Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
BDJ 119 : TENTANG KETERTARIKAN


__ADS_3

Setiap bunga biasanya menjadi simbolisme yang mengandung makna tersirat. Sejak zaman Romawi kuno, bunga telah menjadi media komunikasi manusia pada zaman tersebut. Selain elok untuk dipandang, bunga juga memiliki warna dan aroma yang beragam sehingga menimbulkan sensasi beragam pula bagi yang menikmatinya. Semenjak zaman itu bunga kerap kali dijadikan sebagai lambang atau simbol dalam kehidupan manusia.


Salah satu bunga yang paling popular digunakan untuk berbagai lambang dan simbol adalah bunga mawar. Bunga dengan kelopak cantik ini memiliki beragam warna, mulai dari putih, merah, merah muda, kuning, biru, jingga, unggu, lavender, hitam, sampai burgundy. Masing-masing mawar dengan warna tersebut memiliki arti dan makna yang berbeda. Salah satu contohnya adalah mawar berwarna kuning yang memiliki arti persahabatan, kebahagiaan, kegembiraan, kepedulian, dan penghargaan. Maka tidak heran jika bunga ini lebih cocok diberikan pada seseorang yang dianggap sebagai sahabat atau teman.


Oleh karena itu, Alea sengaja membawa bouqet bunga mawar kuning untuk Louis. Dengan tujuan menawarkan hubungan persahabatan di antara mereka. Itu pun jika sisa-sisa masalah dari masa lalu yang tersis di antara mereka telah menemukan titik terang menuju perdamaian.


Di sisi lain, Louis yang benar-benar tidak menyangka akan mendapat kunjungan mendadak, langsung mempersilahkan dua tamunya itu masuk ke tempat yang lebih nyaman untuk bicara. Louis bukan mengajak mereka ke ruangan kerjanya, apalagi ruang istirahatnya yang menjadi saksi bisu permainan gilanya dulu. Melainkan membawa mereka pada rooftop Anderson Cooperation yang disulap jadi penthouse yang nyaman untuk dihuni.


Louis pribadi jarang sekali menyambangi tempat tersebut. Mengingat penthouse itu dulu adalah bekas tempat tinggal ayahnya. Kemungkinan besar ia juga dibuat di tempat tersebut, mengingat sang eomma pernah bercerita jika ia pertama kali dikurung oleh ayahnya di sebuah griya tawang megah. Hipotesis Louis semakin diperkuat dengan banyannya foto dan benda-benda yang berbau sang eomma, mulai dari foto, poster, majalah, patung, pakaian, dan sebagainya.


“Terima kasih sudah datang,” ungkap Louis setelah menjamu dua tamunya dengan teh chamomile. Khusus untuk Alea, Louis meminta housekeeper yang bertugas di tempat tersebut untuk menyeduhkan teh rooibos yang tidak mengandung kafein. Alea sedang mengandung, sama seperti Lea. Itu bearati meraka sama-sama tidak boleh minum atau makan makanan yang mengandung kafein.


“Aku pikir kamu tidak akan mau bertemu denganku lagi,” lirih Louis.


Image pria yang suka gonta-ganti pasangan dan biasa memasang wajah datar dan ambisius terlihat lebih lembut dari biasanya. Ia bicara seraya menatap lawan bicaranya yang duduk menunduk di samping sang suami. Tangan mereka juga tak terlepas sama sekali semenjak tadi. Terus bertaut, seolah-olah takut jika Louis akan memisahkan mereka.


“Aku ingin minta maaf, teruta kepada kamu.”


Alea tahu perkataan itu ditujukan kepada dirinya. Oleh karena itu, dua detik kemudian ia merespon. “Aku sudah memaafkan kamu. Bahkan jauh sebelum kamu meminta maaf.” Walaupun memberikan respon, ia tetap gadhul bashar alias menjaga pandangan. “Seseorang juga sempat mencoba meminta maaf atas nama kamu.”


Louis yang sempat bungkam langsung mengedipkan mata. Bola abu-abu yang ada di indra penglihatannya itu tampak melebar. “Siapa?” tanyanya. Padahal ia sudah tahu siapa yang bisa melakukan itu atas nama dirinya.


“Kamu pasti tahu orangnya,” jawab Alea. “Aku datang ke sini untuk meluruskan sisa kesalahpahaman yang tersisa di antara kita.”


Louis mengangguk paham. “Di sini aku yang harus meluruskan sesuatu,” ujarnya. “Semua masalah yang terjadi di antara kita, karena perasaan yang aku miliki untuk kamu.”


Alea terdiam. Begitu pula Nathan. Namun, laki-laki yang berprofesi sebagai pilot itu kian mengeratkan genggaman tangan mereka.


“Semenjak pertama kali betemu dengan kamu, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku tidak berbohong. Pada pertemuaan pertama kita, saat aku terlambat menghadiri meeting. Aku terlebih dahulu bertemu dengan sekretaris kamu. Sebagai pria yang normal, siapa yang tidak tertarik dengan sekretaris kamu? Termasuk aku.” Louis memberikan jeda pada kalimatnya. Ia yang notabene jarang bahkan hampir tidak pernah mengeluarkan effort lebih untuk bicara panjang kali lebar, kali ini mengeluarkan banyak effort uantuk keluar dari zona tersebut. “Walaupun begitu, rasa tertarik itu tidak ada apa-apanya saat melihat kamu.”


“Kenapa dengan istri saya?” tanya Nathan. Sebagai suami sah Alea, ia juga penasaran bagaimana rekasi laki-laki lain saat pertama kali melihat istrinya. Jika dahulu, saat ia pertama kali bertemu Alea di bandara Seokarno Hatta, hal pertama yang membuatnya penasaran adalah sorot mata teduh yang berhasil membuat jatuh cinta. Padahal Alea tidak melakukan apa-apa untuk menarik perhatiannya. Namun, bagi Nathan Alea begitu menarik.


“Berbeda,” sahut Louis. “Alea adalah perempuan pertama yang berhasil membuaku berpaling dengan cepat dari Lea,” lanjut Louis di dalam hati. “Perasaan pertama yang aku rasakan saat melihat kamu adalah rasa perasaran,” ujarnya kemudian. Ditujukan lagi pada Alea.

__ADS_1


“Rasa penasaran yang berbeda dari biasanya. Rasa penasara yang membuatku hampir gila.”


“Rasa penasaran memang perasaan yang menjerumuskan,” sahut Nathan. “Oleh karena itu, seorang manusia harus belajar untuk menahan diri dari rasa penasaran.”


Bukan tanpa sebab Ntahan berkata demikian. Alasannya tentu saja berdasar pada fakta. Sebagian besar masalah yang timbul terjadi karena didasari oleh rasa penasaran. Awalnya didasari rasa penasaran yang menimbulkan keinginan untuk melakukan segala cara, demi memuaskan hasrat dari rasa penasaran tersebut. Ambil saja kisah Louis sebagai contohnya. Ia penasaran pada Alea, kemudian melakukan segala cara untuk memuaskan harat dari rasa penasaran tersebut. Ketika tidak berhasil melakukannya, maka ia mengambil jalan tengah yang seharusnya tidak diambil.


“Aku sadar aku salah. Oleh karena itu, aku minta maaf.”


Louis benar-benar menurunkan egonya sebagai pria yang bersifat arogan. Semua ini ia lakukan supaya dapat menebus sedikit dari sekian banyak masalah yang telah ia ciptakan.


“Cinta adalah fitrah,” ujar Alea, buka suara. “Setiap manusia punya hak untuk merasakan fitrah tersebut. Namun, terkadang manusia lupa jika fitrah itu bersifat murni dan tulus. Jika tidak memiliki sifat tersebut, itu berarti bukan cinta.”


Louis mengangguk. “Setelah merenungkan begitu lama, aku sadar jika apa yang aku rasakan untuk kamu bukan lah cinta. Rasa penasaran dibalut sifat egois itu murni karena aku terobsesi ingin menaklukkan perempuan seperti kamu.”


Nathan kian mengeratkan genggaman pada sang istri. “Dia milik saya sekarang.”


Jika kalian pikir Louis akan mengeraskan rahang jika objek yang sangat ia sukai diklaim oleh orang lain, maka kalian salah. Buktinya, saat ini ia malah menyunggingkan senyum tipis. “Ya. Saya tahu itu,” sahutnya. “Sedangkan ini milik saya,” katanya seraya menunjukkan sesuatu di dalam dompet kulit dari brand global ternama miliknya. Di dalam benda tersebut ada foto seorang gadis muda yang menggunakan toga. Jelas sekali jika foto itu diambil saat hari kelulusa.


Louis mengangguk. Awalnya Lea memang memaksa untuk menyimpan satu fotonya di dompet, pada saat itu Louis tentu menolak. Walaupun foto itu selalu dikeluar, maka sebanyak itu pula Lea akan kembali memasukkan ke dalam dompet Louis. Alhasil Louis jadi membiarkan foto tersebu menghuni dompetnya. No bad juga. Karena foto itu, terkadang para wanita yang tidur dengannya jadi tidak banyak tingkah.


Sekarang foto itu malah ibarat benda bersejarah bagi Louis. Mengingat ia sama sekali tidak menyimpan foto Lea di handphone miliknya. Hanya satu foto itu yang ia miliki. Untung saja sang ibu menyimpan cukup banyak foto yang mencetak kebersamaan mereka sejak muda.


“Sekarang aku tahu mana bedanya cinta dan obsesi sesaat.” Louis kembali buka suara. “Aku ingin mendapatkannya sebelum terlambat. Jadi, sebelum itu aku ingin menyelesaikan masalah yang telah aku perbuat.”


Nathan masih menatap lawan bicaranya dengan tatapan tak dapat dibaca. Sedangkan Alea mendengarkan dan tetap menjaga pandangan.


Perubahan sifat maupun sikaf seseorang tidak dapat ditebak. Allah Azza Wajalla itu Maha membolak-balikkan hati. Sebagai sesama manusia, mereka tidak dapat terus berprasangka buruk. Buktinya, Louis yang awalnya sangat liar, kini bisa berubah cukup drastis. Alasannya karena seorang wanita? Jawabannya fifty-fifty. Lebih tepatnya Louis ingin memperbaiki apa yang telah ia perbuat di masa lalu sebulan memulai awal yang baru. Jika pun tidak dapat diperbaiki, setidaknya Louis bisa meluruskan masalah yang dulu terjadi.


“Selamat atas pernikahan kalian,” ucap Louis ketika mengantarkan Nathan dan Alea keluar dari dalam penthouse. “Kalian memang sangat cocok.”


Nathan mengangguk. “Terima masih,” ujarnya, apa adanya.


“Selamat juga untuk kehadiran bayi pertama kalian,” lanjut Louis saat mempersilahkan mereka memasuki lift khusus eksekutif yang memiliki akses menjangkau area penthouse.

__ADS_1


“Terima kasih,” kali ini Nathan dan Alea kompak menjawab dalam waktu bersamaan.


Louis yang melihat hal tersebut tersenyum tipis. “Semoga ibu dan bayinya sehat. Anak kalian pasti akan menjadi anak hebat, seperti orang tuanya.”


Nathan dan Alea berpandangan untuk sesaat, sebelum kompak menjawab. “Aamiin.”


Louis bisa melihat bagaimana pasangan yang disatukan oleh Sang Pencipta itu saling mengasihi, walaupun hanya lewat pandangan. Ia harap kedepannya ia pun memiliki kesempatan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan Lea.


“Apa aku juga boleh meminta satu hal pada kalian?” tanya Louis, sebelum benar-benar berpisah dengan pasangan tersebut.


“Apa yang Anda inginkan?” tanya Nathan, mewakili.


“Sebuah do’a.”


“Do’a?”


“Hm. Do’a untuk kesehatan, keselamatan serta kebahagiaan bayi pertama kami," ujar Louis seraya tersenyum tipis. "Bayi ku dan Lea.”


✈️✈️


TBC


Hai, readers.


Maaf baru bisa update lagi, soalnya Author sibuk kerja di dunia nyata 🙏🏻


Sepertinya yang sudah dikatakan, novel seri ini akan tamat bulan ini. Jadi, jangan skip baca, ya 😘


Terima kasih juga buat yang selalu setia menunggu ❤️


Jangan lupa rate 5 bintang 🌟 like, vote, komentar, follow Author, share tabur bunga sekebon 💐


Tanggerang 22-12-22

__ADS_1


__ADS_2