Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
memaksa


__ADS_3

Renald menatap tak berkedip wanita yang masih setia duduk di tempatnya semula itu. Wajahnya datar, tatapan matanya tajam dan ada senyum hambar tersungging di bibirnya.


Ada sepercik rasa bersalah terselib di hati Renald melihat wanita cantik itu.


" kita menikah, dan aku pastikan dia akan selamat " ucap Katania lagi, namun kali ini wanita cantik itu berdiri dan melangkah kearah Renald berdiri meski tak begitu mendekat.


" jadi benar kau dalang dari menghilangnya Nayra ?" tanya Renald sedikit ketus.


" aku hanya sedang berusaha konsisten dengan rencana awal kita.." jawab Katania santai sembari memainkan kuku kuku jarinya sembari menatap kuku jarinya itu menyindir pria yang sedang berdiri tegak di hadapannya itu.


" aku bukan orang yang selama ini kau kira Katania" terucap kata dengan helaan nafas dari pria itu.


" aku tidak perduli, bagiku kau pria yang aku cintai. Kita mempunyai impian yng sama selama sekian tahun...kau hanya tinggal melanjutkan rencana awal kita dengan menceraikannya..." kembali kata kata Katania membat kerutan halus di kening Renald.


Sekeras apapun ia mengingat, tak ada sedikitpun ada ingatannya tentang wanita di hadapannya itu.


" kau sudah berhasil menjalankan setengah dari rencana kita, tinggal menceraikannya....selesai. Kita menikah dan kembali ke Kanada " kali ini Katania berkata sembari menatap Renald dengan lembut. Sungguh ia tahu dirinya cinta sendirian dan itu memang sakit.


Hatinya sengguh tarasa ngilu mendengar cintanya yang tak berhenti mencintai orang lain. Tapi semua sudah kepalang tanggung. Sudah sangat banyak yang ia lakukan demi membersamai pria di hadapannya itu. Bahkan mengubah total wajahnya menjadi orang lain.


Karenanya ia tak perduli, berbalas atau tidak cintanya, Yandi harus bersamanya. Mengenai dirinya yang cinta sendirian, tak masalah baginya. Toh hampir tiga tahun ini dirinya baik baik saja meski dia hanya mencintai tanpa di cintai.


Miris memang...


" aku pria berbeda Katania, aku bukan pria lajang...aku pria beristri. Dan wanita yang sedang kau sembunyikan dariku itu adalah istri sahku.." berat sebenarnya Renald mengatakan itu,tapi ia merasa harus mengatakannya demi mengharap pengertian seorang Katania.


Katania hampir tak mampu menguasai kesadarannya demi mendengar ucapan Renald barusan. Benarkah dugaannya.

__ADS_1


Dua minggu tak meminum sama sekali obat yang ia berikan, apakah ingatan pria itu telah kembali sebanyak itu.


Katania memejamkan mata dan menahan nafas sejenak ketika ingatannya tertuju pada sosok pria di antara Nayra dan tiga orang anak buah Renald waktu itu.


" dia juga seorang dokter.. " desisnya tertahaan dalam hatinya.


" tidak masalah, itu hanya bagian dari rencana kita


ceraikan dia dan kita menikah. Selesai Renald....urusan kita dengannya selesai, semudah itu Renald jangan terlalu banyak berfirkir " Katania masih berusaha menolak pemikirannya sendiri dan kenyataan di depan mata.


" aku bukan Renald, aku bukan Renald Revaldy Gautam. Aku bahkan tidak tahu siapa itu. Aku adalah Yan Aditya Rachman....Nayra Azzahwa Alzahrani, wanita yang entah mungkin kau sekap dimana adalah istriku. Aku tidak mungkin menikahimu Katania. Kau ataupan wanita lain "


akhirnya kata kata itu terucap jelas dari mulut pria itu bagai petir sekaligus palu godam menghantam Katania. Tubuhnya bergetar hebat, ia bahkan seakan tak mampu berdiri diatas kakinya sendiri. Hingga ia berpegangan erat pada sandaran sofa di sampingnya.


Yandi menatap lekat kearah wajah Katania mencoba menemukan kenangan bersama wanita itu di masa lalunya, sebelum dirinya kehilangan ingatannya. Takut jika ia melakukan kesalahan di belakang istrinya atau yang lainnya.


Tentu saja Yandi tak mengingat wajah Katania sebelum ia kecelakaan, karena wajah itu ada dalam ingatannya di masa lalu sebagai orang lain. Tentu hal itu di luar sepengetahuan Yandi.


" aku tidak perduli...kita menikah atau kau akan bertemu dengan jasad tak bernyawa wanita itu " ancam Katania lagi sembari meremat sandaran sofa dicengkeramannya.


Sekali lagi Yandi menatapnya, namun kali ini berbeda...tatapannya tampak tajam dan dingin.


" siapa sebenarnya kau...kenapa aku seperti sangat mengenalmu sebelumnya. Kenapa aku merasa kau seakan menyimpan dendam padaku dan Nayra " ucap Yandi tajam membuat Katania sempat geragapan di buatnya.


Tidak...dia tidak mau Yandi tahu siapa dirinya sebenarnya sebelum berhasil membuat pria itu menikahinya.


Katania yakin, setelah keduanya menikah nanti cepat atau lambat ia akan mampu membuat pria itu menerima dan mencintainya karena seringnya kebersamaan mereka setelah pernikahan.

__ADS_1


Ia lupa, jika dirinya telah bersama pria itu hampir tiga tahun lebih tapi ia tetap tak mampu membuat pria itu mencintainya, bahkan setelah pria itu kehilangan ingatannya seratus persen sekalipun.


Dan cinta Yandi pada sang istri begitu besarnya dengan terbukti, pria itu jatuh cinta kedua kalinya pada sosok sang istri dalam jangka waktu sebentar, kurang dari enam bulan saja.


Bahkan dalam pertemuan pertama keduanya setelah Yandi kehilangan ingatannya, Nayra telah mampu merebut kembali perhatian pria itu.


" siapa aku...kau bertanya siapa aku ? " tanya Katania setenang mungkin


" aku adalah wanita yang kau berikan sebuah janji, aku adalah wanita yang selalu membersamaimu di setiap perjalanan hidupmu. bahkan sejak kau belum mengenal wanita selain aku " tambah Katania dengan derai air mata yang tak mampu lagi ia bendung, hatinya ngilu, perasaannya perih.


Ia sungguh tak ingin menyerah apalagi patah semangat, ia harus mendapatkan keinginannya.


" jadi...kita menikah, atau kau akan melihatnya tak bernyawa " sambung Katania lagi, ia mengeluarkan handphonenya dan memperlihatkan sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang wanita berhijab tengah terbaring tak berdaya di atas tempat tidur.


Yandi mengepal erat tangannya dan giginya bergemerutuk menahan amarah.


" jangan gegabah Renald, aku tidak meminta sesuatu yang sulit padamu, hanya penuhi janjimu padaku..." ucap Katania lagi sembari mematikan rekaman video di smartphonnya.


" tentukan pilihanmu, duapuluh empat jam dari sekarang temui aku disini, aku akan mempersiapkan segalanya. tak apa tak perlu mewah yang penting kita menikah saja itu sudah cukup buat ku " Katania tersenyum simpul.


" jangan membuatku kecewa sayang " ucapnya lagi sembari melangkah kearah tangga. Hatinya perih dan hancur tak dapat ia pungkiri itu. Airmatanya telah mengalir begitu saja.


Untuk kesekian kalinya setelah semua yang ia korbankan, ia tetap tak mampu membuat hatinya menjadi tempat berlabuh hati seorang Yan Aditya Rachman.


Sementara itu, Yandi yang masih berdiri disana terdiam membisu. Apa yang harus ia lakukan, menikahi wanita itu jelas tak mampu ia lakukan. Tapi dengan tak menikahinya, mampukah ia menyelamatkan sang istri.


Tiga tahun lebih bersama Katania, ia sedikit banyak mengetahui sifat dan watak keras

__ADS_1


__ADS_2