
"Sudah bertahun-tahun lamanya aku menantikan ke datangan mereka, tetapi mereka tidak lekas kembali, apa mereka sudah melupakanku, apa mereka tidak perduli lagi kepadaku" tanya Indah kepada Tina sambil melepaskan pelukannya dari Tina.
"Mereka pasti akan kembali suatu saat nanti untuk datang menemuimu" menguatkan Indah.
...🌼🌼🌼...
"Aiys, di mana gadis aneh itu" Teo mencari Indah ke sana kemari.
"Teo" teriak Jim.
Jim sahabat Teo dari kecil, dia tampan dan juga baik hati, ayahnya juga seorang pengusaha kaya raya.
"Ada apa, apa kamu sedang mencari seseorang " tanya Jim.
"Iya, aku sedang mencari gadis aneh" ucap Teo sambil melihat ke sana kemari.
"Waahh, baru kali ini aku melihatmu mencari seorang gadis" sindir Jim.
"Ah, sudahlah ayo pergi" ajak Teo.
...🌼🌼...
Pruuuss...
Jim menyemburkan air di dalam mulutnya.
"Aiys" Teo sambil mengelap-gelap mejanya.
"Hahahahaha, kau di campakan oleh seorang wanita" ejekan Jim kepada Teo.
"Waahh, baru kali ini kau di campakan oleh seorang wanita" ucap Jim.
"Dia berbeda dari wanita yang lain, sifatnya sangat dingin, bahkan dia tidak melirikku sama sekali" dengan kesalnya.
"Wahh, luar biasa, bahkan semua gadis sangat ingin menjadi kekasihmu, tetapi gadis ini malah secara terang-terangan menolakmu" kagumnya Jim.
"Aiys, berhenti mengejekku" ucap Teo.
~Keesokan harinnya~
Breeeem... breeeem...
Bunyi suara dari mobil Teo.
"Waahh, dia sangat tampan"
"Aku sangat ingin menjadi kekasihnya"
Semua gadis terus menatap Teo di sepanjang jalannya. Teo terus melangkahkan kakinya menuju ke dalam kelasnya, dengan aroma wangi yang semerbak.
Tiba di depan kelas, mata Teo langsung tertuju kepada Indah dan secara tiba-tiba saja Indah melihat ke arah Teo, dengan wajahnya yang terlihat seperti ingin memakan orang.
Teo langsung pergi menuju kursinya yang berada tepat di samping Indah.
"Selamat pagi, apa kau sedang merindukanku" Teo dengan candaannya.
"Aiys, kenapa kau harus duduk di sampingku" Indah dengan kesalnya.
__ADS_1
"Duduklah di tempat lain" suru indah.
"Kenapa kau mengusirku, ini adalah kursiku, aku ingin duduk di sini di sampingmu" Teo dengan gombalan-gombalannya sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang rapi dan sangat putih.
"Baiklah, jika kau ingin duduk di sini maka aku akan membatasi meja ini" Indah langsung meletakkan mistar di atas mejanya.
"Yah, bagaimana bisa kau memberiku batas yang hanya sebesar tubuhku, bahkan aku sendiri tidak bisa mengerakan tubuhku yang sangat bagus dan sempurna ini" kelu Teo kepada Indah.
"Kau ini berisik sekali, seperti kenalpot mobilmu" ujar Indah.
"Ya, bagaimana bisa kau menyamakan laki-laki setampan diriku ini dengan kenalpot mobilku" teriak Teo kepada indah.
"Hei diamlah" teriak siswa lain.
"Apa kalian ini sepasang suami istri, dari tadi ribut terus layaknya suami dan istri yang sedang berkelahi" ucap temannya yang ada di depan.
"Berhenti bicara omong kosong" ucap Indah dengan tegasnya kepada temannya yang ada di depan, dan langsung memalingkan wajahnya ke jendela.
"Apa kita terlihat seperti sepasang suami istri" tanya Teo dengan senyum-senyum sendiri.
"Diamlah, kau ini berisik sekali, atau mau kujahit mulutmu" ancam indah kepada Teo.
Teo langsung tersenyum melihat indah, bahkan dia tidak bisa memalingkan pandangan matanya.
...🌼🌼🌼...
"Tina" teriak indah sambil berlarian.
Saat sedang berlarian menuju ke arah Tina, tiba-tiba saja kaki Indah tersandung hingga membuatnya terjatuh. Tina langsung berlarian menghampiri Indah, tetapi sebelum Tina sampai.
Indah mencoba untuk meraih tangan itu, lalu melihat ke arah wajah laki-laki itu, tetapi setelah indah melihatnya, ternyata laki-laki itu adalah Teo, Indah langsung menarik kembali tangannya.
Lalu, Tina datang membantu Indah.
"Apa kau tidak apa-apa" tanya Tina dengan sedikit khawatir sambil membantu indah untuk berdiri.
"Bagaimana kau bisa terjatuh seperti itu, kau ini seperti anak kecil saja" ocehan Tina.
Mereka berdua langsung meninggalkan Teo dan pergi ke tempat lain. Teo yang masih bediri di sana sambil mengangkat tangannya lalu memandangi tanganya itu.
"Hahhaha" tawa Jim dengan senangnya melihat Teo yang tertolak.
"Bagaimana bisa dia menolaknya, apa tangan ku terlihat kotor" tanya Teo kepada Jim dengan terus memandagi jari-jari tangannya.
"Mungkin tanganmu bau" canda Jim kepada Teo sembari tertawa.
"Aaa, ada apa dengan gadis itu" teriak Teo dengan kesal.
Sambil melangkah meninggalkan tempat itu.
"Teo datang Teo datang" ucap teman-temannya Eliza.
Eliza langsung merapikan pakaiannya dan berlarian menuju ke arah Teo.
"Teo" panggil Eliza sambil berlarian.
"Ada apa?" tanya Teo.
__ADS_1
"Mau ke kanti bersamaku" ajak Eliza dengan gaya centilnya.
"Tidak mau" tegas Teo sambil melangkahkan kakinya dengan cepat dan meninggalkan Eliza.
Eliza pun merasa sangat kesal ia kembali menghentak-hentakkan kakinya.
"Ayy kenapa dia selalu menolak ajakanku" tanya Eliza kepada teman-temannya.
"Apa aku tidak cantik" tanya Eliza lagi.
"Kau sangat cantik, bahkan semua laki-laki ingin kau menjadi kekasihnya" ucap temannya dengan heran.
"Apa Teo seorang Gay?" lanturan temannya Eliza sambil membayangkannya.
"Sudahlah ayo pergi" ajak Eliza kepada teman-temannya.
...🌼🌼🌼...
"Apa kakimu masih terasa sakit" tanya Tina kepada Indah.
"Hmm, tidak rasa sakitnya sudah menghilang, aku pun sudah terbiasa dengan hal-hal yang semacam ini" ucap Indah.
"Ayo kita ikut kencan buta" kata Tina secara tiba-tiba.
"Apa kau gila, aku tidak mau, kau tau aku tidak suka dengan hal-hal yang semacam itu" jawabnya.
"Ayolah, bahkan kau pun belum pernah pacaran sekali pun" rayu Tina kepada Indah sambil mengoyang-goyangkan tangan Indah.
"Apa kau sedang mengejekku" teriak Indah kepada Tina.
Sambil berdiri dari tempat duduknya Indah dan Tina mulai bergandengan tangan, dan melangkahkan kakinya.
"Apa kau tau siapa laki-laki yang kau tolak tadi" tanya Tina kepada Indah.
"Dia teman satu kelasku dan duduk tepat di sampingku, ia selalu membuatku merasa kesal dengan mulut berisiknya, ia juga selalu menganguku" curhat Indah dengan kesalnya.
"Waahh, benarkah, apa kau memaksanya untuk duduk di sampingmu" tanya Tina kepada indah.
"Yaaahh, omong kosong macam apa itu, dia yang menghampiriku lalu duduk di sampingku, aku sudah menyuruhnya untuk duduk di tempat lain, tetapi dia tidak mau pergi" Indah dengan kesalnya.
"Wahh, kau beruntung sekali bisa di hampiri olehnya lalu bisa duduk di sampingnya, apa kau tau dia itu laki-laki paling tampan di kampus kita" Tina dengan semangatnya.
"Aiys, omong kosong apa itu, bahkan aku pun tidak tau siapa namanya" jawab Indah.
"What, apa kau gila, bagaimana mungkin kau tidak tau dengan laki-laki itu" tanya Tina dengan penasaran.
"Aiys, berhentilah membicarakan orang sepertinya" ujar Indah.
"Ahh, baiklah" jawab Tina sambil tersenyum.
"Mungkin suatu saat kau akan jatuh cinta kepadanya" mengoda Indah.
"Tutup mulut mu" ujar Indah.
"Baik-baik" jawab Tina sambil tersenyum lebar.
...🌼🌼🌼🌼🌼...
__ADS_1