Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 89 : KODE KERAS


__ADS_3

BDJ 89 : KODE KERAS


“Bagaimana rasanya, Alea? Enak?”


“Enak, Mah. Alea suka.”


Perempuan cantik di usia yang sudah tidak muda lagi itu tersenyum kecil. Setelah kesepian di rumah karena tidak ada teman seperti sebelum-sebelumnya, sekarang ia punya teman untuk mengobrol dan sharing. Siapa lagi jika bukan menentu sulungnya, Alea Ananta Rumi. Istri Nathan itu sejak pagi sudah menjadi teman ngobrol dan sharing Gea soal berbagai topik, mulai dari pekerjaan, hobby, masalah ekonomi, sampai seputar dunia kuliner.


Karena hanya berdua saja, Alea memberanikan diri buka penutup wajah di depan sang mertua kala ditawari untuk mencicipi. Gea sempat dibuat terpana oleh kecantikan sang menantu yang sangat jelita. Ternyata putranya benar-benar telah menemukan harta karun berupa perhiasan dunia dan akhirat.


“Makan lagi mie kocok Bandung nya, sayang.”


Alea mengangguk seraya tersenyum. Saat ini ia sedang menikmati salah satu makanan khas Bandung, yaitu mie kocok Bandung. Itu loh, mie yang bentuknya pipih dicampur aneka macam sayuran, tauge, dan tambahan kikil sapi.



Lantas kenapa beri nama mie kocok? Jawabannya karena sebelum disajikan, mie dan campurannya diaduk dan dikocok.


Selain mie kocok Bandung, Gea juga membuatkan colenak untuk Alea. Itu loh, makanan bercitarasa manis yang terbuat dari tape singkong atau peuyeum yang dibakar, lalu disiram dengan campuran gula jawa dan parutan kelapa.



Selain colenak, ada juga misro. Teman combro—oncom di jero. Misro adalah kependekan dari amis di jero, alias manis di dalam. Misro terbuat dari parutan singkong yang diberi isian gula merah, kemudian digoreng. Ketika bagian tengah digigit, gula merah yang menjadi isian akan meleleh.



“Mama sama Zaujati (istriku) sedang apa?” pertanyaan yang datang dari laki-laki rupawan yang baru saja memasuki ruangan itu berhasil menarik perhatian keduanya.


“Makan mie kocok Bandung. Mas mau?” sahut sang istri setelah menyelami sang suami.


“Boleh.” Nathan menjawab setelah mengecup kening sang istri. Iya juga tak lupa menyalami sang ibu, serta mengecup punggung tangannya.


“Kalau begitu biar aku siapkan dulu sebentar. Kebetulan Mamah buat mie kocok Bandung nya banyak.”


Laki-laki rupawan yang menggunakan baju koko berwarna putih dengan bawahan sarung berwarna dark blue itu menggelengkan kepala seraya melirik mangkuk sang istri. “Makan itu saja.”


“Eh?”


“Kamu tidak suka makan tauge, jadi biar aku yang habiskan.”


Alea masih terdiam saat Nathan menarik mangkuk berisi mie kocok Bandung yang tinggal menyisakan beberapa helai mie pipih, setumpuk tauge, serta beberapa potong kikil serta sayuran. Alea memang tidak terlalu suka makan tauge, jadi ia menyisihkan sayur tersebut.


“Kalau Abang mau, Mamah bisa ambilkan yang baru,” usul Gea, buka suara.

__ADS_1


Nathan menggelengkan kepala. “Aku habiskan yang ini saja,” katanya seraya mengambil alih sendok yang tadi digunakan oleh sang istri. Dalam satu sendokkan, setumpuk tauge bersama kuah mie kocok dengan cepat pindah ke mulut Nathan, setelah laki-laki tampan itu baca do’a sebelum makan tentunya.


Gea yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecil. Sedangkan Alea hanya bisa menatap sang suami yang tampak lahap menghabiskan sisa mie kocok Bandung miliknya tanpa suara.


“Enak?” tanya Gea kala melihat sang putra dengan lahap menikmati mie kocok bandung buatannya.


Nathan mengangguk seraya menyeka bibir menggunakan tisu kering. “Enak sekali.”


Gea tersenyum lebar. “Padahal kamu cuma makan kuahnya sama tauge. Kalau masih kurang tinggal ambil lagi di dapur.”


Nathan menggeleng. “Kuah sama tauge juga sudah enak, Mah. Lagipula Nathan suka tauge, kalau Zaujati (istriku) kurang suka. Jadi, aku bantu habiskan.”


Gea tertawa anggun mendengar ucapan sang putra. Ia bisa melihat menantunya juga tersipu malu. “Tauge itu banyak manfaatnya loh. Dilansir dari healtline, tauge mengandung zat besi, vitamin C, dan zinc, sehingga dapat mencegah anemia, dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit jantung, mencegah kanker prostat, mengatasi impotensi, hingga dapat meningkatkan kualitas ******. Makanya beberapa orang tua suka menyajikan tauge sebagai lauk bagi anak-anak mereka yang baru menikah, supaya cepat mendapatkan keturunan.”


Pasangan pengantin baru yang duduk berdampingan di depan Gea kontan merespon dengan salah tingkah. Nathan terbatuk-batuk, sedangkan Alea dengan semu merah di wajah mencoba memberikan air minum serta tepukan pelan di punggung sang suami. Melihat reaksi putra dan menantunya, Gea jadi menyimpan curiga. Tidak da angin, tidak ada hujan. Kok anak dan menantunya tiba-tiba salah tingkah?


“Melihat reaksi kalian berdua, Mamah jadi penasaran akan satu hal. Apa ….kalian berniat untuk menunda memiliki momongan?”


Mendapatkan pertanyaan dengan topik yang sifatnya cukup “umum” dilontarkan bagi pasangan pengantin baru, membuat Nathan dan Alea sama-sama menoleh. Untuk sejenak mereka sama-sama berkomunikasi lewat eye contact.


“Tidak, Mah.”


“Tidak untuk apa, Bang?”


Senyum Gea yang sempat tenggelam, kembali terbit dengan begitu hangat. “Mamah senang sekali mendengarnya. Mamah sudah deg-deg-an. Mamah pikir kalian akan menunda untuk memiliki momongan, padahal Mamah ingin sekali cepat-cepat punya cucu supaya rumah ramai dengan tangisan bayi.”


Nathan menoleh pada sang istri seraya meraih telapak tangan kanannya. “Semoga saja Allah segera menitipkan rezeki pada rahim Zaujati (istriku). Aku juga sudah tidak sabar.”


Gea mengaminkan dengan penuh keseriusan. Ibu dua anak itu kemudian kembali buka suara. “Kalau Mamah boleh request, kalian jangan cuma punya anak satu. Kasihan anak kalian jika tidak punya saudara. Soalnya Mamah juga tahu rasanya jadi anak tunggal, rasanya tidak menyenangkan. Alea juga pasti tahu rasanya.”


Alea mengangguk. “Iya, Mah. Jadi anak tunggal memang tidak selamanya menyenangkan. Alhamdulillah, Alea punya banyak saudara dan saudari yang seumuran.”


Walaupun lahir sebagai anak tunggal—karena calon adiknya gugur dalam kandungan—Alea tidak pernah benar-benar merasa kesepian, karena di keluarga Radityan ia punya saudara pun saudari yang seumuran. Mulai dari Arsyad, Arra, Davin, Davian, Diano atau Aroon, Astronot, Antariksa, Angkasa, Alaska, Aurora, Fajar, Senja, hingga Arion. Itu baru dari dua Radityan dan Pradipta. Di luar sana masih ada saudara dan saudari Alea yang bertebaran. Namun, sejauh ini yang begitu kental ikatan tali persaudaraannya adalah para keturunan Radityan dan Pradipta di atas. Apalagi dengan anak-anak Van,’ar, Galaksi, dan Gemintang.


“Oleh karena itu, kalian harus punya anak lebih dari satu.”


“Akan tetapi, menjadi orang tua itu tidak mudah, Mah,” cetus sang putra. “Orang tua itu memikul tanggung jawab seumur hidup. Itu artinya tidak akan putus, kecuali telah menghembuskan napas terakhir.”


Gea setuju dengan ucapan sang putra. Namun, menjadi orang tua adalah impian sebagian besar manusia. Walaupun menjadi orang tua memang tidak mudah, bukan berarti menjadi orang tua adalah tanggung jawab yang sukar dilakukan. Setiap manusia punya cara tersendiri ketika status nyan berganti menjadi orang tua.


“Nanti kalau Alea hamil, pindah ke Bandung, ya? Biar Mamah yang menemani Alea selama masa kehamilan tanpa didampingi Nathan.” Gea menatap sang istri dengan sorot mata lembut. “Nathan memang akan sering pergi meninggalkan rumah, sama seperti Papahnya dulu. Namun, jika diibaratkan dengan hewan, mereka berdua seperti canis lupus atau serigala abu-abu.”


“Serigala abu-abu?” ulang Nathan dan Alea bersamaan.

__ADS_1


Gea kontan tertawa kecil melihat kekompakan putra dan menantunya. Jika dilihat lebih teliti, makin kesini wajah keduanya juga semakin mirip. “Iya. Canis lupus atau serigala abu-abu adalah hewan yang hidup berkelompok, dan sangat setia pada pasangan mereka. Canis lupus bahkan rela mati demi menjaga anak-anaknya.”


Gea menjeda untuk beberapa saat, lalu menatap sang putra sambil berkata. “Nathan itu menuruni tabiat Papah nya yang sekarang. Sifat, karakter, serta kebiasaannya sama persis. Lain lagi dengan Gean. Dia itu benar-benar menuruni sifat Papah nya ketika masih muda. Penuh semangat, berapi-api, dan suka kebebasan. Namun, pada dasarnya ketiga laki-laki yang sangat Mamah cintai sama-sama sangat menghargai perempuan yang menjadi pasangan mereka. Walaupun terkadang berkesan cuek, aslinya mereka itu sangat manis.”


“Mah, sudah,” lerai Nathan. “Kartu AS Papah, Abang, sama Gean ada di tangan Mamah semua.”


Gea mengangguk seraya tersenyum melihat raut wajah sang putra yang biasa flat, kini ada ekspresinya. “Laki-laki kalau sudah bertemu dengan pawang-nya memang suka begini, ya?” tanya Gean pada sang memantu.


“Kemungkinan besar true, Mah. Soalnya Papah dan Ayah Van’ar juga begitu,” jawab Alea. “Ditambah Arsyad.”


True sih kalau laki-laki sudah berada di tangan pawang yang tepat, meraka pasti tidak segan-segan memperlihatkan sifat asli mereka. Sifat manja yang biasa ketutup ego pun, tak segan-segan mereka tunjukkan pada pawang mereka.


“Oh iya, Mama lupa bilang sesuatu sama kalian.”


“Ada apa, Mah?” Nathan yang pertama kali bertanya saat Gea tiba-tiba merubah ekspresi wajahnya.


“Mamah ada titipan dari Nichole.”


“Nichole?” Nathan berkata seraya menoleh pada sang istri. Ia kemudian berdebar, lalu kembali menatap sang ibu. “Nathan tidak menerima pemberian apapun dari perempuan lain.”


“Eh, kok begitu? Ini Mamah dapat amanah agar titipan itu diberikan pada kamu. Kalau kamu tidak mau menerimanya, langsung kembalikan ke Nichole.”


Nathan menghela napas kecil. “Nathan cuma ingin menjaga perasaan istri Nathan, Mah.”


“Iya, Mamah paham. Akan tetapi, bukan berarti kamu dapat melukai hati yang lain.”


Alea setuju dengan ucapan Gea. Jika memang Nathan ingin menjaga perasaannya, Nathan juga harus memikirkan perasaan Nichole yang memberikan hadiah. Alea tidak akan marah hanya karena suaminya menerima barang dari perempuan lain, asalkan maksud dan tujuannya jelas. Plus, tidak ada maksud terselubung dari pemberian tersebut.


“Kalau kamu ingin mengembalikannya, hari ini Nichole mau mampir ke sini. Besok dia harus pergi ke Bali.” Gea kemudian menatap Alea. Ia tahu jika topik yang membahas soal Nichole pasti agak menganggu sang menantu.


“Alea tidak perlu khawatir. Nichole itu teman lama Nathan. Dia adik dari almarhum sahabat dekat Nathan, namanya Nicholas. Di kamar Nathan ada kok foto Nicholas sama Nathan.”


“Iya, Mah.”


“Nanti kalau Nichole datang, Alea jangan kemana-mana. Tetap di sisi Nathan, ok? Sepertinya Nathan terlalu takut kamu cemburu, sehingga enggan bertemu dengan Nichole. Padahal Nichole hanya ingin bertegur sapa seraya mengucapkan selamat pada kalian. Tiga bulan lagi Nichole juga akan melangsungkan pertunangan di pulau Dewata.”


✈️✈️


TBC


Jika suka jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon, dan tonton iklan sampai selesai 😘😘


Tanggerang 08-10-11

__ADS_1


__ADS_2