Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA


__ADS_3

BDJ 32 : BERTEMU RIVAL LAMA


“Kamu mau kemana sih?”


Perempuan cantik yang menggunakan sleep wear sexy dengan model tali spaghetti itu bertanya saat lawan bicaranya beranjak begitu saja setelah menerima panggilan telepon. Sekalipun Creamy mushroom bucatini dan pumkin lasagna—menu vegan yang menjadi menu dinner mereka saat ini belum laki-laki itu habiskan. Padahal perempuan cantik itu sudah capek-capek memasak sepulang dari studio foto.


Laki-laki rupawan yang hanya menggunakan celana kain tanpa atasan itu berdecak, tak mempedulikan pertanyaan lawan bicaranya.



“Semenjak aku pulang dari Korea, kamu berubah Lou.”


Langkah laki-laki itu tertahan, tepat di samping kursi makan tempat lawan bicaranya duduk. Dari jarak sedekat itu, Lea bisa mencium aroma woody, black pepper, dan citrus yang menonjolkan kesan maskulin dari laki-laki tampan nan rupawan tersebut. Aroma harum mampu membuat kaum hawa terpikat.


“Aku tidak tahu alasan yang membuat kamu seperti ini. Tapi, aku merasa kamu bukan lagi Louis yang dulu aku kenal.”


Lea beranjak dari posisi duduknya, kemudian berdiri di hadapan Louis.


“Apa yang sebenarnya ingin kamu tanyakan?” tanya laki-laki yang memiliki mata abu-abu tersebut, to the point.


“Aku cuma ingin tahu, kenapa kamu begini? Kamu berubah, Lou!”


“Berubah seperti apa?”


“Kamu semakin dingin dan tidak tersentuh. Kamu juga selalu sibuk dengan urusan kamu di luar sana, sampai-sampai tidak ada waktu untukku.”


‘Oh, God. Wanita dengan segala sifat posesif-nya,’ batin Louis di dalam hati, jengah.


“Aku sibuk, itu saja.”


“Bohong. Aku tahu kamu berbohong.”


“Aku tidak berbohong, sayang,” elak Louis seraya merengkuh pinggang ramping perempuannya yang hanya dilapisi selembar kain bernama sleep wear.


“Kamu pikir aku tidak tahu? Aku tahu kalau selama ini kamu sering bertemu wanita lain.”


“Oh, c’mon. Kamu seperti tidak mengenalku saja. Mana bisa aku hidup tanpa wanita, sehari saja.”


‘Jerk!’ umpat Lea di dalam hati.


“Kamu marah karena hal itu? kamu sendiri tahu kalau posisimu lebih tinggi ketimbang jal*ng-jal*ng itu.”


“….”


“Jangan marah. Sekarang aku harus pergi,” ujar Louis setelah mencuri satu kecupan di bibir ranum Lea.


“Pergilah. Aku juga tidak ingin melihat kamu malam ini,” usir Lea seraya membuang muka.


“Fine.”

__ADS_1


Setelah berkata demikian, laki-laki itu benar-benar melenggang pergi. Meninggalkan perempuan yang sejak dulu jadi boneka s*k gratis untuknya. Saat laki-laki itu benar-benar menghilang di balik pintu, Lea mengeram marah seraya mengepalkan tangan kuat-kuat. Pandangannya tampak tajam, tertuju pintu itu.


“Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu main gila dengan wanita itu? aku tahu kamu sering bertemu dia. Kita lihat saja Lou, berapa lama wanita itu mampu bertahan selama dijadikan boneka s*x olehmu.”


✈️✈️


“Kau sudah datang?”


“Hm.”


“Kalau begitu kita masuk sekarang,” ajak laki-laki bernama Nuel itu.


“Hm.”


Louis tadi mendapatkan telepon dari Nuel saat tengah makan malam bersama Lea. Inilah alasan kenapa Louis harus segera angkat kaki, karena Nuel memberikan informasi jika Louis bisa bertemu ayahnya malam ini. Nuel kemudian mengirimkan lokasi yang harus Louis datangi agar dapat bertemu dengan ayahnya.


Lokasi yang Nuel kirimkan letaknya ada di pinggiran kota, jauh dari keramaian kota New York yang seolah-olah tidak pernah tidur. Bersama Nuel, Louis menyusuri jalan-jalan sepi di sebuah pemukiman yang tidak terlalu padat penduduk. Lolongan hewan malam sesekali terdengar dari arah hutan perbatasan antara wilayah New York dan wilayah lain. Selama perjalanan, hanya ada keheningan dan suara-suara hewan malam yang terdengar.



Ada pula beberapa orang yang masih berlalu lalang. Seperti penjaga pom mini yang sempat kendaraan mereka lewati, hingga sekumpulan laki-laki paruh baya yang yang berkeliaran di bawah pengaruh minuman keras.



Toko-toko sudah ditutup, lampu-lampu juga dimatikan. Hanya swalayan dan toko waralaba yang buka 24 jam yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


“Kita sudah sampai,” kata Nuel saat mematikan mesin mobilnya di depan sebuah warung kopi bernuansa klasik yang tampak tidak terawat jika dilihat dari luar.


“Bos,” panggil laki-laki bertubuh tambun itu, saat mereka memasuki sebuah ruangan yang memiliki pencahayaan minim.


“Rupanya putraku sudah datang,” sambut suara deep bass itu, menyapa indra pendengaran Louis.


Laki-laki paruh baya yang baru muncul dari kegelapan itu lantas memberikan intrupsi, agar laki-laki bertubuh tambun tadi meninggalkan mereka berdua.


“Aku datang untuk bicara.” Louis langsung bicara secara to the point.


“Jauhi Alea Radityan. Jangan pernah kau menganggunya.”


“Well, well, jadi putraku yang terkenal sangat suka mempermainkan wanita, jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menjaga seorang gadis kecil?”


“Dia milikku. Jangan pernah berani-berani menganggu hidupnya. Atau ….“


“Atau apa, my son? Kau tahu sendiri jika kalian tidak akan pernah bisa bersama bukan? Perbedaan di antara kalian terlalu kokoh untuk disingkirkan. Kecuali, jika kau mau menjadi sedikit lebih egois ….untuk mendapatkan gadis kecil itu.”


“Aku tidak seperti dirimu!” sentak Louis, murka. “Aku akan mendapatkan dia dengan caraku. Bukan cara kotor seperti yang kau lakukan untuk mendapatkan ibuku.”


Laki-laki paruh baya menyeringai tipis mendengar ucapan darah dagingnya sendiri. “Aku tahu caraku mendapatkan ibumu adalah cara yang kotor. Namun, jangan lupakan fakta dari cara kotor itu menghasilkan apa.”


Louis mengepalkan tangannya kuat, hingga buku-bukunya memutih. Ia benci mengakui fakta jika lawan bicaranya ini adalah sumber dari kehadirannya ke dunia.

__ADS_1


“Kau,” ujar laki-laki yang malam ini berpakaian serba hitam itu. “Kau adalah hasil dari cara kotorku mendapatkan ibumu. Jika saja dulu aku tidak melakukan semua itu, apa mungkin hari ini kamu masih berdiri di sini dengan nama Logan Gallion Anderson Kim? hm? Tentu saja tidak.”


“…”


“Dan jika namamu bukan Logan Gallion Anderson Kim? Apa kamu akan bisa mengenal gadis kecil itu? mustahil rasanya kau akan mengenalnya tampan nama dan gelar yang kau miliki saat ini.”


Louis tidak bisa menjawab. Lidahnya tiba-tiba kelu. Suaranya seperti membatu.


“Seharusnya kau berterima kasih karena terlahir sebagai Logan Gallion Anderson Kim. Putraku. Putra seorang ketua Mafia yang sangat disegani. Aku telah menyediakan masa depan yang cerah untukmu, sehingga kau tidak perlu merasakan kegelapan seperti apa yang ayah mu rasakan.”


“Berhenti bicara soal hubungan darah, sial*n!” geram Louis emosi. “Aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan sebagai darah daging mu. aku tidak pernah meminta untuk itu, jadi jangan harap aku akan berterima kasih. Satu-satunya orang yang pantas mendapatkan ucapan terima kasih adalah ibuku. Wanita yang telah melahirkan dan membesarkan ku seorang diri.”


Laki-laki paruh baya itu tersenyum miring seraya menatap lekat darah dagingnya. Darah daging dari hasil keegoisannya saat muda dulu. Keegoisan yang tidak pernah Logan sesali seumur hidup.


Baru saja hendak membalas ucapan sang putra, suara pintu yang dibuka dengan tergesa-gesa membuat perhatian ayah dan anak itu teralihkan.


“Bos,” panggil laki-laki bertubuh tambun tadi yang terdengar ketakutan.


“Ada apa?”


“A-da yang datang.”


“Siapa?” tanya Logan dengan satu alis terangkat.


“M-ereka …..”


Laki-laki bertubuh tambun itu tidak lagi dapat berbicara karena tiba-tiba tubuhnya tersungkur ke lantai. Logan yang melihat itu tentu terkejut dan langsung terpancing emosi. Siapa yang berani datang ke markasnya tanpa di undang!


“Akhirnya kita berjumpa lagi.”


“Suara itu….” Logan langsung mencari sumber suara yang sudah belasan tahun tidak ia dengar.


Louis yang menangkap secercah kegelisahan di wajah ayahnya, tampak menautkan kening. Ia juga penasaran, siapa yang sebenarnya datang ke sini selain dirinya.


“Ternyata di sini tempat persembunyian mu, Logan.”


Suara itu kembali terdengar dengan munculnya dua siluet bertubuh tegap dari kegelapan. Kemunculan keduanya lantas membuat Logan waspada tingkat dewa.


“Kalian ….Black Brother?!”



✈️✈️


TBC


SIAPA YANG KANGEN GG BERSAUDARA? YUK ANGKATAN TANGAN ✋


MAU LANJUT? LIKE, VOTE, KOMENTAR, FOLLOW AUTHOR & DULU 💙

__ADS_1


Sukabumi 2-07-22


__ADS_2