Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
sebenarnya....bagaimanakah seharusnya


__ADS_3

Nayra masih berdiri menatap langit sambil bersandar tiang gazebo ketika tiba tiba seseorang menyampitkan jaket besar di bahunya.


" maaf....tolong jangan salah paham, aku hanya tidam ingin kau sakit..." kata irfan kemudian begitu mata mereka bertemu


" ckk...aku bisa sendiri.." decak nayra ada sedikit rasa kesal dalam suaranya.


" ya aku tahu..tapi kau tak juga melakukannya, aku sudah lama memperhatikan kamu dari sana...aku takut kau jatuh sakit " kata irfan sambil menunjuk kearah belakang nayra di mana di sana ada edo dan rexy juga faris.


" jangan lakukan lagi...aku tidak suka.." katanya lagi


" hmmm...iya, maaf.." kembali irfan meminta maaf dengan sedikit nyengir.


( Dasar wanita es batu...) bisiknya dalam hati.


" ada apa..." tanya nayra sambil tetap menatap langit seakan ada yang menarik perhatiannya disana


" ayolah nay....sedikitlah hangat padaku, yan...." irfan tak melanjutkan kalimatnya dan seakan kesulitan walau hanya menelan ludahnya saja karena nayra yang kini menatapnya dengan sangat tajam.


" ok ok santai ukhti....santai.." sekali lagi irfan nyengir dengan tanggapan nayra padanya. ( Ah...sungguh dia hanya lembut pada yandi saja )


Decaknya dalam hati.


Niat hati ingin menyelam sembari minum air, menggoda nayra siapa tahu bisa memiliki, tapi ternyata nayra benar benar gadis dinginnya dulu yang telah bermetamorfosis menjadi wanita dingin pula, dan tampaknya ia hanya bisa lembut pada yandi seorang....

__ADS_1


" kita harus mengkaji ulang kontrak kerjasama kita nay..." katanya


" kau menghentikan kerjasama kita...?! " tanya nayra frontal


" tidak tidak begitu, bagaiman aku akan memutuskan kerjasama dengan Ar co kalau aku juga punya saham meski hanya 1 persen disana.." irfan mulai serius kali ini


" lalu...?! " tanya nayra tak kalah serius


" kita harus memperbaruhi setiap klausul klasul kontrak kita, karena dalam kerjasama itu bukan hanya ada perusahaanku saja, tapi ada hampir empat perusahaan yang juga ikut. Kau mengerti maksud ku kan ?! " tanya irfan pada akhirnya


" tentu saja aku mengerti, bunga sudah mempersiapkannya beberapa hari yang lalu, aku berencana mengadakan pertemuan untuk membahas itu, tapi tunggu setelah aku menyelasaikan urusan dengan dewan direksi terlebih dahulu..." jawab nayra pun menjelaskan pada irfan, ia sadar penting baginya menjelaskan pada irfan tentang hal itu karena memang irfan adalah partner bisnis sang suami dan kini beralih padanya.


Dirinya memang meminta bunga untuk menjadi asisten pribadinya sejak satu minggu yang lalu, karena ia merasa jika hanya kris ia akan sangat kewalahan menangani tiga perusahaan sekaligus.


" tunggu nay...bunga ? Apa maksudmu ?! " tanya irfan menyelidik


" kami bekerjasama di bisnis fashion yandi yang telah di tangani nayra fan, dan kini aku juga asisten pribadi nayra...kenapa, kau keberatan ??! "


tiba tiba bunga hadir di antara mereka membuat irfan sedikit mencebikkan bibirnya


" kenapa....kau pikir akan mudah mendekati nayra karena tidak ada yandi sekarang, ingat ini..ada aku fan, ada aku...tidak akan aku biarkan siapapun berusaha menggantikan posisi yandi tanpa seizin nayra.." ancam bunga sambil mendelik memperingatkan irfan


" ckkk...apa apaan kau ini..." jawab irfan sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan memalingkan wajahnya ketempat lain.

__ADS_1


" nona..ada tuan muda liam ingin bertemu..." edo memberitahu nayra


" baiklah aku akan segera kesana...." jawab nayra yang di angguki edo yang segera berlalu meninggalkan tempat itu


" kami tunggu di depan...aku ingin tahu, apa yang di inginkan kakak ipar mu itu nay..ayo nga..." kata irfan yang cukup tahu banyak tentang seluk beluk keluarga yandi.


Nayra mengiyakan dan segera berlalu menuju kamarnya tanpa melewati ruang tamu, sementara irfan dan bunga kembali keruang tamu di mana di sana telah ada seorang pria tampan berwajah oriental yang di temani dua orang berpakaian rapi, juga ada kris yang di temani edo, rexy dan faris.


Beberapa menit setelah mereka semua berada di ruang tamu, nampak nayra menuruni tangga dan sudah lengkap dengan cadarnya. Liam sedikit mengernyitkan keningnya.


" salam kakak ipar...." sapa nayra kepada liam, ya...liam adalah suami laura, dalam beberapa waktu belakangan ini keduanya memang tak lagi bersama tanpa di ketahui penyebabnya.


Laura yang kini ada di Singapura mengurus bisnis sang ayah yang lain sedang liam tetap tinggal di Indonesia juga karena mengurus bisnisnya sendiri.


" kau merubah penampilanmu adik ipar..." sapa liam juga setelah mereka saling dekat, namun nayra sama sekali tidak mengulurkan tangannya sama sekali.


Yang ada malah ia menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada guna menyapa liam dan kedua orang yang datang bersamanya.


" suamiku sedang tidak bersamaku saat ini kakak ipar..." jawab nayra tenang


" aku hanya sedang mencoba menjaga amanahnya yang ada padaku, sampai ia kembali...." lanjutnya tanpa di ketahui siapapun yang hadir di sana bagaimana ekspresinya yang sesungguhnya.


Dan jawaban nayra itu sukses membuat perhatian semua yang hadir disana tertuju padanya penuh keterkejutan juga tanda tanya.

__ADS_1


Wow wow wow....ada apa ini, adaka yandi......


__ADS_2