Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
rapuh serapuhnya


__ADS_3

Nayra menatap sendu kearah Renald yang memeluk posesiv seorang wanita cantik dalam dekapannya.


Setitik harap masih tersemat di hatinya, entahlah iapun tak tahu kenapa ia berharap pria itu akan memperhatikannya.


Namun beberapa detik kemudian ia sadar, tak ada apapun yang bisa dia harapkan, Nayra mengalihkan tatapannya pada Kris yang berdiri di hadapannya, ia mengulurkan tangannya


" kris .." katanya pelan, dan seakan paham maksud dari wanita itu segera Kris mendekat dan meraih jemari Nayra yang berbalut kaos tangan.


" nayra.." William bersuara seakan tak rela Nayra berpindah tangan darinya, tanpa menoleh Nayra mengangkat satu tangannya dan seakan paham William diam dan tidak lagi memprotes.


Sungguh di dalam hatinya, ia tak tega melihat wanita yang biasanya terlihat tegar setegar karang dilautan meski apa yang menerpanya kini terlihat begitu rapuh di matanya. Ia memutuskan mengikuti langkah Nayra yang kini di tuntun Kris dan diikuti tiga orang di belakangnya meninggalkan tempat itu. Sebelumnya Edo dan dua orang temannya sempat menatap kearah Renald dengan wajah geram.


selepas kepergian Nayra, Rein mendekat kearah Renald dan juga Katania.


" siapapun anda, sungguh wajah anda melukai seseorang.." kata Rein dengan sinis pada Renald.


" tidak ada dua orang yang sama persis tak ada beda di dunia ini, entah anda sengaja atau tidak, entah anda adalah orang yang sama atau orang yang berbeda anda hampir kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup anda " tambah Rein membuat Renald melepaskan pelukannya pada Katania dan beralih menatap Rein dengan tajam

__ADS_1


" apa maksudmu...apa kita pernah kenal sebelumnya...? " tanya Renald penuh selidik


" jika anda memang orang yang sama yang aku pikirkan...maka kita bukan hanya kenal " jawab Rein


" jangan berbelit belit, katakan apa maksudmu..." geram Renald dan Rein hendak meladeninya namun keburu di cegah Katania


" sayang..sudahlah, ayo kita pergi.." ajak Katania, ia sungguh khawatir dengan pembicaraan antara Rein dan Yandi. Rein beralih menatap Katania.


" semoga dugaanku salah tentangmu..." kata Rein lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu meninggalkan dua orang yang terpaku menatap kepergiannya.


" apa dia mengenaliku ?! " bisik Katania dalam hati.


Kris dan Edo serta Faris juga Rexy tak mampu berbuat apapun melihat Nayra jatuh terduduk bersimpuh tertunduk dilantai tak jauh di hadapan mereka.


Tak ada suara tangis yang mereka dengar, tubuh ringkih itu nampak terdiam, hanya sesekali bahu wanita itu nampak sedikit naik turun tanda ia menahan tangis dan perih yang teramat sangat.


Bingung...itu yang dirasakan Kris, ingin ia merengkuh bahu wanita yang nampak terdiam membisu tak berdaya itu. Namun pasti Nayra akan menolaknya, tadi ketika ia sengaja memgulurkan tangan padanya, ia tahu wanita itu hanya ingin berlindung dari laki laki yang jauh dari kata halal baginya.

__ADS_1


Keempat pria itu sungguh turut terpukul melihat kondisi wanita itu, dia yang tak pernah terlihat lemah sekalipun kini terlihat begitu rapuh dan tak berdaya. Rapuh serapuhnya.


" dimana kau...kemarilah, terjadi sesuatu pada nayra. ruang meeting " terdengar suara Kris menelpon sesorang yang tak lain istrinya sendiri. Bunga.


Tak berapa lama suara derap langkah yang terdengar tergesa gesa memasuki ruangan itu. Melihat Nayra yang telah terduduk bersimpuh di lantai Bunga segera menghambur memeluk tubuh rapuh Nayra.


" katakan padaku...yakinkan aku, dia bukan dia..." seketika Nayra menangis di dalam pelukan Bunga. Sungguh pemandangan yang membuat empat pria yang berdiri di belakngnya membuang pandangan ketempat lain.


Juga seorang pria yang diam diam juga memperhatikannya dari balik pintu. Tak pernah ia duga seorang wanita sedingin Nayra sampai bisa serapuh itu.


Sebesar itukah sakit yang ia rasakan hanya karena seorang pria yang ia cintai. Hatinya kecut menerima kenyataan itu.


" sebesar itukah cintamu padanya....menolehlah padaku Nayra, aku bahkan mampu mencintaimu lebih besar dari yang kau bayangkan tanpa kau membalas cintaku..." William berucap dalam hati, sungguh hatinya sangat perih menatap kerapuhan Nayra.


🌻🌻🌻


Satu bulan telah berlalu sejak kejadian itu, Nayra sungguh semakin merubah dirinya. Semakin dingin dan diam, bahkan pada seorang William pun yang dulu nampak mendapat perlakuan yang berbeda darinya, kinipun pria tampan berdarah asing itu turut merasakan perubahan pada wanita itu.

__ADS_1


Dingin dan irit bicara, sungguh bagi Kris ia seperti melihat Nayra zaman sekolah dulu. Tidak akan bicara jika tidak penting, menjawab seperlunya jika ada yang bertanya.


Kabar kemiripan seorang Renald Revaldy Gautam juga sampai ditelinga tuan Aditya Rachman, namun iapun tak dapat menemukan bukti apapun tentang pria itu.


__ADS_2