Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
BDJ 104 : IKATAN


__ADS_3

BDJ 104 : IKATAN




Pohon tabebuya yang tidak sedang berbunga tampak berjejer rapih di sisi kanan dan kiri jalan yang pasangan suami-istri itu lewati. Pohon dengan bunga berwarna putih, kuning, merah muda dan magenta itu biasa mekar secara bersamaan. Membuat salah satu sudut private di lahan milik keluarga Radityan itu tampak seperti negeri dongeng. Bunga cantik tersebut baru akan berbunga setelah 2,5 sampai 3 tahun setelah ditanam. Bunga yang biasa dimanfaatkan untuk mengobati luka ini hanya bisa dinikmati keindahannya pada bulan-bulan tertentu.


Selain tabebuya, ada beberapa varietas bunga lain yang tidak kalah indah. Kecintaan terhadap bunga serta tanaman hias memang sudah menjadi salah satu identitas para perempuan di dalam keluarga Radityan. Oleh karena itu, para suami wajib memenuhi “hasrat” istri mereka mengenai tanaman cantik tersebut. Contoh saja Ibra Raditya selaku generasi Radityan pertama. Ia tak segan-segan menggelontorkan banyak dana demi menyenangkan hati sang istri. Buktinya masih ada dan nyata hingga saat ini. Hanya pernah diperlihatkan pada dunia satu kali, yaitu pada saat pernikahan putri semata wayang putra mereka, yaitu Lunar.


“Ada apa, Zaujati (istriku)?”


“Aku baik-baik saja, Mas.”


Laki-laki rupawan itu menatap sang istri lekat. Perempuan jika sudah mengeluarkan kalimat 'nggak papa' atau 'tidak apa-apa' pasti ada apa-apanya.


“Kamu sedang menyembunyikan sesuatu?”


Alea menggelengkan kepala sebagai jawaban. Namun, ia tidak berani menatap sang suami.


“Kamu melamun?”


Alea terdiam.


“Apa kamu tahu apa hukumnya melamun?” tanya Nathan tiba-tiba. Ia bertanya demikian bukan tanpa alasan. Akan tetapi karena sejak tadi sang istri tampak banyak melamun.


“Melamun itu kondisi di mana pikiran seseorang terputus dengan lingkungan sekitarnya. Tanpa kamu ketahui, kamu melakukan itu semenjak meninggalkan rumah.”


“Maaf,” cicit Alea dengan suara kecil. Ia memang sempat melamun, sampai-sampai kakinya hampir terantuk batu jika sang suami tidak sigap pasang badan.


“Ketimbang melamun, membuang-buang waktu, kamu bisa menggantinya dengan memperbanyak zikir, Zaujati (istriku).”

__ADS_1


Alea meremas jemarinya yang saling bertautan. Memang ada resah yang menganggu, sehingga pikirannya berkelana kemana-mana.


“Dengar ini, Zaujati (istriku). Menurut seorang Ustadz, melamun dapat masuk ke dalam kategori zina. Zina itu sangat luas cakupannya, dan melamun termasuk ke dalamnya.” Dengan senyum tipis yang terpatri di bibir, Nathan mengangkat tangan kanan guna membelai pucuk kepala sang istri. “Menurut beliau, zina pikiran, lamunan, serta khayalan, akan senantiasa berputar-putar di dalam hati manusia. Tidak akan ada habisnya. Ibarat mengejar fatamorgana yang dikira dapat memuaskan dahaga. Padahal itu cuma khayalan, karena fatamorgana tidak akan pernah berubah menjadi air. Sebagaimana firman Allah Azza Wajalla dalam surat An-nur ayat tiga puluh Sembilan.”


Menikah dengan Nathan telah membuat Alea tahu banyak hal lebih dalam. Misalnya seperti ini, suatu tindakan yang biasa dianggap “sepele” ternyata dapat menjadi ladang dosa, tergantung pula bagaimana orang melakukan tindakan tersebut. Namun, satu alasan yang membuat Alea melamun adalah “kepikiran” soal kedatangan Lea. Kehamilan Lea. Louis. serta Annante.


Alea kepikiran soal sang sahabat yang pernah mengatakan bahwa ia begitu tertarik pada Louis. Jauh sebelum keduanya terlibat toxic relationship. Entah bagaimana sekarang kondisi Annante sekarang. Walaupun ia sempat mendengar informasi singkat soal Annante yang menjadi seorang CS atau costumer service, rasanya akan lega jika ia melihat sendiri kondisi teman dekatnya itu.


“Aku tanya sekali lagi. Apa ada yang menganggu pikiran kamu, Zaujati (istriku)? Sampai-sampai kamu larut dalam lamunan.”


Cukup lama Alea menjawab pertanyaan sang suami. Sampai-sampai membuat Nathan was-was sendiri. “Aku ….hanya teringat Annante, Mas. Bagaimana kabar dia sekarang? Apa dia sudah tahu jika laki-laki yang sangat dia sukai telah menyandang gelar baru.”


“Wanita khianat itu?”


Alea mematung mendengarnya. Julukan itu terdengar begitu jahat, tetapi memang pada dasarnya Annante adalah seorang penghianat.


“Aku masih belum yakin jika urusan di antara mereka sudah selesai.”


Walaupun sudah menyakitinya secara diam-diam, Alea tidak pernah melupakan setiap momen yang ia lewati bersama Annante. Mengingat Annante adalah satu-satunya teman yang begitu dekat dengannya. Hanya saja, Alea masih belum bisa melupakan rasa kecewa yang timbul akibat ulah temannya itu.


“….”


“Cukup doakan saja yang terbaik bagi wanita itu. Bagaimana pun juga dia pasti akan mendapatkan balasan atas perbuatannya.”


Nathan tahu jika hubungan pertemanan yang terlibat urusan percintaan pasti rumit. Apalagi pertemanan itu hancur hanya karena seorang laki-laki. Sekarang, laki-laki itu malah membuat masalah baru dengan menghadirkan kehidupan lain di rahim perempuan yang selama ini entah ia anggap atau tidak. Hari ini baru Lea yang mereka ketahui tengah berbadan dua. Entah dengan besok, lusa, atau di masa yang akan datang.


Hubungan Alea, Lea, dan Annante memang menjadi rumit hanya karena satu laki-laki. Kerumitan itu tidak akan selesai jika belum ada yang berdamai dengan apa yang telah Tuhan gariskan. Entah persahabatan atau ikatan apapun yang terjalin di antara mereka, sama-sama renggang semenjak terbongkarnya hubungan Louis dan Annante.


“Ibnu Katsir pernah berkata bahwa tidak ada persahabatan yang lebih besar di antara dua ruh, dibandingkan persahabatan di antara pasangan suami-istri,” kata Nathan seraya menyentuh punggung tangan sang istri dengan ibu jarinya. Membawa telapak tangan itu ke udara, untuk ia kecup dua kali.


“Maka dari itu, satu-satunya teman dekat yang akan ada di dalam kehidupan kamu adalah aku, suami mu.”

__ADS_1


Alea mendongkrak, menatap langsung ke arah sepasang bola mata sang suami yang tampak tenang nan teduh.


“Jika kamu mencemaskan soal wanita itu, kamu bisa bertemu dengan dia ketika kita kembali ke New York. Begitu pula dengan Louis. Kita harus menyelesaikan semua yang telah terjadi, karena aku tidak mau istriku terus terganggu oleh obsesi seorang laki-laki ajnabi.”


Alea tersenyum kecil di balik kain penutup wajah yang hari ini ia gunakan. Ternyata benar, Allah itu Maha Mengetahui segala hal. Buktinya, ia yang selama ini sudah mencoba menjadi perempuan independen, kala berada dalam titik lemah, Allah berikan pasangan hidup yang dapat menjadi penguat juga sorang sahabat.


“Sekarang kenapa Zaujati (istriku) diam lagi sembari memandang wajahku? Apa ada sesuatu yang menempel di wajahku?” tanya Nathan seraya menyentuh permukaan wajahnya secara acak.


Alea menggelengkan kepala seraya mengukir senyum kian lebar. Kendati sang suami tidak dapat melihat, laki-laki itu cukup peka untuk mengartikan jika istrinya sedang tersenyum.


“Senyum itu Ibadah. Nilainya akan menjadi dua kali lipat jika diperlihatkan kepada suami,” kata Nathan tiba-tiba. “Jadi, ayo kembali, Zaujati (istriku). Aku ingin melihat senyum lebar kamu secara langsung.”


Alea kali ini bukan saja tersenyum, namun tertawa kecil. Terkadang laki-laki dewasa seperti Nathan juga punya sisi manis, bahkan yang cenderung kekanakan. Namun, sifat tersebut tak lantas mengurangi image nya di mata Alea. Alea justru merasa beruntung dapat mengenal lebih banyak soal sifat-sifat Nathan yang tidak diperlihatkan pada orang lain.


Namun, kebersamaan keduanya tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba datang seseorang dari arah berlawanan.


“Papah tunggu-tunggu, ternyata malah pacaran di sini.”


Nathan tersenyum kecil seraya meraih pinggang ramping sang istri. “Maaf, Pah. Sebenarnya kita sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Papah.”


Alea ikut mengiyakan lewat anggukan kepala.


Anzar yang datang seorang diri tampak bersidakep dada seraya menelisik kebenaran dari ucapan sang menantu. “Karena sudah bertemu kalian, sekarang Papah mau menagih janji,” katanya kemudian. “Apa kalian mengetahui soal kedatangan Louis ke Negara ini beberapa waktu yang lalu?”


Keheningan sempat tercipta di antara pasangan suami-istri tersebut.


“Iya, Pah. Kami sudah mengetahui informasi tersebut dari Davian,” ucap Nathan, kemudian. Mewakili.


“Lalu kenapa kalian menyembunyikannya dari Papah? Bagaimana jika kedatangan Louis ke sini untuk menggagalkan rencana pernikahan kalian? Papah sudah susah payah meminta bantuan daddy nya Astronot untuk menjegal paspor laki-laki itu. Tahunya dia tetap saja bisa datang ke Negara ini.”


✈️✈️

__ADS_1


TBC


Tanggerang 25-10-22


__ADS_2