Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 36 : MENGGILA


__ADS_3

BDJ 36 : MENGGILA




“TIDAK?!”


Suara deep bass yang berseru sangat kencang itu terdengar menggelegar di seluruh penjuru ruangan, di karenakan ruangan yang posisinya ada di bawah tanah itu kedap suara.


“Tidak, tidak. Kau tidak boleh mati seperti ini, my son.”


Logan Gallion Smith Anderson meracau dengan raut wajah sangat frustasi sembari mendekati tubuh sang putra yang tergolek tak sadarkan diri di lantai yang dingin. Kekuatan Logan seolah-olah hilang separuh saat melihat putranya tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


“Ayah melakukan semua ini untukmu, son. Tapi kenapa kau begini?” katanya seraya meraih wajah sang putra.


Wajah rupawan yang berhasil menjiplak hampir 90% rupa ayahnya. Bahkan sang ibu yang mengandung, merawat, dan membesarkannya hanya diberi sekitar 10%. Sisanya benar-benar copy paste Logan saat masih muda. Untuk sifat sendiri, putranya ini ambisius seperti dirinya. Penikmat dunia malam, pecinta wanita, pecandu alkohol, namun tidak teridentifikasi mengonsumsi obat-obatan terlarang. Sedangkan dulu, Logan sempat mengecap sesatnya dunia obat-obatan hingga sempat kecanduan barang haram tersebut. Sedangkan Louis tidak.


Louis cenderung lebih kecanduan alkohol dan wanita untuk menuntaskan hasratnya yang cukup crazy. Oleh karena itu, Louis lebih sering ganti pacar, teman kencan, atau teman tidur. Pada saat hasratnya tengah menggebu-gebu, Louis bahkan sanggup sehari tiga kali berhubungan dengan perempuan yang berbeda. Akan tetapi, semua itu tidak berlaku lagi semenjak Louis mengenal Alea.


Saat ini partner ranjang Louis yang paling setia adalah Lea. Sedangkan yang paling sering diajak berhubungan belakangan ini adalah Annante dan Ciara—sekretarisnya. Selain tiga perempuan itu, Louis sudah berhenti menggunakan jasa perempuan bayaran. Ia juga sudah jarang main ke kelab malam, karena banyak sekali tekanan yang membuatnya harus bekerja mengurus ini dan itu belakangan ini.


“Berani-berani sekali kalian membuat putraku seperti ini,” geram Logan seraya menatap Galaksi dan Gemintang bergantian. Tatapannya juga kemudian beralih pada Anzar yang sudah berada di ambang batas kesadaran.


“Jika terjadi apa-apa pada putraku, akan kubunuh kalian!” serunya, menggila. Dengan segera Logan langsung berdiri, mengincar Galaksi dan Gemintang yang tengah melindungi Anzar.


“Lindungi kami,” ujar Galaksi yang tengah menahan tubuh Anzar agar tidak sepenuhnya berbaring di lantai yang kotor. Ia takut luka Anzar yang masih mengeluarkan darah infeksi jika terkena debu atau kotoran di lantai tersebut.


“Baik.” Gemintang menjawab seraya melepaskan senapan laras panjang miliknya.


Logan hanya bermodal tangan kosong saat maju untuk menyerang. Jadi Gemintang juga melakukan hal yang sama. Namun, sebagai jaga-jaga, ia sudah menyiapkan beberapa perintilan benda tajam berukuran kecil yang tersimpan di beberapa bagian tubuhnya. Hanya penampakannya saja yang tidak terlihat, tersembunyi di balik pakaian dan safety yang ia gunakan.


Logan melancarkan serangan dengan kecepatan dan ketepatan yang patut diacungi jempol. Gemintang duga, sekali pun berada di dalam bui, Logan sepertinya tetap mengasah kemampuan. Di tambah lagi ia adalah mantan ketua Mafia yang cukup disegani, namanya tersohor sampai pelosok negeri, bahkan sampai Macau dan Las Vegas. Dari dulu menangani kasus Logan—semenjak masih menjadi anggota resmi FBI, Gemintang dan Galaksi sudah melakukan observasi yang cukup detail. Namun, saat berhadapan secara langsung dengan ketua Mafia yang melegenda itu, ada saja yang fakta baru mereka ditemukan.


Gerakan serangan Logan cepat, tangkas dan gesit. Juga mematikan dalam waktu bersamaan. Gemintang jadi merasa tengah berada di dalam ring tinju kelas bebas, dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan.


“Dari dulu keluarga Radityan memang hanya bisa mengacaukan,” kata Logan seraya menyerang perut bagian kiri Gemintang. Namun, Gemintang dengan gesit menghindar.


Sebagai balasan, Gemintang melancarkan satu tendangan yang cukup keras sehingga membuat Logan kepayahan. Tak sia-sia pula pengamatannya beberapa menit bertarung melawan Logan. Laki-laki itu punya kelemahan pada beberapa titik, namun mencoba mengelabuhi Gemintang dengan ekspresi datarnya.


“Keluarga Radityan tidak pernah mengacau. Kau yang dulu datang mengacau dan membuat tatanan keharmonisan di keluarga kami tercerai-berai.”


Setelah berkata demikian, Gemintang mengincar leher Logan. Lebih tepatnya titik vital di bagian leher agar dapat melumpuhkan Logan dalam sekali gerakan. Namun, Logan dapat membaca gerakan itu dengan cepat.


“Sial*n!” umpat Gemintang, sebal.


Sebenarnya sudah cukup lama Gemintang off dari dunia shadow. Toh, sekarang ia sudah memiliki kaki tangan yang cukup handal dan memadai. Mereka bisa langsung diterjunkan ke lapangan untuk menjalankan misi. Jadi GG bersaudara tak perlu repot-repot lagi.


Kendati demikian, misi kali ini berbeda. Bahkan Anzar juga ingin ikut berpartisipasi dalam misi. Bagaimana pun juga, masalah Logan bermula dari hubungan asmaranya dengan mantan kekasih tercintanya dulu. Seorang model papan atas yang mampu membuat seorang putra Radityan membohongi seluruh anggota keluarganya, kemudian membohongi calon istrinya, bahkan tega kabur bersama kekasihnya menjelang digelarnya acara pernikahan. (Read Bukan Salah Jodoh)


DOR!


Galaksi, Gemintang, Anzar dan Logan sama-sama terkejut karena mendengar suara letupan pistol yang tiba-tiba terdengar.


“Apa itu semacam kode?” gumam Gemintang. Ia memang memberikan intrupsi pada anak dan muridnya yang bertugas di luar untuk memberikan intrupsi lewat letupan pistol jika kondisi jadi tidak terkendali.


“Bukan,” sahut Galaksi. “Itu bukan kode, melainkan informasi jika ada yang datang.”


Seraya memapah tubuh Anzar yang sudah sepenuhnya hilang kesadaran, Galaksi mencoba berdiri. Kondisi Anzar semakin mengkhawatirkan karena pendarahan di perutnya tak kunjung berhenti, sekalipun luka tusuk itu sudah Galaksi tahan agar darahnya tidak terus merembes. Galaksi khawatir Anzar akan kehilangan banyak darah jiak tak kunjung mendapatkan pertolongan.


BUGH!

__ADS_1


“Kau lengah,” kekeh Logan saat berhasil membuat Gemintang limbung ke lantai karena pukulannya.


“Cih.” Gemintang berdecih seraya menyeka sudut bibirnya yang pecah. “Kau pikir akan mudah menghabisi ku?” tantang Gemintang.


Lebih dari siapapun, GG bersaudara sudah puluhan, bahkan mungkin ratusan kali bersitatap dengan malaikat maut. Namun, hingga saat ini malaikat itu belum sempat menjalankan tugasnya. Jika pada kesempatan ini malaikat maut akan menjalankan tugasnya, maka Gemintang akan mati membawa kemenangan. Kemenangan itu adalah nyawa Logan yang sudah membahayakan keluarga Radityan dari generasi ke generasi.


“Jika malam ini malaikat mau menjalankan tugasnya terhadapku, maka akan aku pasti jika kau ikut bersamaku,” kata Gemintang seraya kembali melancarkan serangan.


Menggila. Satu kata yang menggambarkan duel maut antara dua laki-laki beda usia itu. Mereka sama-sama melancarkan serangan demi serangan dengan menggila, tak peduli jika malaikat maut tengah mengintai di setiap sudut. Menanti siapa yang terlebih dahulu akan ia ambil, untuk segera dibawa ke alam baka.


Galaksi juga baru kali ini melihat sang adik menggila. Mungkin ia pernah melihatnya dulu, jauh sebelum mereka memiliki istri dan anak. Dulu sekali, saat mereka baru pertama kali bergabung dengan organisasi dunia hitam. Mereka sama-sama menggila, karena mengingat keluarga mereka—marga Pradipta—telah dibantai satu per satu. Menyisakan merea berdua.


Dua anak laki-laki tanpa ayah, ibu, dan sanak-saudara, kemudian direngkuh oleh sepasang suami istri dari keluarga Radityan. Mereka diperlakukan dengan sangat baik. Disayangi, dicintai, dididik, dan dibesarkan layaknya putra sendiri. Semenjak itu, tujuan dua saudara itu menjadi dua pula. Pertama, mencari tahu alasan dibalik kematian orang tua dan kakek mereka yang diselimuti kejanggalan. Kedua, menjaga keluarga Radityan semaksimal mungkin. Mengingat keluarga itu lah yang menampung dan menerima mereka dengan baik. Ditambah lagi Arkia—wanita yang dulu sangat ayah mereka cintai, namun tidak dapat dimiliki—sudah mereka anggap seperti ibu sendiri.


“Tidak akan kubiarkan kau menyentuh keluargaku, sial*n!” marah Gemintang, seraya melayangkan serangan bertubi-tubi sehingga Logan cukup kepayahan menangkis dan menghindari serangan Gemintang.


“Untuk malam ini saja, aku akan mengotori tanganku sendiri demi menjaga keluarga Radityan.”


Gemintang menggila. Itu yang dapat Galaksi simpulkan. Namun, Galaksi juga tidak bisa melerai karena tahu betul jika laki-laki humoris itu jika sudah menggila akan sulit dilerai. Lihat saja sekarang, pertarungan sudah dimonopoli oleh Gemintang. Bungsu Pradipta itu tak segan-segan mengeluarkan seluruh tenaga dan kekuatannya untuk memberi Logan pelajaran.


“Well, well. Pertunjukan yang sangat bangus.”


Pukulan Gemintang yang menggila tertahan di udara. Seorang laki-laki yang baru saja keluar dari kegelapan malam yang tak lain dan tak bukan adalah pemilik suara barusan, berhasil membuat Gemintang yang menggila diam untuk beberapa saat.


“Kau bisa membuatnya mati, bung.”


“Memang itu tujuanku,” jawab Gemintang datar. Tidak ada lagi nada tengil yang biasa menjadi ciri khas nya. “Membuatnya mati di tanganku.”


Laki-laki dengan netra biru itu menggelengkan kepala. Ia datang dengan pakaian formal serba hitam, berbanding terbalik dengan image dan pekerjaan sampingannya sebagai ketua Mafia yang tetap melegenda. Bahkan kedua tangannya pun dilindungi sarung tangan hitam.


“Jangan mengotori tanganmu sendiri, bung. Sekitar lima belas menit lagi polisi dan anggota FBI akan datang untuk mengepung tempat ini.”


“Tahan dulu,” pinta ayah Astronot yang jauh-jauh datang ke sini itu. “Ikuti perintahku, ini demi kebaikan kalian.”


Fubuking berkata demikian seraya menatap Galaksi dan Gemintang bergantian. “Segera bawa saudara kalian ke rumah sakit, atau kalian akan segera kehilangannya.”


“Jaga bicaramu, King!” sentak Gemintang tak suka.


“Gemi, tahan.” Galaksi ikut buka suara. “Sebenarnya ada apa King? Kita tidak memintamu untuk ikut campur, kecuali masalah penutupan akses.”


“Betul. Jangan ikut campur,” desis Gemintang yang masih emosi. Ia masih dengan kekuatan penuh menahan tubuh Logan di bawah kuncian nya.


“Rencana kalian berantakan. Kemungkinan ada kaki tangannya yang meminta bala bantuan, sehingga mereka membuat celah untuk kabur ke arah perbatasan,” kata Fubuking memberitahu. “Bala bantuannya akan segera datang, mungkin selisih 5 samapi 10 menit dengan polisi. Kalian akan kalah jumlah jika terus bertahan pada rencana kalian,” ujarnya lagi seraya melirik Logan.


“Sial*n. Berani-beraninya kau menipu kami,” desis Gemintang seraya menguatkan kuncian, sehingga Logan mengeram tertahan.


“Ikuti saran ku. Pergi sekarang, dan aku yang akan menyelesaikan sisanya. Aku janji akan membawa bajing*n ini kembali ke tempatnya.”


Gemintang menoleh ke arah Galaksi. Dalam kondisi seperti ini, hanya sang kakak yang bisa mengambil keputusan dengan kepala jernih.


“Gemi, kita pergi,” putus Galaksi seraya memapah Anzar. “Aku serahkan sisanya padamu, King.”


“Hm. Pergilah. Putra kita sudah menunggu di sebelah barat daya dengan mobil rubicon hitam.”


“Hm,” respon Galaksi.


Gemintang menghela napas gusar, lantas melepaskan kuncian dengan kasar. “Kali ini aku membiarkanmu hidup. Jika kita bertemu di lain waktu dengan kondisi yang sama, maka aku tak akan segan-segan lagi mencabut nyawa mu.”


Gemintang beranjak, lantas mengambil senapan laras panjang miliknya yang dari tadi teronggok begitu saja.


“Bawa juga dia,” kata Galaksi memberi isyarat.

__ADS_1


“What??” tanya Gemintang, ogah membawa manusia yang diisyaratkan sang kakak. Apalagi manusia itu adalah dalang yang telah menganggu Alea yang sudah seperti putrinya sendiri.


“Bawa saja Gemintang,” kata Galaksi penuh penegasan.


Gemintang mendesah kasar, kemudian menjawab. “Ok.”


Ia mau tak mau membawa putra dari bajing*n yang barusan ia hajar habis-habisan.


“Aku percayakan sisanya padamu, King,” kata Gemintang mengingatkan sekali lagi, seraya menyentuh bahu ayah biologis Astronot itu.


“Jangan cemas. Aku akan sedikit bernostalgia dengan junior ku itu, kemudian menyelesaikannya.”


“Ok. Aku pegang kata-katamu,” kata Gemintang seraya membentuk tanda OK menggunakan ibu jari dan jari telunjuk kanannya.


Setelah kedatangan Fubuking yang memberitahukan informasi penting tersebut, Gemintang dan Galaksi langsung membawa Anzar dan Louis ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan pertama. Mereka baru menghubungi para istri setelah kondisi agak lebih kondusif. Tentu saja setelah mereka kompak menyetujui alibi apa yang akan mereka gunakan nantinya.


“And then, mau tahu headline news tentang ayahmu?” tanya Gemintang dengan nada suara yang sarat akan sindiran.


Laki-laki bernetra abu-abu yang sedari tadi terpaku, tampak tak kunjung menjawab. Membuat Gemintang lebih gencar menyindirnya.


“Kenapa? Kau kecewa karena ayahmu itu tidak mampu menyelamatkan dirimu?”


“….”


“Dia hanya seorang pengecut. Sekali jadi pengecut, maka selamanya akan jadi pengecut,” imbuh Gemintang seraya tersenyum miring. “Lagi pula ayahmu itu—“


Kalimat Gemintang tidak sampai rampung diucapkan, karena tiba-tiba pintu dibukan dengan tergesa-gesa dari luar. Menimbulkan suara yang cukup nyaring dan menarik perhatian.


“Lou!”


Panggilan dari suara lembut yang sarat akan kecemasan itu berhasil menarik perhatian Louis sepenuhnya. Akhirnya, sang eomma datang juga. Jangan lupakan pula kehadiran seorang laki-laki yang perawakannya mirip aktor Lee So Hyuk yang tengah menggandeng Lucas—adik Louis. Laki-laki itu adalah ayah tiri Louis. Suami baru ibunya, alias ayah Lucas.


Wanita yang tidak banyak berubah semenjak puluhan tahun silam itu bukan hanya berhasil menarik perhatian Louis, namun berhasil menarik perhatian Keevanzar Radityan al-Faruq pula. Menarik, membawa, dan mengingatkan seperangkat ingatan di masa lalu yang kembali menyeruak. Ingatan di masa seorang Keevanzar menggila karena cinta.


“Nata….”


✈️✈️


TBC


LANJUT?? INI HAMPIR 2K SATU PART, LUMAYAN YA. KALAU MAU LANJUT, YUK RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR 👇


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENTAR, FOLLOW AUTHOR & SHARE ❤️


Sukabumi 07-07-22


REKOMENDASI NOVEL!



Tampan, kaya, berkuasa dan sempurna. Tiada kurangnya seorang Mikhail Abercio, tak pernah ia duga kesempurnaan yang ia miliki ternyata belum cukup untuk mendapatkan kesetiaan dari seorang wanita.


Dikhianati sang kekasih dan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang dia cintai tengah bercinta bersama sahabatnya di apartemen membuat Mikhail Abercio merasa gagal menjadi laki-laki. Sakit, dendam dan kekacauan dalam batinnya membuat pribadi Mikhail berubah 180 derajat bahkan sang Mama angkat tangan dengan ulah putranya.


Hingga, semua berubah ketika takdir mempertemukannya dengan gadis belia yang merupakan mahasiswi magang di kantornya. Valenzia Arthaneda, gadis cantik yang baru merasakan sakitnya menjadi dewasa tak punya pilihan lain ketika Mikhail menuntutnya ganti rugi hanya karena hal sepele.


"1 Miliar atau tidur denganku? Kau punya waktu dua hari untuk berpikir," bisik Mikhail Abercio sebelum kemudian kembali duduk ke kursi kekuasaannya. Dia tidak suka basa-basi, apalagi jika harus membuang waktu dengan gadis ingusan seperti Valenzia.


-


Mampir kuy 👋

__ADS_1


__ADS_2