Bukan Dijodohkan (R4)

Bukan Dijodohkan (R4)
BDJ 121 : MOVE MODE ON


__ADS_3

“Gimana, enak?”


“Enak. Kamu beli dimana?”


Laki-laki yang baru saja menyodorkan satu gelas air putih itu tersenyum. “Tester.”


“Tester?” bingung lawan bicaranya.


“Sempel, example.” Laki-laki itu menjelaskan lebih detail. “Teman gue kebetulan ada yang mau buka usaha baking gitu. Dia kasih Englisher cake ini buat sempel.”


Lawan bicaranya, perempuan cantik yang tengah hamil muda itu mengangguk. Ia sudah menghabiskan dua potong kecil Englisher cake. Rasa dari makanan berpenampilan cantik dan mewah itu memang patut diacungi jempol.


Englisher cake sendiri adalah kudapan yang sempat viral dan booming karena keunikannya. Cake ini hadir dengan bentuk unik, yaitu bagian bawah cake terbuat dari bahan dasar kuning telur yang gurih dan mewah, berpadu dengan topping cookies renyah dan gurih. Ada sensasi asam manis juga yang timbul dari tambahan buah-buah kering.


Untuk membuat Englisher cake, bahan-bahan utama dibagi ke dalam 3 bagian. Ada juga bahan tambahan seperti prunes yang diiris kecil-kecil serta kismis dan ceri kering. Untuk bahan lapisan cookies juga dibagi ke dalam bagian. Sedangkan untuk topping, siapkan kacang almond, kacang mete, dan keju sesuai selera.


Selain Englisher cake, siang itu Leon juga datang dengan membawa chewy cramcheese red velvet brownies. Brownies lembut no mixer yang rasanya enak, beraroma vanilla dan coklat. Berpadu dengan cream cheese yang gurih. Hand made, buatan temannya—Safiyah. Perempuan berhijab syar’I itu punya rencana untuk membuka ruko bakery kecil-kecilan. Sebelum usahanya itu berkembang, rencananya Safiyah akan menerima pesanan lewat sistem PO atau pesan online terlebih dahulu.


“Teman kamu jago buat pastry, ya?”


“Hm. Dia sebenarnya serba bisa,” sahut Leon. “Pintar juga mengimbangi urusan bekal di dunia dan di akhirat.”


Lea manggut-manggut mendengarnya. Tapi, Englisher cake maupun chewy cramcheese red velvet brownies yang dibawa laki-laki yang lagi-lagi menggunakan T-shirt Stone island original yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah itu memang enak. Rasanya pas di lidah Lea yang cukup perasa.


“Kamu flight jam berapa hari ini?”


“Delapan,” sahut Lea. “Kenapa tiba-tiba bertanya? Kalau kamu ada kuliah malam, aku bisa pergi ke bandara berdua dengan manager aku.”


Leon menggelengkan kepala mendengarnya. “Nggak. Bisa kok. Lagian deket juga ke Bandara Husain mah.”

__ADS_1


“Kamu yakin?”


“Hm.”


“Tapi, aku yang tidak yakin.”


Leon yang sempat mengalihkan pandangan, langsung menatap ke arah yang sama untuk ke dua kalinya. Menatap lawan bicaranya. “Aku takut kepergianku membuat kamu semakin tersakiti. Lebih baik kamu tidak mengantarkan aku.”


“Itu malah ide yang kedengarannya buruk buat gue,” sahut Leon. “Gue udah ikhlas lepasin kamu kok. Toh, perasaan yang gue punya belum se-dalam itu.”


Kini giliran Lea yang terdiam. Apa benar perasaan Leon belum se-dalam itu? namun, kenapa Lea bisa merasakan juga melihat betapa besar dan tulus perasaan yang laki-laki keturunan asli Indonesia itu miliki?


Kendati demikian, Lea juga tidak bisa berbuat lebih. Ia tidak bisa lebih lama lagi memberikan Leon harapan palsu. Memulai hubungan dengan seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya adalah tindakan yanga sangat tidak dianjurkan. Mengingat sangat rawan mendapati masalah di kemudian hari.


“Kamu yakin akan menetap lama di Korea?” kini giliran Leon yang bertanya.


“Iya. Mungkin sampai bayiku cukup besar.”


Lea terdiam. Jemari lentiknya yang hendak mengambil sendok kecil untuk memotong chewy cramcheese red velvet brownies langsung tertahan.


“Kamu akan memberinya kesempatan kedua?”


“Sejak awal aku memang tidak memberikan kesempatan kepadanya. Hanya aku yang berusaha dalam hubungan kami.”


“Terus kamu mau gimana?” tanya Leon seraya melipat tangan di atas meja. “Bayi kamu butuh figur seorang ayah.”


“Aku akan membiarkan dia merasakan pengalaman menjadi seorang Ayah, jika memang dia mampu membutikan bahwa dia layak.”


“Itu berarti kamu akan menerimanya kembali?”

__ADS_1


“Sejak awal dia tidak pernah membuang ku, Leon. Aku yang pergi darinya.”


Leon terdiam. Selang dua detik, senyum tipis tersungging di bibir. “Kalian memang sepertinya diciptakan untuk menjadi pasangan.”


“Kenapa kamu tiba-tiba bicara begitu?”


“Feeling,” sahut Leon. “Kalian awalnya cuma terjebak toxic relationship, namun pada dasarnya kalian saling membutuhkan satu sama lain.”


“….”


“Kapan-kapan kalau gue berkunjung ke Daegu, gue bakal mampir. Nggak papa, ‘kan?” dengan cepat Leon mencarikan suasana. Dengan cara mengubah topik pembicaraan.


“Hmm.”


Lagi, Leon kembali tersenyum. Namun, kali ini senyumnya lebih lebar. Satu tangannya bergerak, menyentuh box berisi sisa Englisher cake maupun chewy cramcheese red velvet brownies yang belum tersentuh. “Cake nya enak, ya? By the way, selain hobby baking, dia juga guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Orangnya baik, ramah, bersahabat, dekat dengan Tuhan, rajin, ulet, pinter mengurus kebutuhan rumah tangga.”


“And then?” sahut Lea yang mulai kebingungan, karena tiba-tiba Leon membahas topik tersebut.


“Menurut kamu, dari definisi barusan, cocok nggak kalau dia dijadikan istri?”


Perempuan cantik yang sedang mengandung 17 minggu itu tidak merespon secara langsung. Isi kepalanya agak lambat memproses makna dari ucapan Leon. Belum sempat Lea memberikan respon, Leon sudah kembali buka suara.


“Namanya Safiyah. Cantik, ya? Kayak orangnya. Ramah juga. Nanti, kalau kamu ada waktu buat mampir ke sini, gue bakal kenalin sama Fiya. Siapa tahu pas kesempatan itu datang, Fiya udah jadi istri gue.”


✈️✈️


TBC


Terima kasih juga yang selalu setia menunggu ❤️

__ADS_1


Jangan lupa rate 5 bintang 🌟 like, vote, komentar, follow Author, share tabur bunga sekebon 💐


Tanggerang 24-12-22


__ADS_2