
Yandi duduk dengan santai di sofa ruang kerja nayra dengan menatap gadis di hadapannya itu dengan lekat
" jadi dia bunga yang kau bandingkan seribukali lebih cantik dariku dulu di hadapan maritha..?! " tanya nayra dengan tenang
" hmmm..." jawab yandi sambil mencebikkan mulutnya
" manurutmu ?! " tanyanya kemudian
" dia memang seribukali lebih cantik dariku..." jawab nayra
" benarkah..kau tidak marah.."
" kenapa aku harus marah...memang dia sangat cantik, kau tidak bohong.."
" benarkah..jadi sekarang kau sudah bisa menerima aku kan...?! "
" hmmm..." giliran nayra menjawab dengan santai
" aku mengatakannya karena aku cemburu waktu itu padamu, dia boleh seribukali lebih cantik darimu tidak aku pungkiri karena aku juga pernah mencintainya karena dia cantik, tapu setelah aku melihatmu dan jatuh cinta tanpa kau berbuat apapun padaku, kusadari kau jauh lebih dari segalanya bagiku...." yandi dengan serius berucap membuat nayra membuang muka kesamping,
dapat ia rasakan cinta yandi yang begitu besar padanya kini.
" kau tahu maritha mencintaimu....?!"
__ADS_1
" awalnya tidak...tapi kemudian aku sadar perhatiannya yang berlebihan padaku..."
" tidak ada persahabatan yang normal antara seorang wanita dan pria dewasa yan..."
" ya..aku sudah menjaga jarak dengannya "
" tapi sepertinya sudah terlambat..dia sudah sangat terobsesi padamu sejal lama.." yandi menghela nafas mendengar ucapan nayra
" kita menikah dua har lagi ra....jangan terlalu berpikir yang lain.."
" tidakkah kau memikirkannya lagi...?!" kata nayra
" dan ra...apa itu ?!" tanya nayra lagi
" aku mau punya panggilan lain untukmu..."
" maaf aku tidak tahu selera kamu..." kata yandi sambil menyerahkan kotak kecil
" ini adalah tanda cintaku padamu, nanti kita cari lagi kalau kamu tidak suka..."
" yan..apa ini, kamu..." nayra terkeju melihatnya dan yandi yang kemudian memakaikannya.
Cincin bertahta berlian putih, di linkarannya tertulis nama keduanya, 𝐲𝐚𝐧𝐝𝐢 𝐧𝐚𝐲𝐫𝐚
__ADS_1
" kamu tahu aku memesannya hampir enam tahun yang lalu, entah kenapa aku selalu yakin kamu adalah milikku..." senyum yandi mengembang sempurna menambah kadar ketampanannya dan
membuat nayra semakin merasakan getar dalam hatinya.
" pakai ini..." yandi mengeluarkana sarung tangan yang terbuat dari beludru namun tipis dan lembut serta terlihat sangat sederhana namun elegan dan memakaikannya pada nayra
" aku ingin menggenggam tanganmu dengan leluasa tanpa membuatmu merasa takut berdosa, maaf ya..aku terlalu memaksakan diriku padamu, sungguh berasamamu aku seakan tidak menjadi diriku sendiri..." tambah yandi semakin membuat hati nayra merasa tak menentu.
" makan siang yuk...kalau kamu mau cari cincin pernikahan kita, sekalian aja.." kata yandi lagi
" tidak usah..aku tidak membutuhkannya, yakinkan aku saja padamu, itu yang aku butuhkan darimu.."
" tentu saja...ayo...!! " keduanya pun beriringan meninggalkan ruangan itu menuju keluar gedung perkantoran itu,
namun baru saja mereka tiba di parkiran dan hendak masuk kedalam mobil maritha menghentikan keduanta
" yan....!! " panggilnya sambil berhambur memeluk yandi tiba tiba, jelas yandi langsung melepaskan diri dari gadis itu.
Dirinya tak pernah sedekat itu dengan wanita selain saudaranya sendiri meski itu bunga mantan pacarnya dulu, atau maritha sendiri yang notabene sahabatnya sejak kecil
" jangan seperti ini tha....aku tidak mau nayra salah paham padaku, atau orang lain yang akan berpikir macam macam tentang kita.."
" aku tidak perduli yan..biarkan dia tahu, biarkan mereka tahu hubungan kita yang sebenarnya...!! " rengek maritha
__ADS_1
" apa maksudmu...hubungan apa maksudmu...??! " tanya yandi bingung
( 𝚊𝚍𝚊 𝚊𝚙𝚊 𝚗𝚒𝚌𝚑....)