Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
pertemuan


__ADS_3

Nayra duduk di dalam mobil bersebelahan bersama dengan Bunga sedang Edo duduk di depan kemudi.


" ini sudah tiga tahun..." desis Nayra pelan hampir tak terdengar. Wanita cantik behijab dan menutupi wajahnya dengan cadar itu nampak terus menatap kearah luar jendela, sedikit menghibur matanya dengan kendaraan yang hilir mudik dengan segala kepentingannya masing masing.


Hingga kemudian sebuah mobil sedan mewah dengan warna hitam berbaris rapi berjalan di sampingnya.


Nayra megerutkan kening melihat empat mobil yang seakan berbaris menguasai jalanan itu. Dan seketika ia membulatkan matanya ketika matanya menangkap seorang pria tampan di dalam salah satu mobil yang kini hampir beriringan dengan mobil yang ia tumpangi.


Pria itu menoleh kearahnya, untuk sesaat Nayra menatap tak berkedip kearah pria itu, air mata tiba tiba mengalir dengan deras di pipinya. Pria dalam mobil itu nampak terus menatapnya dengan aneh, hingga kemudian mobil pria itu melewati mobilnya.


Nayra menutup bibirnya dengan kuat, seakan tak percaya dengan penglihatannya sendiri.


" apakah aku sudah salah lihat, apakah aku sudah berhalusinasi....astaghfirullahhaladzim " bisiknya dalam hati dengan mati matian menahan suara tangisannya.


Bunga yang berada di sampingnya sama sekali tak menyadari dengan keadaan Nayra, ia sibuk mempersiapkan presentasi sahabatnya yang telah keduanya persiapkan tadi malam.


Sedang Edo, ia nampak sibuk menyetir karena memang lalu lintas yang sedang ramai. Karena ini adalah jam aktif, maka tak heran jika jalan raya di penuhi dengan kendaraan yang berlalu lalang.


Beberapa menit kemudian kendaraan yang di tumpangi Nayra memasuki area parkir yang luas. Baru saja Nayra keluar dari mobil, matanya melihat mobil yang tadi menyalibnya baru saja juga nampak memasuki area parkir yang sama dengan dirinya.


Sopir mobil itu tampak tergopoh gopoh keluar lebih dulu, memutari kendaraannya dan kemudian nampak membuka pintu belakang.


Seorang pria tampan dengan tinggi hampir mencapai 180 cm bahkan lebih mungkin, alis yang tebal juga rahang yang kuat dan jangan lupakan hidung mancungnya yang menambah nilai ples ketampanannya dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, nampak keluar dari mobil itu.


Sekali lagi Nayra seakan terkesiap melihatnya, tubuhnya tiba tiba bergetar hebat. Tak ia sadari kakinya yang tengah berlari kearah pria itu dengan cepat.


Dengan cepat tangannya mencekal lengan pria itu yang baru saja keluar dari mobilnya dan tengah nampak membenahi jas yang ia kenakan.

__ADS_1


" yandi.. " desis Nayra dengan mata berkaca kaca. Pria itu nampak menatap kearahnya dengan mata yang berkedip berkali kali, nampak sorot kebingungan di mata pria itu.


" kau...mengenalku nona..?! " tanya pria itu


DUARRR


Bagai tersambar petir Nayra demi mendengar pertanyaan pria itu, dengan segera ia menarik tangannya dari lenagan pria itu dan memundurkan tubuhnya beberapa langkah hingga ia menabrak Bunga yang tiba tiba telah berdiri di belakangnya juga Edo yang juga nampak syok dengan apa yang mereka lihat di hadapan mereka.


Beberapa detik kemudian seorang wanita cantik dengan pakaiannya yang seksi yang menampilkan lekuk tubuhnya yang bagai gitar spanyol, rambut yang panjang tergerai dan tertara rapi, wajah yang sangat cantik dengan polesan make up lembut. Kaki yang nampak indah dengan high hels menghiasinya. Nampak mendekat kearah pria berkaca mata hitam itu kemudian bergelayut manja pada lengan pria itu.


" anda mengenal calon suamiku nona..?! " tanya wanita itu pada Nayra.


Dan sungguh pertanyaan itu sukses membuat Nayra bagai tersambar petir untuk yang kedua kalinya.


Nayra terdiam membisu tak mampu menjawab.


Bunga menatap tak berkedip dua orang di hadapannya itu.


" mohon maaf tuan...nona..." katanya kemudian


" renald revaldy gautam, katania rutchi harldword..." jawab wanita cantik itu tanpa melepas kan tangannya pada lengan pria di sampingnya.


Sejenak Bunga menatap wanita itu dengan lekat


" maaf tuan gautam dan nona katania....atasanku hanya sedang salah mengenali orang..." jelasnya kemudian dengan sedikit menundukkan kepalanya dengan hormat tanda meminta maaf.


Pria itu nampak memiringkan kepalanya menjangkau Nayra yang sedikit tertutup oleh Bunga dengan matanya.

__ADS_1


Namun kemudian ia nampak mengangguk angguk tanda ia memaklumi perbuatan wanita itu beberapa menit yang lalu pada dirinya.


" dia wanita yang tertutup..tentu yang dikatakan asistennya itu benar adanya tentang dia yang sudah salah mengenali orang " bisik hatinya. Kemudian tanpa kata apapun keduanya melenggang meninggalkan Bunga dan Nayra juga Edo yang masih seakan tak percaya dengan yang ia lihat di depan mata mereka sendiri kali ini. Tampak lengkungan keatas di sudut bubir wanita cantik itu.


" sambut kehancuranmu Nayra..." bisiknya dalam hati dengan lirikan mata menyeringai yang tak di sadari siapaun yang ada di sana, bahkan pria yang kini ia tengah peluk lengannya.


Beberapa orang berjas hitam yang keluar dari mobil berbeda yang tadi datang bersama dengan pria itu nampak sebagian mengikuti di belakang kedua orang yang masuk kedalam gedung, dan sebagian lagi nampak berjaga di sekitar mobil keduanya.


Bunga nampak memegang bahu Nayra, mencoba menyadarkannya.


" anda baik baik saja nona...?! " tanya Edo tak tega menatap sang majikan, meski ia tak bisa menatap wajahnya karena tertutup cadar, namun ia bisa melihat majikannya itu tengah tidak baik baik saja dilihat dari tubuhnya yang nampak masih mematung.


" nayra....kita harus masuk " Bunga berkata dengan pelan, Nayra menoleh kearahnya dengan mata yang telah memerah. Ia menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan berat.


Beberapa detik kemudian ia melangkah masuk kedalam di ikuti Bunga dan Edo.


Di dalam ruangan yang lumayan lebar terdapat meja ofal yang panjang di mana meja itu telah di penuhi oleh para peserta rapat.


Nayra mengangguk pelan tanda menyapa mereka, matanya sejenak berhenti pada sosok pria yang tadi dia dengar bernama Renald Revaldy Gautam, pria itu nampak tengah bercakap santai dengan wanitanya.


Sekali lagi Nayra menghembuskan nafas dengan berat. Ia mencari kursi kosong untuknya juga Bunga, dan ia sedikit menghela nafas ketika kursi bagiannya berada di hadapan pria itu.


Nayra melangkah kesana dengan berat, ia duduk tepat di hadapan Renald dan Bunga di sampingnya. Renald mengangkat pandangannya dan sempat menatap Nayra sejenak. Ada sesuatu yang berdesir di hatinya melihat wanita yang kini duduk di hadapannya itu, ia nampak menunduk memperhatikan berkas yang ia bawa. Tangannya yang ia tutupi sarung tangan, wajahnya yang tertutup cadar, pakaiannya yang sama sekali tak menunjukkan lekuk tubuhnya.


Sungguh penampilan yang berbeda dengan wanita wanita yang juga hadir disana, apalagi wanita yang kini duduk di sisinya.


Renald terus memperhatikan gerak gerik wanita di hadapannya itu hingga wanita itu kini nampak mendongak dan sejenak mata keduanya bertemu.

__ADS_1


__ADS_2