Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
mengambil alih


__ADS_3

Hari telah menjelang siang ketika sebuah mobil mewah nampak memasuki pelataran rumah sakit dengan diikuti dua mobil di belakangnya. Seorang pria paruh baya dan wanita yang seumuran dengannya namun masih terlihat sangat cantik dan elegan keluar dari salah satu mobil mewah itu. Diikuti beberapa orang berjas hitan nampak pula turun dari dua mobil yang mengekor di belakang mobil mewah itu. Dengan sigap dan sayang pria paruh baya itu segera melangkah kedalam rumah sakit sembari menggandeng hangat tangan sang wanita.


" cklek..." pintu ruang perawatan Maritha terbuka, tuan Yelensky dan istrinya di sambut William dan juga Jacob.


" om..tante.. " sapa William dan di jawab dengan anggukan kedua orang itu. Sejenak mata tuan Yelensky terarah pada sosok Jacob. Pria tampan asisten pribadi William Edgar itu nampak menundukkan kepalanya tanda menyapa sekaligus memberi hormat.


Tuan Yelensky mendekat dan menepuk bahu pemuda itu baru setelahnya ia mendekat kearah putrinya yang masih setia memejamkan matanya.


" dia masih enggan untuk sadarkan diri mi..." ucap tuan Yelensky pelan pada sang istri yang telah lebih dulu duduk di sisi brangkar rumah sakit itu. Ia telah menemui dokter yang menangani sang putri guna mengetahui lebih lanjut kondisi putri semata wayangnya itu. Tak dapat ia pungkiri, penjelasan dokter cukup membuatnya senang dan juga sedih.


Dokter mengatakan Maritha telah melewati masa kritisnya paskah operasi dan kehilangan banyak darah, tapi juga kabar bahwa sang putri yang juga belum sadarkan diri karena alam bawah sadar gadis itu sendiri yang seakan enggan dan tak ingin segera terbangun.


" hmm...cintanya pada tuan muda itu sangatlah besar hingga ia tak mampu berpikir jernih lagi pi..." jawab wanita itu yang tak lain adalah nyonya Yelensky.


" ia sudah sangat lama mencintai tuan muda Aditya" lanjut nyonya Yelensky


" aku rasanya tak punya muka lagi untuk bertemu dengan tuan besar Aditya mi.." lanjut tuan Yelensky


" tapi kita harun menemuinya pi....setidaknya kita harun minta maaf. Apa yang di lakukan Maritha sangat memalukan dan merugikan mereka pi "


" hmmm...aku tahu, tapi...mereka yang sudah memanfaatkan putri kita..." kata kata tuan Yelensky sarat tuduhan akan seseorang.


" jangan terlalu melempar kesalahan kepada orang lain, andai kita lebih keras memperhatikan putri kita mungkin hal itu tidak akan terjadi pi...bagaimanapun kita harus turut bertanggung jawab atas apa yang sudah di lakukan putri kita pada tuan muda Yan terutama pada istri tuan muda Yan..." jawab nyonya Yelensky sarat dengan kebijaksanaan dan panjang lebar membuat tuan Yelensky yang masih menatap sang putri dan menggenggam tangannya mengangguk mengerti.


" Jacob.." panggil tuan Yelensky pada sang asisten keponakannya itu.


" saya tuan..." jawab Jacob. Dirinya memang telah terbiasa dengan keluarga Willian Edgar sang bos. Itulah sebabnya ia pun sangat mengenal sosok Maritha hingga ia jatuh hati pada gadis keras kepala itu, dan sungguh hal itu tak luput dari pengetahuan tuan dan nyonya Yelensky.


" kemarilah..." pinta tuan Yelensky dan langsung diterima oleh Jacob. Pria itu segera melangkah mendekat.


" saya tuan " kata Jacob setelah ia berada dekat dengan ayah dari wanita yang diam diam ia sukai itu.


" menikahlah dengan putriku, bawa dia pergi jauh dari tempat ini. Buat putriku melupakan pria itu "


" apa tuan...?! " Jacob bertanya terkejut.


" apa kau keberatan ?! Tak apa Jacob, jika kau keberatan sungguh aku mengerti...." Tuan Yelensky terdengar sedikit kecewa namun ia juga berusaha baik baik saja, ia sadar dengan keadaan sang putri saat ini


" bukan..bukan begitu maksud saya tuan, tapi.. Tapi nona....saya..saya... " Jacob serasa tak mampu melanjutkan kata katanya. William mendekat dan menepuk bahu asistennya itu.


" saya..hanya karyawan biasa tuan, " jawab Jacob akhirnya tertunduk lesu.


" itu bukan masalah bagiku, yang penting kau bersedia menerima dan membahagiakannya "


" lalu nona..."

__ADS_1


" itu urusanku, kamu hanya tinggal menyayangi putri ku, itu sudah cukup bagiku. Bagaimana kau setuju ?! " tegas tuan Yelensky dan kali ini di angguki pria itu dengan tegas pula.


Jacob memutuskan menerima permintaan tuan Yelensky, mengingat pembicaraan terakhir dirinya dengan Maritha beberapa hari yang lalu, membuatnya yakin untuk merengkuh gadis itu dalam dekapannya. Tak apa tak ada cinta untuknya di hati Maritha saat ini, tapi ia yakin...suatu hari nanti ia akan mampu membuat gadis itu mencintainya.


Sementara itu diruang rawat Yandi, keluarganya dan keluarga sang istri telah berkumpul.


Mereka tak henti hentinya mengucap syukur atas kembalinya seorang Yan Aditya Rachman.


" maafkan kami sayang, yang sempat meragukan keyakinanmu atas keselamatan suamimu " ucap mama Yandi sembari menggosok gosok bahu wanita berhijab syar' i itu.


" tak apa ma..." jawab Nayra lembut.


Tuan Aditya yang duduk disisi pembaringan sang putra terus tersenyum sumringah melihat sang putra yang ternyata masih hidup.


" yandi..." terdengar suara Liam mendekat kearahnya. Yandi menoleh kearahnya


" maafkan aku...selama ini aku sudah sangat membuatmu dalam kesulitan " kata Liam lagi penuh penyesalan


" sudahlah kakak ipar, asal kau bukan dalang di balik kecelakaan yang menimpaku aku sudah memaafkanmu " jawab Yandi.


" tidak Yan..aku tidak tahu apa apa tentang hal itu, dan sepertinya ada yang mencoba memanfaatkan situasi di antara kita " jawab Liam lagi.


" aku tahu kakak ipar, Edo dan Nayra sudah menjelaskan semuanya padaku...sekarang kau lega mbak ?? " tanya Yandi mengarahkan tatapannya pada Laura yang duduk di sisi kirinya sedang tuan Aditya duduk di sebelah kanannya. Sedangkan Nayra duduk di sofa bersama keluarganya juga mama mertuanya.


" jangan sia siakan kakakku lagi..atau kalau tidak, kau akan benar benar kehilangannya kakak ipar " goda Yandi membuat Liam menggeleng gelengkan kepalanya menanggapi sikap jail sang adik ipar.


" maksud papa bagaimana ?! " tanya Yandi dengan wajah yang serius.


" jangan terlalu memikirkan masalah ini lagi...papa mengambil alih urusan ini untuk papa selesaikan sendiri, papalah yang sesungguhnya ia maksud "


" papa jangan membuatku bingung..." Yandi memaksa


" papa belum yakin benar, tapi papa berharap perkiraan papa tidak benar. Otak dari semua masalah ini adalah orang yang bernama Mahyong yang hingga kini masih belum papa temukan siapa sebenarnya dia. Sepertinya dia bukan orang sembarangan sehingga dia mampu menutupi identitasnya dengan baik..."


" tunggu pa..Mahyong.." yandi mengingat sesuatu dengan nama itu.


" tuan Mahyong mempunyai identitas lain yakni Hendra Kurniawan tuan " Zack yang juga berada di dalam ruangan itu menyambut ucapan Yandi, dan kata kata Zack itu membuat tuan Aditya dan nyonya Grace mama Yandi membelalakkan matanya tak percaya. Pasalnya nama ini mengingatkan mereka akan seseorang di masa lalu keduanya.


Dan sungguh mereka mengenal Hendra sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras. Sungguh tuan Aditya merasa di buat bodoh oleh mereka.


Puguh yang ia percaya bahkan ia angkat sebagai asisten pribadinyapun ternyata juga komplotan mereka.


Mereka sungguh telak membodohi dirinya dengan begitu mudahnya. Untunglah sang putra juga sang menantu adalah orang orang yang cerdik.


Tuan Aditya menghela nafas berat, nyonya Grace mendekat kearah suaminya dan memeluk bahu pria itu dengan hangat.

__ADS_1


" dosa apa yang sudah kita buat ma, jika ini hanya masalah persaingan bisnis bagaimana mungkin mereka tega hendak menghancurkan bahkan sampai mengadu domba anak keturunanku seperti ini "


" sabarlah pa.." hibur nyonya Grace


" kita akan segera mendapatkan jawabannya pa...jangan khawatir " hibur Yandi dan Liam hampir bersamaan


" jangan ikut campur lagi, ini sudah menjadi urusan papa...papa akan menyelesaikannya dengan cara papa. Kalian urus rumah tangga kalian masing masing dan cepat beri kami cucu " jawab tuan Aditya dengan cepat. Dirinya memang telah bergerak cepat memerintahkan anak buahnya mencari kabar dan bukti akan kejahatan dan siapa Mahyong yang sebenarnya.


" terutama kamu Yan...bersihkan Ar.co sekarang aku kembalikan urusan Ar.co padamu, selesaikan semuanya "


" yah papa...katanya mau cucu tapi aku di beri banyak pr begini " oceh Yandi membuat Nayra hanya menatapnya tanpa kata.


" oh ya...hentikan ekspedisi nakalmu itu sebelum papa yang menghentikannya " ancam tuan Aditya pada putranya dan di jawab Yandi dengan nyengir saja.


Ya Yandi tak heran jika papanya akan tahu pekerjaan gelapnya itu.


" Zack dan lee tarik untuk membantu di Ar.co aku yakin mereka punya kemampuam lebih. Sedang Maria biarkan dia bersama istrimu di Yara.Co atau YFC apa kau paham ?! " tanya tuan Aditya lagi


" siap tuan besar...lalu bagaimana dengan papa ?! "


" papa akan kembali ke Malaysia dan menyelesaikan masalah ini dari sana. Jaga keluargamu baik baik jangan kecolongan lagi. Mbak Laura dan Kakak iparmu akan ikut bersama papa "


" baik pa.." jawab Yandi lagi.


Sedang di tempat lain, nampak seorang pria paruh baya berkali kali menghembuskan nafas berat sembari sesekali memejamkan matanya menahan gejolak amarah di dadanya.


Umpan sudah di sebar, ikan telah tertangkap tapi kenapa masih bisa lolos dengam semudah itu, pikirnya. Seharusnya hari ini ia sudah mendengar berita kehancuran seorang Wirhahadi Aditya Rachman karena kematian putra satu satunya berikut sang menantu tak tau dirinya itu.


Tapi apa, mereka kehilangan begitu saja target mereka hanya karena seorang wanita yang terlihat lemah di matanya.


" bodohnya kalian, hanya meringkus wanita kecil saja kalian di buat babak belur begini....memalukan sekali " umpatnya pada anak buahnya yang menunduk tak berdaya.


" Agustin...singkirkan perasaan bodohmu itu pada wanita itu, itu hanya akan menghambat jalanmu, kau paham ? "


Tuan Hendra menatap tak berkedip Agustin yang menunduk dalam di hadapannya.


" dia adalah wanita yang harus kau singkirkan bukan wanita yang harus kau lindungi...sampai disini apa kau paham Agustin ?! " sentak Hendra lagi, pria itu sangat tahu dan menyadari perasaan terpendam sang putra angkat pada menantu rivalnya itu


" iya pa...." jawab Agustin gugup


" jangan kau menjadi orang tolol selanjutnya setelah gadis bodoh itu " lanjut Hendra masih penuh dengan amarah. Puguh yang berdiri di sampingnya juga tak luput dari amarahnya tadi.


" Puguh...cari Alan sampai dapat, bawa dia kehadapanku. Aku benar benar ingin mencincang tubuh anak itu...dasar tidak tahu diri, dia benar benar menghancurkan semua rencana kita "


" akhhh.....Aditya.....aku benar benar akan membuatmu menangis darah " teriak Hendra Kurniawan dengan sangat keras sambil membanting gelas di tangannya kelantai hingga pecahannya menyebar kemana mana, tidak ada yang berani bersuara sedikitpun melihat kemarahannya.

__ADS_1


Kemarahannya sungguh telah sampai di ubun ubun mendengar Yandi kembali mendapatkan ingatannya, anak buahnya yang di buat tak berdaya oleh seorang wanita. Belum lagi pengkhinatan Alan Wirahadi yang menggagalkan semua rencananya.


Ahhh...gagal semua rencananya


__ADS_2