
Nayra turun dari mobil dan sedikit berlari masuk kedalam mansion keluara Aditya, di ikuti Bunga dan Kris di belakangnya. Beberapa menit kemudian nampak satu mobil berhenti dan tiga orang tampan turun dari sana dan segera berdiri di depan pintu.
Di dalam mansion telah berkumpul keluarga Yandi, tuan besar Wirhahadi Aditya Rachman dan sang Istri nyonya besar Grace Aditya Rachman, Laura dan Liam juga keluarga Nayra. Nayra segera menghambur kepada sang ayah.
Ibu sofi nampak mengelus punggung sang putri yang nampak bergerak naik turun menandakn ia sedang menangis. Mereka baru saja datang dari Malaysia beberapa waktu yang lalu.
Nyonya Grace dan tuan Aditya pun nampak mendekat.
" sayang..." panggil nyonya Grace membuat Nayra berbalik dan kemudian memeluk keduanya.
" maafkan papa....maafkan papa nayra, kau harus melangkah sejauh ini sendirian.." ucap pria paruh baya itu. Nayra nampak menggeleng pelan.
" nayra..." panggil seseorang di atas kursi roda, Nayra menoleh. Ia yang kini tak memakai cadar sedikit dibuat bingung melihat orang itu.
" tak apa nak..." ayah Nayra mengelus bahu sang putri seakan mengerti kegundahan hatinya.
" om tama..." katanya kemudian, pria baya itu tersenyum kecut padanya
" maaf kan om...om sepertinya sudah salah langkah, mau kah kamu memaafkan om ?! " tanya pria itu pelan. Tuan Aditya nampak mengelus pundak pria itu.
" iya om.." jawab Nayra
" terimakasih kamu sudah sadarkan kami...." tambah om Tama lagi, Nayra tersenyum menjawab kata kata pria itu.
__ADS_1
" papa..."kali ini Liam mendekat kearah Aditya. ia bersujud di hadapan mertuanya itu.
" maafkan aku pa...maafkan aku " katanya dengan tulus, dengan suara yang bergetar.
Tuan Aditya nampak mengangkat bahu pria itu agar berdiri.
" ini hanya salah paham Liam...beruntung kita segera di beri kesadaran....terimakasih juga kau sudah menjaga Laura dengan baik selama papa sakit, juga Nayra...." kata tuan Aditya mengapresiasi kerja keras sang menantu laki laki, Liam menggangguk pelan.
Selama ini dia memang diam diam turut melindungi Nayra.
Kini mereka nampak duduk mengitari meja makan.
" bunga terimakasih..kamu sudah selalu ada untuk Nayra...kamu juga Kris " terimakasih tuan Aditya kepada dua orang itu.
" tak apa om...kami di gaji " jawab Bunga sedikit menetralkan keadaan dan berhasil.
" hmmmm.......aku tak menyangka sedikitpun Puguh akan berkhianat padaku. Dia sudah sangat lama bekerja padaku.." hela tuan Aditya.
" kau sudah temukan dia Nayra...?! " tanya Aditya
" belum papa...sengaja waktu itu aku biarkan, karena ingin mencari tahu siapa mayong " jawab Nayra.
" aku juga ingin tahu..siapa mayong, bagaimana menurutmu wiranto ?! " tanya Aditya lagi pada sang besan.
__ADS_1
" entahlah...mungkinkah ada kekecewaan sendiri darinya padamu ! " jawab ayah Nayra.
" selama ini aku hampir tak pernah mendengar tentang Puguh..." Tama nampak menimpali
" sebenarnya ada apa, ada yang mengadu domba kita...dan sekarang Puguh dan Alan yang berkhianat. Kematian Lian pernah aku selidiki sendiri dan aku menemukan jalan buntu waktu itu..." Aditya menghela nafas berat.
" aku terpaksa membawa keluargaku pergi dari sini, kandungan Grace sangat lemah waktu itu " lanjut Aditya
" hendra seharusnya tahu semunya...dia bilang dia adalah saksi hidup kecelakaan kakakku, tapi dia tak bisa aku hubungi sama sekali...sialan " umpat Tama
" hendra....direktur hendra maksudmu ?! " tanya Aditya
" hmmmm...." jawab Tama hanya berdehem.
" ada yang dia sembunyikan om..." kali ini Liam ikut menimpali.
" atau jangan jangan dia adalah mahyong itu. " terka Laura.
" Secepatnya kita akan mencari tahu.." jawab Kris cepat membuat mereka mengangguk.
" Nayra...Ar.co akan kembali aku ambil alih, fokuslah pada bisnis suamimu yang memang sudah disiapkan nya untukmu..." Tuan Aditya mengambil alih pucuk pimpinan Ar.co.
" terima kasih papa...terimakasih " Jawab Nayra.
__ADS_1
" kris kau tetap bersamaku di Ar.co. Tapi tetap kau awasi menantuku..." perintah Aditya
" iya om.." jawab Kris.