
BDJ 40 : KITA JALANI BERSAMA
SPOILER UNDANGAN ALEA & NATHAN ☝️
✈️✈️
“Kak Nathan yakin tidak mau diantar sama supir?”
“Tidak usah. Lagi pula taxi pesanan ku sudah menunggu di depan.”
Perempuan berhijab syar’I itu mengangguk sebagai respon. Baru saja mereka bertemu sekitar empat puluh lewat lima menit yang lalu, tetapi sudah harus berpisah lagi.
“Kenapa murung hm?”
“Siapa yang murung?” gugup Alea.
“Siapa lagi selain kamu yang ada di depanku?” Nathan bertanya seraya tersenyum tipis. Sebisa mungkin Alea tetap menjaga pandangan dengan cara Gadhul bashar.
“Nanti aku akan datang lagi setelah papa kamu dipindahkan ke ruang rawat inap. Aku merasa kurang nyaman saat menjenguk papa kamu, karena ada dia ruangan yang sama.” Nathan berterus terang dengan apa yang sebenarnya mengangguk perasaanya sejak tadi.
“Aku tidak suka dia terus mencuri pandang ke arah calon istriku. Apa selama ini dia tidak lihat engagement ring yang melingkari jari manis kamu?”
“Kak Nathan, maaf. Alea yang salah. Alea tidak bisa menjaga diri.”
“Kenapa kamu minta maaf? Kamu tidak bersalah.” Nathan menggelengkan kepala seraya menatap lawan bicaranya.
Ingin sekali ia mengangkat tangan, lalu membawa wajah cantik yang tertutup cadar itu untuk mendongkrak. Namun, Nathan masih sadar diri. Ia masih termasuk laki-laki ajnabi jika belum mempersunting Alea. Jadi, yang bisa Nathan lakukan adalah mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh. Astagfirullah, Nathan, kamu masih harus bersabar.
Alasan yang membuat Nathan kesal adalah keberadaan Louis. Laki-laki itu ada di ruangan yang sama dengan ruangan tempat ayah Alea di rawat. Namun, alasan kekesalan Nathan karena Louis yang terus curi-curi pandang ke arah Alea. Padahal sekarang laki-laki itu juga sudah tahu hubungan Alea dan Nathan, tetapi ia tetap berani menatap Alea dengan sengaja. Harusnya Louis sadar diri dan membatasi pandangan.
Nathan juga tak menampik setitik rasa senang kala melihat keterkejutan di mata Louis. Hidup memang bukan saimbara. Bukan tentang siapa yang menang dan kalah, karena semua sudah diatur oleh Allah azza wajalla. Nathan bukan senang karena merasa Louis kalah darinya, namun senang karena dengan ini ia berharap untuk kedepannya laki-laki itu sadar diri dan memilih berhenti. Tidak mengejar calon istri dari pria lain lagi.
Jika kata Fiersa Besari, penulis best seller yang sering melahirkan karya-karya luar biasa, “jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus.” Andai Louis mengetahui dan mengerti makna dari kata-kata tersebut, Nathan tidak akan pernah repot-repot untuk mewanti-wanti. Namun, ini Louis loh. Laki-laki dengan track record yang tidak dapat dipandang sebelah mata.
“Apa kamu murung karena Louis sudah mengetahui soal kamu yang menerima khitbah dari aku?”
Alea kontan mendongkrak, sehingga kontak mata di antara mereka terjadi untuk beberapa saat. Sebelum Alea kembali menunduk seraya beristigfar. Astagfirullah, Gadhul bashar.
“Bukan seperti itu, kak. Ale cuma ….tidak mau orang lain tahu karena memang belum siap go publik. Ale ingin ….kita beradaptasi terlebih dahulu sebelum benar-benar terikat hubungan yang teramat sakral, yaitu pernikahan.”
“Apa yang belum siap kamu hadapi hm? Tidak perlu cemas. Aku ada di sini, kita hadapi dan jalani bersama-sama.”
“….”
“Tidak ada yang kamu takuti lagi, selain takut pada Allah. Aku serius ingin segera melangsungkan pernikahan dengan kamu, karena memang aku sudah sangat siap untuk itu. Untuk kedepannya, percaya sama aku. Aku yang akan membimbing kamu.”
“Alea percaya sama kak Nathan,” jawab Alea lirih.
“Papa kamu juga sudah bicara soal pernikahan. Beliau ingin membicarakannya lagi dalam waktu dekat. Namun, semua keputusan kembali lagi kepada kamu.” Nathan berbicara seraya menghembuskan napas perlahan. Jika membahas soal pernikahan, deru jantungnya jadi memburu. Bertalu-talu.
“Kak.”
__ADS_1
“Hm?”
“Izinkan Alea meminta waktu sebentar lagi untuk bicara sama Allah soal rencana pernikahan kita.”
“….”
“Alea ingin petunjuk dari Allah untuk rencana dan niat baik kita.”
“Jadi….” Nathan menahan kalimatnya. Tiba-tiba deru jantungnya kembali rebut tak menentu. “….intinya, kamu bersedia menikah denganku dalam waktu dekat?”
“Alea bersedia jika nantinya Allah memberikan jawaban yang positif lewat do’a di sepertiga malam yang rutin kita langit kan.”
Nathan tersenyum seraya mengangguk. Seharusnya setelah pulang dari perjalanan kali ini, Nathan membahas perihal masalah pernikahan dengan Anzar. Namun, berhubung Anzar terluka dan harus mendapatkan perawatan, jadilah wacana itu tertunda.
“Kakak hati-hati di jalan, ya.”
“Hm.”
“Nanti kalau sudah sampai, tolong kirim pesan.”
Nathan kembali menyunggingkan senyum tipis, walaupun Alea sangat menjaga pandangannya. Ia yakin Alea tidak dapat selalu melihat senyum yang tersungging di bibirnya, namun perempuan itu bisa merasakan perasaanya.
“Nanti aku telpon,” kata Nathan kemudian. “Kalau begitu aku pergi dulu, As’salamulaikum.”
“Wa’alaikum salam,” jawab Alea. Ia melambaikan tangannya ke udara saat taxi online yang dipesan oleh Nathan mulai bergerak meninggalkan area rumah sakit. Ada rasa sedikit tidak rela karena kebersamaan mereka terasa begitu singkat, namun Alea tetap bersyukur karena mereka masih bisa dipertemukan kembali dengan kondisi sehat wal afiat.
“Kamu sedang apa di sini?”
“Kamu perempuan yang waktu itu diundang makan siang di rumah Tante Nata, ‘kan?”
Perempuan dengan dress motif abstrak yang jatuh di atas lutut dari brand Miu Miu itu bertanya dengan salah satu alis tertarik. Salah satu tangannya tampak membawa sebuah parsel berisi buah-buahan organik dan paper bag sedang dengan logo sebuah toko pastry yang sangat popular di sana. Toko pastry dengan brand tersebut terkenal menjual berbagai macam pastry yang enak dengan kualitas jempolan.
“Iya. Ada apa, ya?”
“Sedang apa kamu di sini?”
“Saya berada di sini karena sedang menjaga seseorang.”
Jawaban Alea itu malah membuat lawan bicaranya tampak mengernyitkan kening.
“Kamu menjaga siapa? Louis? Kamu tahu, kan, Louis dirawat di sini?” tanyanya to the point.
“Saya memang sempat menjaga sir Louis. Namun, keberadaan saya di sini bukan sepenuhnya untuk menjaga dia. Kebetulan ayah saya juga dirawat di sini,” kata Alea meluruskan.
“Dari mana kamu tahu jika Louis dirawat di sini?” tanya perempuan bernama lengkap Leasya Annabeth Carrienella itu penuh rasa penasaran.
Ia memang datang jauh-jauh guna menjenguk Louis yang katanya terluka dan dirawat di rumah sakit ini. Lea mendapatkan informasi tersebut dari Nuel—teman Louis yang waktu itu ikut berada di tempat kejadian perkara. Namun, Nuel tidak sadarkan diri akibat terkena tembakan bius yang mengandung GHB atau Gamma Hydroxybutyrate atau sering dikenal dengan sebutan Gamma-Oh, NitroBiru, G, Fantasy, dan sebagainya.
“Kebetulan om saya yang yang menolong sir. Louis. Sir Louis ditemukan bersama ayah saya yang sama-sama terluka di bagian perut.”
“Bagaimana bisa Louis ditemukan bersama ayah kamu?”
“Saya juga kurang tahu masalah itu,” kata Alea membela diri. Ia memang tidak tahu alur dari kejadian yang sebenarnya. Alea hanya tahu jika ayahnya ditemukan terluka di tempat yang sama dengan Louis. “Jika Anda ingin mengetahui kronologi yang sebenarnya, Anda bisa bertanya pada om-om saya. Mereka juga sudah memberikan kesaksian pada pihak yang berwajib guna memudahkan proses investigasi.”
__ADS_1
“Tidak perlu,” tolak Lea mentah-mentah. Ia kemudian membuang muka ke samping, guna menekan sedikit demi sedikit rasa tak sukanya pada Alea.
Lea ingat betul jika perempuan tertutup ini lah yang telah membuat Louis tertarik setengah mati. Louis jadi berubah semenjak tertarik pada perempuan agamis ini. Perubahan yang cukup signifikan menurut Lea. Louis yang biasanya sering keluar masuk kelab malam, kini jadi sering absen mengunjungi kelab malam. Louis juga jadi absen pesan wanita penghibur, semenjak mengenal perempuan satu ini.
Lea jadi penasaran, sebenarnya apa yang Louis lihat dari perempuan ‘tertutup’ yang hanya memperlihatkan sepasang mata?
Jika dibandingkan dengan Lea yang kecantikannya sudah jelas terpampang di depan mata, perempuan ini sangat jauh …..dari levelnya. Namun, tanpa Lea ketahui, kecantikan Alea itu another level. Cantik bukan hanya soal paras saja, namun juga hati. Alea sudah memiliki komitmen untuk menjaga kecantikan yang ia miliki untuk calon suaminya kelak. Oleh karena itu, ia mengikuti jejak bundanya—Aurra istri Van’ar—untuk menggunakan cadar atau kain penutup wajah. Keputusan itu tentu didukung penuh oleh kedua orang tuanya. Semenjak memutuskan untuk hijrah, Alea juga semakin memperdalam ilmu dan wawasan dalam lingkup agama islam.
“Apa benar Louis dirawat di ruangan yang sama dengan ayah kamu?” tanya Lea saat ia baru saja hendak meninggalkan Alea.
Alea mengangguk sebagai jawaban. “Unit gawat darurat dan ruang rawat inap VIP di rumah sakit ini penuh karena kemarin ada kecelakaan. Jadi Louis dan ayah saya terpaksa dirawat di ruangan yang sama.”
“Oh, begitu,” respon Lea seraya membenarkan kacamata hitam yang membingkai matanya. Ia tetap tidak suka mengetahui fakta jika perempuan ini lah yang pertama kali hadir menemani Louis saat tengah terluka.
“Apa kamu senang?”
“Maksud Anda?” Alea tampa bingung dengan kalimat ambigu yang dilontarkan oleh perempuan modis itu.
“Apa kamu senang sudah berhasil menarik perhatian Louis?”
“….”
“Senang bukan? Mengingat Louis adalah laki-laki yang sangat diincar oleh banyak wanita.”
Alea menggelengkan kepala seraya berjalan mendekati Lea. Lea yang melihat itu kontan mundur dua langkah secara tiba-tiba.
“Kamu hanya sebatas rekan kerja. Kenapa saya harus merasa senang karena berhasil menarik perhatian sir. Louis? Toh, saya tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapnya.” Alea berkata seraya melirik engagement ring yang melingkari jari manis di tangan kirinya. “Lagipula saya juga sudah memiliki seorang yang perasaannya harus saya jaga.”
✈️✈️
TBC
Aciee, yang langsung gercep baca setelah ada notifikasi BDJ. Kuy, komentar. Nanti aku mau sungkem online 🙇
Gimana buat part ini? siap pulang ke Indo bugil untuk pesta pernikahan lagi? komentar di sini 👇
Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author & share ❤️
Sukabumi 13-07-22
REKOMENDASI NOVEL KEREN!
Perbedaan adalah hal biasa dalam suatu hubungan. Tapi apa hubungan masih bisa di lanjutkan dengan perbedaan yang terlalu jauh. Dia dan aku berbeda. Kami tak sama. Sangat mustahil rasanya untuk bisa bersatu selamanya.
Benteng tinggi yang menghalangi hubungan Seira dan Ganesh terlalu tinggi untuk di gapai. Hingga suatu hari kisah mereka harus di timpa dengan masalah besar, Dan Seira akhirnya memilih menjadi orang ketiga dalam hidupnya. Entah kisah ini akan berlanjut dan berakhir bahagia atau mungkin akan hancur dengan seiring waktu berjalan.
Nikmati dan ikuti alurnya.. Kisah cinta yang terlalu rumit sehingga kalian akan merasa penasaran dengan endingnya. Terimakasih
-
Kuy, merapat ☝️
__ADS_1