
...BDJ 23. TABIR FAKTA...
..."Terkadang apa yang kita percayakan kepada seseorang, belum tentu itu adalah jalan yang terbaik. Mudah mempercayai seseorang. Namun, sukar menjaga kepercayaan tersebut."--Bukan Dijodohkan...
...****...
Gerimis kelabu yang turun sejak malam, membuat lagit New York dilanda kekelaman. Genangan air masih tercecer di beberapa tempat, saat hari mulai pagi. Sang fajar masih enggan muncul karena kekelaman hari itu.
"Ini tehnya, Pa."
Pria yang sedang duduk dan memandangi bunga Faschia atau bunga anting-anting yang tumbuh subur di pot-pot gantung hasil mahakarya sang istri itu, menoleh.
"Diminum selagi masih hangat, Pa." Sang putri mengingatkan lagi. Gadis berhijab syarI itu memang mengantarkan teh hangat permintaan sang Ayah bersama kudapan pendamping lainnya. Teh dan kudapan manis memang cocok dinikmati saat cuaca seperti ini.
"Dimakan juga roti pisang chocolate chips-nya, Pa. Mama baru aja keluarin dari pemanggangan."
Pria yang duduk di samping gadis tersebut mengangguk sambil tersenyum kecil. Tangannya terulur untuk mengambil cangkir keramik berornamen bunga Anggrek bulan tersebut.
"Gimana kerjaan kamu di kantor, sayang?" tanyanya, di sela-sela kegiatannya menikmati teh pesanannya.
"Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti, Pa. Proyek sudah masuk tahap pengerjaan. Mungkin butuh beberapa fasilitas penunjang lagi nantinya. Tapi itu masih dalam proses pendalaman."
Anzar tersenyum mendengarnya. Terbesit rasa bangga sekaligus bersalah dalam relung hatinya. Bangga karena sang putri sudah bisa sejauh ini di usianya yang masih muda. Bersalah karena membuat sang putri berkecimpung di dunia bisnis, sehingga ruang gerak bebasnya terbatasi sejak kecil.
Alea kecil jarang sekali keluar rumah. Jika sudah pulang sekolah, ada serangkaian les dan ekstrakulikuler yang harus diikutinya. Baik di dalam ataupun luar rumah. Selama beraktivitas, Alea kecil akan dijaga 24 jam oleh bodyguard kepercayaan kedua orang tuanya.
"Papa lihat kamu sudah semakin mahir membuat kue, seperti Mama. Tidak mau mencoba membuat bakery?" Tanya Anzar.
Alea menggeleng sebagai jawaban. "Alea belajar masak karena memasak adalah kemampuan dasar untuk bertahan hidup."
Anzar tersenyum mendengar jawaban sang putri. "Kenapa begitu?"
"Karena kalau tidak bisa memasak, dari mana kita makan? Sedangkan manusia perlu makan untuk memperoleh tenaga dan agar bisa tetap hidup." Alea melanjutkan jawabannya.
Gadis cantik dalam balutan berhijab syar'I berwarna coklat susu itu beralih menatap rintik hujan yang begitu kentara dari balik jendela yang transparan.
"Kalau soal buat kue, itu bagian dari hobby Alea, Papa. Alea tidak berniat untuk membuka bakery karena takut tidak bisa membagi waktu antara dunia pekerjaan dan rumah tangga nantinya. Jadi, Alea sudah putuskan jika hobby membuat kue ini hanya akan diketahui oleh keluarga saja."
"Apa kamu gak mau kemampuan kamu ini diketahui banyak orang?"
Alea menggeleng sebagai jawaban. "Cukup Mama, Papa, sama kak Nathan untuk saat ini."
Anzar mengangguk sembari kembali menyeruput teh hangat miliknya.
"Sayang, Alea," panggilnya tiba-tiba.
"Iya, ada apa, Pa?" jawab sang putri.
__ADS_1
"Sekretarismu itu, siapa namanya? An siapa?"
"Annante, Pa. Kenapa dengan Annante?" ucap Alea.
"Dia temanmu sejak kuliah bukan?"
"Iya. Kita pernah satu Junior High Scool juga," tutur Alea menjelaskan.
"Benarkan?" Anzar menatap sang putri dengan ekspresi terkejut yang sedikit dipaksakan.
"Jadi, bagaimana gadis itu? Dia baik padamu?"
"Of course, yes," jawab Alea mantap. "Dia baik, easy going, humoris, juga care. Kami sudah berteman sejak lama."
"Dia tinggal sendiri di sini?" Anzar bertanya lagi.
"Tidak. Annante tinggal dengan Ibu dan kekasih Ibunya. Orang tuanya sudah bercerai semenjak Anannte masih kecil."
Anzar mangangguk-anggukan kepalanya mendengarkan cerita tersebut. Dari sudut pandangnya, sang putri memang sudah kelewat dekat dengan gadis bernama Anannte tersebut. Alea memang tipikal orang yang jika dia percaya kepada suatu hal, maka dia akan mempercayainya sepenuh hati.
Hal itulah yang terkadang membuat Anzar takut melepas bebaskan sang putri. Dunia ini kejam, dan manusia di dalamnya dapat menghalalkan berbagai cara untuk bertahan hidup dan sebagainya.
"Pa, Alea ke dapur dulu, ya," pamit sang putri, sambil membawa nampan yang tadi dia gunakan untuk membawa the dan kawan-kawannya.
"Iya, sayang. Titip salam buat Mama cantik, I love you 3000."
Sepeninggalan sang putri, Anzar merubah raut wajahnya kembali menjadi serius. Pria tersebut lantas merogoh saku celananya, kemudia mengambil benda pipih dari dalamnya.
"Hallo, T. Ini saya, Anzar," ujarnya pada suara di seberang saat sambungan teleponnya sudah terhubung.
"Buat gadis bernama Annante yang bekerja sebagai sekretaris putriku untuk menandatangani surat pertukaran tenaga kerja inter-exter untuk pihak Ukraina."
Manik gelap pria yang sudah jatuh bangun mengalami pahit dan getirnya persaingan dunia itu, tampak menatap datar kea rah gemercik hujan yang turun semakin deras.
"Ya. Dan T, aku ingin kau mengawasi beberapa staf yang berhubungan langsung dengan putriku,” lanjutnya.
"Aku juga sudah meminta kontrakmu di perpanjang kepada G1 dan G2. Lakukan tugasmu, dan jangan lupa kirim tim untuk menjaga calon menantuku yang saat ini sedang dalam perjalan menuju Puket, Thailand."
Anzar membalik tubuhnya, saat mendengar suara derap langkah mendekat. Dari aroma harum yang tercipta, dia sudah tahu siapa yang datang mendekat. "Pastikan tidak ada satupun tangan yang berani menyentuhnya, pungkasnya, sebelum menutup sambungan telepon."
"Irra," panggilnya sambil mengembangkan senyum.
"Udah tuwir juga, gombal terus bisanya," celetuk sang istri. Wanita cantik tersebut tampak berbicara sambil bersidakep dada.
"Aku ini masih muda, Ra. Masih mampuh untuk membuat kamu tidak bisa berjalan seminggu." Goda sang suami.
"I dont understand, mas," jawab sang istri, pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
"Kalau begitu, biar aku kasih kamu contoh biar mengerti," ucap Anzar sambil meraih tubuh sang istri. Membuat wanita bergamis itu memekik tertahan karena terkejut.
"Mas, turunin aku!"
"No," jawab Anzar, sambil membawa tubuh sang istri ala bridal style.
"Alea ada di dapur. Dia lagi nunggu aku, mas. Turunin aku sekarang!” titah Airra.
"Cuacanya mendukung sekali untuk memberi kamu contoh agar mengerti ucapanku yang tadi." Anzar mengedipkan sebelah matanya jenaka.
"Mas Anzar, jangan macem-macem ya!" ancam sang istri.
"Enggak macem-macem kok Irra, cuma satu macem."
****
"Apa?" kaget wanita bersurai pirang tersebut.
Di hadapannya, seorang wanita sudah berumur menatapnya lekat dari balik frame kacamata ber-strap emasnya. "Ada masalah, Nn. Annante?"
“Tidak. Tapi ini sangat tiba-tiba," jawab wanita muda bersurai pirang tersebut.
"Alea juga tidak memberitahukan sesuatu kepada saya."
"Nn. Radityan adalah atasan anda. Tidak mungkin dia membuat keputusan secara langsung kepada anda. Anda hanyalah bawahan baginya," ujar wanita yang menjabat sebagai kepala Human Resources Development tersebut.
Annante masih menatap wanita berumur itu lekat. Bagaimana tidak terkejut, pagi-pagi sekali saat dia berangkat kerja setelah membelah cuaca yang tidak bersahabat, dia tiba-tiba diarahkan ke ruangan HRD. Keterkejutannya semakin bertambah saat mengetahui jika dirinya harus menandatangani surat perjanjian pertukaran tenaga kerja impor-expor yang nantinya dia akan di kirim ke Ukraina. What the hell?
Dia merasa marah dan harga dirinya diinjak-injak saat ini. Sambil membawa langkah kakinya ke lantai atas, dia beberapa kali menggerutu kesal.
"Jadi ini balasan untukku, Alea?" seulas senyum sinis terbit di bibirnya.
"Tidak akan aku biarkan kamu membuat aku seperti ini. Kamu membuangku seperti sampah!"
Relung hatinya terasa begitu terhina. Annante tidak menyangka jika gadis sepolos Alea bisa tiba-tiba mendepaknya dengan tidak terhormat. Padahal dari dulu Alea tidak pernah menyembunyikan suatu hal sekalipun darinya. Namun, kali ini dia telah berani berbuat seperti ini.
Kendati demikian, harusnya Annante juga sadar akan perbuatannya di belakang Alea. Tocix relationship yang dibangunnya telah membuatnya berada di titik ini. Tanpa wanita itu sadari, akan ada banyak hal lagi yang direnggut darinya nanti.
****
... TBC...
...Lanjut??...
...Jangan lupa like, vote, follow, share & komentar. Untuk sekarang segini dulu ya ❤️💛💚💙🧡💜🤍🤎🖤...
...Sukabumi 04/08/21...
__ADS_1