Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
" kau hanya milikku...."


__ADS_3

Nayra nampak menggeliat pelan di atas tempat tidur, ia memegangi kepalanya yang terasa berat ketika tiba tiba seseorang menyerahkan air minum kepadanya dan duduk di sampingnya begitu dekat hingga menempel pada bahunya.


Wanita itu segera membeliak melihat siapa pria itu


" kau...sedang apa kau disini ? Ini...ini dimana ini ?! " tanya Nayra kebingungan karena merasa asing dengan ruangan itu.


Ia mengernyitkan keningnya mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, seseorang membekap wajahnya dan ia kehilangan kesadarannya karena ia tak ingat apapun yang terjadi setelahnya, sedang sekarang ia tiba tiba terbangun di ruangan yang asing baginya.


" kau...apa yang kau lakukan padaku ?! " Nayra tiba tiba panik dan memeriksa keadaannya, pakaiannya masih tetap sama, ia bernafas lega.


" minumlah..." perintah Renald dan mendekatkan gelas pada bibir Nayra, merasakan bibir gelas yang menyentuh bibirnya seketika wanita itu menyentuh wajahnya dan matanya segera membulat sempurna


" kau..beraninya kau membuka cadarku " dengan geram Nayra segera melompat dari tempat tidur dan hendak menyerang Renald dengan gerakan cepat.


Seakan mampu membaca gerakan Nayra, dengan mudah Renald membuat wanita itu tak berdaya dalam dekapannya kini, ia mengarahkan satu tangan Nayra kebelakang dan satu tangannya lagi memegang tangan Nayra satunya kedepan hingga ia nampak memeluk Nayra dari belakang.


" lepaskan aku...kurang ajar kau " bentak Nayra


" aku sudah katakan padamu, jaga sikapmu..kau milikku, tapi sepertinya kau meremehkan peringatanku nayra " bisik pria itu di telinga Nayra, sekali lagi wanita itu terkejut bukan main karena hembusan nafas Renald sampai pada telinganya.


Ia sadar ia tak lagi berhijab dan tak lagi bercadar, sungguh ia merasa seakan di telanjangi bulat bulat. pria ini jauh lebih gila dari seorang William Edgar. Pikirnya.

__ADS_1


Nayra merasa merinding di sekujur tubuhnya, bagaimana ia akan mampu menghindar dan meloloskan diri dari pria ini, sedangkan pria ini seakan mampu membaca setiap pergerakannya.


Sebenarnya jauh di dalam hatinya, Nayra merasa syok, bagaimana pria ini mampu membaca pergerakannya bahkan menguasai tubuhnya seperti ini, dan setiap gerakan pria itu seperti tak asing baginya.


" lepaskan aku...kita bicara baik baik " bujuk Nayra, ia sedikit menurunkan suaranya berharap pria ini melepaskannya


" tidak ada yang baik baik Nayra, kau sudah menguji kesabaranku...beraninya kau begitu dekat dengan pria lain di hadapanku hah..." Renald bicara dengan menekankan dagunya pada rambut hitam legam Nayra dan menghirup dalam dalam aroma wangi itu, seakan akan ia telah lama merindukannya dan bahkan seakan aroma rambut Nayra sudah biasa oleh indera penciumannya.


" tuan Renald, tolong hargai keyakinan saya sedikit saja, anda sudah salah paham pada saya..." kembali Nayra bekata dengan sedikit pelan.


" tidak baik bagi anda dan saya dalam posisi begini, tolong maafkan saya, jika ada sikap saya yang melukai anda saya sungguh mohon maaf " Nayra terus mencoba membujuk.


Nayra seakan dejavu, tanpa sadar ia menoleh keatas menatap wajah Renald yang berada di atasnya. Ucapan pria ini mengingatkannya pada sang suami.


Beberapa menit keduanya saling tatap, Renald menatap lekat lekat wajah di hadapannya.


" cup " Renald mencium dan sedikit menyesap bibir wanita itu dan seketika membuat Nayra membeliak.


" kau.." sekuat tenaga ia menginjak kaki Renald


" auwww teganya kau padaku..." ringis Renald dan

__ADS_1


Nayra segera mundur kebelakang hingga tubuhnya membentur dinding.


Renald menatap sendu Nayra, selangkah demi selangkah ia semakin mendekat kearah Nayra, ia menggenggam kedua jemari Nayra yang menggantung disisi tubuhnya, semakin mengikis jarak ia menempelkan keningnya pada kening Nayra


" kenapa aku merasa kau adalah milikku....kenapa aku merasa begitu mengenalmu " ucapnya begitu dekat pada wajah Nayra hingga hembusan nafasnya menerpa wajah Nayra.


Tak mampu berbuat apapun bahkan otaknya terasa tiba tiba membeku, Nayra terdiam membisu dengan perlakuan pria itu.


"wajah ini, rambut ini..dan wangi ini " Renald menyentuh pipi Nayra lembut,


" kau milikku...hanya milikku " sekali lagi Renald menegaskan kepemilikannya pada wanita itu.


" tuan Renald, anda sudah melampoi batas...saya bukan mahrom anda " Nayra semakin gusar kini dengan perlakuan pria itu padanya.


" sudah kukatakan kau milikku..aku berhak atasmu.." jawab Renald dengan tatapan memuja pada Nayra


" apa maksud mu ?! " tanya Nayra


" kau istri ku sekarang..." jawab Renald singkat


" hah.....!!! "

__ADS_1


__ADS_2