Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN


__ADS_3

BDJ 101 : DIINTROGASI PARA RADITYAN


“Lea sedang mengandung?” pertanyaan dengan gurat-gurat penuh keterkejutan itu terlontar begitu saja dari mulut Alea. Mewakili rasa penasaran dua orang lainnya.


Sadar telah membocorkan informasi yang tidak seharusnya diumbar-umbar, Leon merutuki dirinya sendiri atas kecerobohan tersebut. Sekarang mau bagaimana lagi? Sudah ada tiga saksi yang mendengar fakta meluncur bebas dari mulutnya.


“Maaf,” ujar Leon seraya mengusap wajahnya frustasi. “Aku rasa informasi satu ini tidak dapat dibagi ke sembarang orang.”


“Tapi, kamu yang baru saja mengatakan kabar bahagia itu secara gamblang, Le,” sahut Lunar dengan binar di matanya. “Lea mengandung bayi kamu, ‘kan?”


Leon dengan lemah menggelengkan kepala. “Sebagai tambahan informasi, Leon kenal Lea belum lama. Mungkin baru sekitar satu pekan.”


“Lalu itu bayi siapa?” heran Lunar. “Selama ini Tante cukup up to date soal dunia infotainment global. Tapi, Tante belum dengar kabar burung soal Lea dekat dengan seorang pria.”


“Mungkin bayi itu milik Lea dan kekasihnya,” tutur Leon. “Ketika kami bertemu, Lea sudah dalam kondisi mengandung.”


“Terus?” pancing Lunar. Sedangkan Nathan dan Alea masih menjadi pendengar setia. Mereka tentu penasaran soal awal mual hubungan Leon dan Lea yang berasal dari dua kalangan berbeda.


“Kami dekat karena sering menghabiskan waktu bersama. Kakak Leon kerja untuk mereka—Lea dan manager nya. Kadang Leon yang menjadi pengganti Kakak untuk mengantarkan Lea jalan-jalan. Cuma sebatas itu kedekatan kita, Tante.”


“Tapi kamu sangat perhatian sama Lea. Makanya Tante pikir kalian berpacaran,” ungkap Lunar.


Siapa pun dapat melihat dengan begitu jelas bahwa Leon sangat perhatian pada Lea. Mulai dari ucapan, hingga tingkah laku, semua mencerminkan jika Leon sangat peduli pada Lea. Padahal pada dasarnya Leon memang perhatian pada kaum Hawa. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua kaum Hawa dapat Leon berikan perhatian, hanya kaum Hawa yang menarik perhatiannya saja.


Leon tersenyum tipis seraya menggelengkan kepala. “Entah rasa iba atau apa namanya. Leon cuma ingin berada di sisinya setiap waktu. Leon pernah melihat perjuangan seorang wanita yang tengah mengandung tanpa didampingi oleh suami atau pasangannya. Masa-masa itu sangat berat untuk dilewati seorang diri.”


Leon pernah berada di posisi ini sebelumnya. Orang terdekatnya pernah berada dalam posisi Lea. Jadi, sedikit banyaknya Leon sudah belajar dari pengalaman pertama. Dari peristiwa itu juga Leon belajar bagaimana cara menghadapi mood ibu hamil yang sangat sensitif dan sering berubah secara drastis.

__ADS_1


Lunar, Alea, maupun Nathan sama-sama menjadi pendengar yang baik. Mereka bisa melihat keseriusan dalam setiap ucapan yang dilontarkan Leon. Padahal Leon itu masih sangat muda, namun ia tampak lebih dewasa dari usianya. Dari pembawaannya saja, ia sangat tenang menghadapi Lea yang sempat lost kontrol.


“Apa kamu tahu alasan kenapa Lea berada di Negara ini?” tanya Alea. “Lea menghilang dari pencarian di berbagai forum media sosial. Semua akun media sosial nya juga non-aktif.”


Leon menggelengkan kepala. “Jujur, aku juga baru tahu identitas aslinya. Awalnya aku tidak tahu identitas asli Lea, tapi aku punya keinginan untu mencari tahu. Karena dalam kondisi apapun, aura seorang bintang seperti Lea tidak dapat disembunyikan.”


Bohong jika Leon tidak terkejut saat mengetahui identitas asli Lea. Ternyata perempuan berbadan dua yang ia ajak naik Benelli Motobi 200 evo untuk pertama kalinya itu adalah seorang supel model, bahkan seorang angel model yang memiliki pendapatan fantatis dalam sekali menjual satu potretnya. Entah kebaikan apa yang Leon lakukan di masa lalu, yang pasti ia benar-benar hoki dapat bertemu Lea. Namun, ketimbang “hoki” Leon lebih cenderung merasa bersyukur dapat dekat dengan Lea dalam kondisi saat ini. Setidaknya kehadiran Leon dapat membantu Lea melewati masa-masa sulit di awal kehamilan.


“Ada satu hal yang harus kamu ketahui,” ujar Nathan. Ia akhirnya buka suara setelah sekian lama.


Sebelum melanjutkan kalimatnya, Nathan terlebih dahulu menatap sang istri. Seolah-olah meminta persetujuan. Alea yang dapat menangkap maksud sang suami kemudian memberikan jawaban lewat anggukan kecil.


“Kemungkinan besar kamu akan terseret jika berhubungan lebih jauh dengannya.”


“Maksud Abang?”


“Saya dan istri saya mengenal mengenal laki-laki yang kamu maksud sebagai ‘pacar’ Lea. Laki-laki itu bukan orang sembarangan.”


Nathan tersenyum tipis mendengarnya. “Kamu bisa saja berpikir demikian. Tapi, perlu diingat bahwa Lea datang ke Negara ini tanpa pamit. Itu berarti dia melarikan diri. Kamu tahu maksud dari melarikan diri?” Nathan memotong kalimat. “Berarti ada yang dia hindari,” lanjut Nathan.


Leon membuang napas dengan perlahan. Benar apa kata Nathan. Jika Lea datang ke sini untuk melarikan diri, itu berarti ada masalah yang belum selesai di antara Lea dan laki-laki yang membuatnya mengandung. Sedangkan di sini Leon ingin melindungi Lea, namun ia tidak tahu apa-apa. Terlalu banyak warna abu-abu dalam hubungan mereka yang baru terjalin.


“Di sini Tante juga tidak tahu apa-apa, Le. Namun, mendengar ucapan Nathan, Tante setuju. Apa kamu pernah dengar kalimat ini, jangan memulai hubungan dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya.”


Leon mengangguk dalam diam. Ia memang belum ada niat untuk menjurus ke arah sana, namun ada perasaan “ingin” selalu ada disisinya. Dalam setiap waktu, Leon ingin ada untuk menjadi sosok yang dibutuhkan.


“Takutnya nanti kamu terluka seorang diri,” lanjut Lunar, memberikan wejangan lewat ucapannya.

__ADS_1


Dari pembicaraan kali ini, Leon bisa menebak bahwa sebagian dari para Radityan mengenal Lea. Bahkan kemungkinan besar mereka jauh lebih mengenal Lea ketimbang Leon yang baru menyusup ke kehidupan Lea. Leon tidak tahu apa-apa soal Lea, kecuali biodata yang ia dapatkan dari Wikipedia. Namun, Leon ingin tetap melindungi Lea. Entahlah, ia juga tidak tahu kenapa sangat ingin menjaga Lea dan bayi dalam kandungannya.


“Maaf menganggu obrolannya, Non.”


Seorang maid yang datang tergopoh-gopoh dari arah dapur langsung menarik perhatian mereka berempat.


“Lea ada di mana, Mbak?” tanya Leon, dikarenakan ia tidak dapat menemukan Lea di mana pun. Padahal tadi Lea pergi bersama maid ini. Iya bahkan bicara mendahului Lunar yang baru saja hendak buka suara, sakit cemasnya.


“Itu….”


Lunar beranjak dari posisinya duduk. Mendekati maid tersebut. “Ada apa, Mbak?”


“Itu ....Nona cantik yang tadi numpang ke toilet jatuh pingsan.”


“Apa??”


Mendengar informasi yang dibawa oleh si mbak, Leon tentu saja terkejut bukan main. Konotasi saat mendengar kata “jatuh” yang meluncur bebas dari mulut maid tersebut berhasil membuat pikiran Leon berkelana kemana-mana.


Menurut beberapa artikel yang pernah Leon baca, jatuh saat hamil tidak langsung dapat membahayakan bayi dan menyebabkan keguguran, terutama selama trimester pertama. Pada usia kandungan yang muda, janin masih kecil, begitu pula dengan rahim yang masih berada di sekitar panggul. Rahim pada trimester pertama masih terlindungi dengan baik oleh tulang panggul.


Tingkat bahayanya tergantung pada kondisi terjatuh dan usia kehamilan. Jatuh selama kehamilan adalah penyebab umum cedera ringan dan dalam beberapa kasus, dapat berbahaya ibu dan bayi. Oleh karena itu, Leon harus segera memastikannya.


“Nona cantik tadi jatuh tidak sadarkan diri di depan pintu kamar mandi, Den.”


“Kalau begitu ayo tunjukkan jalannya!”


✈️✈️

__ADS_1


TbC


Tanggerang 21-10-22


__ADS_2