
BDJ 97 : PULANG TANPA HASIL
“Anda tidak ingin mengisi perut terlebih dahulu, Tuan?” pertanyaan yang sama kembali Jack lontarkan untuk ke sekian kalinya.
“Aku belum lapar. Harus berapa kali aku mengatakannya?”
“Anda belum mengisi perut semenjak pagi, Tuan. Saya takut Anda akan mengalami gangguan lambung jika sering melewatkan jam makan.”
Sebagai bawahan yang bertugas untuk memperhatikan kesehatan sang atasan, Jack selalu berusaha untuk mengingatkan jam makan atasannya yang belakangan mulai tidak teratur. Dengan kesabaran yang tentunya harus diatur dengan sedemikian rupa, Jack mencoba untuk selalu berkepala dingin kala menghadapi sang atasan.
Louis bukan orang pertama yang ia layani sebagai seorang tuan. Dulu Jack sempat bekerja untuk mantan Yakuza yang berdomisili di Los Angles. Namun, tuan nya itu meregang nyawa dengan tragis pada tahun kelima Jack bekerja untuknya. Sedangkan bersama Louis, Jack baru bekerja selama 4 tahun. Selama ini ditugaskan untuk mengurus masalah Loui di luaran sana, bukan menjadi sekretaris yang harus ikut kemana pun Louis pergi. Namun, belakangan Louis telah memecat sekretaris perempuannya, kemudian meminta Jack untuk mengisi posisi tersebut.
“Setidaknya Anda harus makan, walaupun sedikit.”
Louis lagi-lagi tak menggubris. Laki-laki itu memilih melarikan pandangan ke luar jendela. menonton gumpalan Mega putih yang bergerak perlahan.
Melihat respon sang atasan yang tidak berubah sama sekali, Jack hanya bisa menghela napas. Padahal ia sudah meminta Chief menyiapkan berbagai menu masakan premium, yang dibuat langsung di dalam pesawat, serta menu masakan premium yang dibeli dari luar. Misalnya saja menu steak, salah satu menu kesukaan Louis—sejauh yang Jack ketahui.
Telah disiapkan beberapa jenis steak premium, mulai dari kobe beef steak yang memiliki cita rasa khas steak Jepang, racikan seorang Michelin Star Chef alias chef terbaik di dunia.
Ada juga menu steak khas Itali yang bercita rasa lezat, saity signature bistecca fiorentina yang diolah dengan cara di-dry aged selama 45 hari, sehingga rasanya unik dan lezat. Selain itu ada butter parmesan aged sir loin, daging sir loin yang melewati proses dry aged, membuat daging steak menjadi lebih empuk dan juicy. Dari restoran tempat membeli steak tersebut, Jack juga ditawari pilihan cara memasak steak, mulai dari butter pan seared atau wood charcoal grilled.
Menu terakhir, Jack menghadiri US prime rib eye yang dipesan dari steak house yang merupakan cabang dari steak house yang ada di New Orleans, Amerika Serikat.
“Aku tidak lapar, Jack.”
“Setidaknya sedikit saja, Tuan.”
Louis langsung menoleh, menatap Jack denga netra abu-abu miliknya yang tampak gelap. “Kau sudah bosan hidup, Jack?”
“Saya hanya menjalankan tugas, supaya Anda tetap sehat selama pencarian Nona Lea.” Jack menjawab dengan lugas. “Jika Anda sakit, siapa yang akan mencari Nona Lea?”
__ADS_1
“….”
“Keputusan ada di tangan Anda, Tuan. Saya hanya menjalankan tugas sesuai prosedur.”
Setelah berkata demikian, Jack membungkuk hormat. Kemudian ia pamit undur diri, meninggalkan sang atasan seorang diri.
Pencarian Lea sampai ke kota Kembang untuk ke dua kalinya ternyata tidak membuahkan hasil. Tidak ada satu pun jejak yang mereka temukan mengenai keberadaan Lea di kota tersebut. Mereka juga sudah mencari si pemilik akun twitter yang menyebarkan foto Lea, namun tidak membuahkan hasil. Keberadaan si pemilik akun juga sulit dilacak. Seolah-olah ada yang sengaja membangun firewall—tembok api atau pelindung sistem yang dirancang untuk mencegah akses yang tidak diinginkan masuk ke jaringan.
Karena pencarian tidak membuahkan hasil, Louis terpaksa menarik semua pasukan. Itu pun sesuai usulan Jack, mereka sudah terlalu banyak membuang waktu, sedangkan di sisi lain tidak ada hasil yang mereka dapatkan. Lagipula Louis juga sudah berulang kali dihubungi oleh ibunya supaya segera kembali. Kondisi kesehatan sang adik katanya semakin memburuk. Tidak mau membuang waktu lagi, Louis akhirnya memilih untuk kembali. Walaupun rasanya berat meninggalkan Negara tersebut. Karena ia merasa sang kekasih sempat singgah di sana.
“Kamu di mana, Anna?” lirih Louis. "Kembalilah."
Kepergian Lea terasa begitu nyata bagi hidupnya. Dulu Louis sempat berangan-angan, apa jadinya jika Lea pergi? Dulu sekali, ia pikir hidupnya akan baik-baik saja sekali pun Lea pergi. Toh, mereka hanya terikat hubungan friend with benefit. Bukan terikat hubungan asmara pada umumnya. Namun, ketika pertanyaan asal itu jadi kenyataan, Louis tidak menyangka efek nya akan begitu dashyat.
Selagi mencari Lea, ia juga harus tetap ‘waras’ untuk menjalankan perusahaan. Ditambah lagi ia harus mencaritahu soal kehamilan Lea. Ia tidak akan mudah percaya pada Nicho, sekali pun ia tahu jika laki-laki itu sangat ingin meniduri wanitanya. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Lea. Selama ini Lea dibesarkan sebagai wanita yang terhormat. Lea hanya bersikap sedikit ‘rendah’ dan ‘murah’ pada Louis seorang. Lea selalu jadi wanita berkelas yang punya harga jual tinggi bagi kaum Adam di luar sana. Jika memang Lea mau mengkhianati Louis, ada banyak celah yang dapat ia gunakan selama ini. Namun, Lea tidak pernah berniat untuk menggunakannya.
Alasan kenapa Louis sangat ingin menemukan Lea adalah karena kehamilannya. Ia tidak langsung percaya itu bayi Nicho. Ia malah takut jika bayi tak berdosa itu adalah hasil dari ulahnya. Ya, Louis takut jika opsi ke dua adalah alasan kenapa mahluk mungil itu tumbuh di rahim wanitanya. Ia memang belum yakin 100%, namun ia ingat pernah, bahkan sering mengeluarkan sp*rma nya di rahim Lea.
Kendati demikian, Louis butuh informasi yang lebih banyak dan valid. Ia tidak mau salah mengambil keputusan, kemudian ujung-ujungnya ia malah tertampar oleh fakta. Misalnya bayi yang dikandung Lea benar-benar milik Nicho, maka ia tak akan segan-segan menghancurkan hidup Nicho yang berani merebut wanitanya. She is mine.
“She is mine!” seru Louis dengan perasaan yang membara. Membayangkan Lea mengkhianatinya dengan Nicho benar-benar berhasil membakar kesabaran.
“Jack!”
“Iya, Tuan.” Jack kembali muncul dalam sekejap mata. Setelah semua masalah ini selesai, Louis harus ingat untuk memberikan bonus serta menaikkan gajih pokok Jack.
“Setibanya di New York, langsung bergegas pergi ke rumah sakit. Alamat rumah sakitnya sudah aku kirimkan lewat surel.”
“Baik, Tuan.” Jack menjawab dengan patuh. Selain patuh, memangnya ia bisa apa? tidak bisa apa-apa. “Tuan, makanannya…”
“Aku akan segera menghabiskannya, sial*n!” umpat Louis, sebal.
Alih-alih marah, Jack diam-diam malah menerbitkan senyum. “Kalau begitu saya pamit undur diri, Tuan. Silahkan menikmati makanan yang telah disiapkan.”
“Hm.”
__ADS_1
Baru saja hendak undur diri, tiba-tiba sang atasan kembali memanggil. Berubah pikiran kah?
“Minta chef di pantry untuk membuat kudapan dari campuran puding berlapis yang warnanya mencolok, sirup, santan dan es batu.”
Jack tampak kebingungan mendengar permintaan sang atasan. Namun, ia tidak dapat menolak. Maka jalan yang ia ambil adalah mengangguk. Masalah bisa atau tidaknya si chef membuat kudapan manis tersebut, itu urusan belakangan. “Saya akan segera menyampaikannya pada chief yang bertanggung jawab.”
“Hm.”
“Ada lagi yang Anda butuhkan, Tuan?”
Louis tampak berpikir untuk beberapa saat. Beberapa detik kemudian ia baru ingat akan wedding gift untuk ‘someone’ yang masih tertinggal di penthouse miliknya.
“Kirimkan bunga anggrek Shenzhen Nongke yang aku beli di acara lelang ke kediaman Radityan.”
“Kediaman Radityan?”
“Hm. Kediaman Radityan yang ada di New York,” koreksi Louis. “Bunga itu harus bertemu dengan pemilik barunya.”
Anggrek Shenzhen Nongke adalah salah satu jenis anggrek yang memiliki keunikan luar biasa, dan sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu anggrek ini disebut-sebut langka, serta memiliki varietas terbatas karena dikembangkan oleh ilmuan Tiongkok. Nama anggrek Shenzhen Nongke sendiri diambil dari tempat dikembangkannya, yaitu Universitas Shenzhen Nongke.
Para ilmuan butuh waktu sekitar delapan tahun penelitian untuk menciptakan bunga dengan kelopak berwarna hijau ini. Bunga anggrek Shenzhen Nongke juga hanya mekar setiap 4-5 tahun sekali. Maka tidak heran jika harga bunga anggrek Shenzhen Nongke sangat fantastis. Dalam sebuah lelang, anggrek Shenzhen Nongke pernah laku terjual sekitar $200 ribu atau sekitar 3 Milyar.
Sebenarnya Louis sempat iseng membeli bunga tersebut saat menghadiri sebuah acara lelang. Saat mengetahui Alea menyukai bunga dari Annante, ia sempat berpikiran untuk menarik perhatian Alea lewat bunga-bunga mahal seperti anggrek Shenzhen Nongke. Namun, pada kenyataannya Alea ternyata lebih mahal dari bunga apapun di dunia ini.
Menarik perhatian Alea juga harus jalur langit terlebih dahulu. Tidak mudah, dan Louis tidak dapat melakukannya.
Alhasil bunga itu sempat terbengkalai begitu saja di penthouse Louis. Sekarang ia berniat untuk memberikan bunga it Alea sebagai salah satu wedding gifs. Ia yakin Alea pasti akan merawat anggrek Shenzhen Nongke itu lebih baik darinya.
“Jika tidak dapat memiliki kamu, setidaknya kamu harus menerima pemberianku sebagai kenangan.”
✈️✈️
TBC
Jangan lupa like, vote, komentar 🙌
__ADS_1
Tanggerang 17-10-11