
BDJ 66 : BAHAGIA DENGAN & TANPA MU
Sebagai super model yang bekerja sama dengan brand-brand kenamaan seperti Victoria’s Secret, Dior, Dolce & Gabbana, Burberry, Louis Vuitton, Channel, dan banyak lagi, memang tidaklah mudah.
Berkecimpung di dunia modelling internasional memiliki tantangan tersendiri bagi setiap model yang menggeluti profesi tersebut, tidak terkecuali bagi Leasya Annabeth Carrienella. Putri sematawayang dari pasangan Leonidas Kim & Sejeong Kim.
Sejak kecil Lea sudah tumbuh dan besar dikalangan para pecinta dan pegiat seni. Ayah Lea adalah seorang pelukis imajiner dari Amerika yang kemudian jatuh cinta pada mantan finalis Miss Korea, yaitu ibu Lea—Sejeong Kim yang juga memiliki darah Amerika dari sang ibu. Selain rounder up Miss Korea, ibu Lea juga super model yang famous di negaranya. Ia bahkan menjadi brand ambassador beberapa brand luxury global, sebut saja Channel dan Miu Miu. Selain ibunya, sejak kecil Lea juga dekat dengan Nathalia Gracya Kim—ibu Louis. Sebenarnya nenek moyang keluarga orang tua Lea dan orang tua ibu Louis masih sama, sehingga mereka sama-sama memiliki marga Kim.
Nata yang dulunya juga berkecimpung di dunia modelling internasional—sangat mendukung pretasi Lea yang gemilang di dunia modelling. Karena sejak masih belia, nama Lea sudah mulai dikenal oleh dunia. Namun, setelah tahun demi tahun berjuang mati-matian di dunia modelling yang panas agar ia dapat menjadi salah satu super model yang diperhitungkan, Lea menjerumuskan dirinya sendiri pada neraka dunia lewat hubungan FWB alias friend with benefit bersama teman dekatnya. Alhasil, sekarang ia telah memetik buah dari keputusan bodoh yang dulu ia ambil.
Walaupun demikian, Lea tidak menyesal sama sekali, karena pada akhirnya ia telah mendapatkan status baru. Namun, ia hanya menyesal karena pergantian status ini membuatnya harus banyak-banyak sadar diri, bahwa laki-laki yang selama ini ia cintai tidak pernah berubah.
“Begitu kita sampai di sana, aku ingin langsung melihat rumah yang sudah kamu belikan.”
“Ok. Akan tetapi kita tidak bisa langsung ke sana, karena harus transit dulu di ibu kota Negara tersebut.”
“Itu tidak masalah. Satu hal lagi, visa untuk paspor milikku sudah kamu amankan untuk beberapa tahun ke depan?”
“Iya. Kamu bisa tenang saja, karena visa yang kamu gunakan visa kerja.”
Lea mengangguk seraya mengelus permukaan luar kulitnya. Ia memang tidak pernah ragu saat sudah mengambil keputusan. Jika ia memilih untuk pergi, maka ia akan segera pergi. .
Jika Lea memilih untuk bahagia walaupun seorang diri, maka ia akan berusaha untuk bahagia seorang sendiri.
__ADS_1
“Setibanya di sana, aku ingin pekerjaan ku diselesaikan secepat mungkin, supaya saat perut buncit ku terlihat, aku tidak perlu repot-repot bekerja.”
“Akan aku sesuaikan dengan jadwal mu, Lea. Lagipula kamu sedang hamil muda, masih rawan mengalami keguguran jika terlalu capek dan stress. Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyusun jadwal kerjamu.”
“Terima kasih banyak, Kak. Kamu memang benar-benar orang yang bisa aku andalkan dalam setiap hal.”
“Sama-sama. Fokus saja pada dirimu sendiri untuk saat ini, kamu berhak bahagia.”
Lea tersenyum seraya mengangguk. “Ya. Kami berhak bahagia,” katanya seraya mengelus perutnya lagi, penuh kasih sayang. “Semoga saja kita memang berhak untuk itu, baby.”
💐💐
Udumbara flower adalah salah satu jenis bunga berukuran kecil dan tergolong langka. Saking langkanya, Bunga ini mendapatkan julukan bunga dari surga, karena sulit tumbuh di bumi. Bahkan katanya, bunga ini hanya mekar sekali saja dalam kurun waktu 3000 tahun. Uniknya lagi, bunga Udumbara flower yang berukuran sangat kecil dan sekilas mirip dengan jamur, parasit, atau mahluk kecil lainnya, bisa tumbuh di mana saja. Misalnya di bagian tumbuhan lain, tempat-tempat yang tidak terduga seperti body motor, dan masih banyak lagi.
Nathan mungkin adalah salah satu orang yang beruntung menemukan Udumbara flower tanpa disengaja, saat ia diajak berkeliling di kediaman Radityan. Ketika melihat Udumbara flower, Nathan langsung teringat akan calon istrinya yang memang sangat menyukai flora dan fauna. Oleh karena itu ia ingin sekali menunjukkan pada Alea. Maka ketika Alea bertanya, kenapa ia membagi keberuntungan menemukan Udumbara flower dengannya, Nathan dengan mantap menjawab.
Bagi Nathan, setelah ia mengikat seorang perempuan untuk hidup bersamanya, maka ia akan berbagi hal-hal kecil sekali pun dengannya. Mengingat Alea adalah calon istrinya, maka ia ingin membiasakan itu sejak dini. Berbagai hal-hal kecil dengan Alea.
“Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak suka dengan keberuntungan yang aku bagi?”
Sang lawan bicara menggelengkan kepala. “Alea masih tidak menyangka bisa melihat Udumbara flower secara langsung, Kak. Biasanya cuma melihat lewat buku atau handphone.”
Alea adalah pecinta tanaman flora dan fauna, terutama flora jenis tanaman hias, baik yang berbunga atau tidak. Kecintaan itu diturunkan oleh nenek buyutnya, begitu pula dengan ibunya yang suka bercocok tanam, sampai-sampai Anzar membuatkan rumah kaca untuk menyimpan koleksi-koleksi tanaman hias sang istri.
__ADS_1
“Aku tahu kamu sangat menyukai bunga. Oleh karena itu, aku ingin membawa kamu melihatnya. Karena bagiku, untuk membuat kamu senang, aku tidak perlu terus-menerus membawakan bunga itu kepada kamu. Justru sesekali, aku berkeinginan untuk membawa kamu melihat bunga itu langsung dari tempatnya.”
Bohong jika Alea tidak tersentuh mendengar ucapan Nathan. Ia hanya perempuan biasa yang tetap bisa tergoda pada sesuatu yang ia suka. Terlebih lagi Nathan yang notabene sangat irit bicara, semenjak mereka resmi menjalin hubungan serius semakin terbuka dan luwes berbicara.
“Aku ingin melihat bunga edelweis, Kak. Bunga abadi, seperti milik Bunda Aurra,” monolog Alea dengan pandangan masih tertuju pada Udumbara flower yang Nathan temukan.
“Maka aku akan membawa kamu melihatnya. Melihat hamparan bunga abadi di habitatnya yang asli.” Nathan tersenyum tipis. Jika bersama Alea, ia tidak butuh banyak alasan untuk tersenyum.
“Aku akan membawa kamu ke sana setelah kita menikah.”
Alea menunduk mendengarnya. Kedua tangannya yang tertutup oleh ujung Abaya yang longgar tampak saling bertaut. Lagi-lagi Kapten Nathan telah menawarkan ide yang begitu menggoda di telinga.
“Bukan saja melihat bunga edelweis. Aku juga akan membawa kamu terbang ke tanah suci. Tempat di mana kamu bisa mengunjungi rumah Allah dan tempat peristirahatan terakhir Rasulullah,” tambah Nathan. “Aku akan membawa kamu ke tempat manapun di dunia ini, selagi aku mampu untuk mewujudkan semua keinginan kamu, kelak setelah kita resmi menikah.”
Alea tidak langsung menjawab. Namun, perempuan berhijab syar’I itu sudah terlebih dahulu berbalik badan, lalu mengambil langkah untuk pergi. Meninggalkan Nathan seorang diri dengan rasa bingung yang mulai menyerang hati. Baru saja hendak angkat suara untuk bertanya kenapa tiba-tiba Alea pergi, suara si pemilik nama sudah terlebih dahulu menghentikan semua niat tersebut.
“Wallahi, Kak Nathan. Alea menunggu semua rencana itu terwujud.”
Satu kalimat yang mampu membuat seorang Nathaniel Allugard Hazka Dwiarga bahagia luar biasa.
“Sungguh, Alea. Jika bisa, aku akan membuat kamu menjadi mahram ku hari ini juga.”
✈️✈️
__ADS_1
TBC
Tanggerang 08-09-22