
Bunga dan Nayra nampak memasuki sebuah balroom hotel yang megah, keduanya nampak sedikit tergopoh gopoh dan segera mengambil tempat yang telah di sediakan, pasalnya mereka sedikit telat pada acara kali ini.
Beberapa menit yang lalu pembukaan acara telah di lakukan.
Satu persatu para model berlenggak lenggok diatas catwalk membawakan busana dari beberapa perancang busana. Hingga kini giliran busana rancangan Nayra yang akan di tampilkan.
Gemuruh tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan tatkala beberapa model membawakan pakaian pakaian muslim modern rancangan seorang Nayra Azzahwa Alzahrani.
Inilah dunianya yang sebenarnya, fashionable muslimah. Busana tertutup namun begitu elegan memanjakan mata para peserta dan hadirin.
Nayra memang cenderung menyukai fashion, ia sering menggambar busana busana muslimah di waktu senggangnya dulu. Sehingga ketika Yandi menyerahkan bisnis fashionnya pada dirinya, ia memutuskan untuk menampilkan sendiri mode mode pakaian hasil rancangannya sendiri, baik yang ia pajang pada butiknya ataukah yang ia lempar kepasaran.
Dan dalam kurun waktu hampir dua tahun ini ia telah mampu meningkatkan penjualan hampir 60% busana muslim rancangan dan produksinya sendiri.
Nayra memang telah banyak berubah dalam waktu dua tahun ini. Ia menjadi wanita dingin yang amat tak tersentuh. Tak pernah dirinya banyak bicara di luar konteks pekerjaan setiap kali bersama rekan bisnis mereka.
Hari harinya ia habiskan dengan bekerja dan bekerja, jika ada waktu senggang maka ia akan masuk ke ruangan berlatih beladiri bersama Bunga. Keduanya sungguh menjadi couple pebisnis wanita yang memang diakui kemampuannya.
Nayra sukses menyembunyikan kelaraan hatinya selama ini dari semua keluarganya. ia yang kerapkali tak mampu sekedar memejamkan mata karena bayangan kecelakaan itu yang terus menghantuinya. Hati yang tak pernah mampu menerima kepergian sang suami meski ia telah berusaha mati matian melakukannya. Tatapan mata yang selalu nampak kosong setiap kali ia terdiam. Hanya Bunga..ya Bunga satu satunya orang yang tak mampu ia bohongi atas keadaannya.
Dan salah satu pelarian hatinya adalah yang kini tengah ia ikuti dan hadiri bersama sahabat sekaligus assisten juga partner kerjanya. Mengikuti kontes busana dengan konteks all fashion.
Sekali lagi ia mendapat penghargaan akan karya karyanya di bidang fashion muslimah.
" kau hebat nayra....rancanganmu kali ini kembali diterima dan berhasil..." bisik Bunga pada Nayra.
" kita akan segera siap memproduksinya ..dan aku yakin, ini akan diterima di pasar fashion muslimah " ucap Bunga lagi dengan banggnya.
" hmm..semoga saja.." jawab Nayra sembari mengangguk... Nayra nampak menghela nafas, Bunga nampak menggosok gosok punggung tangan sahabatnya itu, ia tahu persis apa yang sahabatnya itu kini rasakan.
" aku ambilkan kau minum tunggu di sini..." pamit bunga kepada Nayra sembari berdiri menuju tempat prasmanan, setelah sebelumnya ia menatap sejenak kearah yang tak seberapa jauh dari mereka duduk tadi namak berdiri Edo, Rexy juga Faris.
Tiga pria itu nampak mengangguk, mengerti akan kode yang di berikan Bunga.
" auwhh...." pekik seorang wanita yang tiba tiba berdiri di hadapan Bunga dan tersiram minuman yang di bawa Bunga
" maaf maaf...maaf sekali lagi nona, sungguh aku tak sengaja..." ucap Bunga dengan gugup. ia sungguh tak tahu dan tak menyadari keberadaan wanita cantik dengan penampilan sexynya itu di sekitarnya.
__ADS_1
wanita itu tak menjawab, namun mata mereka saling bertemu.
Sejurus kemudian nampak wanita cantik itu berlalu meninggalkan Bunga yang berdiri mematung tak bergerak di sana tanpa sepatah kata.
" mata itu....mata itu, aku sepertinya tidak asing dengan mata itu..." desis Bunga. Dan masih dengan wajah penuh tanya ia kembali menghampiri Nayra.
POV KATANIA
Di kamar mandi nampak seorang wanita cantik dengan pakaiannya yang sexy dan kini terlihat sedikit basah nampak mematung menatap pada cermin toilet di depannya. Kedua tangannya memegang lehernya.
" bunga...sedang apa dia disini, apakah dia sendiri ? Lalu dimana wanita itu....apakah dia masih akan mengenali suaraku ?! "wanita itu bermonolog sendiri.
Beberapa kali ia memeriksa wajahnya sendiri, seakan memastikan sesuatu. Cukup lama dia di sana dan hampir setengah jam kemudian ia nampak meninggalkan toilet itu.
Baru saja ia melangkah hendak kembali memasuki ballroom hotel, wanita itu menghentikan langkahnya karena melihat beberapa orang nampak melangkah sedikit cepat kearah lobi hotel.
Dahinya sedikit berkerut demi melihat rombongan itu.
" bunga..." desisnya pelan melihat sosok yang sangat ia kenali, matanya mencoba menemukan orang lain dengan terus melihat kearah beberapa orang itu.
" kenan....edo, rexy...." bisiknya pelan dan kembali ia sedikit menatap dengan tajam melihat dua orang di lobi hotel
" yandi...kau benar benar menjaganya sedemikian rupa, kenan....kau juga bersamanya ?! " desisnya lagi dengan raut wajah tak suka.
" kau sendiri memudahkan rencanaku sayang...." desisnya dengan wajah menyeringai
" nayra...sambutlah kehancuranmu, sebentar lagi kau benar benar akan menangis darah..." ucapnya dengan mengeratkan gigi giginya, kedua tangannya mengepal dengan erat, wajahnya nampak memerah. Namun sejurus kemudian senyum nampak tersungging di bibirnya.
" surprisssssss....." katanya pelan sembari memiringkan kepalanya sedikit kekiri. Nampak jelas senyum mengejek pada wajahnya.
Nayra menerima minuman yang di berikan Bunga padanya.
" ada apa denganmu...kenapa wajahmu begitu..?! " tanya Nayra pada Bunga yang datang padanya dengan wajah yang aneh menurutnya.
" nona...." namun belum sempat ia menjawab, edo mendekat.
" ada penggelapan di Ar.co dan usaha pencurian data data perusahaan di ruang brankas perusahaan.." kata Edo membuat Nayra menoleh dengan cepat kerahnya.
__ADS_1
" apa maksudmu ?! " pertanyaan Nayra terdengar menegang.
" benar nona...ruang brankas perusahaan.." edo memperjelas
" tapi bukankah ? " Nayra tak melanjutkan kata katanya namun dahinya nampak berkerut.
" lalu...apa mereka berhasil ?! " tanya Nayra lagi, namun kali ini ia segera berdiri
" belum tahu nona, akan tetapi keamanan disana super ketat. Kita pasti akan segera mengetahuinya..." jawab Edo. Nayra nampak memijit pelipisnya pelan. Lalu ia nampak melangkah hendak keluar ballroom menuju lobi, di mana di sana Kris dan Faris telah menunggunya.
Setelah pamit terlebih dahulu kepada para panitia acara, Nayra dan Bunga nampak segera meninggalkan tempat itu.
Baru saja mereka turun di area parkiran, sebuah mobil jeep melaju dengan sangat cepat kearahnya.
" nona...." teriak Edo dan Rexy
" nayraaaaaa awas..." teriak Bunga dan Kris bersamaan. Namun sepertinya Nayra tak menyadari dan terlambat mengetahui akan hal itu.
Ia hampir saja tertabrak mobil jeep itu kalau saja seseorang tidak dengan cepat dan segera menangkap tubuhnya membawanya berputar bebera kali kebelakang kemudian keduanya nampak jatuh terguling beberapa kali, karena sepertinya keduanya kehilangan keseimbangan.
Cadar yang menutup wajahnya telepas, wajah Nayra nampak memucat, ia terkejut dan seseorang yang berbisik dan masih memeganginya membuatnya tersadar.
" kau sangat cantik calon istriku...." bisik William membuat Nayra dengan reflek segera mendorong tubuh pria itu dan dia sendiri memundurkan dirinya.
Edo dan Rexy serta Faris segera mendekat dan mengambil tindakan menutup pada Nayra. Kenan yang berdiri tak jauh dari sana nampak termangu menatap wajah Nayra.
Kris mendekati William sedangkan Bunga segera mendekati Nayra yang kini tengah berbalik membelakangi mereka sembari menunduk menyembunyikan wajahnya.
" kau tidak apa apa nay... " tanya Bunga terdengar panik sembari memasangkan cadarnya kembali.
Nayra menggeleng pelan. Sesuatu sungguh telah membuatnya sanga syok, dan itu bukanlah karena hampir tertabrak...namum seseorang yang telah dengan sangat kuatnya telah memeluk dirinya, meski itu adalah untuk keselamatannya.
Untuk beberapa saat Nayra seakan kehilangan dirinya karena ada penyesalan yang begitu besar ia rasakan kini, air matanya seakan telah berada di pelupuk mata.
" andai itu kau...andai kau bersamaku kini, aku tak mungkin merasa semenyesal dan serendah ini..." bisiknya tertahan, namun Bunga samar samar bisa mendengarnya. Ia tak mampu berbuat apa apa.
Beberapa menit kemudian Nayra telah nampak mampu menguasai dirinya. ia berbalik dan melangkah mendekat kearah William yang kini berdiri bersama Kris dan tengah menatapnya pula.
__ADS_1
Edo dan Rexy serta Faris nampak minggir meski terus mengikuti langkahnya. Dan masih tetap dengan tatapan Kenan yang tak bisa di artikan kepadanya. Antara cemburu juga takjub.
Lama tak melihat wajah wanita itu meski selama ini dirinya berada dekat dengannya, nyatanya tak membuat dirinya tak terpukau melihatnya.