Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
mencoba melunakkan...


__ADS_3

Nayra menatap tak berkedip pria di sampingnya itu dengan wajah sedikit merengut, bisa bisanya dalam keadaan seperti ini pria itu sama sekali tidak ada takut takutnya dan terus mengklaim dirinya adalah miliknya.


" Renald lepaskan aku...mari kita bicara dengan baik baik " bujuk Nayra kepada Renald yang masih bersitatap tajam dengan Baihaqi.


" lepaskan adikku bodoh..." teriak Baihaqi lagi dengan garang hendak menerjang Renald namun segera dihadang Zack dan lee seketika saat itu juga, segera Kris dan Rexy juga Faris melangkah dengan cepat turut mendekat kearah Baihaqi berdiri berhadapan dengan Zack dan lee.


" tidak..dia istriku " kekeh Renald membuat Nayra menghela nafas frustasi, sungguh Nayra di buat tak berkutik di tangan laki laki ini. Renald seakan benar benar mampu membaca pergerakannya.Edward yang berdiri di belakang Renald kini hanya mampu memandangnya bingung. Sebenarnya ia khawatir dengan keadaan pria itu mengingat Renald baru saja sadar dari pingsannya kemaren.


" kakak...kumohon " pinta Nayra dengan mata sendunya, namun kali ini ia menatap kearah Ashar.


Seolah paham dengan maksud sang adik, pria yang berprofesi sebagai dokter itu menghela nafas berat. Ashar memang jauh lebih lembut dan kalem di bandingkan dengan Baihaqi,


Ashar terlihat melangkah kedepan mendekati Baihaqi dan menepuk bahu adik keduanya itu.


Baihaqi terdengar membuang nafas dengan kasar, ketiga orang bersaudara itu memang di ajarkan saling menghormati dan menghargai satu sama lain juga mematuhi saudara tertua mereka sebagai pengganti orang tua.


" Renald lepaskan aku...ku mohon, aku tidak mau ada korban hanya karena masalah ini " pinta Nayra kali ini kepada Renald, Renald menatapnya lekat.


" jangan pergi " katanya kemudian dengan pelan dan dengan wajah memohon. Nayra menghela nafas berat.


Renald melepaskan pelukannya pada Nayra namun sebagi gantinya ia meraih jemari wanita bercadar itu dan mengenggamnya dengan erat, dan hal itu sungguh menyulut emosi Baihaqi kembali.


Namun Kali ini kakak kedua Nayra itu tak mampu berbuat apapun karena Ashar yang segera menggelengkan kepala kearahnya.


Nayra mengarahkan mereka kearah sofa besar melingkar di tengah ruangan itu. Nayra nampak duduk diantara Renald dan Edward dengan posisi Nayra lebih dekat ke arah Renald. di belakang mereka berdiri dengan tegap Zack, lee juga Maria.


Di hadapan Nayra nampak kedua kakaknya duduk berdampingan dan juga Bunga serta Kris. Edo, Rexy dan Faris bersiaga di belakang mereka.

__ADS_1


" baiklah tuan Renald mari kita bicara dengan benar...lepaskan adikku, kau sudah berbuat kesalahan dengan membawanya secara paksa, itu sama saja dengan penculikan " Ashar terdengar bersuara.


" dia istriku...aku sudah menikahinya " jawab Renald tegas membuat Ashar menghela nafas. Sedangkan Baihaqi terlihat semakin gusar


" biarkan aku menghajarnya kakak " ucap Baihaqi dengan penuh penekanan namun sekali lagi Ashar menggeleng


" haqi..." katanya pelan membuat Baihaqi meredam emosinya


" baiklah tuan...tapi cara yang kau pakai ini tidak benar, adikku wanita terhormat dan memiliki wali sah yang utuh " kembali Ashar mencoba bicara dengan baik


" apapun yang anda katakan dia tetap istriku, aku berhak atasnya " jawab Renald dengan tatapan tegas


" kemari kau bajingan, kubunuh kau sekarang juga " teriak Baihaqi dengan langsung berdiri mendengar Renald terus saja menyanggah ucapan kakaknya, namun Kris segera memeganginya karena mendapat kode dari Ashar, akan tetapi tetap Kris kewalahan dengan pria berbadan tegap itu.


" baihaqi !! " Ashar bersuara sedikit keras membuat Baihaqi menghentikan tingkahnya dan Nayra menundukkan kepalanya.


" pria ini menguji kesabaranku kakak.. " katanya pelan kearah Ashar. Renald terus menatap interaksi itu tak berkedip.


" dia istri ku tuan " kata Renald lagi dengan semakin mendekatkan dirinya pada Nayra membuat Edward membuang muka sembari melipat bibirnya.


Sungguh ia dibuat semakin bingung dengan kelakuan pasien sekaligus sahabatnya itu, tak pernah pria itu bersikap semanja itu pada Katania padahal katanya mereka telah lama bersam, namun dengan wanita ini, Renald sungguh menjadi pribadi yang berbeda.


Kali ini ucapan Renald cukup membuat Ashar sedikit kehilangan kesabaran.


" aku tidak tuli tuan Renald aku juga tidak bodoh untuk tidak mengerti ucapanmu, kau sudah mengatakannya berkali kali...ya aku tahu kau sudah menikahi adikku, tapi seharusnya kau meminta izin pada kami, setidaknya ayah dan ibu kami " terdengar suara Ashar sedikit bergetar. Baihaqi menatap sang kakak tak berkedip.


Nayra terdengar menghela nafas

__ADS_1


" yang di katakan kakakku benar Renald, cara yang kau pakai tidak benar " ucap Nayra kemudian


" sayang..." Renald memanggil dan menatap Nayra dengan sendu, sontak ucapannya membuat atensi perhatian yang ada di ruangan itu langsung tertuju kearahnya bahkan Nayra yang berada di sisinya di buat terbelalak terkejut mendengarnya. Zack dan Lee saling berpandangan aneh. Ini sungguh tak pernah mereka temukan pada diri Renald.


Edward semakin melipat bibirnya menahan tawa, berbeda ekspresi dengan pihak lawan, mereka di buat mendelik tercengang dengan panggilan Renald kepada Nayra.


" kemari kau bajingan...aku benar benar akan menghajarmu, Nayra...kemari kau " teriak Baihaqi sudah kehilangan kesabaran


" kakak..kumohon, dengarkan aku " Nayra memelas, ia sungguh di buat bingung oleh kelakuan kakak dan juga Renald


Tangannya di genggam erat oleh Renald sedangkan kedua kakinya di jepit oleh kedua kaki Renald yang panjang, sungguh kelakuan Renald membuat mereka geleng geleng kepala.


" haqi..duduklah, dengarkan apa yang hendak di sampaikan Nayra " Ashar akhirnya menengahi, pria di samping adiknya itu sungguh pria yang nekat. Pikirnya.


" kakak...apa menurutmu di dunia ini akan ada dua orany yang sama indentik padahal mereka bukan saudara, aku tahu persis Yandi tidak memiliki kembaran " terang Nayra setelah Baihaqi terlihat duduk dan tenang membuat mereka yang ada dihadapannya mengerutkan kening, sedang Renald menatap dalam Nayra.


" apa maksumu Nayra ?! " tanya Ashar dan Kris hampir bersamaan


" kau tahu Yandi tidak mungkin kembar kan ? " kini Nayra beralih menatap Kris dan juga Bunga.


" sayang...siapa yang kau bicarakan ?! " Renald merasa panas mendengar Nayra menyebut sebuah nama, dan kembali panggilannya terhadap Nayra membuat hadirin menoleh kearahnya.


" ish...tolonglah Renald, jangan memancing keributan " kata Nayra dengan menatap jengah kearah Renald


" aku butuh penjelasan...kau istriku " Renald membela diri


" ish...itu saja yang bisa kau katakan, tak punya kosa kata lain lagi kah kau " hardik Kris kali ini dengam wajah jengah. Dan di jawab Renald dengan mencebikkan bibirnya menyamping.

__ADS_1


Dan hal itu sukses membuat Kris dan Edo membulatkan matanya, sungguh hal itu tak asing di mata dua orang itu. Itu adalah kebiasaan Yandi yang selalu ia lakukan jika tidak setuju dengan keduanya.


" kau melihatnya Kris ?! " tanya Nayra pada Kris membuat atensi Kris beralih padanya dengan matanya berkedip berkali kali.


__ADS_2