
Teo dengan rasa penasarannya kepada wanita yang telah berhasil membuatnya jatuh cinta, yang belum pernah ia rasakan sekali pun seumur hidupnya. Teo mencoba mencari wanita itu ke sana kemari dengan memutari setiap sudut kampusnya.
Lalu, ia akan menghampiri setiap wanita yang di lihat olehnya. Teo terus memutari kampusnya dengan cukup lama, untuk mencari tahu di mana wanita yang telah mencuri hatinya, yang tanpa ia sadari bahwa wanita itu ada di sampingnya selama ini.
Bahkan tak lupa, Teo juga mencoba mendekati bibi-bibi penjaga kantin untuk memastikannya. Teo mencoba mengikuti bibi kantin itu ke sana kemari, dan perlahan mulai mendekatkan tubuhnya yang indah untuk memastikan detak jantungnya.
"Kenapa kau mendekatiku seperti itu, aku ini sudah tua dan sudah punya suami," teriak bibi kantin kepada Teo dengan kerasnya, sambil memukul-mukuli bahu Teo dengan sayuran.
"Hhhhh, maaf, maaf, maaf," teriak Teo dengan kerasnya. Lalu, segera bergegas pergi dengan cepatnya.
Ia mulai kembali menebarkan pesona-pesona ketampanannya, kepada setiap wanita yang sedang menatapnya. Perlahan Teo mulai menghampiri satu persatu wanita yang di lihat olehnya.
Semua wanita itu mulai menjerit dan melopat-lompat kecil, saat melihat Teo datang menghampiri mereka. Pesona ke tampanan Teo yang bisa melulu lantakan hati setiap kaum wanita yang melihatnya.
Ketampanaan Teo yang terlihat sangat sempurna, sehingga membuat setiap wanita yang melihatnya tidak bisa memalingkan pandangan mereka sedikit pun darinnya.
Setiap wanita yang melihatnya akan langsung jatuh cinta kepada dirinya. Dengan langka dari kaki panjangnya dan aroma wangi yang semerbak, di tiup oleh angin yang berhembus.
Lalu ia mulai mendekatkan tubuhnya kepada setiap gadis yang di lihat olehnya. Semua gadis yang di dekati oleh Teo akan lansung menjerit dengan senangnya, seakan-akan dapat lotre.
Indah yang sedang berjalan perlahan bersama Tina, tiba-tiba melihat Teo dari kejauhan, mundar-mandir dengan kekonyolanya mendekati setiap wanita.
"Dia sedang apa?" tanya Tina dengan rasa penasarannya, sambil melihat ke arah Teo.
"Menebarkan pesonannya" jawab Indah dengan singkatnya.
lalu mereka tiba-tiba tertawa bersama melihat kekonyolan-kekonyolan yang dilakukannya oleh Teo. Tanpa mempedulikan Teo dengan cepatnya mereka berdua melangkahkan kakinya.
Teo yang merasa sudah lelah, akhirnya berhenti dan kembali ke kelasnya untuk beristirahat. Lalu ia menggulingkan tubuhnya di atas meja.
"Hhhhhh, aku lelah sekali," keluhnya sambil menghela nafas yang sangat panjang.
"Sesulit itukah jatuh cinta," lanjut keluhnya dan perlahan memejamkan matanya.
Tanpa Teo sadari bahwa Indah sudah berada di sampingnya, dengan rasa penasarannya Indah langsung berdiri tepat di samping wajah Teo. Ia pun berpikir bahwa Teo sedang tertidur saat ini, lalu Ia mulai memperhatikan wajah Teo dengan sangat dekat.
"Astaga" Teo dengan kagetnya melihat ke arah Indah.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau menatapku seperti itu" tanya Teo kepada Indah.
"Aku pikir kau tertidur," ujar Indah.
"Singkirkan kepala besarmu itu dari mejaku" tegasnya Indah.
"Tidak mau!" jawab Teo, tersenyum kepada Indah sambil menatap wajahnya, lalu menahan kepalanya dengan tangan seakan-akan dirinya sedang berada di pantai.
__ADS_1
"Berkencanlah denganku" ucap Teo tiba-tiba, sambil memandangi wajah Indah.
"TIDAK MAU!" tolak Indah dengan tegas.
"Ya, kenapa kau mencampahkanku lagi" teriaknya dengan keras, lansung beranjak dari atas meja dan duduk di kursinya, lalu membalikkan badanya ke arah Indah.
"Ya, kenapa kau menolak laki-laki setampan diriku ini?" ucapnya dengan penasaran dan rasa kesalnya.
"Diamlah!" tegasnya Indah kepada Teo.
"Ah, baik" jawab Teo dengan polosnya, sambil memandangi Indah.
tok.. tok.. tok..
Terdengar suara dari langkah kaki.
Perlahan Eliza memasuki kelas Teo dengan jalannya yang berlangak lengok, dan aroma yang semerbak dari parfumnya, berterbangan ke sana kemari memenuhi setiap sudut ruagan.
Semua orang langsung tertuju kepadanya. Lalu, mengagumi kecantikan Eliza. Kecuali, Teo yang hanya sibuk memandangi indah yang sedang fokus belajar, tanpa memperdulikan kedatangan Eliza sedikit pun. Semua orang mulai membicarakan Eliza.
"Wah dia tambah cantik saja."
"Wah dia sangat wangi."
"Lihat kakinya sangat Indah." bisik-bisik tetangga.
"Teo, mau pergi nonton bersamaku?" tanya Eliza sambil memain-mainkan rambutnya.
"Aku tidak suka nonton!" jawab Teo dengan singkat melihat ke arah Eliza.
"Ah, baiklah, apa kau mau pergi makan bersamaku" lanjut tanya Eliza.
"Aku sudah kenyang." lanjut jawab Teo dengan singkatnya.
"Baiklah, mungkin lain kali saja," ujar Eliza dengan kesalnya, dan langsung pergi keluar dari kelas Teo.
"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dirinya," ucap Teo kepada Indah tiba-tiba.
"Aku tidak peduli." jawab Indah dengan cueknya, mata yang tetap fokus melihat ke arah buku yang di pegang olehnya.
"Apa kau tidak merasa cemburu ?" tanya Teo kepada indah dengan senyuman-senyuman manisnya dan tatapan matanya yang tajam.
"Tidak!" Jawab indah dengan singkatnya sambil membolak balikkan bukunya.
"Aiys!" Teo dengan kesalnya, lalu menyenderkan tubuhnya ke kursi dan merentangkan tangangnya, yang seakan-akan ingin merangkul indah.
__ADS_1
"Singkirkan tanganmu dari kursiku!" ucap indah kepada Teo, dengan tetap fokus melihat ke arah bukunya.
"Baiklah," ujar Teo, langsung mengangkat tangannya.
...🌼🌼🌼...
Eliza yang melangkahkan kakinya menuju ke dalam kelasnya, sembari menebar-nebarkan personanya kepada para lelaki yang sedang menatapnya. Dengan cepat ia langsung berlarian menghampiri teman-temannya.
"Bagaimana apa dia mau pergi denganmu" tanya Kiki dengan penasaran.
"Aaa.. Aaa.. Aaa.." tiba-tiba Eliza menangis dengan kuatnya.
"Bahkan jawabannya pun sangat singkat, jelas, padat, menyakitkan." Lanjut Eliza dengan tangisanya yang keras.
"Bagaimana bisa dia menolak gadis secantik dirimu," kata Kiki dengan penasaran.
"Mungkin dia Gay." jawab Dira dengan polosnya.
"eh!" Kiki sambil mengepalkan tangannya ke arah Dira.
"Ah,maaf," ucap Dira.
...🌼🌼🌼...
"Oke, kita lanjut minggu depan." ujar Dosennya.
"Apa kau mauku antar pulang?" tawar Teo kepada Indah, sambil memutarkan tubuhnya ke arah indah.
"Tidak, aku tidak pulang ke rumah." jawab Indah sambil memasukan bukunya ke dalam tas dengan cepat.
"Kenapa?" tanya Teo penasaran.
"Aku harus kerja," jawab Indah sambil meninggalkan tempat duduknya dan dengan cepat melangkahkan kakinya.
"kau berkerja di mana?" tanya Teo, sambil berjalan di samping Indah.
"Aku tidak akan memberi tahumu!" tegas Indah.
"Berhenti mengikutiku." ucapa Indah, dengan berjalan sangat cepatnya.
"Aku akan mencari tahunya sendiri" jawab Teo sambil menghentikan langkahnya.
"Terserah!" tegas Indah, sambil berjalan dengan cepatnya.
Teo yang dari kejauhan terus memperhatikan Indah, hatinya mulai merasakan khawatir kepadanya.
__ADS_1
...🌼🌼🌼🌼🌼...