
°BDJ 78 : HADIAH
“Lea hamil bayi pertama kami. Bukan kah seharusnya kamu memberikan selamat pada teman mu ini?”
Jika saja Nicho bukan sedang membawa nama Lea bersama dengan kata “hamil” dan “kami” yang merujuk antara mereka berdua, Louis tidak akan amarah. Namun, di sini Nicho lancang membawa-bawa nama Lea yang notabene satu-satunya wanita yang selama ini diklaim sebagai milik Louis. Satu-satunya, camkan itu. Sedangkan wanita yang lain hanya pemuas nafsu.
Namun, alih-alih marah dan terpancing emosi, Louis malah memilih tertawa remeh.
“Kau pikir aku percaya?”
Di dunia ini, Louis yakin hanya ia yang lebih mengenal Lea luar dan dalam. Bahkan kedua orang tua perempuan itu sendiri tidak mengenal Lea seperti ia mengenalnya.
Louis patut berbangga diri, karena ia tahu jika ketika Lea sudah jatuh hati, maka ia akan memberikan segalanya. Sejauh ini Lea telah menunjukkan sifat tersebut, karena orang pertama yang ia cintai adalah Louis.
“Dia selalu use protection,” ujar Louis percaya diri. bukan sehari dua hari ia mengenal Lea.
Perempuan itu selalu menggunakan perlindungan setiap kali mereka berhubungan, dikarenakan Louis biasanya enggan menggunakan pengaman.
Sejauh yang Louis ingat, perjanjian mereka ketika hendak berhubungan badan hanya itu, jika tidak Louis yang menggunakan pengaman, maka Lea yang menggunakan. Hal itu diatur supaya meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Jadi, Louis merasa jika saat Nicho sedang bergurau dengan mengatakan bahwa Lea sedang hamil.
Walaupun begitu, jujur jika ia juga sempat terkejut. Tiba-tiba saja Nicho berkata demikian. Topik “hamil” kedengarannya sangat sensitif jika dikaitkan dengan Lea.
“See, kau tidak percaya?”
Louis menaikkan satu alisnya menanggapi ucapan Nicho. “Untuk apa aku percaya bualan mu?”
“Ok, fine. Kalau begitu aku tidak akan bicara soal kehamilan Lea lagi.” Setelah berkata demikian, Nicho berdiri dari posisi bersandar. “Tapi, kau harus melihat hadiah yang telah aku siapkan.”
Nicho merogoh sesuatu dari saku celana, kemudian menyodorkan benda yang baru ia keluarkan dari dalam saku celana.
Louis memberikan intrupsi pada Jack lewat kontak mata. Jack menangkap intrupsi itu dengan baik, kemudian bergegas menghampiri Nicho untuk mengambil benda yang merupakan flashdisk tersebut.
“Semoga kau senang dengan hadiah yang telah aku siapkan,” pesan Nicho. “Kalau begitu aku pergi dulu. See you next time, bro.”
Nicho benar-benar pergi setelah berkata demikian. Meninggalkan ruangan tersebut tanpa menoleh sedikitpun.
“Ini, Tuan.”
Jack menyodorkan flashdisk yang tadi didapatkan dari Nicho kepada Louis. Oleh Louis benda tersebut kemudian dihubungkan dengan MacBook miliknya, agar dapat ditelusuri apa sebenarnya hadiah yang Nicho siapkan.
__ADS_1
“Video?”
Loui tampak kebingungan saat melihat ada beberapa video yang tersimpan pada sebuah folder di dalam flashdisk tersebut. Ia kemudian menggerakkan kursor untuk membuka salah satu video. Video itu berdurasi sekitar tiga menit itu kemudia diputar pada layar monitor, background video yang berwarna hitam membuat Louis kian kebingungan.
“Bagimana, dok?”
Sebuah suara kemudian terdengar. Suara itu sangat familiar di telinga Louis. Suara Lea kah?
“Benar. Anda sedang mengandung, dan usia kandungan Anda saat ini memasuki trisemester pertama.”
Suara lain kemudian terdengar menjawab. Louis dapat menyimpulkan bahwa video ini adalah sebuah video yang diambil saat seseorang melakukan periksa kehamilan, namun gambarnya sengaja dihitamkan.
“Selamat atas kehamilan Anda, Nona. Untuk kedepannya, Anda harus lebih berhati-hati lagi ketika beraktifitas. Jangan lupa untuk menjaga pola makan dan pola tidur.”
“Baik, dok.”
“Untuk kedepannya, Nona Lea dapat membawa buku ini ketika hendak berkonsultasi.”
“Lea?” ulang Louis. ia menggelengkan kepala seraya tersenyum remeh. “Lelucon macam apa ini?”
Louis kemudian membuka video yang lain. Kali ini background-nya tidak gelap, melainkan dominasi warna monokrom. Dari layar monitor dapat dilihat rekaman hasil ultra Sonografi yang mencetak gambar rahim dan titik putih di dalamnya. Louis tidak bodoh, ia tahu arti dari gambar dalam video tersebut.
“JACK?!” panggil Louis lantang, padahal Jack ada beberapa meter di hadapannya.
“Cari tahu keaslian dari video-video di flashdisk ini. Aku ingin hasil pencarian mu ada di atas mejaku tiga jam dari sekarang.”
“Baik, Tuan.”
✈️✈️
“Jadi hadiah mana yang mau kamu kirimkan?”
Perempuan yang tengah hamil muda itu tampak serius mempertimbangkan tiga macam benda yang akan ia hadiahkan. Sesekali sambil mengunyah salad yang berisi campuran bayam serta teman-temannya, ia tampak menanggapi.
“Bingung,” katanya seraya menggigit brokoli kukus dari piring kecil yang disediakan dengan saus cocolan. Sayuran hijau ini memiliki banyak nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, seperti kalsium, asam folat, lutein, zeaxanthin, dan karatenoid yang baik untuk kesehatan mata. Brokoli juga mengandung vitamin C yang berguna untuk membantu tubuh menyerap zat besi sehingga membantu menghilangkan sembelit dan mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah.
Sedangkan utuk salad yang ia makan, mengandung banyak campuran bayam yang baik dikonsumsi selama masa kehamilan, khususnya untuk seorang perempuan yang sedang hamil muda, karena mengandung asam folat. Asam folat merupakan nutrisi penting yang diperlukan pada awal kehamilan karena dapat membantu mencegah cacat lahir seperti anensepali dan spina bifida. Tak hanya itu, asam folat juga berperan dalam mencegah risiko terjadinya persalinan prematur dan preeklamsia.
“Pilih mana yang menurut kamu paling layak untuk dikirim kepada mantan saingan kamu itu.”
__ADS_1
Ibu hamil itu tertawa kecil. “By the way, dia bukan saingan aku, Kak. Aku saja yang pada awalanya salah mengira. Ternyata hanya Lou yang tergila-gila padanya.”
“Kesimpulannya?”
“Dia hanya korban, sama seperti aku.”
“Jadi?”
“Aku ingin memberikan hadiah sebagai ucapan selamat atas pernikahannya. Ia pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Lou.”
Manager ibu hamil itu tersenyum. “Kamu memang sangat baik, Lea.”
“Aku, baik?”
“Ya, tentu saja.”
Lea tersenyum tipis. “Sekarang aku hanya sadar bahwa waktu itu aku telah menargetkan orang yang salah. Sekarang aku tidak mau mengulangi hal itu lagi. Lagipula aku sudah menyerah atas Louis.”
“Kamu yakin?”
Lea yang hanya menggunakan T-shirt oversized dengan bawahan rok yang jatuh di pertengahan lutut itu mengangguk. “I’am tired until the end. Jadi, aku memutuskan untuk menyerah.”
“Lalu bagaimana dengan fetus di dalam perutmu? Di akan semakin besar, kemudian lahir ke dunia sebagai seorang anak manusia. Kamu tahu sendiri ‘kan siklus selanjutnya?”
Lea mengangguk. “Iya. Oleh karena itu, aku tidak mau ambil pusing. Tabunganku lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhanku dan bayiku.”
Manager Lea menghembuskan nafas gusar. Jika keputusan Lea sudah bulat, ia bisa apa?
“Kak, tolong bungkus kedua barang ini dengan rapih. Lalu kirimkan ke alamat yang sudah aku kirim lewat aplikasi pesan singkat.”
“Ok.”
“Jangan lupa masukkan note yang sudah aku tulis. Soalnya permintaan maaf ku yang tidak dapat disampaikan secara langsung, tertulis di sana.”
Manager Lea kembali mengangguk. “Apa kamu benar-benar tidak mau memberikannya secara langsung? Omong-omong saat ini kita berada di kota yang sama dengan mereka.”
“Tidak,” tolak Lea. “Kirim saja seseorang ke alamat yang sudah aku kirim. Aku tidak bisa muncul begitu saja, karena kondisiku saat ini. Jadi, tolong antarkan hadiah ini untuk mereka yang sedang berbahagia. Aku turun senang untuk pernikahan mereka.”
✈️✈️
__ADS_1
TBC
Tanggerang 22-09-22