Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
meragukan


__ADS_3

Edo menatap lekat lekat wajah di hadapannya,


" siapa maksud anda ?! " tanya Renald dengan memicingkan matanya, Bunga yang berdiri di samping Nayra dan di belakang Edo ikut menatap tajam kearah Renald.


"anda...tuan..." jawab Edo dengan cepat, berharap pria di hadapannya itu memang orang yang ia harapkan.


" edoo..." Nayra memutus kata kata edo, mengerti dengan maksud nonanya, Edo mundur beberapa langkah ke belakang.


" apa yang ingin anda bicarakan tuan...? " tanya Nayra dengan sopan pada Renald yang kini beralih menatapnya.


" setelah ini kita keluar..." jawab Renald kemudian melangkah diikuti Nayra dan Bunga serta Edo.


Melihat banyak sekali benda tajam Renald reflek menarik tangan Nayra untuk berjalan mengikutinya, namun dengan segera Nayra menarik tangannya dan memanggil Edo.


" edo..." panggilnya, segera Edo mendekat kearahnya dan membiarkan lengannya menjadi pegangan wanita bercadar itu.


Renald menatap dengan tajam dua orang yang kini berjalan di hadapannya, sesekali Edo nampak membenarkan pakaian bawah Nayra yang tersangkut,


Renald melihat semua adegan itu dengan tatapan yang sulit diartikan.


Cukup lama mereka berada didalam proyek hingga kemudian keempatnya diikuti beberapa mandor nampak keluar dari sana.


Setelah berbasa basi sejenak merek nampak berpamitan dan hendak pergi dari sana.


" anda ikut dengan ku nona.." ucap Renald pada Nayra yang hendak masuk kedalam mobilnya.


" maaf..tidak perlu tuan renald, silahkan anda menentukan tempat, saya akan mengikuti di belakang.." jawab Nayra.


" ikut dengan saya atau saya akan menarik dukungan kami pada proyek ini. Membayar sedikit ganti rugi bukan masalah besar bagi saya..akan tetapi, menyangkut nama baik perusahaan anda yang sedang melejit itu, tentu anda tau sendiri konsekuensinya " ancam Renald memaksa Nayra.


Nayra sadar betul dirinyalah brand ambasador proyek ini terlaksana, jadi jika terjadi kegagalan maka pihaknyalah yang akan menanggung kerugian besar.


Nayra menarik nafas dalam, kemudian ia mengangguk pada Edo dan Bunga lalu ia masuk kedalam mobil Renald. Renald segera menyusul masuk dan melajukan kendaraannya meninggalkan tempat itu diikuti mobil yang di tumpangi Edo dan Bunga.

__ADS_1


Di dalam mobil Nayra menatap kearah luar jendela, semilir angin menerpa cadarnya, tak ia sadari kalau pria di sampingnya yang sedari tadi nampak terus meliriknya dari sampingnya.


" sepertinya anda menjalin hubungan khusu dengan pengawal anda, benar begitu nona.." meluncur tanya dari mulut Renald, Nayra menoleh sebentar kearahnya lalu kembali pada posisi awalnya.


" dia bukan pengawal saya, tapi dia saudara saya....suami saya yang telah mempercayakan saya kepadanya " jawab Nayra dingin


" aku penasaran pada sosok suami anda yang selalu anda banggakan itu nona...sepertinya dia sangat mencintai anda hingga ia menyiapkan segala sesuatunya sedemikian rupa untuk anda.." kembali Renald besuara.


" adakah seorang suami yang tidak mencintai istrinya dengan sangat ?! " tanya Nayra dengan ketus.


Ciiiiiittttttt


Terdengar suara ban yang di tekan dengan kuat, kemudian tubuh keduanya seakah terhempas kekursi mereka masing masing, beruntung keduanya memakai sabuk pengaman sehingga keduanya tidak sampai menghantam dasboard mobil ketika tadi Renald mengerem dengan mendadak. Dan juga tangan renald yang seketika menahan bahu Nayra agar tidak membanting terlalu kuat.


" perhatikan kedepan jika anda sedang memyetir tuan..." kata Nayra masih dengan nada ketus sembari menepis tangan Renald.


" saya tidak ingin mati sia sia hanya karena gaya menyetir anda yang ceroboh " ucapnya dengan kening yang mengkerut menahan marah dan rasa tidak suka.


" jangan berlebihan...saya baik baik saja, silahkan lanjutkan " pinta Nayra tak merespon kekhawatiran seorang Renald.


Renald menghela nafas dalam dalam. Ia sendiri bingung dengan dirinya. ia tak pernah mengenal wanita di sampingnya ini sebelumnya, namun kenapa ia begitu khawatir padanya.


Ia bahkan tak pernah merasakan kepanikan seperti ini untuk seorang Katania yang nota bene adalah calon istrinya.


beberapa detik kemudian Renald nampak melajukan kembali kendaraannya dan berhenti di sebuah restauran mewah.


" katakan padaku...kenapa orang orang di sekitarmu seakan mengenalku dan mengiraku orang lain...?! " tanya Renald to the point ketika keduanya telah duduk berhadapan di meja restauran. Edo dan Bunga mengambil meja yang tak seberapa


jauh dari sana.


" wajah anda mengingatkan kami akan seseorang dari masa lalu kami " jawab Nayra cepat, dengan memakan makanan dihadapannya,


Bukan bermaksud tidak sopan akan tetapi ia ingin kebersamaan dengan Renald segera berakhir dengan cepat.

__ADS_1


" hanya inikah yang ingin anda bicarakan dengan saya?! " Tanya Nayra dengan tanpa melihat kearah Renald karena ia yang terus melanjutkan acara makannya.


" anda sangat lapar, atau makanannya yang memang enak ?! " tanya Renald mencibir wanita di hadapannya itu yang tetap melanjutkan kegiatannya.


" dua duanya... " Jawab Nayra kemudian membuat Renald berekspresi dengan ekspresi yang sulit di artikan.


Renald mencoba menemukan sesuatu di balik mata wanita dihadapannya itu. Pasalnya Katania dan pamannya mengatakan Nayra adalah salah satu media balas dendamnya karena ia yang seorang menantu kedua keluarga Wirhahadi Aditya Rachman. Yang masin sangat di hormati dan diakui keberadaanya dalam kancah bisnis sebagai penerus sang suami.


Rival bisnisnya yang turut bertanggung jawab atas apa yang sudah menimpanya.


Namun entah mengapa bagi Renald dimata wanita itu ia justru mememukan selaksa luka perih yang sangat kentara yang ingin ia sembunyikan.


Setengah jam telah berlalu tanpa ada pembahasan yang penting di antara keduanya, yang ada malah Renald yang seakan akan sengaja mengulur ulur waktu.


Nayra nampak mengangkat telponnya yang berbunyi, Renald memicingkan mata mendengar pembicaraan Nayra


" hmmm...jika kau tidak keberatan...hmmm baiklah aku tunggu, setengah jam dari sekarang.." terdengar suara nayra sedikit menekan waktu pada lawan bicaranya di telpon.


" kau datang denganku..maka kau pun harus pulang denganku.." ucap Renald seakan mengintimidasi Nayra.


" saya tidak hanya mempunyai urusan dengan anda tuan Renald, apalagi saya rasa urusan saya dengan anda sudah selesai.." jawab Nayra sembari menghembuskan nafas dengan berat.


" oh ya, satu hal lagi...harap membawa tunangan anda jika kita ada pertemuan seperti ini, saya tidak ingin ada salah paham disini.." ucapa Nayra lagi dengan sorot nata tajam kearah Renald yanga masih terdiam membisu. Matanya masih menatap lekat wanita bercadar di hadapannya ini.


pasalnya Nayra menerima telpon dari seorang Katania yang mengatakan bahwa dirinya seakan akan menarik perhatian seorang Renald Revaldy Gautam. Karenanya ia enggan menerima telepon dari Renald dan selalu melemparkannya pada Bunga atau Friska bahkan Edo.


Tak ada pembicaraan apapun di antara keduanya hingga Nayra yang bediri dan pamit pergi terlebih dahulu pada Renald.


Dan meski tak mendapat jawaban sedikitpun sari Renald, Nayra melangkah meninggalkan tempat itu diikuti Bunga dan Edo kemudian.


ketiganya masuk kedalam mobil melaju meninggalkan tempat itu dengan diikuti sebuah mobil mewah milik William Edgar. Dan hal itu juga di saksikan oleh seorang Renald Realdy Gautam yang berdiri di balik kaca restauran sembari memasukkan kedua tangannya kedalan saku celananya.


" william edgar..!! " desisnya pelan dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2