Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
BDJ 102 : BAYIKU?


__ADS_3

BDJ 102 : BAYIKU?


“Mau lagi?”


Bocah laki-laki yang menggunakan piama rumah sakit itu menggelengkan kepala dengan mulut yang sibuk mengunyah potongan buah pir terakhir. Tanpa suara, ia memberikan intruksi pada sang kakak untuk mengecilkan volume televisi.


“Ada apa? sudah mengantuk?”


“Iya. Lucas mau tidur.”


Laki-laki lebih dewasa yang duduk di samping hospital bed itu tersenyum kecil. “Perlu dipanggilkan Eomma?”


“Tidak. Lucas sudah bisa tidur tanpa Eomma,” sahut anak laki-laki bernama Lucas itu. Ia kemudian bergerak guna merebahkan badan mungilnya di permukaan hospital bed. Sedangkan sang kakak juga tidak tinggal diam, ia membantu menyelimuti sang adik yang mulai diserang kantuk setelah menghabiskan camilan berupa potongan buah segar.


Anak laki-laki yang baru genap berusia sepuluh tahun itu kondisinya sudah jauh lebih baik semenjak dijenguk sang kakak. Menurut dokter yang menangani, Lucas didiagnosa mengalami demam typhoid atau sakit tipes. Penyebab demam typhoid atau sakit tipes adalah infeksi Salmonella typi, bakteri yang menyerang usus. Penyakit ini memang kerap dialami oleh anak-anak. Sakit typhoid dapat membahayakan nyawa jika tidak mendapatkan penanganan tepat dan cepat.


Untung saja Lucas cepat mendapatkan penanganan yang tepat, walaupun begitu kondisi Lucas juga sempat drop beberapa hari ke belakang. Itulah alasan terbesar kenapa Louis, kakak Lucas diminta untuk segera pulang. Sang adik terus mencari kakaknya. Sedangkan kakaknya terus-menerus mencari wanitanya.


“Sudah tidur?”


Louis yang tadinya tengah menemani sang adik tidur siang, langsung menoleh ke arah datangnya sumber suara. Dari pintu yang baru saja terbuka, ibunya datang membawa beberapa paper bag dengan logo restoran terkenal di New York.


“Hm. Baru tidur.”


“Kalau begitu makan siang dulu. Kamu langsung datang dari kantor, pasti belum sempat makan siang?”


Louis mengangguk. Ia memang tidak sempat mengisi perut sekembalinya dari kantor. Ia langsung bergegas ke rumah sakit untuk menjenguk sang adik yang rencananya akan diperbolehkan pulang besok pagi. Terhitung sudah dua hari Louis menemani Lucas di rumah sakit. Setibanya di New York, Louis juga langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk sang adik.


“Bagaimana soal Lea? Masih belum ada kabar?”


Louis yang baru saja membuka salah satu makanan yang ibunya bawa menggelengkan kepala. “Aku tidak menemukan dia di manapun.”


“Mungkin Lea hanya membutuhkan waktu,” ujar Nata. Mencoba memberi sang putra pengertian. Karena perempuan terkadang begitu. Memilih pergi untuk menghabiskan waktu sorang diri. Menangkan diri.


“Ini sudah hampir tiga minggu,” ujar Louis pahit. Ia juga jadi tidak memiliki selera lagi untuk mencicipi makan siang yang sudah ibunya bawakan. “Dia ada di mana? Sedang bersama siapa? bagaimana kondisinya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus muncul di kepala.”


“Itu adalah hal yang wajar, sayang. Mengingat kamu dan Lea sudah dekat sejak kecil.”


“Aku tidak terbiasa ketika dia pergi. Tapi, kerap kali mengabaikan keberadaannya saat dia ada di sini.”

__ADS_1


“Itulah kenapa pentingnya menghargai perasaan seseorang yang selalu ada di sisi kita. Satu orang yang menemani dalam suka maupun duka, lebih berarti dari seratus orang yang hanya menemani kita dalam suka,” ujar Nata seraya tersenyum hangat, khas senyum keibuan. Walaupun ia sempat dibuat kecewa oleh tindakan sag putra, sekarang ia tetap menjadi sosok yang paling mengerti perasaan putranya.


“Seorang akan terasa begitu berarti jika sudah pergi. Sekarang kamu mengerti?”


Louis tidak merespon. Hanya kepalanya yang semakin tunduk, enggan menatap ke arah lain. Nata yang melihat sang putra terpuruk belakangan ini, tentu selalu berusaha menjadi support system terbaik.


Selama beberapa tahun ia telah menjadi single parent. Ah, lebih tepatnya super mom, mengingat bagaimana kerasnya perjuangan Nata kala dulu harus membesarkan sang putra seorang diri. Setelah berjuang dengan terseok-seok selama beberapa tahun, Nata baru kembali menemukan makna dari cinta yang begitu tulus lewat seorang laki-laki yang sekarang menjadi suaminya. Nata juga ingin putra nya menemukan perempuan yang mencintai dengan tulus.


“Maaf jika selama ini Eomma terlalu ikut campur dalam urusan kamu. Akan tetapi, Eomma tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan kamu soal karma. Kamu mungkin bisa bermain-main dengan drama, namun tidak dengar karma.” Dengan sayang, Nata menyentuh bahu tegap sang putra yang tampak rapuh dibalik kekokohannya. “Eomma tahu kamu bukan laki-laki yang ‘berperasaan’ pada perempuan. Tapi, ada Tuhan yang melihat serta mencatat semua perbuatan kamu. Selama ini kamu suka bermain-main dengan perasaan perempuan, lalu Tuhan mengirimkan Alea untuk menarik perhatian kamu.”


“….”


“Untuk pertama kalinya kamu merasakan ketertarikan begitu besar pada lawan jenis. Benar begitu?” tanya Nata. Louis masih memilih bungkam. “Eomma bisa menebak dalam sekali lihat. Lagipula para keturunan Radityan memang punya pesona yang luar biasa.”


Nata jadi teringat masa lalu. Bagaimana dulu ia juga jadi buta karena cinta. Sehingga ia melakukan provokasi, agar sang kekasih mau meninggalkan calon istri pilihan keluarganya. Siapa sangka, puluhan tahun berlalu, dan kini putri dari mantan kekasihnya itu berhasil memporak-poranda hati putra sulungnya. Padahal Alea tidak berbuat apa-apa untuk memikat Louis, tetapi Louis sudah segila ini tertarik padanya.


“Kamu begitu tertarik pada Alea, sehingga melupakan keberadaan Lea yang sejak dulu berada di sisi kamu. Walaupun kamu tidak menyadari perasaan apa yang tumbuh di antara kalian, tapi di alam bawah sadar kamu selalu membutuhkan Lea. Kamu merasa hampa karena kehilangan Lea.”


Louis menghela napas kecil sembari mengurut pelipis. Benar. Benar. Benar. Apa yang diucapkan wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu seutuhnya benar. Selama ini Louis terlalu menggampangkan perasaan perempuan, tidak terkecuali Lea. Dengan bangga ia percaya jika Lea akan terus berada di sisinya, karena tahu perempuan itu mencintainya. Padahal, kadar cinta itu bisa menipis bahkan habis. Segigih-gigih nya seseorang mencintai, ketika tidak mendapatkan feedback yang diinginkan, maka menyerah akan menjadi pilihan terakhir.


“Selagi Lea membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diri, kamu juga harus memantapkan hati. Perbaiki diri. Apa saja yang perlu kamu revisi untuk kedepannya. Mengerti?”


“Di depan ada Jack. Jika kamu tidak mau makan siang sekarang, bicaralah dengan Jack. Kamu bisa makan setelah bicara dengan dia.”


Louis mengangguk. Ia sudah berdiri dari duduknya. Untuk sejenak ia menatap ke arah hospital bed, bukan cuma ia yang merindukan Lea. Tetapi ada Luca juga. Bocah laki-laki itu terus bertanya kapan sang eonni datang menjenguk.


“Bukan cuma kamu yang merindukan Lea. Eomma, Lucas, dan semua orang yang mengenal Lea juga merindukannya,” ujar Nata dengan senyum yang tak pernah terhapus. “Lekaslah perbaiki kesalahan yang kamu buat, Nak. Kemudian bawa putri Eomma pulang.”


Tanpa suara, tanpa ekspresi yang bisa ditebak, namun jawaban tetap Louis berikan. Sebuah anggukkan kepala jadi bukti bahwa ia akan bergegas membawa Lea kembali.


Setelah menyelesaikan pembicaraannya dengan sang ibu, Louis kemudian keluar dari ruangan VVIP yang dihuni sang adik beberapa hari ini. Di depan ruangan tersebut Jack sudah berdiri dengan sebuah map berwarna coklat dalam genggaman.


“Ada apa? kau memiliki informasi penting?”


Laki-laki berpakaian serba hitam yang berdiri di depan Louis itu mengangguk. Ia kemudian menyodorkan map coklat yang telah dipersiapkan.


“Apa ini?”


“Hasil catatan medis Nona Lea, serta sisa bukti soal keaslian video-video yang tersimpan di flashdisk pemberian tuan Nicho.”

__ADS_1


Louis menerima map tersebut. Ia memang meminta Jack untuk mencari tahu soal keaslian dari video yang tersimpan dalam flashdisk pemberian Nicho. Jack sempat kesulitan mencari tahu lebih dalam soal video-video tersebut. Namun, setelah diteliti kembali, semua bukti di dalam flashdisk itu memang asli. Itu berarti Lea sedang mengandung.


“Dari rekapan catatan medis Nona Lea yang rutin dilakukan satu bulan sekali, ada beberapa bulan yang kosong karena kepadatan jadwal Nona Lea. Kemungkinan besar pada kekosongan itu terjadinya pembuahan, kemudian terjadi kehamilan tanpa disadari oleh siapa pun.”


Louis meremas kuat map coklat tersebut, tanpa berniat untuk membukanya. Mengetahui jika Lea benar-benar mengandung saja hatinya terasa sesak. Apalagi jika ucapan Nicho benar, bahwa bayi itu adalah milik mereka. Milik Lea dan Nicho.


“Sial*n.”


Membayangkannya saja Louis sudah berhasrat untuk memusnahkan Nicho dari dunia ini.


“Ada satu hal lagi yang perlu Tuan ketahui.”


“Apa?!”


Jack berdeham kikuk kala mendengar nada bicara sang tuan yang sudah naik satu oktaf. “Dari data operator jaringan yang digunakan Nona Lea, saya tidak menemukan satu pun panggilan masuk atau keluar atas nomer Tuan Nicho. Cuma baru-baru ini, maksud saya sebelum Nona Lea menghilang, sempat ada beberapa panggilan keluar dan masuk dengan nomer tujuan milik Tuan Nicho.”


Saking teliti nya Louis meminta informasi, Jack sampai-sampai rela menggunakan banyak koneksi untuk meminta salinan dari operator jaringan atas nomer telepon Lea. Dari sana ia bisa mendeteksi komunikasi yang terjadi antara Lea dengan orang-orang yang ia hubungi.


“Jika ditarik kesimpulan secara mudah, Nona Lea sama sekali tidak berhubungan dengan Tuan Nicho sebelum dinyatakan mengandung.”


Louis yang tadinya meremas kuat map coklat di tangannya, langsung berhenti seketika.


“Sekarang izinkan saya mengajukan pertanyaan yang cukup privasi pada Anda.”


“Apa?” tanya Louis datar.


“Kapan ….Anda dan Nona Lea terakhir kali berhubungan badan? Apa kalian berhubungan menggunakan pengaman?”


Louis terdiam mendengar pertanyaan vulgar dari sang sekretaris. Ia sempat melirik ke sembarang arah, memastikan jika lorong sepi. “Kenapa kau menanyakan hal itu?”


“Karena jawaban dari pertanyaan barusan bisa menjadi acuan utuk saya kalkulasikan dengan usia kehamilan Nona Lea.”


✈️✈️


TBC


KETAR-KETIR NGGAK TUH 😂🤣


Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, tabur bunga sekebon, dan tonton iklan sampai selesai 😘

__ADS_1


Tanggerang 22-10-22


__ADS_2