Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 61 : PENGHIANAT


__ADS_3

BDJ 61 : PENGHIANAT


“Bagaimana? Berhasil?”


“Of course,” sahut laki-laki yang menggunakan seragam khas staf bandara JFK. “Bagaimana dengan staf Radityan Corp’s yang berkhianat? Sudah diamankan?”


“Sudah. Saat ini sedang dieksekusi oleh Papa.”


“Bagus. Ramuan kejujuran pasti akan bekerja dengan baik.”


Fajar Pradipta—yang baru saja angkat bicara tampak menyunggingkan senyum tipis. Sedangkan lawan bicaranya—Antariksa Pradipta—hanya mengangguk-anggukkan kepala. Ramuan kejujuran yang Fajar bicarakan bukan ramuan kejujuran yang seperti ramuan Veritaserum—ramuan kejujuran yang membuat seseorang tidak bisa mengelak sama sekali. Jika dalam film Harry Potter diajarkan tentang berbagai macam ramuan ajaib, mulai dari fungsi, komposisi, sampai cara membuatnya oleh Profesor Severus Snape atau Profesor Horace Slughorn. Ramuan kejujuran yang dimaksud Fajar Pradipta lebih condong ke racikan ilmuan yang memiliki efek khas, sehingga si pengguna akan berbicara jujur karena dorongan dari dalam dirinya sendiri.



Ramuan itu kemudian digunakan untuk kepentingan tertentu, seperti penyidikan atau pencarian motif dari sebuah peristiwa yang menggemparkan dunia.


Saat ini Pradipta bersudara itu sedang diturunkan ke lapangan, karena orang tua mereka berkerja di balik layar. Gemintang ditugaskan untuk mengantarkan keluarga kecil Keevanzar Radityan dengan selamat sampai ke tujuan. Sedangkan Galaksi bertugas untuk mengurus sisa-sisa ‘tikus’ yang masih berkeliaran di sekitar keluarga kecil Keevanzar. Termasuk ‘tikus’ yang berkeliaran di area Radityan Corp’s.


Kali ini mereka tidak beroperasi berdua saja, namun juga melibatkan Davian Radityan yang bekerja dari jarak jauh. Davian bekerja untuk memenipulasi beberapa data di bandara, agar dapat mengelabuhi orang-orang Louis. Selain itu mereka juga menambahkan Senja Pradipta ke dalam list.



Senja Pradipta bekerja sebagai pancingan dengan cara berdandan mirip dengan Alea. Bahkan Senja juga menggunakan gamis, jilbab, serta cadar yang sama dengan milik Alea. Seolah-olah Senja benar-benar adalah Alea. Oleh karena itu, Louis bisa dengan mudah dikelabuhi.


Awalnya Senja bertanya-tanya, apa tujuan mereka memintanya melakukan hal tersebut. Kendati demikian, Senja akhirnya mau melakukan tugas tersebut setelah bicara empat mata dengan Galaksi Pradipta. Laki-laki yang sangat ia sayangi dan hormati, setelah sang ayah.


Saat Senja bekerja, Alea diamankan secara langsung oleh ayahnya. Mereka memang tidak berniat untuk pulang ke Indonesia dengan penerbangan komersial. Namun, untuk memancing Louis—Keevanzar sengaja memesan tiket penerbangan komersial ke Indonesia.


“Sekarang di mana kembaranku? Bang Riksa Lihat?” tanya Fajar seraya menengok ke kanan dan kiri.


“Senja tadi pergi bersama Mas Astro. Kemungkinan besar Senja sudah diamankan ke tempat yang lebih kondusif.”


Fajar mengangguk. “Lalu bagaimana selanjutnya? Kita harus menangkap sisa tikus itu bukan?”


“Hm. Kita tunggu intrupsi selanjutnya dari Davian. Dia yang mengawasi semua pergerakan target lewat kamera pengawas. Kita tidak boleh bertindak gegabah. Kurang dari enam puluh sekon yang lalu, posisi kita bisa saja dalam bahaya jika kita bertindak gegabah.”


Antariksa berkata seraya melirik jarum jam di pergelangan tangan miliknya. Mereka harus memperhitungakan setiap tindakan dengan baik, supaya tidak gegabah. Astronot tadi juga berpesan agar Antariksa dan Fajar berhati-hati. Mengingat hanya tinggal mereka berdua yang tinggal di lapangan untuk mengawasi Louis berserta orang-orangnya.


“Untuk saat ini kembali ke tempat masing-masing.”


Interupsi Antariksa yang diangguki oleh Fajar. Dua laki-laki muda bermarga Pradipta itu harus tetap berada di bandara JFK sampai mendapatkan arahan berikutnya. Baru saja hendak kembali ke posisi masing-masing, mereka menangkap keberadaan Louis yang tampak buru-buru meninggalkan area bandara. Padahal sesuai hasil pengamatan mereka, Louis tidak akan dengan mudah meninggalkan bandara JFK karena ia belum berhasil menjalankan rencananya.

__ADS_1


“Target meninggalkan area bandara. Bagaimana selanjutnya?” Tanya Fajar.


“Tunggu sebentar. Kita harus menunggu komando,” sahut Antariksa. Ia kemudia mencoba menghubungi seseorang lewat telepon pintar.


“Beri kami komando. Target akan segera meninggalkan area bandara,” katanya kemudian saat panggilan telah terhubung.


“Tidak perlu dikejar,” jawab suara di seberang. “Aku akan mengirimkan lokasi yang menjadi tujuan target lewat citra satelit pada kalian. Tunggu beberapa menit di dalam mobil.”


“Baik. Komando diterima.”


✈️✈️


PLAK!


Perempuan paruh baya yang menggunakan terusan berwarna coklat gelap yang kontras dengar warna kulitnya yang putih, tak segan-segan menampar laki-laki muda yang dulu dilahirkan susah payah. Laki-laki yang menjadi alasan utama kenapa ia bertahan dari kejamnya dunia.


“Eomma.”


“Janggal panggil aku Ibu, setelah apa yang kamu rencanakan.”


Laki-laki muda berparas dominan European itu tampak menegang di tempatnya berdiri. “Apa maksud Eomma? Aku tidak tahu kenapa tiba-tiba Eomma minta bertemu dan marah-marah begini.”


“Kamu masih tidak tahu di mana kesalahan kamu, Louis?”


“Apa aku pernah mengajarkan kamu untuk mengambil sesuatu yang bukan milik kamu?” tanya Nata to the point.


“…”


“Apa aku pernah mengajarkan kamu menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan? Sekali pun kamu tahu cara yang kamu gunakan salah?”


“….”


“Jawab Louis Kim!”


Si pemilik nama tampak menatap lawan bicaranya dengan netra yang tampak kosong.


“Alasan kenapa aku tidak menggunakan nama Gallion Anderson sejak kamu lahir, adalah ini. Supaya kamu tidak mengikuti jejak laki-laki brengs*k itu. Tapi apa hasilnya? darah lebih kental dari air. Pada akhirnya kamu tetap menggunakan nama itu ditengah-tengah nama yang aku dan ayah sambung kamu berikan.”


“Eomma, please.”


“Eomma? Kamu memanggilku ibu setelah kamu memiliki siasat jahat untuk melukai putri dari sebuah keluarga?”

__ADS_1


“Eomma, please. Aku tidak ingin mendengarnya lagi.” Louis melemparkan pandangan ke sembarang arah. Asal tidak mengarah ke wajah sang ibu yang saat ini berhasil membuat hatinya ikut terluka.


“Kenapa kamu sampai tega melakukan ini Louis? apa tidak ada wanita lain selain Alea di luar sana?”


“Tidak. Aku hanya menginginkan dia.”


“Sekalipun dia tidak menginginkan kamu?” tanya Nata gamblang. Membungkam sang putra seketika. “Dia tidak menginginkan kamu. Lantas kamu tetap mempertahankan ego mu itu?”


“Eomma tahu semua ini dari siapa?”


Alih-alih menjawab, Louis malah balik bertanya. Membuat sang ibu kian meradang.


“Jawab saja pertanyaan ibumu, Louis.”


Samuel Kim—suami Nata sekaligus ayah sambung Louis ikut buka suara, padahal sejak tadi ia memilih berdiam diri.


“Pasti ada penghianat di antara orang-orang ku. Buktinya, ada yang berniat membuat hubungan Eomma dan aku hancur.”


“Kamu yang membuat Eomma begini,” kata Nata. “Kenapa kamu tetap bersikeras menyalahkan orang lain?”


“Eomma.”


“Eomma malu. Setelah hampir dua puluh tujuh tahun kelahiran, membesarkan, dan mendidik kamu, Eomma baru kali ini merasa malu.”


Louis terdiam dengan jantung yang tiba-tiba berhenti berdetak. Seolah-olah pusat gravitasi telah ditarik menjauh darinya. Ia tidak menyangka jika tindakannya telah membuat sang ibu merasa malu karena telah melahirkannya ke dunia.


Di sisi lain, seorang perempuan yang berdiri agar jauh tengah berdiri dengan raut wajah yang begitu sedih. Anak sekecil Lucas Kim saja tahu jika perempuan cantik yang sedang menggandeng tangannya tengah bersedih hati.


“Ada apa, Eonni? Ada sesuatu yang menganggu Eonni?”


“Gwecana-gwecana. Eonni baik-baik saja?” jawab perempuan cantik yang kali ini menggunakan dress yang terbilang sangat tertutup. Setelah berkata demikian, salah satu tangannya yang bebas, bergerak kemudian bermukim di atas perut ramping miliknya.


“Lucas mau ikut Eonni lagi?” tanyanya kemudian.


“Kemana?”


“Kedai ice cream. Tiba-tiba Eonni mau ice crean Lychee. Mau?”


“Mau?!” seru si kecil heboh. Membuat perempuan yang menggandeng tangannya tersenyum dengan perasaan lega.


✈️✈️

__ADS_1


TBC


Tanggerang 29-08-22


__ADS_2