
BDJ 53 : KISAH SALMAN & ABU DARDA
Pernah dengar kisah Salman Al-Farisi dengan Uwaimir bin Malik Al Khazraji atau lebih dikenal dengan panggilan Abu Darda?
Abu Darda adalah seorang pedagang dan ulama zuhud yang hidup di zanan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasalam. Beliau bersahabat dengan sayyidina Umar bin Khatab. Sedangkan Salman Al-Farisi merupakan mantan budak dari Isfahan, Persia. Salman Al-Farisi tinggal di Madinah setelah menjadi muslim dan menjadi salah satu sahabat dekat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasalam.
Kisah para sahabat Nabi ini dimulai saat Salman Al-Farisi berkeinginan untuk melamar perempuan dari kaum Anshar yang sudah disukai sejak lama. Namun, Salman Al-Farisi tidak berani melamar karena latar belakangnya sebagai imigran. Salman Al-Farisi merasa asing di Madinah. Ada banyak pertanyaan pula yang membuat Salman Al-Farisi semakin ragu. Mulai dari bagaimana adat melamar perempuan di kalangan masyarakat Madinah? Bagaimana tradisi kaum Anshar saat mengkhitbah perempuan?
Karena kekhawatiran itu, Salman Al-Farisi kemudian mendatangi Abu Darda—sahabatnya yang merupakan penduduk asli kota Madinah untuk meminta bantuan. Abu Darda ikut senang mendengar sahabatnya berencana untuk menikah. Abu Darda kemudian menyanggupi permintaan Salman Al-Farisi, bersedia untuk membantunya.
Dibantu oleh Abu Darda—beberapa hari setelah melakukan persiapan—Salman Al-Farisi pun mendatangi rumah si perempuan ditemani oleh Abu Darda. Keduanya pergi ke rumah si perempuan dengan perasaan begitu gembira. Tiba di kediaman si perempuan, Abu Darda mengutarakan maksud dan tujuan dari kedatangan mereka pada si tuan rumah.
Kedatangan dua sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasalam itu tentu membuat si tuan rumah merasa sangat terhormat. Namun, ayah si perempuan tidak dapat langsung memberikan jawaban. Seperti yang sudah diajarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasalam, ia harus menanyakan pendapat sang putri mengenai lamaran tersebut. Meskipun yang datang adalah para sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasalam.
Setelah dibuat menunggu, rupanya putri dari si tuan rumah yang sudah diberitahu mengenai lamaran itu, menolak lamaran dari Salman Al-Farisi. Hal itu tentu membuat hati Salman Al-Farisi hancur, namun Salman Al-Farisi tetap tegar. Tak sampai di situ, si ibu dari perempuan yang Salman Al-Farisi sukai—yang menyampaikan pendapat sang putri—mengatakan bahwa putrinya akan menjawab ‘iya’ jika yang melamar adalah Abu Darda.
Perempuan yang Salman Al-Farisi sukai dan hendak dipersunting untuk menjadi istri, ternyata malah memilih Abu Darda yang datang untuk menemani.
Jika seperti pria pada umumnya, pasti hati Salman Al-Farisi sudah hancur berkeping-keping, dan berpotensi sangat membenci Abu Darda. Namun, Salman Al-Farisi adalah seorang mulia dari kalangan sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasalam. Alih-alih marah atau berkecil hati, Salman Al-Farisi dengan keteguhan hati yang luar biasa justru menyerukan takbir dengan girang. Tak hanya itu, Salman Al-Farisi juga menawarkan diri untuk membantu pernikahan keduanya.
Dari kisah Salman Al-Farisi dan Abu Darda, kita belajar tentang ketegaran hati. Salman Al-Farisi tidak kecewa, sekalipun Salman Al-Farisi gagal mendapatkan apa yang sangat ingin ia miliki. Karena Salman Al-Farisi tahu jika Allah Subhanahu wata’ala punya skenario terbaik untuk setiap umat-Nya.
“Iya, dia adalah calon suami aku. Jika itu yang mau kamu dengar. Untuk kedepannya kamu bisa tenang jika ingin mendapatkan hati mr. Louis. Tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi.”
Seolah-olah kena sambaran petir di siang bolong, Annante langsung membatu seketika itu juga. Jadi benar Alea sudah memiliki calon suami. Berita besarnya lagi, calon suami Alea adalah rekan bisnis mereka—CEO Arga’s Air. Kenapa Annante bisa tidak tahu?
“Kenapa kamu menyembunyikan berita bahagia ini dari aku, Alea? Bukannya kita sahabat?” tanya Annante dengan suara ragu.
“Awalnya aku ingin memberitahu kamu, supaya kamu jadi orang pertama yang tahu. Namun, aku sudah terlebih dahulu soal apa yang selama ini kamu lakukan di belakangku.”
“Alea, aku tidak bermaksud untuk membohongi kamu. Aku….” Annante tampak kesulitan mencari kata-kata yang pas untuk menjelaskan pada Alea.
Pada intinya, Annante dibutakan oleh cinta. Ia sejak lama sudah mengidolakan Louis Gallion Anderson Kim, CEO Anderson Cooperation. Diam-diam Annante selalu mengikuti informasi paling update soal Louis. Ia bahkan bergabung dengan fandom, fans club atau kepenggemaran yang menurut KBBI atau kamus besar bahasa Indonesia adalah kumpulan atau basis penggemar.
Annante sudah sejak lama join dengan fandom Louis. Di sana ia bisa update berita terbaru soal Louis, karena bukan para perempuan biasa saja yang bergabung, bahkan ada sederet nama selebgram hingga influencer famous yang pernah menjadi teman tidur satu malam Louis.
Mereka berbagi cerita, terkadang meet up bersama hanya untuk membahas satu laki-laki. Louis Gallion Anderson Kim yang sudah meniduri banyak sekali populasi perempuan di kota ini. Belum lagi perempuan-perempuan yang Louis tiduri saat melakukan perjalanan bisnis. Dengar-dengar Louis tak segan menggelontorkan banyak uang demi memesan ½ lusin perempuan untuk menemani perjalanan bisnisnya.
__ADS_1
Karena kecintaan pada Louis yang teramat besar, Annante jadi sangat senang kala mengetahui jika proyek baru mereka akan menjalin kerjasama dengan perusahaan Louis. Alhasil Annante berusaha lebih keras agar tampak menarik mata Louis. Annante memang berhasil pada awalnya. Ia di-notice Louis. Namun, tak bertahan lama. Annante bisa melihat ketertarikan lebih besar timbul di mata Louis saat melihat Alea.
Teman dekat juga sahabat nya yang tidak melakukan usah apa-apa. Louis justru tertarik pada Alea yang tidak melakukan effort apa-apa, sedangkan Annante? Louis hanya tertarik pada tubuh Annante. Berbeda dengan ketertarikan pada Alea.
Walaupun tahu akan itu, Annante tetap menceburkan diri pada hubungan toxic yang ia buat sendiri. Ia hanya ingin semakin dekat dengan Louis, dan berusaha membuat ketertarikan Louis hanya tertuju padanya. Bukan Alea.
Tanpa Annante sadari, sebenarnya ia salah sasaran. Bukan Annante yang harus ia waspadai, melainkan Lea. Perempuan yang sudah ada dalam hidup Louis sejak lama. Sekarang Annante baru sadar jika ia memang salah memilih lawan.
“Alea, maafkan aku,” ucap Annante tiba-tiba.
Saat ini mereka sudah menjadi pusat perhatian orang-orang yang lalu lalang di lobby.
“Kita bicarakan ini lagi nanti, Ann. Aku harus pergi sekarang,” balas Alea.
“Tapi, Alea, kita perlu bicara sekarang. Kamu harus percaya sama aku. Semua yang dikatakan wanita itu ….tidak sepenuhnya benar.”
“Apa kamu sedang berusaha melimpahkan sebagian kesalahan kamu pada orang lain?”
“Alea.” Annante menatap Alea tak percaya. “Alea, kamu tidak percaya sama aku?”
Alea tahu saat ini banyak pasang mata dan telinga yang tengah curi-curi. Oleh karena itu, sebisa mungkin Alea bicara dengan pelan. Ia tetap ingin menjaga harkat dan martabat Annante sebagai perempuan, supaya tidak dicap ‘gampangan’ karena terlibat scandal dengan rekan bisnis mereka.
“Kamu bebas menyukai laki-laki mana pun, tapi tidak untuk menyukai laki-laki yang sudah memiliki pasangan.”
“Alea, mr. Louis tidak….”
“Urusan kamu bukan dengan aku lagi, An,” potong Alea dengan nada suara yang masih terdengar tenang. “Selesaikan urusan kamu dengan mr. Louis serta pasangannya. Karena aku tidak memiliki kepentingan apapun dengar mr. Louis. Kami hanya rekan bisnis, di luar ranah tersebut kami adalah orang asing.”
“Alea, maaf karena telah membohongi kamu. Aku menyesal,” ungkap Annante seraya mendekati Alea.
Alea sigap mundur dua langkah, sedangkan Nathan mengambil tiga langkah untuk maju dan pasang badan di depan sang calon istri.
“Calon istri saya tidak mau bicara dengan kamu,” ucap Nathan dingin.
“Mr. Nathan, tolong biarkan saya bicara dengan Alea sebentar saja.”
“Pergi. Kamu membuat calon istri saya merasa tidak nyaman,” kata Nathan dengan penuh penekanan. “Jika kamu mengerti bahasa manusia, seharusnya kamu mengerti semua ucapan calon istri saya.”
__ADS_1
“Anda tidak perlu iku campur, mr. Nathan!” sentak Annante tidak suka. “Anda hanya orang baru bagi Alea.”
“Orang baru?” ulang Nathan dengan nada suara mengejek. “Saya jauh lebih mengenal calon istri saya, ketimbang kamu. Jangan kamu pikir kamu adalah orang yang paling tahu Alea, karena kamu adalah teman satu-satunya. Jika kamu berpikir demikian, pikiran kamu berarti sangat dangkal.”
Nathan bergerak maju. Mengikis jarak yang terbentang lumayan panjang. “Bagaimana kamu bisa berpikir mengenal Alea, jika membedakan tipe laki-laki ideal untuk Alea saja tidak tahu. Kamu berbuat sejauh ini karena takut Alea menyukai pria yang kamu sukai? Padahal Alea tidak akan pernah menyukai laki-laki yang tidak se-amin apalagi tidak se-iman dengannya.”
“….”
“Coba berkaca pada cermin, siapa yang salah dan tidak tahu diri di sini?” Nathan kembali buka suara dengan ekspresi datar andalannya. “Sekali lagi, saya peringatkan kamu supaya tidak mendekati calon istri saya, karena dia merasa tidak nyaman.”
Setelah berkata demikian, serta memastikan lawan bicaranya bungkam, Nathan kemudian berbalik. Ia menatap sang kekasih yang tengah menunduk di samping Aileen.
“Calon istriku.”
Gadis dengan hijab syar’I itu tampak mengangkat kepala, namun tak sampai membuat kontak mata di antara mereka. Ia agak terkejut karena tiba-tiba dipanggil demikian. Denyut jantung nya jadi ikutan ribut.
“Hari ini aku akan mengantar kamu sampai ke depan pintu. Apa kamu keberatan?”
“Aku ….tidak keberatan,” jawab Alea, secukupnya.
Nathan tersenyum lebar, kemudian memberikan kode pada Aileen untuk kembali ke tempat. Nathan sendiri yang akan mengantar sang calon istri ke ruangannya langsung. Tidak berdua, karena ia bisa melihat ada Ismi—sekretaris kedua Alea yang sejak tadi ikut mengamati. Perempuan itu bisa menjadi orang ketiga di antara mereka, supaya bukan jin atau syetan yang menjelma menjadi orang ketiga.
“Ayo, Ar-Rumi,” ajak Nathan tanpa membuat kontak fisik di antara mereka.
“Baik, kak.”
Alea dan Nathan pun berjalan berdampingan menuju lift, meninggalkan Annante yang masih terdiam di tempat. Perempuan itu pasti akan jadi sasaran empuk para biang gossip setelah kena mental.
✈️✈️
TBC
NEXT OR NEXT??
LIKE, VOTE, KOMENTAR, FOLLOW AUTHOR, SHARE, TABUR BUNGA SEKEBON DULU 💐💐💐💐
Sukabumi 02-08-22
__ADS_1