Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
Gugup


__ADS_3

Indah langsung pergi meninggalkan Teo.


Teo yang masih merasa penasaran kepada Yogi ia terus memikirkannya.


"Ah, kenapa pria itu sangat tampan, tetapi aku tetap jauh lebih tampan dari dirinya" Teo dengan rutukan-rutukannya.


Tidak beberapa lama kemudian akhirnya Indah datang membawa pesanan Teo.


"Ini makananmu" ucap Indah sambil meletakkan makanannya di atas meja.


"Ah, Iya, Terima kasih" jawab Teo.


"Iya, selamat menikmati makanannya" ujar Indah, sembari pergi meninggalkan Teo.


Teo yang masih merasa penasaran kepada Yogi ia terus memikirkannya.


"Kenapa bosnya setampan itu, lalu kenapa meraka berdua harus tersenyum dan melemparkan padangan seperti itu" Teo dengan penasarannya.


Teo yang merasa sangat kesal langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi begitu saja tanpa menyentuh sedikit pun makan yang ia pesan.


Indah yang melihat Teo pergi begitu saja langsung menghampiri meja Teo.


"Ya, kenapa dia tidak menyentuh makananya dan langsung pergi begitu saja" ujar Indah dengan penasaran melihat ke arah Teo, yang sedang berjalan keluar dengan cepatnya.


Indah pun merasa penasaran dengan Teo yang pergi secara tiba-tiba, tanpa menyentuh makanannya sedikit pun.


"Kalau dia tidak ingin makan kenapa dia memesan makannya, terus kenapa dia pergi terburu-buru seperti itu" Indah dengan rutukan-rutukannya, sembari membawa kembali makanannya ke dapur.


"Wa, kenapa makanan ini masih utuh bahkan belum tersentuh sama sekali" teriak Koki yang merasa kesal karena masakannya tidak dimakan sedikit pun.


"Aku tidak tahu" jawab Indah, menatap ke arah Koki dengan tatapan matanya yang terlihat sangat tajam.


"Aiys, Kenapa kau selalu menatapku seperti itu, kau membuatku takut" teriak Koki yang merasa takut dengan tatapan mata Indah yang sangat tajam.


"Ah, maaf" ujar Indah langsung menundukkan pandangannya.


"Datanglah ke ruangan bos dia memanggilmu" ucap Koki.


"Ah, baik" jawab Indah lalu pergi.


"Ahh, kenapa dia selalu menatapku seperti itu kenapa aku merasa takut kepada dirinya" ujar Koki dengan terus memandangi Indah yang sedang berjalan.


Indah mulai mengetuk pintunya secara perlahan.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuklah" suru Yogi kepada Indah.


Dengan perlahan Indah mulai membuka pintunya dan berjalan dengan pelannya menuju ke arah Yogi.


"Duduklah" lanjut suru Yogi sembari tersenyum ke arah Indah.

__ADS_1


"Terima kasih, ah, iya ini bajumu bos" ucap Indah yang langsung meletakkan baju Yogi di atas meja.


"Terima kasih" ucap Yogi sembari tersenyum kepada Indah.


"Iya" jawab Indah dengan sifat dinginnya.


"Apa malam ini kau mau pergi melihat kembang api bersamaku" tanya Yogi.


Indah yang merasa kaget dan bingung dengan tawaran Yogi, ia hanya bisa terdiam memandang ke arah Yogi.


"Hmm, baiklah jika kau diam itu artinya iya" jawab Yogi.


"Heg, kenapa dia yang memutuskan, memangnya dia siapa" ujar Indah dalam hati.


"Baiklah, kalau begitu aku harus kembali berkerja" lanjut jawab Indah.


"Iya, semangat, jagan lupa aku akan menunggumu nanti malam," ucap Yogi.


Indah mulai beranjak dari tempat duduknya, dengan cepat ia melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.


Yogi yang terus memandanginya sembari tersenyum melihat kepolosan dan keluguan Indah.


Yogi pun mulai merasa penasaran kepada Indah yang terlihat biasa saja kepadanya.


"Kenapa dia bersikap biasa saja kepadaku, tidak seperti gadis lainnya, ah, dia memang sangat berbeda dari gadis yang lainnya" ujar Yogi dengan senyuman manisnya.


......................


Tingtong.. Tingtong.. Tingtong..


Teo yang menekan tombol bel rumah Jim dengan kecepatannya.


"Aiys, apa dia mau menghancurkan bel rumahku" rutuk Jim, berjalan menuju pintu.


Brreeng...


Teo mendorong pintu Jim dengan kuatnya.


"Ya, apa kau mau merusak pintuku" teriak Jim kepada Teo sembari memandanginya.


Teo yang tidak memperdulikan ucapan Jim ia langsung pergi ke dapur untuk mencari makanan.


"Ahh, kenapa mereka bertukar pandangan seperti itu, bahkan dia pun tidak pernah memandangku seperti itu" rutuk Teo yang terus memasukan makanan ke dalam mulutnya.


"Hmm, ada apa dengannya, kenapa dia bertingkah seperti itu" ucap Jim sembari melihat ke arah Teo yang sedang makan seperti orang kesurupan.


Teo yang bertingkah aneh, ia terus mengeluarkan semua makanan yang ada di dalam kulkas, dan memakan makanannya sembari mondar mandir di hadapan Jim, mulutnya yang tidak berhenti mengoceh seperti orang gila, sehingga membuat Jim merasa takut.


"Ah, apa yang dia lakukan" Jim yang terus memperhatikan Teo, yang sedang mondar mandir di hadapannya.


"Apa dia sudah menjadi orang gila sekarang, ah bagaimana ini, bagaimana bisa aku berteman dengan orang gila seperti itu" ujar Jim sembari menutupi wajahnya dengan selimut.

__ADS_1


"Jjiimmm" teriak Teo dengan kerasnya.


"Ahh kenapa dia memangilku" ujar Jim yang sedang membaringkan tubuhnya di atas sofa, dengan selimut yang menutupi wajahnya.


Teo yang merasa kesal karena jim tidak menjawab pangilannya, lalu pergi menghapiri Jim dengan memegang pisau di tangannya.


"Hei Jim" panggil Teo.


Lalu, Jim membuka selimutnya sontak ia merasa sangat kaget saat melihat Teo yang ada di hadapannya, sedang memegang pisau, Jim pun langsung beranjak dari sofa ia langsung berlarian ke sana kemari seperti orang gila.


Teo pun merasa heran melihat Jim yang berlarian ke sana kemari.


"Dia kenapa, Apa dia sudah menjadi orang gila sekarang, bagaimana bisa aku berteman dengan orang gila sepertinya" ujar Teo sembari mengupas apel dengan pisau yang di pegang olehnya.


Jim yang terus berlari ke sana kemarinya dengan cepat akhirnya merasa lelah.


"Ah, aku sangat lelah" ujar Jim sembari duduk menghampiri Teo.


"Apa kau sudah selesai dengan lari jarak dekatmu" tanya Teo kepada Jim.


"Itu karena aku takut kau akan menusukkan pisaunya kepadaku" ujar Jim dengan terenga-engah.


"Apa maksud ucapanmu itu" tanya Teo yang terus mengupas apelnya.


......................


Indah yang merasa sangat bingung dengan ajakkan Yogi ia pun terus memikirkannya.


"Ah, apa yang harus kulakukan, kenapa aku merasa gugup, ada apa denganku" ujar Indah dengan mondar mandir di dapur.


"Kenapa kau belum pulang" tanya Koki.


"Ini aku baru mau pulang" Indah mengambil tasnya dan bergegas pergi meninggalkan Koki.


Terlihat Yogi yang sudah menunggu Indah di depan cafe sembari bersender di depan kaca mobilnya. Dengan perlahan Indah mulai menghampirinya.


Yogi yang melihat Indah langsung tersenyum dan dengan sigapnya ia langsung membukakan pintu mobilnya untuk Indah.


"Masuklah" ujar Yogi kepada Indah dengan senyum manisnya.


Indah yang merasa sedikit gugup mulai memasuki mobil dengan perlahan.


......................


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuannya.


"Wa, ini sangat indah" ujar Indah yang terus memandangi kembang apinya sembari tersenyum bahagia.


"Apa kau menyukainya" tanya Yogi dengan melihat ke arah Indah.


"Iya, aku sangat menyukainya" jawab Indah yang terus memandangi kembang apinya.

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼🌼...


__ADS_2