Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
°BDJ 85 : LEMBANG


__ADS_3

BDJ 85 : LEMBANG



Setiap orang selalu punya cara tersendiri untuk memperlihatkan love language pada pasangannya. Love language sendiri adalah cara seseorang menyalurkan rasa sayang ke pada atau dari orang lain. Menurut seorang konselor pernikahan bernama Gary Chapman, pada umumnya ada lima jenis love language. Lima jenis love language itu di antaranya adalah physical touch atau sentuhan fisik, word of affirmation atau kata penegasan, quality time atau waktu yang berkualitas, giving gifs atau memberi hadian, dan acts of service atau memberi pelayanan.


Dari kelima jenis love language tersebut, contohnya dapat berupa tepukan pelukan, atau kecupan untuk love language dalam bentuk physical touch. Sedangkan contoh dari word of affirmation sendiri senang mengapresiasikan rasa dengan kata-kata sayang, memberi semangat, dan sebagainya. Quality time dapat diwujudkan dalam bentuk menghargai waktu yang dihabiskan bersama, misal makan bersama, jalan-jalan, nonton, dan banyak lagi. Giving gifs? Dapat diwujudkan dengan cara memberi hadiah untuk menunjukkan rasa sayang, misalnya memberikan kejutan ulang tahun, perayaan hari jadi, dan sebagainya. Terakhir, word of affirmation atau kata penegasan, contohnya menawarkan bantuan, membantu pekerjaan pasangan, dan sebagainya.


Mencintai dan dicintai adalah hal yang indah. Semua itu dapat terwujud jika sama-sama saling membutuhkan dan paham apa yang menjadi kebutuhan dari pasangan masing-masing. Nah, love language adalah salah satu kunci untuk memahami pasangan, yaitu dengan tujuan mengetahui apa yang pasangan butuhkan.


Oleh karena itu, Nathan sebagai seorang laki-laki sejati mencoba untuk selalu berusaha memahami keinginan pasangannya. Istri cantiknya, Alea. Tanpa harus mengetahui lewat kata, Nathan selalu mencoba mengerti lewat makna yang tak terucap.


“Kamu mau foto, Zaujati (istriku)?”


Perempuan cantik yang menggunakan pakaian syar’I itu tampak menggelengkan kepala malu-malu. Namun, sang suami yang sudah bersiap diri dan berbekal sebuah kamera, sejak tadi terus menginstruksikan sang istri untuk menatap ke kamera.


Sesuai janji Nathan, jika Alea ingin pergi ke Lembang, maka ia akan membawa sang istri ke Rainbow Garden. Taman bunga yang menyuguhkan jejeran bunga warna-warni seperti pelangi dan tersusun sangat rapih. Mayoritas bunga yang ada di sana didominasi oleh bunga lavender. Namun, setidaknya di sana ada 100 jenis tanaman bunga yang merupakan swadaya dari beberapa petani bunga setempat. Selain bunga-bunga yang berderet dengan apik, di Rainbow Garden juga terdapat green house yang diisi oleh tanaman kebun yang tidak kalah indah, serta kebun organik.



...Rainbow Garden di malam hari....


Mereka yang datang dan berkunjung juga dapat belajar lewat beragam edukasi pilihan keluarga, serta dapat membeli berbagai jenis buah tangan, mulai dari bibit tanaman hias, pernak-pernik lucu berbentuk plantantion seperti pouch, tas, baju, dan lain-lain. Jika merasa lapar setelah berswafoto dan belajar edukasi pilihan, pengunjung dapat mengisi perut dengan berbagai kuliner khas Jawa Barat yang disuguhkan di sana.


“Permisi, Nak. Ibu lihat dari tadi istrinya malu foto sendiri, mungkin ingin ditemani.”


Nathan dan Alea yang tadinya sedang sedikit berselisih, langsung menoleh dan sama-sama tersenyum tipis—walaupun senyum Alea terhalang kain penutup. Seorang perempuan paruh baya yang menggunakan pakaian syar’I datang menghampiri, kemudian menawarkan jasa untuk membantu mengambil potret Nathan dan Alea.

__ADS_1


“Apa tidak merepotkan ibu?” tanya Nathan, sungkan.


“Tidak, Nak. Saya malah dengan senang hati menawarkan diri,” jawab si ibu. Ia katanya jadi ingat anak dan menantunya saat melihat Natha dan Alea. Mereka tampak tidak dapat menyembunyikan aura pengantin baru yang masih suka malu-malu, tetapi sebenarnya mau.


“Ayo ambil pose yang bagus, biar Ibu ambil foto kalian.”


Nathan tersenyum tipis seraya menoleh pada sang istri. “Dari kemarin kita belum ada foto berdua, Zaujati (istriku). Baru sekarang kita memiliki kesempatan untuk foto berdua dengan latar belakang taman yang sangat indah. Apa aku boleh memperlihatkan kebahagiaan kita dalam satu cetak foto?”


Alea menatap sang suami menggunakan netra teduh miliknya. Ia kemudian mengangguk tanpa melepaskan padangan. Melihat itu, Nathan memberikan senyum hangat bagi sang istri.


Tanpa mereka sadari, satu gambar telah diambil oleh sang ibu. Bukan hanya satu, karena beberapa detik berikutnya, gambar terus bertambah satu per satu.


“Masya Allah, semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah, Nak,” kata si ibu seraya mengembalikan kamera milik Nathan. Ia memang bisa mengoperasikan benda tersebut, karena dulu pernah berkecimpung di dunia fotografi.


“Amin ya Rabbal Alamin,” respon Nathan dan Alea bersama. Siapa yang tidak senang coba ketika mendapatkan do’a yang tulus dari seseorang, sekali pun orang itu asing bagi mereka.


Alea hanya mengangguk seraya menunduk. Setiap waktu yang ia lewatkan bersama Nathan—suaminya, selalu saja membawa suasana serta momen baru. Ini adalah hari ke-lima mereka berada di Bandung, dan 1x24 jam yang mereka lewati dalam 5 hari tersebut telah mengukir banyak momen di lembaran baru hidup mereka berdua.


Sekarang sesuai janji Nathan, yaitu membawa sang istri ke Lembang. Salah satu tempat wisata yang popular di kunjungi ketika berada di kota Kembang. Nathan dan Alea juga sudah berencana untuk menghabiskan 2-3 hari di Lembang untuk honeymoon minimalis. Untuk mewujudkan rencana itu, Nathan tentu sudah mencari beberapa penginapan yang cocok untuk mereka. Di antara sekian banyak penginapan, ada tiga yang dirasa cocok dengan selera mereka, yaitu Grafika Cikole, Bukit saung bambu dan The Lodge Maribaya.


Grafika Cikole sendiri berada di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut, membuat suasana di sana sejuk nan menyegarkan. Dikelilingi oleh deretan pohon pinus yang menjulang tinggi, membuat suasana di sana khas sekali dengan bumi perkemahan. Tidak hanya menyediakan penginapan di tengah hutan pinus, ada pula area perkemahan di alam bebas. Fasilitas yang ditawarkan juga cukup lengkap, mulai dari outbound, paintball, kebun stroberi dan rusa timur, serta fasilitas lainnya. Tarif yang dikenakan juga cukup ramah di kantong, dan sebanding dengan fasilitas yang kenyamanan yang diterima.



Bukit saung bambu juga menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan untuk honeymoon. Dengan dekorasi yang mengusung tema serba bambu, menonjolkan kesan yang unik dan berbeda untuk pengalaman honeymoon pasangan baru seperti Nathan dan Alea. Belum lagi ditambah dengan pemandangan citylight saat malam tiba, menjadi daya Tarik utama dan poin plus tersendiri. Sedangkan pada bagian hotel yang lain, menyuguhkan pemandangan lembah hijau yang asi.


__ADS_1


Selain dua penginapan tersebut, ada juga The Lodge Maribaya yang masuk list rekomendasi. Di The Lodge Maribaya, mereka dapat merasakan sensasi menginap seperti sedang kemping, namun ditunjang dengan fasilitas hotel berbintang. Ada dua tipe penginapan yang ditawarkan di The Lodge Maribaya, yaitu camping dan joglo village house. The Lodge Maribaya juga lokasinya satu tempat dengan playground, café, dan restoran, yang menjadikan kelebihan tersendiri bagi The Lodge Maribaya.


Namun, dari ke-tiga penginapan tersebut, Nathan dan Alea memutuskan untuk menginap di dua tempat. Pertama di Grafika Cikole, karena Alea menyukai lokasi dan suasananya. Kedua, Bukit saung bambu yang menjadi keinginan Nathan. Ia merasa ingin menghabiskan satu malam bersama sang istri untuk menikmati keindahan malam dengan pemandangan citylight.


“Senang?”


“Alhamdulillah, senang sekali,” jawab sang istri seraya menerima gelas berisi air putih yang disodorkan sang suami. Setelah mengucapkan basmalah, ia langsung minum. Hampir seperempat air dalam gelas ia minum, sisanya dihabiskan oleh sang suami. Laki-laki berprofesi sebagai Captain itu bahkan terlebih dahulu mencari letak bekas minum sang istri, baru mulai minum ketika menemukannya.


“Besok jalan-jalan lagi. Sekarang istirahat dulu,” kata Nathan setelah mengembalikan gelas ke tempatnya. “Kamu tidak boleh kecapean, karena sepulang dari Bandung kita masih punya banyak schedule.”


“Maksud Mas Nathan?”


“Lupa akan undangan mengunjungi rumah Sang Maha Pencipta?” Nathan berujar seraya menyentuh rambut sang istri yang terasa lembut di tangan. Saat ini mereka sudah berada di penginapan, karena hari telah berganti menjadi malam. “Kita punya undangan untuk mengunjungi rumah sang Maha Pencipta, tempat peristirahatan terakhir Rasulullah, serta tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah perkembangan peradaban agama Islam.”


Alea baru ingat sekarang. Nathan pernah berkata akan membawanya ke sana. Ke rumah Allah di tanah suci. Mengunjungi rumah sang Pencipta, tempat peristirahatan terakhir kekasih sang Pencipta, yaitu Rasulullah Shalallahu Alaihi wasallam, serta tempat-tempat lain yang menjadi saksi bisu peradaban agama Islam pada zaman dahulu.


“Maaf, Alea sempat melupakan jadwal itu, Mas.”


“Tidak apa-apa, yang terpenting aku sudah mengingatkan,” sahut Nathan seraya mengecup pelipis sang istri. “Sekarang istirahat dulu, Zaujati (istriku),” tambah Nathan seraya melingkarkan kedua tangan di pinggang sang istri. “Kamu harus selalu sehat, dan kuat. Jangan lupa berdo’a sebelum istirahat, berdo'a supaya sang Maha Pencipta segera menganugerahkan rezeki berupa buah cinta kepada kita.”


✈️✈️


TBC


Jika suka jangan lupa like, vote, komentar, follow Author, tabur bunga sekebon, dan tonton iklan sampai selesai 😘😘


Tanggerang 29-09-22

__ADS_1


__ADS_2