Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
Ada Apa Ini?


__ADS_3

Tidak lama kemudian Jim datang menghampiri Teo, yang terlihat sedang berdiri tegak di depan kampusnya.


"Sedang apa kau di sini?" tanya Jim sambil memegang bahu Teo.


"Apa kau sedang menunggu seseorang," lanjut tanya Jim kepada Teo.


"Ah, tidak, ayo pergi." ajak Teo.


Teo langsung meletakkan tangannya di bahu Jim, lalu mereka pergi bersama-sama menuju ke rumah Teo.


"Apa kau mau minum sesuatu," tanya Teo kepada Jim.


"Iya." Jawab Jim sambil menggulingkan tubuhnya di atas sofa.


"Apa kau sudah tahu wanita mana yang telah membuatmu jatuh cinta?" tanya Jim dengan penasaran.


"Belum! aku sudah mencarinya ke sana kemari tapi masih belumku temukan," jawab Teo dengan melangkahkan kakinya.


"Ini minummu." Lanjut Teo sambil duduk di sofa.


"Ha.. ha.. ha.. " tawa Jim mendengar ucapan Teo.


"Ya, kenapa kau tertawa seperti itu, apa ada yang lucu!" Teo dengan kesalnya.


"Iya, kau sangat lucu" lanjut ujar Jim sambil tertawa.


"Kau memang bodoh," ejek Jim.


"Apa maksudmu," Teo dengan kesalnya mendengar ucapan Jim.


"Bukankah kau sedang jatuh cinta pada gadis yang kau sebut aneh itu" ucap Jim.


"Apa maksudmu, bagaimana mana bisa kau mengatakan itu," ucap Teo.


"Semua orang pun tahu kalau kau sedang jatuh cinta kepada gadis itu, tatap matamu tidak akan bisa berbohong." Jim dengan jelasnya.


"Ah, benarkah itu, bagaimana mungkin?" Teo dengan rasa penasarannya.


Teo terus memikirkan hal itu ia sangat merasa penasaran, karena ia sendiri tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta, Teo tidak percaya bahwa dirinya saat ini sedang jatuh cinta kepada Indah.


...🌼🌼🌼...


Indah yang selalu sibuk dengan pekerjaan paru waktunya, membuat Ia tidak bisa seperti gadis-gadis lainnya, ia tidak bisa menghabiskan waktunya untuk bermain-main seperti teman-temannya yang lain.


Pakkk.. pakkk.. pakk..


Suara tepukan tangan dari seorang Koki.


"Dengar semua hari ini Bos akan datang berkunjung ke sini, jadi bekerjalah dengan baik" teriak Koki dengan kerasnya.


"Baikk!" jawab semua pekerjaan.


"Aku dengar Bos kita sangat tampan, ia juga seorang Model terkenal," bisik teman perempuannya kepada Indah dengan pelan sambil tersenyum .


"Aku tidak peduli dengan ketampanannya!" ucap Indah sambil mencuci piring.

__ADS_1


"Hm, kau ini pantas saja tidak punya pacar" ejek temannya.


"Aku tidak tertarik dengan hal semacam itu," ujar indah dengan santainya.


"ya, ya, ya, baik jadilah perawan tua" ucap temannya dengan kesal.


Indah yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum kecil, ia tetap fokus pada pekerjaannya saja, bahkan ia tidak pernah mempedulikan kisah cintanya.


"Indahhh..." teriak koki dengan kerasnya.


"Iya, ada apa?" tanya Indah dengan tatap mata tajamnya.


"Aaasssss, turunkan volume matamu itu, kau membuatku takut dengan tatapan matamu itu," kata Koki yang terlihat kaget melihat tatap mata Indah yang sangat tajam.


"Baik," turut Indah dengan menundukan wajahnya.


"Antarkan ini ke meja ujung sana." Sambil menunjukkan arahnya.


Indah langsung meraih makanannya dan perlahan pergi melangkahkan kakinya, untuk mengantarkan makanan yang di pegangnya.


"Wa, matanya sangat besar aku sangat takut melihatnya" rutuk Koki.


Kenapa dia harus menatapku dengan tatapan matanya seperti itu, aku merasa sangat takut padanya," lanjut rutuk Koki dengan suara pelannya. Melihat ke arah indah yang sedang mengantarkan makanan.


"Ini makanannya, selamat menikmati" ucap Indah dengan lembut kepada pengunjung.


"Terima kasih."jawab pengunjung sambil tersenyum.


Perlahan Indah mulai melangkahkan kakinya menuju ke dapur lalu melanjutkan perkerjaanya kembali.


"Iya" berlarian ke arah Koki dan menatanya dengan tatapan yang sama.


"Aaiii, kenapa kau selalu menatap ku seperti itu!" teriak Koki dengan takutnya kepada tatapan mata Indah.


"Ah, maaf," ucap Indah.


"Cepat antarkan minuman ini ke meja yang di sana," perintahnya.


"Baik" perlahan melangkahkan kakinya.


"Kenapa dia selalu menantap ku seperti itu, apa dia sedang merencanakan sesuatu kepadaku, apa dia sedang berencana untuk membunuhku diam-diam, aku merasa sangat takut padanya," rutuk Koki dengan takutnya.


Indah mulai melangkahkan kakinya dengan cepat, tetapi tiba-tiba saja kakinya tersandung dan membuatnya terjatuh.


"Aduhh sakit sekali, " kelu Indah sambil perlahan menggelap tangannya.


Yang tanpa di sadari olehnya bahwa minuman itu sudah mengenai baju seorang Pria yang ada di depan. Indah dengan kagetnya, melihat baju pria yang berdiri tepat di depannya terkena siram oleh dirinya, ia langsung berlarian ke sana kemarin mencari lap, lalu berusaha mengelap baju pria itu.


"Maafkan aku, aku akan mencucinya" sambil mengelap-ngelap baju pria itu dengan lap yang entah dapat dari mana.


Tetapi bukannya baju pria itu bertambah bersih, malah menjadi bertambah kotor, karena lap yang digunakan oleh Indah adalah lap yang biasa digunakan oleh Koki untuk mengelap meja yang terkena saus. Indah yang melihat baju pria itu semakin kotor langsung membuatnya kaget. Lalu, berhenti mengelapnya.


Dengan perlahan ia langsung mengangkat wajahnya dan menatap ke arah wajah pria itu dengan senyuman terpaksannya, yang memperlihatkan gigi-giginya yang putih dan cantik.


"hehe, Kau sangat tinggi" ucap Indah kepada pria itu sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Bos, Bos, Bos" teriak Koki.


"Kau sudah datang?" tanya Koki.


"Ada apa dengan bajumu".


"Apa kau tidak mencuci bajumu" lanjut tanya Koki dengan polosnya sambil melihat ke arah pria itu.


Indah yang baru mengetahui bahwa pria itu adalah Bosnya, ia langsung merasa kaget. Lalu, ia menghampiri pria itu dan berusaha melepas bajunya.


"Apa yang kau lakukan, apa kau mau memperkosaku" teriak pria itu sambil menahan-nahan bajunya yang mau di buka paksa oleh Indah.


Mereka berdua pun menjadi tontonan dan tertawaan setiap orang yang ada di sana.



Pria itu bernama Yogi Putra sanjaya, biasa di panggil Yogi, ia sangat tampan,mapan dan juga seorang model terkenal, ia juga memiliki banyak restoran berbintang.


"Cepat Masuklah," suru Koki sambil mendorong-dorong Indah.


Indah dengan ragu-ragu mulai mengetuk pintu dan perlahan mulai masuk.


"Tok Tok tok" suara dari ketukan pintu.


"Masuk" ucap Yogi dari dalam ruangannya.


Indah yang perlahan melangkahkan kakinya, lalu menghampiri Yogi.


"Maaf" ucap Indah dengan dengan pelannya.


"Apa yang kau katakan, " tanya Yogi.


"Maafkan aku" lanjut ucap Indah dengan kerasnya sambil melihat ke arah Yogi.


"Hmm, tidak apa-apa," ucap Yogi.


"Sunggu aku minta maaf, karena telah mengotori bajumu," ucap indah dengan rasa bersalahnya.


"Ah, Iya sungguh tidak apa-apa" ujar Yogi sambil tersenyum ke arah Indah.


"Terima kasih, aku akan mencuci bajumu" tawar Indah.


"Ah, tidak usah, tidak perlu" jawab Yogi.


"Tolong izinkan aku mencuci bajumu, aku mohon" pinta Indah.


"Hmm, baiklah jika kau memaksa" jawab Yogi.


Lalu, Yogi melepas bajunya dan perlahan mendekati Indah.


"Apa yang mau kau lakukan" tanya Indah kepada Yogi sambil mengepalkan tangannya ke arah Yogi.


"Ini ambillah" ucap Yogi sambil tersenyum melihat Indah yang ke takutan.


"Ah, iya," ucap Indah dengan malunya, langsung meraih baju Yogi, dan langsung membalikan badannya lalu pergi keluar meninggalkan Yogi.

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼🌼...


__ADS_2