah Rasulullah, plus mengais pahala bersama sang istri, itu adalah tujuan utama Nathan. Bonusnya, hubungan dengan sang istri bisa semakin harmonis.


“Kamu keberatan makan sepiring berdua, Zaujati (istriku)?” tanya Nathan dengan suara lembut.


“T-idak, Mas.”


“Yakin?”


“Insya Allah Alea yakin, Mas. Lagipula ini adalah satu sunah Rasulullah,” lanjut Alea. Ia kemudian mengangkat pandangan, menatap wajah tampan juga rupawan milik suaminya. “Jika suami Alea hendak memberikan nafkah, kenapa Alea menolak?”


Nathan tersenyum. “Kalau begitu sekarang kita makan. Kamu belum makan sejak siang, ‘kan?”

__ADS_1


Alea mengangguk. Ia memang belum makan sejak siang, dan ternyata Nathan mengetahui hal tersebut. Itu berarti Nathan sangat memperhatikannya seharian ini.


“Makan ini dulu, ya.” Nathan menyodorkan beberapa butir buah kurma Ajwa pada sang istri. “Dalam sebuah hadist, nabi Muhammad juga menganjurkan makan kurma Ajwa 7 butir sehari agar terhindar dari berbagai jenis penyakit. Jadi kamu jangan kaget jika aku suka mengonsumsi buah ini setiap hati.”


“Alea juga suka makan buah kurma, Kak. Apalagi kurma Nabi, atau kurma Ajwa ini.”


Nathan tersenyum mendengarnya. “Kalau begitu segera lah dimakan. Jangan lupa baca basmalah terlebih dahulu, Zaujati (istriku).”


Alea mengangguk. Saat ini ia memang sudah tidak menggunakan kain penutup wajah, karena permintaan khusus sang suami. Jika sedang berdua seperti ini, Nathan ingin memiliki akses agar lebih leluasa menikmati wajah cantik sang istri. Beda cerita jika mereka tengah berada di luar, Nathan malah tidak ingin kecantikan sang istri dilihat pria lain se-inci pun.


“Ayo dimakan,” kata Nathan lagi, kemudian ia ikut memakan satu butir kurma Ajwa.


Seperti yang telah banyak orang ketahui, kurma Ajwa atau biasa disebut kurma Nabi—konon kurma Ajwa adalah kurma pertama yang ditanam sendiri oleh nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasalam—terkenal sebagai kurma paling enak dengan daging lebih tebal dan kenyal. Rasa kurma Ajwa sendiri tidak terlalu manis, sedikit asam, mirip dengan kismis. Warna kurma Ajwa juga cenderung berwarna coklat kehitaman. Permukaan kurma Ajwa juga lebih mengerut jika dibandingkan dengan jenis kurma lain.


Setiap satu buit kurma Ajwa mengandung gula 77 persen, yang terdiri dari 0,5 persen sukrosa, 34,5 persen glukosa, dan 25,6 persen fruktosa. Terdapat pula kandungan mineral sebanyak 3 persen. Jumlah ini lebih banyak ketimbang kurma biasa yang hanya mencapai 1,5 sampai 2,7 persen. Kandungan kalsium pada kurma Ajwa pun lebih tinggi, yakni sekitar 1,22 gram per 100 gram.


“Masya Allah.”


Kalimat tayyibah Nathan ucapkan saat melihat sang istri menerima suapan pertama dari tangannya. Sungguh, ia merasa ada jutaan ledakan yang terjadi di rongga dadanya. Euforia yang baru ia rasakan ini tercipta hanya karena melihat sang istri makan langsung dari tangannya.


“Makan yang banyak, Zaujati (istriku). Ini adalah salah satu bentuk dari nafkah yang dapat aku berikan untuk kamu.”


“Selama tangan ini masih mampu untuk memberi kamu nafkah seperti ini, aku tidak akan segan-segan melakukannya.”


Alea tersenyum, kemudian mengangguk. Namun, ia tidak menjawab menggunakan kata-kata, karena sedang makan.


“Ayo kita mencari pahala lebih banyak untuk bekal menuju jannah-nya Allah, Zaujati (istriku),” kata Nathan untuk terakhir kalinya. Ia kemudian ikut menikmati makanan yang telah ia bawa, menggunakan sendok bekas sang istri.


Apa Nathan jijik? Tidak. Untuk apa jijik, toh Alea adalah istrinya. Calon ibu dari anak-anaknya kelak. Rasulullah saja biasa makan dari bekas yang sama bersama istri-istrinya, jadi untuk apa ragu untuk mengaplikasikan sunah Rasulullah. Selagi kita bisa dan mampu melakukannya.


Berbanding terbalik dengan pasangan suami-istri yang baru saja menikah dan tengah senang-senangnya memadu kasih, seorang perempuan cantik yang tengah hamil muda tanpa suami, tampak tengah berjalan-jalan seorang diri di sebuah tempat yang dipenuhi oleh street food alias pedagang kaki lima.


Menggunakan pakaian yang nyaman dan cukup tertutup, ia nekad keluar rumah seorang diri karena sendang menginginkan sesuatu. Sebenarnya ia pergi bersama sang manager, namun manager nya harus kembali ke mobil yang diparkir agak jauh, karena beberapa barang pentingnya tertinggal.


Ada banyak jenis makanan yang menggiurkan dijajakan di sini. Salah satunya adalah stand yang menjual berbagai jenis olahan seafood. Jika saja tidak mengandung, ia akan mencicipi beberapa menu yang dijual di stand tersebut. Ia adalah pecinta seafood. Namun, mengingat ia tengah mengandung, ide tersebut urung untuk diwujudkan.


Ikan dan hewan perairan (seafood) lainnya adalah sumber protein dan kaya asam lemak omega-3. Kedua nutrisi ini baik untuk perkembangan bayi. Namun, FDA selaku Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat menggolongkan beberapa jenis seafood sebagai makanan yang dilarang untuk ibu hamil karena mengandung merkuri. Sebetulnya, hampir semua ikan dan hewan air mengandung merkuri.

__ADS_1


Merkuri adalah senyawa kimia dari limbah yang paling banyak mencemari perairan dan menjadi makanan yang pantang untuk ibu hamil. Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang paling tinggi kandungan merkurinya sehingga tergolong sebagai makanan yang dilarang saat hamil. Ikan dengan kandungan merkuri termasuk makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil karena dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan otak bayi. Oleh karena itu, ia harus sangat selektif dalam memilih olahan seafood ataupun seafood yang masih mentah.


Jenis ikan tinggi merkuri yang termasuk pantangan makanan bagi ibu hamil sendiri terdiri dari ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, dan ikan tuna sirip kuning, udang, salmon, tuna, sarden, lele, ikan bilis, ikan nila (tilapia), dan ikan trout.


“Jangan sembarangan beli olahan laut,” ujar sang manager yang tiba-tiba sudah ada sampingnya.


“Iya, Kak. Aku mengerti,” jawabnya seraya mengelus perutnya yang masih rata. “Mommy janji, setelah kamu lahir dan agak besar, kita akan hunting makanan seafood bersama.”


Manager perempuan cantik itu tertawa kecil. “Kau ini sedang bicara dengan fetus, sudah seperti bicara dengan siapa saja. Fetus itu belum bisa mendengar.”


Perempuan cantik bernama Lea itu tersenyum tipis. Ia memang suka mengajak fetus yang ada di dalam rahimnya mengobrol, walaupun tahu jika mahluk mungil tersebut belum dapat mendengar.


“Kamu mau beli apa? biar aku pesankan.”


“Hmm, aku bingung, Kak.”


“Kalau begitu aku saja yang mencari beberapa jenis makanan. Temanku merekomendasikan beberapa menu yang sehat dan popular di festival ini.”


“Benarkah?”


“Iya,” sahut sang manager. “Bagaimana kalau kita mulai membeli dari alpukat kocok itu. sepertinya cocok untuk menyegarkan tenggorokan. Ditambah lagi alpukat kaya sumber serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalium, vitamin B6, dan tinggi asam lemak baik. Asam lemak baik pada alpukat bermanfaat dalam membantu perkembangan otak, sistem saraf, jaringan, dan kulit janin. Sementara kandungan kalium yang tinggi pada alpukat mampu mengurangi keluhan kram kaki yang dialami ibu hamil.”


Lea tampak terpukau mendengar penjelasan sang manager. “Really?”


“Iya. Itulah mengapa saat usia kehamilan memasuki trimester kedua, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat.”


“Ok, kalau begitu kita beli itu.” Lea tampak antusias saat mengajak sang manager.


Manager Lea tentu menyanggupi dengan senang hati. Selama berada di Negara ini, ia pikir Lea akan merasa terpuruk dan terus bersedih. Namun, kenyataannya Lea terlihat lebih hidup, serta bebas. Ia menikmati hari demi hari sebagai calon ibu. Ia tidak merasa terbebani sedikitpun dengan kehadiran fetus di rahimnya yang mengancam karir yang telah ia bangun susah payah.


Lea bahkan pernah berkata, bahwa nyawa fetus yang ada di rahimnya lebih berharga, ketimbang karir gemilang yang sudah ia jaga. Sekalipun kehadiran fetus itu tidak disengaja dan tak terduga.


✈️✈️


TBC


NEXT??

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENTAR, FOLLOW AUTHOR, BOOM BUNGA SEKEBON, TONTON IKLAN JUGA SAMPAI SELESAI 💙


Tanggerang 20-09-22


__ADS_2