Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
terpisahkan


__ADS_3

Yandi menggenggam erat tangan sang istri sedari mereka meninggalkan area proyek yang akan ia resmikan dalam beberpa hari lagi, proyek pembangunan gedung yang akan ia jadikam pusat perkantoran bisnis propertynya.


Yandi ingin segera memindahkan pusat bisnis propertynya di Australia ke indonesia dan segera meresmikannya.


Bisnis yang ia bangun dan ia rintis secara mandiri hampir lima tahun silam dan jauh dari bayang bayang ketenaran bisnis keluarganya


Namun tiba tiba ketika ia menginjak rem, seketika wajahnya menjadi panik dan memucat.


" remnya blong sayang..." pekiknya tertahan pada nayra, kemudia membanting setir kekiri mengambil arah yang tidak cukup padat.


Nayra yang berada di sampingnya seketika ikut panik dan memucat


" awas yan....!! " teriaknya ketika tiba tiba dari arah depan melaju truk besar yang sedang memuat kayu gelondongan.


Yandi kembali membanting setir sekali lagi kekiri


" rem ku blong kris...minta edo segera menyusulku dan nayra di distrik delapan e..." katanya di telpon yang ia pasang di telinganya.


Suasana dalam mobil sungguh mencekam, nayra tak mampu menahan tubuhnya yang bergetar tiba tiba menahan takut dan terkejut juga perut bagian bawahnya yang tiba tiba terasa kram.

__ADS_1


" yan...." nayra menjerit memejamkan mata manakala ada sebuah bis melaju di hadapan mereka.


Yandi dengan cepat melepas selt beltnya, merengkuh nayra dalam dekapannya kemudian menendang pintu di samping nayra dan membawa wanita itu melompat keluar mobil yang telah berhasil ia buat sedikit pelan.


kedua tangannya mendekap perut nayra seakan hendak melindungi perut sang ustri dari hantaman, namun naas punggung nayra menghantam batu besar di pinggir jalan.


Hantaman batu itu membuat tubuh yandi ikut terhentak hingga dekapannya pada tubuh sang istri terlepas dan ia dengan cepat terlempar ke jurang yang berada di samping keduanya.


Nayra menjerit histeris dan hendak ikut melompat ke bawah ketika sebuah tarikan menarik tubuhnya dan mendekap erat tubuhnya.


" yandi.....!!!! " teriaknya meronta dan sebelum ia benar benar kehilangan kesadarannya ia sempat melihat sesosok tubuh juga melompat ke bawah dengan cepat.


" yandiiiiii.....!! " teriaknya panik dan tiba tiba ia terbangun dan terduduk di atas tempat tidurnya,


Tampak mama mertua, kedua orang tuanya juga bunga berada dekat disekitarnya dan ibunya serta mertuanya yang segera mendekat.


" sayang....kau sudah sadar..?! " tanya sang mama yandi kepadanya sembari mengelus kepalanya dan ibu yang merangkul bahunya dengan erat dan terisak.


" bagaimana dengan yandi ma...bagaimana suamiku, dia baik baik saja...." tanya nayra pelan dengan wajah yang masih tampak memucat dan kebingungan.

__ADS_1


Tak ada jawaban, nayra menatap wajah orang orang yang berada di ruangan itu satu persatu satu dan baru ia sadari tak ada papa mertuanya di sana.


Nayra menundukkan wajahnya, dapat ia tahu jawaban dari pertanyaannya tadi meski tak juga mendapat jawaban dari orang yang ada disana.


" sabarlah sayang....kau juga kehilangan bayimu..."


Nayra membeliak demi mendengar ucapan sang ibu.


Ibu sofi sengaja memberitahu yang sebenarnya sedini mungkin pada sang putri.


Bukannya tak tega, tapi karena ia yang sangat paham akan sifat sang putri yang tak ingin di bohongi apapun alasannya dan berharap nayra akan mampu segera membangkitkan jiwanya sendiri dari keterpurukan.


" aku...hamil...?! " tanya nayra dengan tatapan kosong dan bingung


" kau tidak tahu dengan kehamilanmu sayang " kali ini mama yandi yang bersuara. Nayra menggeleng pelan kemudian kembali ia terkulai dan kehilangan kesadarannya lagi,


Membuat seisi ruangan panik dan bunga segera berlari keluar dan berteriak pada kris yang ada di luar ruangan bersama beberapa anak buah yandi


" panggil dokter...nayra pingsan lagi.." teriak bunga.

__ADS_1


__ADS_2