
"Ahh, burger, Indah sangat suka burger" ucapa Tina, sambil menyantap makanannya.
"Ahh, benarkah" ujar Teo dengan kagetnya, melihat ke arah Indah.
"Iya, dia sangat suka burger, bahkan dia bisa makan empat burger" jawab Tina, yang terus mengunya makanan yang ada di dalam mulutnya.
"Wah, Aku tidak menyangka kita bisa menyukai makanan yang sama" Teo yang sambil tersenyum ke arah Indah dan meletakkan tangannya di dagu.
"Hanya kebetulan saja" Indah sambil melihat ke arah Teo, lalu melipatkan kedua tangannya di perut.
"Apa ini yang dinamakan jodoh" Teo sambil tertawa kecil yang memperlihatkan gigi-giginya.
"Ahhhhhhhh, tidak mau, tutup mulutmu" teriak Indah tiba-tiba dengan kesalnya mendengar perkataan Teo.
"Aiys, kau mengagetkanku saja" teriak Tina, dengan mulut yang sudah terisi penuh oleh makanan.
Teo terus memandangi Indah dengan mengedip-ngedipkan satu matanya ke arah Indah. Indah yang merasa kesal melihat teo yang terus mengedip-ngedipkan mata seperti orang cacingan.
Secara tiba-tiba dengan cepatnya, Indah langsung mengambil burger yang ada di atas meja.
"Buka mulutmu" perintah Indah, dengan burger yang di pegang di tangannya.
Teo yang tidak tahu akan rencana Indah, dengan polosnya langsung membuka mulutnya, lalu secara tiba-tiba Indah langsung memasukan semua burger ke dalam mulut Teo.
"Aaa, apa kau mau membunuhku" teriak Teo dengan kerasnya.
"Iya aku sedang merencanakan sesuatu untuk membunuhmu" ucap Indah yang terus memasukan burger ke dalam mulut Teo.
"Waa, kalian memang pasangan yang serasi" ucap Tina sembari memandangi Indah dan Teo.
"Diam" teriak Indah kepada Tina.
"Kenapa kau membentakku" teriak Tina.
Tidak lama kemudian tiba-tiba Eliza datang ke kantin, ia melihat Teo yang sedang bersama Indah. Eliza terlihat sangat kesal dengan kebersamaan mereka berdua.
"Siapa wanita itu" tanya Kiki, dengan mata yang terus melihat ke arah Indah.
Eliza yang terlihat semakin kesal, ia terus menghentak-hentakkan kakinya.
"Iya, siapa dia? cantiknya natural sekali" ujar Dira dengan polosnya sambil menatap ke arah Indah.
"Ays, diamlah" perintah Kiki kepada Dira dengan kesalnya.
Eliza yang sangat terlihat kesal langsung membalikkan badan, dan kembali ke kelasnya dengan berjalan sangat cepat.
"Siapa wanita jelek itu" tanya Eliza dengan penasaran.
"Dia tidak jelek, bahkan sangat cantik walau pun tanpa make up" jawab Dira dengan polosnya.
"Ya, kenapa kau mala memujinya" teriak Eliza kepada Dira dengan kerasnya.
"Memang dia cantik, apa salahnya dengan itu" rutuk Dira dengan pelannya.
...🌼🌼🌼...
__ADS_1
"Adu bibir ku yang sexy terasa sangat sakit" ujar Teo sembari mengelap saus yang ada di pinggir-pingir bibirnya.
"Sexy jidadmu" jawab Indah dengan sifat dinginnya.
"Iya bibirmu sangat sexy, aku sangat ingin menciumnya" lanturan Tina dengan polosnya.
"Sini aku akan menciummu" ucap Teo.
"Ah, sungguh" tanya Tina.
"Ya, berhentilah mengatakan hal bodoh" ucap Indah.
Teo yang terlihat bahagia terus menatap ke arah Indah, hatinya semakin terasa bergetar-getar.
...🌼🌼🌼...
"Baiklah saya akan membagi satu kelompok dua orang, kalian juga bisa berpasangan dengan teman sebangku kalian masing-masing".
"Setiap kelompok yang bisa menjawab satu pertanyaan dari kelompok lawan, maka akan mendapatkan skor sepuluh" kata Dosen.
"Wa, aku akan satu kelompok denganmu" ujar Teo dengan senangnya.
"Hmm" hela nafas panjang Indah, matanya yang terus tertujuh ke arah jendela kelasnya, sembari menyenderkan tubuhnya pada kursi, suasana hatinnya mulai merasa tidak baik.
Beberapa saat kemudian.
Indah dengan tergesa-gesa memasukan buku-bukunnya ke dalam tas, dengan cepat ia beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya. Seperti biasa Ia harus segera berangkat ke tempat kerjanya, ia harus berlarian dengan cepat menujuh halte bus.
"Adu di mana busnya, kenapa lama sekali" ujar indah dalam hati.
Tiba-tiba mobil Teo datang menghampiri Indah.
"Naiklah aku akan mengantarmu" tawar Teo dengan gaya coolnya.
"Tidak" tolak Indah.
"Ayolah, busnya akan datang terlambat"
"Naiklah kau akan terlambat nanti" suru Teo kepada Indah.
Indah yang akhirnya mulai lulu, ia mulai mendekati mobil Teo dengan sedikit ragu, dan dengan perlahan mulai membuka pintu mobilnya sambil melihat ke arah Teo.
"Ayo masuklah" suru Teo.
Dengan ragu-ragu Indah mulai duduk di kursi mobil, Teo yang melihat ke arah Indah dengan perlahan mulai mendekatinnya.
"Apa yang ingin kau lakukan" tanya Indah.
"Kau harus memasang sabuk pengamanmu" jawab Teo memasangkan sabuk pengamannya kepada Indah.
Baiklah ayo kita berangkat.
...🌼🌼🌼...
"Ah ternyata kau berkerja di sini" ujar Teo.
__ADS_1
"Iya, pulanglah" usir Indah.
"Tidak mau, kenapa kau mengusirku" jawab Teo.
"Ah, terserah kau saja" ucap Indah, yang pegi meninggalkan Teo dan masuk ke tempat kerjanya.
Tak lama beberapa menit kemudian, Indah selesai meganti pakaiannya lalu ia mulai berkerja.
"Pelanyan!" Teriak Teo kepada Indah dengan melambaikan tangannya.
Indah yang terlihat kaget dan mulai merasa kesal karena melihat Teo, dengan perlahan Indah mulai melangkahkan kakinya ke arah Teo.
"Iya, ada yang bisa saya bating" tanya Indah.
"Ah kau sangat lucu" ujar Teo.
"Berhenti bercanda aku sedang bekerja saat ini" ucap Indah dengan kesalnya.
"Ahh, baik, aku ingin pesaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn, pesan apa ya?" tanya Teo.
"Ah cepatlah atau kau akan kupukul" ancam Indah.
"Baiklah, aku ingin pesannnnnnnnnnnnnnnnnnnn, entahlah aku tidak tahu mau pesan apa!" lanjut ujar Teo dengan candaannya.
"Jika kau tidak ingin pesan sesuatu kenapa kau ke sini, pulanglah kerumahmu, kau hanya merepotkanku saja" ucap Indah yang terlihat sangat kesal kepada Teo.
Di saat mereka sedang asik berbicara tiba-tiba Yogi datang.
"Selamat datang" ucap indah kepada Yogi.
Yogi langsung tersenyum ke arah Indah dengan menatap wajahnya. Teo yang melihat hal itu merasa cemburu dan sedikit kesal.
"Apa kau membawa baju ku" tanya Yogi kepada Indah.
"Iya, aku membawanya, aku akan mengantarkannya keruaganmu setelah ini" jawab Indah, dengan senyuman ke arah Yogi.
"Ah, baiklah aku akan menunggumu" ucap Yogi sambil tersenyum ke arah Indah dan pergi meninggalkannya.
Teo yang semakin terlihat sangat kesal dan cemburu melihat Indah dan Yogi sedang berbicara sembari melemparkan senyuman dan tatapan mata satu sama lain.
"Apa yang mereka lakukan, siapa laki-laki itu, kenapa dia sangat tampan, kulitnya pun seperti kulit wanita" Teo dengan rutukkan-rutukkan dalam hatinya.
"Kau mau pesan apa" lanjut tanya Indah.
Teo yang terus sibuk dengan Rutukan-rutukan dan rasa cemburunya.
"Siapa dia?" tanya Teo kepada Indah dengan kesalnya.
"Ada apa denganmu" jawab Indah.
Teo yang terus terbakar api cemburunya.
"Baiklah aku akan memesan makanan paling enak dan paling mahal di restoran Ini" ucap Teo dengan wajah yang terlihat masih sangat cemburu.
"Ah baiklah" saya akan segera mengantarkan makanan yang anda pesan" ujar Indah.
__ADS_1
...🌼🌼🌼🌼🌼...