
Tanpa terasa yandi telah melewati pernikahannya hampir empat bulan, kemaren yandi dan nayra baru kembali dari Australia.
Yandi benar benar membawa istrinya kemanapun ia pergi, nayra dipindah posisikan yandi menjadi asisten pribadinya disamping kris dan sungguh keduanya menjadi couple suami istri juga rekan kerja yang kompeten.
Ia mampu mendampingi yandi dalam tiap presentasi presentasinya.
Hingga keduanya mampu menyelesaikan kekacauan yang di buat maritha dan mengambil alih saham kembali perusahaan property yandi meski hanya 20% dari tangan maritha.
" kau terlihat sangat lelah yang..." kata yandi sambil memeluk nayra dari belakang di dalam kamarnya setelah mereka membersihkan diri masing masing.
" gak tahu ini...kok kayak berat banget badan aku ini, apa aku gendutan ya...?! "
" masak...perasaan enggak, biasa aja..tapi kalau gendutan gak papa juga, aku suka kok..." jawab yandi sambil menyisir rambut istrinya
" tapi kamu pucatan yang...besok kita periksa aja ya..."
" gak usah lah yang....paling kecapekan doang " jawab nayra manja sambil memeluk perut yandi yang pas di wajahnya karena posisinya yang duduk dan yandi yang berdiri.
Di tempat lain tepatnya di dalam sebuah kamar president suit sebuah hotel, tampak seorang wanita cantik dengan pakaian sexynya tengan menenggak minuman beralkohol sendirin.
" aku tidak bisa meremehkannya..kemampuannya benar benar di luar dugaanku...." katanya sendirian, beberapa menit kemudian tampak ia yang menerima telepon,
( " apa saja yang kau kerjakan...mereka mengambilnya lagi, kau tahu itu...?! ") suara di seberang telepon
(" tutup mulutmu....kau sendiri, apa yang kau lakukan...." ) bentak maritha juga, ya...wanitha di dalam kamar hotel mewah itu adalah maritha
(" terserah padamu....aku sudah membukakan pintu lebar lebar padamu, tapi kau sendiri yang menutupnya " )
( " kalau kau tak mampu melakukannya...aku akan melakukannya sendiri...") tambah suara di seberang telepom lagi.
" Tuttttttt......" terdengar suara telepon di matikan
" brengsek...." umpat maritha sambil melempar handphonenya ke kasur dengan kasar.
Yandi duduk di kursi kebesarannya sembari mengutak atik komputernya ketika seseorang masuk kedalam ruangannga setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu,
mengangguk sebentar kearah nayra dan kris yang duduk di sofa sambil memeriksa berkas berkas kemudian mendekat kearah yandi
" sepertinya mereka lebih berhati hati lagi tuan muda yan, tak ada pergerakan lagi samasekali..."
" jaringan aiti mereka pun terhenti total, untuk sementara tak ada akses samasekali untuk kita masuk...." lapor edo salah satu tim cyber merangkap pengawal pribadi yandi dan nayra,
yandi memang memiliki pasukan bayangan yang terdiri kurang lebih sepuluh orang yang di ketuai oleh edo.
Hal itu juga merupakan arahan dari wirhahadi aditya rachman sang ayah karena ruang lingkup kerja mereka yang rentan dengan tindak tindak kriminal.
__ADS_1
Edo awalnya preman jalanan yang ia dekati dan ia tolong hampir lima tahun lalu, yandi mengajaknya belajar ke Australia juga untuk memperdalam kemampuan aitinya, ia juga pandai beladiri juga seperti yandi dan kris karena mereka juga berguru pada orang yang sama dan berlatih beladiri bersama sama juga.
Yandi menghela nafas panjang
" tetaplah siaga...mungkin kecolongan 20% saham membuat mereka lebih berhati hati..." jawab yandi
" seperti dugaan nona muda, meski kami belum menemukannya tapi kami berani pastikan ada campur tangan orang dalam, dalam masalah saham ini tuan muda..." jelasnya lagi
" hmmm baiklah...teruslah kau cari tahu.." perintah yandi lagi dan di angguki edo, setelahnya ia pun berlalu dan duduk bergabung bersama nayra dan kris kemudian disusul yandi yang juga duduk menempel pada nayra.
Yandi menghela nafas berat
" sepertinya agak sangat sulit untuk mencari bukti konkrit rencana busuk mereka...." ucap kris pelan
" hmmmm...aku tidak bisa bayangkan bagaimana mbak laura jika ia tahu semuanya...." desis yandi
" tenanglah sayang...mbak laura orang yang bijaksana, tapi tanpa bukti yang nyata akan sulit bagi kita membongkar semuanya..." jawab nayra
" mmmmm....." jawab yandi
" kami akan terus berusaha tuan muda...."
" sampai mana mereka akan melanjutkan aksinya, kita tunggu saja....apa ayahku sudah tahu semua..." tanya yandi pada edo
" sepertinya belum tuan muda...tuan besar sedang sibuk dengan kepengurusan kelegalan armada ekapedisi di sana.." terang edo
" aku pulang dulu...sudah sore..." pamitnya pada kris dan edo kemudian memapah nayra berdiri dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
Yandi memeluk erat sang istri dari belakang ketika nayra tengah mangambil makanan di meja kamar mereka karena bi surti yang sudah menyiapkannya
" makan dulu sayang...." nayra memperingatkan yandi
" aku makan kamu aja....kangen banget aku..." jawab yandi sembari mengendus tengkuk nayra
" a...." nayra tak menggubris rengekan yandi, namun menarik lengan suaminya itu dan kemudian memyuapkan makanan lalu bergantian menyuap dirinya sendiri,
yandi memang sangat manja dan nayra yang juga terus menurutinya, sejak setelah menikah yandi sangat jarang makan sendiri, ia akan selalu di suapi sang istri.
Setelah selesai makan yandi menggiring nayra ke balkon kamar memandang bintang bintang yang bertaburan di langit. Memeluknya dan sesekali menciuminya.
" akau mau ya yang...." bisiknya di telinga nayra kemudian membalik tubuh istrinya itu agar memghadap dirinya.
Yandi mencium lembut bibir nayra pada awalnya dan kemudian sangat menuntut, tangannya tak mampu lagi ia kondisikan dan sudah bertengger di tempat favoritnya yakni belahan dada sang istri...meremas dan mengelus hingga membuat nayra tak mampu lagi menahan ******* demi ******* yang membuat yandi kian kehilangan akal,
ia angkat tubuh sang istri ke pembaringan dengan pelan dan meletakkanya dengan sangat hati hati setelahnya bibir dan tangannya bergerilya kemana mana, ******* bibir nayra kemudian turun ke bawah mengendus dan menciumi leher jenjang sang istri semakin turun kebawah ia menyingkirkan apa yang ia anggap penghalang.
__ADS_1
Menatap sejenak membuat nayra malu dan menutup dadanya yang terekspose
" jangan ditutup yang....." rengek yandi kemudian menenggelamkan wajahnya disana,
" yang...." nayra mendesah pelan ketika sang suami mulai bergerak aktif di bawah sana sembari ******* bibirnya sesekali.
Yandi menjatuhkan tubuhnya di samping nayra setelah mampu mencapai puncak bersamaan dengan sang istri kemudian memeluknya erat.
" maaf...aku membawamu dalam pusara keluargaku..." bisiknya kepada nayra disela sela pelukannya.
" tak apa...berbagilah apapun denganku, aku senang dan ikhlas....." jawab nayra sembari menangkup kedua pipi suaminya itu lalu menciumnya hangat.
" aku pingin kamu cepet hamil sayang....biar aku gak khawatir lagi..."
" khawatir kenapa...?! " tanya nayra bingung
" gak tahu..aku kayak takut aja kamu ninggalin aku...secara aku takut kamu belum yakin cinta sama aku " jawab yandi
" ihhhh..mana ada..." putus nayra
" ya kan kamu gak pernah kali bilang cinta sama aku, atau ngebalas kata cintaku sama kamu..."
" ih...aku udah nungging nungging, kamu puter puter nurut aja, kamu kok bisa bilang aku gak cinta sama kamu...?! "
" ya bilang dong...cinta sama aku "
" emang penting ya..." tanya nayra sambil mengangkat satu alisnya
" penting banget lah buat aku...."
" narsis kamu.." ledek nayra
" bilang gih..." pinta yandi membuat nayra bersemu merah
" aku cinta sama kamu yang...udah lama banget sebelum kamu cinta aku mungkin malah...." kata nayra sambil memeluk dan membenamkan wajahnya di dada bidang yandi dan disambut pelukan hangat dan ciuman mesra sang suami.
" kamu senang dan ridho padaku hari ini yang...?! " tanya nayra mendongak menatap wajah sang suami
" insyaAllah aku sangat ridho dan senang..." jawab yandi mencium kening sang istri,
pertanyaan yang selalu di tanyankan nayra pada sang suami menjelang mereka tidur di malam hari.
Sungguh pemandangan yang kontras dengan pria tampan berseragam militer yang sedang menatap langit gelap bertabur bintang di tepi pantai.
Rein menyedekapkan kedua tangannya didada dengan wajah yang begitu dingin dan sendu.
__ADS_1
Ia nampak manarik nafas panjang.